DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR.

Download Report

Transcript DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR.

DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II
FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si
KAJIAN
MANAJEMEN STRATEJIK
2010
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PROPINSI JAWA TIMUR
1
POKOK BAHASAN KAJIAN MANSTRA
2

SYSTEMS THINKING DALAM MANSTRA;

SCENARIO PLANNING DLM MANSTRA;

BALANCED SCORECARD DALAM MANSTRA.
3
MANAJEMEN STRATEJIK
ASPEK PENTING MANSTRA
4
Perumusan Strategi (Strategy Formulation) :
mencerminkan adanya tujuan dan sasaran organisasi
untuk menjabarkan misi organisasi;
Implementasi Strategi (Strategy Implementation):
menggambarkan operasionalisasi cara mencapai
tujuan dan sasaran organisasi;
Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation) : merupakan
aktivitas untuk mengukur, mengevaluasi dan
memberikan umpan balik kinerja organisasi;
Mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen.
RINCIAN STRATEGI
ASPEK MANSTRA
KEGIATAN
PERUMUSAN STRATEGI
• PERUMUSAN VISI DAN MISI
• PLI DAN PLE ; KAFI DAN KAFE
• ANALISIS PILIHAN STRATEGI DAN
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN
• PENETAPAN TUJUAN, SASARAN DAN
STRATEGI (PERENCANAAN STRATEGI)
IMPLEMENTASI STRATEGI
• RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
• PENGANGGARAN (ALOKASI BIAYA)
• SISTEM PELAKSANAAN, PEMANTAUAN
DAN PENGAWASAN
EVALUASI STRATEGI
• PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA
• PELAPORAN DAN
PERTANGGUNGJAWABAN
5
FRAME WORK MANSTRA
6
MISI
FKK
SISTEM PELAKSANAAN,
PEMANTAUAN DAN
PENGAWASAN
PENGUKURAN DAN
EVALUASI KINERJA
RENSTRA
SBG RPJM
RENJA/
RKT
FORMULASI
STRATEGI
PELAKS
KEGIATAN
KINERJA
NYATA
PERTANGGUNGJAWABAN
HASIL
EV-KIN
UNTUK
UMPAN BALIK
IMPLEMENTASI
STRATEGI
EVALUASI
STRATEGI
PERENCANAAN STRATEJIK
7
VISI
MISI
FKK
ASAP
TUJUAN (G)
SASARAN (O)
INDIKATOR
KEBIJAKAN
STRATEGI (S)
PROGRAM
ASI
MATRIKS
SWOT
KAFI
KAFE
PLI
PLE
Model Kerangka Aplikasi Manajemen Strategis
KAFI
PLI
SWOT
Visi
Misi
PLE
Tujuan
Strategis
PetaStrategi
Plg
puas
Lyn
trpdu
Fns
naik
SDM
Kmpt& prdf
DF
Analisis
DF
Key
DF
MATRIK
SKENARIO
KAFE
Rekomendasi
Balansed Scorecard
Sasaran
Pelanggan
Ukuran
Target
Program
Realisasi
Scorecard
Sasaran
Proses Int
Ukuran
Target
Program
Realisasi
Scorecard
Sasaran
Pemb&Pert
Ukuran
Target
Program
Realisasi
Scorecard
Sasaran
Finansial
Ukuran
Target
Program
Realisasi
Scorecard
8
SYSTEMS THINKING & RENCANA SKENARIO DALAM
PERENCANAAN STRATEJIK
9
VISI
MISI
FKK
TUJUAN (G)
REN.
SKENA
RIO
SASARAN (O) +
Indikator
STRATEGI (S)
KEBIJAKAN
PROGRAM
System
Thinking
RENCANA STRATEJIK
TUJUAN (G)
SASARAN & INDIKATOR (O)
STRATEGI (S)
KEBIJAKAN
10
PROGRAM
KONSEP SYSTEMS THINKING DALAM
MANSTRA
11
CARA BERPIKIR SYSTEMS THINKING BERSIFAT “NONLINIER” TETAPI IMPLEMENTASINYA DALAM
MANAJEMEN STRATEJIK DILAKUKAN BERSIFAT
“LINIER”, KARENA SUATU PROSES KEGIATAN
TIDAK MUNGKIN BERLANGSUNG “NON-LINIER”,
MELAINKAN HARUS MELALUI PENTAHAPAN
SECARA BERURUTAN.
PENGERTIAN &
KONSEPSI SYSTEMS THINKING
12
1. Systems thinking atau berpikir serba
sistem (sistemik) merupakan metode
berpikir melingkar (360 derajat) (tidak
linier);
2. Berpikir melingkar dapat menggambarkan
suatu hubungan kausal atau sebab akibat
yang menunjukkan bahwa hubungan
antar variabel akan kembali pada variabel
awal.
Konsepsi ………
13
3. Cara berpikir sistemik ini sangat
bermanfaat dalam suatu proses
Manajemen Stratejik yang diawali dengan
Perencanaan Stratejik berdasarkan, visi,
misi dan nilai organisasi, implementasi
rencana stratejik sampai dengan evaluasi
hasil kerja pelaksanaan rencana stratejik;
14
4. Berpikir sistemik memerlukan bantuan
pemetaan alur pikir melalui hubungan
sebab-akibat (hubungan kausal) yang
dilatarbelakangi dengan berbagai
masalah yang saling terkait sebagai
suatu sistem atau suatu rangkaian alur
pikir (loop).
Konsepsi ………
15
5. Hubungan sebab akibat yang membentuk
alur pikir (loop) antar variabel satu
(mengapa timbul) dengan variabel yang
mendahului dan variabel yang timbul
berikutnya (apa dampaknya) serta
variabel lainnya apabila dirangkaikan
membentuk peta (Map) atau diagram yang
dikenal dengan : “CAUSAL LOOP
DIAGRAM / MAP” (CLD / CLM);
TENTANG CLD / CLM
16

CLD/CLM ada 2 jenis yaitu :
a) Berupa System Archetype (arkitaip sistem),
yang merupakan CLD dengan struktur
bangunan peta alur pikir hubungan kausal
yang sudah baku.
b) Berupa CLD yang bersifat “terbuka”, yaitu
CLD yang struktur bangunannya tidak baku,
bersifat bebas untuk membuatnya.
Konsepsi ………
17
6. Dari hasil kajian melalui CLD akan dapat
diketahui secara cermat Variabel mana yang
merupakan variabel utama yaitu variabel yang
sangat berpengaruh terhadap variabel-variabel
lainnya;
7. Dengan menemukan Variabel Utama (Variabel
Kunci), apabila itu dikaitkan dengan
penyelesaian suatu masalah (solusi) dalam
lingkungan yang kompleks / dinamik maka akan
dapat dirumuskan langkah-langkah kebijakan
(Problem Solving) yang tepat dan efektif .
Catatan …………
18

Menentukan Variabel Utama atau
Kunci terdapat perbedaan cara
menetapkannya. Apabila terdapat
keragu-raguan menetapkan Variabel
Utama, untuk menentukan
peringkatnya dapat digunakan
Analisis SWOT;
Konsepsi ………
19
8. Hasil pemikiran melalui Metode Berpikir Sistemik
sebagai bahan masukan Penyusunan Rencana
Stratejik;
9. Selain Analisis SWOT dapat pula digunakan
Metode Berpikir Sistemik termasuk “Perencanaan
Skenario” (Scenario Planning : ada pembahasan
tersendiri) dalam proses Analisis Lingkungan
Stratejik untuk keperluan penyusunan Rencana
Stratejik.
PRINSIP DASAR PENYUSUNAN PETA
ALUR PIKIR HUBUNGAN KAUSAL (CLD)
20
Baik CLD yang Baku (Arkitaip Sistem) maupun CLD
Terbuka, mengikuti prinsip dasar sebagai berikut :
1. Penyusunan urutan cerita dari suatu peta alur
pikir hubungan kausal;
2. Rangkaian Alur Pikir Menguat (Reinforcing Loop)
merupakan peta alur pikir hubungan kausal baik
bersifat positif (+) dg (+) maupun bersifat
negatif (+) dg (–);
(LIHAT CONTOH PADA MODUL KMS HAL. 194-196)
Prinsip ………….
21
3. Rangkaian Alur Pikir “Balansing” (Balancing
Loop) merupakan peta alur pikir hubungan kausal
(CLD) yang terjadi apabila suatu perubahan
mendorong kearah stabilitas, adanya resistensi
atau batasan- batasan tertentu;
4. Penangguhan (Delays), merupakan suatu proses
perubahan yang memerlukan waktu untuk bisa
mempengaruhi dalam proses perubahan
berikutnya
(LIHAT CONTOH PADA MODUL KMS HAL. 197)
TIGA KOMPONEN DALAM CLD
22



VARIABEL, suatu keadaan (substansi), bukan kata
kerja yang mengalami perubahan dan mempengaruhi
atau dipengaruhi oleh keadaan yang lain;
NILAI PERUBAHAN, merupakan dampak yang terjadi
pada hubungan kausal antar variabel (misal: Hujan
mempengaruhi kesuburan tanah, tingkat kelahiran
dengan jumlah penduduk, Lapangan Kerja thd Tingkat
Pengangguran dll;
ALIRAN ARAH PANAH, menunjukkan arah proses
perubahan Variabel Penyebab ke Variabel yang
dipengaruhi.
MEMBANGUN CLD
23
1. Tetapkan unsur, elemen atau bagian sistem (yg akan
dipetakan) sebagai variabel awal dan tempatkan
pada titik yang benar-benar relevan, berhubungan
langsung dengan kasus atau isu stratejik;
2. Kembangkan variabel awal tersebut ke ‘hulu’ atau ‘hilir’
dalam berbagai tingkatan waktu proses hubungan
kausal;
3. Gerak perubahan ‘hulu’ merupakan variabel yang
menjawab ‘mengapa’, dan merupakan variabel yang
mempengaruhi terjadinya variabel awal (anak panah
masuk atau menuju ke variabel awal);
Lanjutan …………
24
4. Gerak perubahan ‘hilir’ merupakan variabel yang
menjawab pertanyaah ‘dampak apa yang diakibatkan
variabel awal’. Dalam pemetaannya tergambar adanya
anak panah yang keluar dari variabel awal;
5. Jadi dari variabel awal dapat dikembangkan baik
kearah variabel hulu maupun hilir, baik bangunan struktur
reinforcing maupun balancing, yang akhirnya bertemu
menjadi satu hubungan kausal yang melingkar 360
derajat, sehingga terbentuk satu struktur bangunan CLD;
6. Pilih dan tetapkan variabel yang paling berperan dan
paling berpengaruh sebagai variabel kunci CLD.
LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN
MASALAH DENGAN PENDEKATAN CLD
25
1. Mengenali Isu, Masalah atau gejala sebagai
indikator adanya masalah yang perlu penyelesaian;
2. Mengumpulkan data yang relevan dengan Isu,
masalah atau gejala serta menentukan VaiabelVariabel yang relevan;
3. Menganalisis untuk mencari / menemukan hubungan
kausal antar variabel sehinga dapat dipetakan
sebagai CLD / Gabungan CLD;
Lanjutan …………
26
4. Memilih atau menetapkan variabel mana yang
merupakan Variabel Utama atau Kunci;
5. Menetapkan Kebijakan atau Kebijakan-Kebijakan
yang diperlukan untuk solusi masalah berdasarkan
pada Variabel Utama / Kunci;
6. Mengakomodir Kebijakan tsb ke dalam Rencana
Stratejik, apabila kebijakan tsb memerlukan waktu
lama (lebih dari satu tahun) – Apabila kurang dari satu
tahun, dapat langsung diintegrasikan dengan RKT.
LINGKUNGAN MASALAH &
KONDISI PERUBAHANNYA
27




VARIABEL LINGKUNGAN SEDERHANA, apabila
unsur luar (eksternal) sedikit atau serupa dengan
lingkungan yang bersangkutan;
VARIABEL LINGKUNGAN KOMPLEKS, jika unsur
luarnya sangat banyak dan tidak serupa;
VARIABEL PERUBAHAN KONDISI STABIL, tingkat
perubahan sangat lambat;
VARIABEL PERUBAHAN KONDISI TIDAK STABIL,
tingkat perubahan yang cepat, tidak menentu.
PENGINTEGRASIAN VARIABEL LINGKUNGAN
DAN VARIABEL PERUBAHAN
28
MENGKAWINKAN VARIABEL LINGKUNGAN DAN
VARIABEL PERUBAHAN MENGHASILKAN 4 (EMPAT)
KEMUNGKINAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN
KEPUTUSAN / KEBIJAKAN SBB :
1. Kondisi Tidak Stabil dengan Lingkungan Kompleks
(Q.1). (Lingkungan yang Kompleksitas Dinamik).
2. Kondisi Tidak Stabil dengan Lingkungan Sederhana
(Q.2);
3. Kondisi Stabil dengan Lingkungan Kompleks (Q.3);
4. Kondisi Stabil dengan Lingkungan Sederhana (Q. 4);

MATRIK KONDISI KOMPLEKSITAS DINAMIK
DENGAN 4 QUADRAN
29
LINGKUNGAN KOMPLEKS
Ketidak – Tentuan
Agak Rendah
(Low-Moderate Uncertainty
-/+
Ketidak –
Tentuan Tinggi
(High Uncertainty)
+/+
Q3 Q1
Q4 Q2
PERUBAHAN LAMBAT
Ketidak – Tentuan
Rendah
(Low Uncertainty
-/ -
PERUBAHAN CEPAT
Ketidak – Tentuan
Agak Tinggi
(High-Moderate
Uncertainty
-/ +
LINGKUNGAN SEDERHANA
TAHAPAN IMPLEMENTASI SYSTEMS
THINKING DALAM MANSTRA
30
1. Judul Kasus Proses Perubahan Sebagai Isu Utama;
1
(Ditetapkan dari Isu Stratejik)
2. Uraian Singkat Kasus, Isu Stratejik, Masalah Atau Gejala
Yang Memerlukan Penyelesaian (Solusi); (Story Line) 2
3. Identifikasi Variabel Kunci Kasus; (dengan SWOT
3
hasilnya diubah menjadi Variabel Bebas Nilai)
4. Pemetaan Perilaku Proses Perubahan Kasus dalam
4
Dimensi Waktu (Peta Alur Hubungan Kausal / CLD);
(Mengkaji Hubungan Antar Variabel)
5
5. Analisis Peta Alur Pikir Hubungan Kausal / CLD;
(Analisis Hubungan Antar Variabel)
Tahapan …………
6. Analisis CLD tambahan (dengan Variabel Eksternal atau
6
bahkan CLD eksternal);
7. Identifikasi Variabel Utama / Kunci; (Memilih 1, 2 atau
lebih variabel yang dinilai paling berpengaruh);
7
8. Verifikasi terhadap relevansi Variabel Kunci sebagai
“Leverage” terhadap Isu Utama (Judul Kasus) – Tahap
ini Bisa tdk dilakukan apabila hasil Implementasi
8
Systems Thinking dinilai telah benar;
9. Rekomendasi Kebijakan yang terintegrasikan kedalam
Rencana Kinerja Tahunan (untuk Jangka Pendek) atau
ke dalam Rencana Stratejik (untuk jangka
9
menengah/panjang).
31
32
(Penjelasan Tahapan)
1. Isu Stratejik
33




Identifikasi isu utama sbg isu stratejik;
Isu Utama Dapat Bersifat Parsial apabila dimaksudkan sbg
alat bantu mempersiapkan Rencana Kerja Tahunan,
Misalnya : masalah perbaikan jalan, bantuan beras miskin,
dampak penggusuran PK-5 dll;
Isu Utama Dapat Bersifat Menyeluruh (Makro) apabila
dimaksudkan sbg alat bantu penyusunan Rencana Stratejik;
Rumusan isu utama singkat namun informatif;
CONTOH ISU UTAMA
34

Isu utama parsial :
1) Pengendalian Banjir di DKI;
2) Bencana Kebakaran Hutan di Prov. Jambi; dll;

Isu Utama Makro :
1) Kabupaten “X” Sehat Tahun 2020;
2) Tertib Lalu Lintas Kabupaten Bogor Tahun 2015;
3) Nelayan Sejahtera Kabupaten Tuban Tahun 2015, dll
2. Uraian Singkat Isu Stratejik (Story Line)
35


Berdasarkan isu utama, selanjutnya diuraikan secara
ringkas masalah-masalah pokok yang berhubungan
langsung, yang relevan dengan berbagai aspek
kehidupan atau bidang kegiatan yang memerlukan
perhatian
Dibuat story line (sekitar 4 alinea)
3. Identifikasi Variabel
36
1) Identifikasi variabel-variabel dapat dilakukan dgn
melakukan identifikasi (analisis) SWOT, yakni elemen unsur
kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman;
2) Selanjutnya langkah identifikasi dilakukan dgn merubah
rumusan masing-masing unsur SWOT menjadi Variabel
Bebas Nilai ;
 Misalnya : unsur kekuatan ‘penduduk’ menjadi ‘jumlah
penduduk’, unsur kelemahan ‘kemiskinan’ menjadi ‘jumlah
penduduk miskin’, unsur peluang ‘kekayaan mineral belum
tergali’ menjadi ‘ tingkat pengelolaan sumber daya mineral’
dan unsur ancaman ‘persaingan bebas’ menjadi ‘tingkat
daya saing’ ;
Lanjutan ………….
37
3) Identifikasi berbagai variabel (ingat kata benda
atau keadaan), yakni variabel yang akan
dipergunakan untuk kepentingan penggambaran
rangkaian masalah yang terkait dengan isu utama
4) Masing-masing variabel perlu diberikan uraian
penjelasan singkat tentang keterkaitannya dengan
kasus/isu utama
4. Pemetaan Hubungan Antar Variabel
(Dengan CLD)
38




Meneliti hubungan kausal atau sebab-akibat antara
variabel satu dgn variabel lainnya;
Dari hasil identifikasi variabel, dibuat peta alur pikir
hubungan kausal atau CLD
Perlu diberikan penjelasan singkat tentang
keterkaitan antar hubungan kausal variabel yang satu
terhadap lainnya, khususnya yang dipandang sebagai
variabel utama;
Variabel eksternal thd isu stratejik biasanya
ditempatkan di bagian luar dalam CLD ;
5. Analisis Hubungan Antar Variabel
39


Tahap analisis untuk mengetahui variabel mana yg
merupakan variabel kunci, variabel utama atau kritis,
yakni variabel yg sangat dominan dlm lingkup isu
stratejik, yg sangat berpengaruh thd bangunan sistem
isu stratejik ;
Variabel utama ini juga bersifat kritis dgn asumsi
apabila variabel ini tidak ada (atau dihilangkan)
akan sangat berpengaruh pada berfungsinya
variabel-variabel lainnya ;
CIRI VARIABEL KUNCI/PENGUNGKIT
(LEVERAGE)
40




Variabel dgn jumlah anak panah paling banyak keluar ;
Variabel dengan jumlah anak panah baik yang keluar maupun
yg masuk paling banyak ;
Variabel yg membangun struktur sub-sistem balancing loops yg
merupakan variabel dengan ‘o’ atau ‘-’ (minus) yg berarti
‘opposite direction’ ;
Variabel yg paling banyak dilalui loops dalam struktur
bangunan CLD, yg dapat diidentifikasi secara manual
(untuk CLD yg sederhana) atau dgn menggunakan bantuan
program software Vensim PLE (untuk CLD yang kompleks)
6. Analisis CLD Tambahan
41


Analisis terhadap CLD dilakukan apabila terdeteksi
adanya variabel eksternal, atau bahkan CLD
eksternal;
Ini tahapan yang bersifat tentatif (apabila
diperlukan) ;
7. Identifikasi Variabel Utama/Kunci
42

Identifikasi ini dilakukan dengan mengangkat hasil
kegiatan identifikasi hubungan antar variabel (tahap
5), yakni dengan memilih atau menetapkan 2 (dua)
atau lebih variabel yg dinilai paling berpengaruh
dari keseluruhan variabel yg membangun CLD isu
stratejik.
8. Verifikasi Terhadap Variabel Kunci
43




Verifikasi dapat dilakukan dengan metode lain (selain CLD),
misalnya SWOT, SSM, Scenario Planning dsb;
Hasilnya seharusnya sejalan, dan tidak terjadi pertentangan;
Tahap (8) ini dapat diabaikan, tidak dilaksanakan bila
terdapat keyakinan bahwa hasil implementasi systems thinking
yg dilaksanakan s/d tahap (7) dinilai telah benar;
Untuk arkitaib sistem (CLD baku), juga tidak perlu dilakukan
verifikasi, kecuali ketepatan dalam penempatan variabel
dalam bangunan struktur sistem;
9. Rekomendasi Kebijakan Yang
Terintegrasikan Kedlm RKT atau Renstra
44

Dengan mendasarkan pada hasil identifikasi
variabel-variabel utama, dapat disusun rekomendasi
kebijakan, baik yang akan diintegrasikan ke dalam
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) maupun ke dalam
Rencana Stratejik (Renstra).
45
CONTOH PENERAPAN
Implementasi arkitaip sistem dalam proses
manajemen stratejik lihat pada Lampiran IV ,
dengan judul kasus : (1) Kemacetan di akhir
minggu di Puncak, (2) Pemburu Rusa :
Pengendalian Populasi Rusa
SISTEMATIKA IMPLEMENTASI SYSTEMS THINKING
DALAM MANAJEMEN STRATEJIK
46
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
ISU STRETEJIK
URAIAN SINGKAT ISU STRATEJIK (STORY LINE)
IDENTIFIKASI VARIABEL ISU STRATEJIK
PEMETAAN HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
ANALISIS CLD TAMBAHAN (BILA ADA)
IDENTIFIKASI VARIABEL KUNCI
VERIFIKASI VARIABEL KUNCI
REKOMENDASI
SISTEMATIKA PENYAJIAN LAPORAN HP
47
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
ISU STRATEJIK  JUDUL
URAIAN SINGKAT ISU STRATEJIK
IDENTIFIKASI VARIABEL ISU STRATEJIK
PEMETAAN HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
IDENTIFIKASI VARIABEL KUNCI
REKOMENDASI
1. Isu Stratejik : Judul Kasus
48
2. Uraian Singkat Isu Stratejik
49
3. Identifikasi Variabel Isu Stratejik
Isu Stretejik : .........................................................
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Jumlah penduduk
Jumlah penduduk miskin
Tingkat pendidikan masyarakat
Tingkat daya beli masyarakat
Kualitas SDM aparatur
Kesadaran hukum masyarakat
Kondisi Keuangan Daerah
Kinerja birokrasi pemerintah
............................................................dst
50
MERUBAH UNSUR SWOT MENJADI VARIABEL
BEBAS NILAI
UNSUR SWOT
VARIABEL BEBAS NILAI
Kekuatan :
1. ....................................................
2. ................................................... dst
1.
2.
.....................................................
................................................dst
1.
2.
Kelemahan :
....................................................
............................................ dst
1.
2.
.....................................................
..............................................dst
1.
2.
Peluang :
.....................................................
............................................dst
1.
2.
..................................................
............................................dst
•
•
Ancaman :
..................................................
...........................................dst
1.
2.
....................................................
.............................................dst
51
4. Pemetaan Hubungan Antar Variabel
52
ZZZ
FFF
S DDD
AAA
CCC
EEE
MMM
BBB
S
KKK
R1
GGG
O
O
HHH
JJJ
III
NNN
S
+
R2
LLL
5. ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL
53
Dari Caual Loop Diagram di atas, hubungan antar
variabel dapat dijelaskan sbb :
1. ..............................................................................................
..............................................................................................
.....................................
2. ..............................................................................................
..............................................................................................
.....................................
3. dst
6. IDENTIFIKASI VARIABEL KUNCI
Dengan bantuan program software Vensim PLE
maka dapat diidentifikasi jumlah loops dari masing
masing variabel, sbb :
Variabel
1.
2.
3.
4.
..............................................................
..............................................................
..............................................................
dst
Jumlah Loops
............ loops
............. loops
.......... loops
54
Variabel Kunci / UTAMA
55
o
Berdasarkan hasil identifikasi tsb maka dapat
ditetapkan variabel kunci adalah :
1. ...............................................
2. ...............................................
7. PERUMUSAN REKOMENDASI
VARIABEL
KUNCI
1.
2.
....................................................................
....................................................................
ISU STRATEJIK
............................................. REKOMENDASI KEBIJAKAN :
............................................. 1. .......................................................(Jangka Panjang)
............................................. 2. ........................................................(Jangka Pendek)
.
TUJUAN STRATEJIK :
……………………………………………………………
56
REKOMENDASI
57

Rumusan tujuan adalah merupakan rekomendasi
yang diberikan untuk penyusunan Rencana Stratejik.
MENUJU PEMBAHASAN
SCENARIO PLANNING
58