LEARNING AND THE LANGUAGE ARTS

Download Report

Transcript LEARNING AND THE LANGUAGE ARTS

Presented by:
Rani Fardani
LEARNING AND THE LANGUAGE ARTS


Anak anak belajar
environment
Teori Belajar :
1. Kognitif/konstruksifis
language- rich
* tokoh: Jean Piaget dan Jerome Bruner
* Piaget menggambarkan belajar sebagai modifikasi dari
struktur kognitif siswa sebagaimana mereka berinteraksi dan
beradaptasi terhadap lingkungan mereka
peranan
guru
2. Psikolinguistik
* Frank Smith dan Kenneth Goodman
* disiplin ilmu yang mengkombinasikan psikologi kognitif dengan
bahasa (studi bahasa) yang berpusat pada kognitif atau aspek
mental dalam mempelajari bahasa
3. Sociolingistik
* Lev Vygotsky
* kombinasi disiplin ilmu yang sama -sosiologi dan
linguistik- untuk menekankan pada implikasi sosialbudaya dalam mempelajari bahasa.
* belajar bahasa sebagai aktivitas sosial dan pencerminan
budaya dan masyarakat dimana siswa tersebut tinggal
(Heath, 1983;Vygotsky,1978, 1986).
* Menurut Vygotsky, bahasa membantu menyusun ide, dan
anak- anak menggunakan bahasa untuk belajar seperti
halnya untuk berkomunikasi dan berbagai pengalaman
lainnya
Struktur Kognitif:
• Pengolahan pengetahuan dlm otak
• Komponen Schemata:
•
•
•
sistem schemata
1. kategori pengetahuan
2. aturan
3. Hubungan antar kategori
Schemata
konsep filing system
Informasi
otak (file folders)
filing system
Asimilasi
: proses kognitif yang mana informasi dari
lingkungan diintegrasikan ke dlm shemata yg ada
Asimilasi
: menambah informasi baru ke dlm gambaran
dunia mereka
• Akomodasi
Akomodasi
: proses kognitif yang mana schemata yg ada
dimodifikasi atau schemata yg baru
direstruktrurisasi untuk beradaptasi dg
lingkungan
: merubah gambaran dunia anak pd basis
informasi baru mereka
Proses Belajar :
1. Equilibrium (keseimbangan) diperoleh pada level
pengembangan mental.yang lebih tinggi
2. Disequilibrium
Piaget (1975): anak- anak menemukan sesuatu
yg tdk mereka megerti atau tdk
dapat berasimilasi
disequilibrium
menghasilkan : kebingungan dan kegoncangan,
perasaan yg mendorong anakanak mencari equilibrasi atau
memotivasi mereka untuk
belajar
Konteks Sosial Belajar
Vigotsky (1978) :
• anak- anak belajar melalui interaksi sosial dan bahasa
adalah fasilitator penting dlm belajar.
• Konsep “zone of proximal development”: konteks sosial
dapat mempengaruhi belajar.
−
−
interaksi orang dewasa
kolaborasi antar anak
anak- anak
Bruner (1978) menggunakan istilah “Scaffold”: sbg kiasan
kontribusi orang dewasa dlm proses pembelajaran anak
Implikasi mempelajari
Seni Bahasa

Smith (1975) membagi Mode Belajar:
1. Pengalaman
2. Observasi
3. Bahasa

Implikasinya dalam Socio-psikolinguistik:
- Para siswa belajar menggunakan proses asimilasi dan akomodasi
- Para siswa belajar yg terbaik ketika informasi dan pengalaman
dipresentasikan ke mereka dlm bentuk moderately novel atau zone of
proximal development.
- Para siswa belajar menghubungkan apa yang mereka ketahui dan apa
yang mereka tidak ketahui
- Para siswa belajar melalui interaksi sosial dg teman sekelasnya dan
guru mereka
- Para siswa belajar menggunakan mode belajar: pengalaman,
observasi dan bahasa
Bagaimana Anak- anak
Mempelajari Bahasa
• Bahasa merupakan system kompleks untuk
mengkreasikan makna melalui konvensi sosial
bersama (Halliday, 1978)
• Anak kecil tidak “memikirkan” bagaimana cara
berbicara. Pengetahuan berbahasa meningkat
tanpa disadari, melalui tingkatan pengembangan
mental sebagaimana mereka mempelajari bahasa
dari lingkungan sekitar mereka.
Empat Sistem Bahasa
a. The Phonological atau sistem bunyi dlm bahasa
Anak- anak,menggunakan pengetahuan ttg hub.antara
phoneme-grapheme ketika mereka belajar membaca dan
mengeja pd tingk.dasar
b. The Syntatic atau sistem struktur dlm bahasa adalah sistem
yang megatur bagaimana kata- kata yang dikombinasikan ke
dlm kalimat.
Pd tingk.dasar para siswa belajar menambah imbuhan dari kata
ke kalimat simple, gabungan dan kompleks.
c. The Semantic atau sistem arti dlm bahasa
belajar makna, synonim dan antonim
d. The Pragmatic atau penggunaan bahasa dlm sist. SosialBudaya
Penggunaan bahasa bervariasi di dlm kelas sosial, budaya,
etnik dan wilayah geografi
dialek
M.A.K halliday (1973, 1975) mengidentifikasi tujuh kategori fungsi/
tujuan, bentuk dan audience bahasa baik lisan maupun tulisan
ataupun bentuk non- bahasa spt bahasa isyarat atau pantomim
yakni:
1. Instrumental language – bahasa untuk meuaskan keinginan
2. Regulatory language – bahasa untuk mengontrol kebiasaan
lainnya
3. Interactional language – bahasa yg menyatukan hub.sosial
4. Personal language – bahasa untuk mengekpresikan opini pribadi
5. Imaginative laguage – bahasa untuk mengekspresikan imajinasi
dan kreativitas
6. Heuristic language – bahasa untuk mencari informasi atau
mnemukan sesuatu
7. Informative language – bahasa untuk menyampaikan informasi
Frank Smith (1977) mnjelaskan bahwa fungsi bahasa dipelajari
melalui pengalaman komunikasi dan kemampuan untuk
menggunakan satu fungsi bahasa tidak general untuk
kemampuan fungsi lannya. Dia juga menyatakan bhw bahasa
jarang digunakan untuk satu fungsi dlm waktu bersamaan; scara
khusus dua atau lebih fungsi bahasa meliputi berbicara dan
menulis
Langkah- langkah dlm
Pengembangan Bahasa


Anak kecil memperoleh bahasa lisan melalui
cara yg sistematis dan teratur (Linsfors,
1978; Morrow, 1989)
Semua anak melewati tahapan yg sama,
tetapi perkembangan mental berbeda seperti
halnya perbedaan sosial- budaya
masyarakat yg terjd secara meluas di setiap
waktu yg berbeda
(Jaggar, 1985)
Implikasi Pembelajaran Seni Bahasa







Anak- anak belajar berbicara dengan menyerap bahasa dari
lingkungan sekitarnya, bukan kemampuan berbicara melalui contoh
yang diajarkan
Anak- anak menggunakan empat sistem berbahasa secara
bersamaan, yakni : mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis
Anak- anak mengkonstruksi pengetahuan mereka sebagaimana yang
mereka buat dan menguji hipotesis, dengan meningkatkan
kemampuan berbicara mereka
Anak- anak belajar dan menggunakan bahasa yang meaningful sesuai
dengan fungsi dan tujuan komunikasi
Anak- anak belajar menggunakan tujuh fungsi bahasa melalui
berbicara dan menulis
Orang dewasa menyiapkan model dan scaffold untuk mendukung
proses pembelajaran anak
Orang tua dan yang lainnya memberikan harapan kepada anak- anak
bahwa mereka akan sukses dalam belajar berbicara.
Bagaimana Anak- anak Belajar
Seni Bahasa
Kemampuan berkomunikasi secara efektif diketahui
sbg communicative competence (Hymes, 1974)
meliputi:
1. Kemampuan untuk mentransmisikan arti melalui
berbicara dan menulis
2. Kemampuan menginterpretasi arti melalui
mendengar dan membaca
Secara tradisional, para pendidik seni bahasa
telah mendefinisikannya sbg ilmu yg
mempelajari empat mode dlm bahasa :
1. Listening
2. Talking
3. Reading
4. Writing
Loban membuat kesimpulan dari mode
tersebut,yakni :



Hubungan positif diantara keempat mode
tersebut
Siswa kurang efektif dalam kemampuan oral
language (listening and talking), sehingga
cenderung kurang efektif dalam
kemampuan written language (reading and
writing)
Adanya hubungan yang erat antara
kemampuan oral language siswa dengan
seluruh kemampuan akademik. Sehingga
Loban menekankan kebutuhan kurikulum
pengajaran seni bahasa oral language pada
tingkat sekolah dasar
Paradigma Instruksi/
Pengajaran Seni Bahasa






Immersion. Para siswa aktif belajar melalui aktivitas
listening, talking, reading dan writing
Employment. Para siswa mempunyai kesempatan untuk
berpartisipasi dalam aktivitas seni bahasa yang bermakna
dan fungsional
Demonstration. Para siswa belajar melalui demonstrasi –
model dan Scaffolding – yang guru lakukan
Responsibility. Para siswa menjadi percaya diri ketika
mereka ikut serta dalam aktivitas seni bahasa
Appriximation. Para siswa belajar lebih percaya diri ketika
mereka memahami apa bahwa gurunya tidak
mengharapkan ketepatan tetapi berdasarkan coba- coba
Expectation. Para siswa kemungkinan sukses ketika guru
mereka mengharapkannya menjadi sukses. (diadaptasi dari
Cambourne, cited in Butler &Turbill, 1984)
Urutan Strategi Pengajaran
•
•
•
•
•
•
Initiating. Para guru memperkenalkan prosedur, konsep dan
strategi atau kemampuan. Langkah Initiating termasuk
pertanyaan, pernyataan, contoh dan aktivitas yang menstimulasi
ketertarikan akan partisipasi siswa dalam belajar
Structuring. Para guru mempresntasikan informasi dan
menghubungkan dengan apa yang diketahui siswa sehuingga
para murid dapat merestrukturisasi schema atau mengembangkan
schema yang baru untuk mengorganisir informasi.
Conceptualizing. Para siswa mengeksperimen dan menganalisa
informasi yang dipresentasikan pada langkah kedua di atas untuk
memahami dan menghubungkan dengan informasi yang terkait.
Summarizing. Para guru mereview point- point penting dalam
pelajaran. Bagi siswa yang tidak memahami informasi yang
dipresentasikan, maka proses summarizing mempresentasikan
akomodasi informasi.
Generalizing. Para guru mempresentasikan contoh- contoh atau
variasi baru dari informasi yang diperkenalkan pada langkah
pertama tadi.
Applying. Para siswa mendemonstrasikan pengetahuan informasi
yang mereka miliki ke dalam aktivitas pembelajaran mereka
PENILAIAN TERHADAP PROSES
PEMBELAJARAN SISWA


Pada tingkat dasar, metode penilaian
berubah untuk merefleksikan penelitian dan
teori mengenai bagaimana anak- anak
belajar (Anthony, Johnson, Mickelson &
preece, 1991; Goodman, Goodman, & Hood,
1989).
Test dpt digunakan untuk menilai proses
belajar bahasa para murid. Walaupun
mereka tidak seefektif jenis penilaian lainnya
karena mereka tidak menunjukkan
bagaimana para murid menggunakan mode
bahasa yang bermakna dan fungsional. Jika
test tersebut digunakan, mereka disertai
dengan pendekatan penilaian lainnya.