ASPEK PEMASARAN - dunia maya sutego, se.

Download Report

Transcript ASPEK PEMASARAN - dunia maya sutego, se.

ASPEK PEMASARAN
Sutego, SE
• Pemasaran (Marketing) : Adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling
menguntungkan.
– Product (Produk/Jasa) : meliputi unsur-unsur jenis-jenis produk, kualitas, desain,
features (fasilitas dan kegunaannya), brand-name, kemasan, ukuran, pelayanan,
garansi, dan penggantian jika terjadi kerusakan;
– Price (Harga), meliputi unsur-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu
pembayaran, aturan kredit. Harga biasanya digunakan oleh konsumen /pelanggan
sebagai indikator kualitas. Artinya kalau harganya mahal seharusnya kualitasnya
baik, dan sebaliknya, kalau harganya murah, maka produk/jasa yang dibeli biasanya
kualitasnya tidak baik;
– Promotion/Communication (Promosi/Komunikasi), didalamnya termasuk promosi
penjualan, periklanan, tenaga penjualan, hubungan masyarakat (public relation),
direct marketing, pembentukan Customer Data base, Dialog, dan Provision of
Customer Service;
– Place (Tempat) meliputi unsur-unsur saluran distribusi, cakupan (coverage), lokasi,
pergudangan, transportasi;
– People (Pimpinan dan Staf, Pelanggan, Pesaing): Personal Characteristic of the
marketing manager and staff, Political Power (kekuatan politik), seperti suara/
pendapat/ pernyataan para elit politik dalam upaya menggalang kekuatan atau
dalam menanggapi suatu masalah dapat mempengaruhi antara lain: opinimassa,
kondisi/ sentimen pasar (melonjaknya harga-harga, melemahnya nilaitukar rupiah
terhadap matauang asing, merosotnya harga saham, menurunnya minat investor
untuk menanamkan modalnya diIndonesia, kecemasan dunia usaha), Keamanan,
Rasa Aman, KepastianUsaha, danStabilisasi.
• Aktivitas pemasaran antara lain perencanaan produk, kebijakan harga,
melakukan promosi, distribusi, penjualan, pelayanan, membuat strategi
pemasaran, riset pemasaran, sistem informasi pemasaran dan lain-lain yang
terkait dengan pemasaran.
• Meramalkan pasar, Peramalan merupakan Studi terhadap data historis
untuk menemukan hubungan kcenderungan dan pola yang sistematis.
Misalnya: untuk sampai kepada keputusan membangun pabrik baru,
dibutuhkan peramalan berupa permintan produk dimasa yang akan datang,
inovasi teknologi, biaya, harga, kondisi persaingan, tenaga kerja dsb. Dalam
dunia bisnis hasil peramalanmampu memberikan gambaran tentang masa
depan perusahaan yang memungkinkan manajemen membuat
perencanaan, menciptakan peluang bisnis maupun pola investasi mereka.
Makridakis mengidentifikasi 3 sumber utama ketidakakuratan peramalan
dunia bisnis yakni :
1. Kesalahan dalam identifikasi pola dan hubungan
2. Pola yang tidak tepat dan hubungan yang tidak pasti
3. Perubahan pola atau hubungan
Salah satu aspek yang paling sering disalahfahami dalam peramlan adalah
ketidakpastian, karena dalam prakteknya hasil peramalan tidak pernah
secara mutlak tepat kecuali kebetulan. Karena akurasi hsil akan sangat
bergantung pada metode/tehnik peramalan yang dipakai.
Macam – macam pasar
Pada pokoknya, pasar dapat dikelompokkan ke dalam empat golongan,
yaitu:
– Pasar Konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang untuk
dikonsumsikan, bukannya dijual atau diproses lebih lanjut. Termasuk dalam
pasar konsumen ini adalah pembeli-pembeli individual dan / atau pembeli
rumah tangga (non bisnis). Barang yang dibeli adalah barang konsumsi.
– Pasar industri adalah pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga
atau organisasi yang membeli barang-barang untuk dipakai lagi, baik secara
langsung maupun secara tidak langsung, dalam memproduksi barang lain
yang kemudian dijual. Barang yang dibeli adalah barang industri.
– Pasar Penjual adalah suatu pasar yang terdiri atas individu-individu dan
organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk dijual lagi
atau disewakan agar mendapatkan laba.
– Pasar pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga-lembaga
pemerintah seperti departemen-departemen, direktorat, kantorkantor dinas
dan instansi lain.
3 Tahapan dalam praktek pemasaran:
• Pemasaran Swadaya (Entrepreneurial marketing) Ketika perusahaan
masih kecil dan baru berdiri, dimana jumlah produk yang dijual tidak
begitu banyak dan pengusaha baru belajar, maka pemasaran dilakukan
dari individu ke individu, dari pintu ke pintu, dari toko ke toko, serta
memasarkan sendiri-sendiri.
• Pemasaran Terformulasi (Formulated marketing) Selanjutnya, setelah
perusahaan semakin sukses dan berkembang, diperlukan pemasaran
yang terformulasikan. Ada departemen pemasaran, pemasangan iklan,
sales force, marketing research dll.
• Pemasaran Total (Intrepreneurial marketing) Muncul kesulitan dalam
memformulasikan pemasaran, mencari laporan riset pemasaran,
mencoba hubungan baik dengan dealer dan pesan-pesan iklan.
Perusahaan kehabisan kreativitas, dan berkeinginan bergrilya seperti
dulu lagi. Manajer produk dan merek perlu keluar dari kantor dan mulai
hidup dengan pelanggan dan menunjukkan cara baru menambah nilai
dalam hidup pelanggannya.
Kepuasan pelanggan
• Seorang pelanggan yang puas adalah yang
merasa mendapatkan value dari pemasok,
produsen atau penyedia jasa. pelanggan
• Value ini bisaberasal dari produk, pelayanan,
system atau sesuatu yang bersifa temosi.
• Nilai yang diterima oleh pelanggan (customer
delivered value) adalah perbedaan antara nilai
total pelanggan (total customer value) dengan
total biaya pelanggan (total customer cost)
– Total Nilai pelanggan adalah sejumlah manfaat yang
diharap pelanggan dari barang/jasayang dibeli.
– Total biaya pelanggan adalah sejumlah biaya yang
harus
dikeluarkan
oleh
pelanggan
untuk
mendapatkan barang/ jasa yang diinginkan.
Skema Nilai–Biaya Pelanggan
• Total Nilai Pelanggan (Total Customer Value)
–
–
–
–
Product Value (Nilai Produk)
Service Value (Nilai Pelayanan)
Personnel Value (Nilai Citra)
Image Value (Nilai Karyawan)
• Total Biaya Pelanggan (Total Customer Cost)
–
–
–
–
Biaya Keuangan (Monetary Cost)
Biaya Waktu (Time Cost)
Biaya Energi (Energy Cost)
Biaya Batin/ Pikiran (Psychic Cost)
• TCV > TCC = Pelanggan merasa diuntungkan/puas
• TCV < TCC = Pelanggan merasa dirugikan/tidak puas
Faktor-faktor pendorong kepuasan
pelanggan
• Kualitas produk: yaitu performance, durability, feature, reliability,
consistency, dan design. (kinerja, daya tahan, fitur, keandalan,
konsistensi, dan desain).
• Harga: Untuk pelanggan yang sensitive, biasanya harga murah adalah
sumber kepuasan yang penting karena mereka akan mendapatkan value
for money yang tinggi.
• Service Quality: system, teknologi dan manusia. Salah satu konsep
service quality yang popular adalah ServQual. Berdasarkan konsep ini,
service quality diyakini mempunyai lima dimensi yaitu reliability,
responsiveness, assurance, empathy dan tangible. (keandalan, daya
tanggap, jaminan, dan empati nyata)
• Emotional Factor: Rasa bangga, rasapercayadiri, symbol sukses, bagian
dari kelompok orang penting dan sebagainya adalah contoh-conto
hemotional value yang mendasari kepuasan pelanggan.
• Biaya dan kemudahan untuk mendapat produk atau jasa tersebut.
Alat-Alat Deteksi Dan Mengukur
Kepuasan Pelanggan
• Sistem Saran Dan Komplin (Complaint and
suggestion system)
• Survey Kepuasan Pelanggan (Customer
Satisfaction Surveys)
• Belanja Hantu (Ghost Shopping)
• Analisis Kehilangan Pelanggan (Lost Customer
Analysis)
Pilihan konsumen untuk berurusan
dengan ketidak puasan atas barang
dan jasa.
Memperoleh tindakan
Hukum didepan umum
Melawan hukum
Mengeluh didepan umum
pada perwakilan daerah
Secara pribadi mengeluh
pada bisnis tersebut
Secara pribadi mencari ganti
rugi dari bisnis tersebut
Berhenti membeli barang
atau jasa
Memperingatkan kawankawanya mengenai barang
atau jasa tersebut
Terjadi Ketidak
Puasa
Tidak melakukan tindakan
apapun
Loyalitas Pelanggan
• Secara umum, ada tiga jenis kelakuan pelanggan
yang mendasar yaitu emotive, inertial, dan
deliberative.
– Pelanggan emotive biasanya dapat dikatakan fanatik
terhadap suatu produk tertentu. Misalnya penggemar
coca cola, walaupun ada produk lain yang serupa tetapi
mereka tetap memilih coca cola.
– Pelanggan inertial biasanya dapat berpindah ke produk
lain karena ada faktor-faktor tertentu yang
mempengaruhi misalnya kenaikan harga, pelayanan
yang kurang baik atau perubahan gaya hidup.
– Pelanggan deliberators, mereka seringkali melakukan
evaluasi ulang terhadap produk yang dibeli berdasarkan
faktor harga produk atau kemudahan untuk melakukan
transaksi dengan perusahaan yang bersangkutan.