BAB 13 Kajian tentang Nilai-nilai “Role Playing dan - Quls-Edu
Download
Report
Transcript BAB 13 Kajian tentang Nilai-nilai “Role Playing dan - Quls-Edu
BAB 13
Kajian tentang Nilai-nilai
“Role Playing dan Pendidikan
Kebijakan Publik”
Oleh:
Kulsum Nur Hayati
Dasar Pemikiran
• Role Playing siswa mengeksplorasi
masalah-masalah tentang hubungan antar
manusia dg cara memainkan peran dalam
situasi permasalahan kemudian
mendiskusikan peraturan-peraturan.
• Model ini membantu siswa menemukan
makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan
membantu mereka memecahkan dilema
pribadi dg bantuan kelompok sosial.
Tujuan dan Asumsi
Role Playing sederhana:
- Memainkan beberapa tindakan: menguraikan
masalah, memeragakan, mendiskusikan
masalah.
- Ada siswa yg bertugas sebagai pemeran dan
ada yg menjadi peneliti.
Esensi Role Playing
• Mengeksplorasi perasaan siswa
• Mentransfer dan mewujudkan pandangan
mengenai perilaku, nilai, dan persepsi siswa.
• Mengembangkan skill pemecahan masalah
dan tingkah laku.
• Mengeksplorasi materi pelajaran dalam cara
yang berbeda.
Esensi Role Playing
• Melalui Role Playing, proses psikologi secara
tersembunyi melibatkan perilaku pribadi, nilai,
dan sistem kepercayaan siswa, diharapkan dapat
menumbuhkan
semangat
siswa
untuk
menggabungkan proses pengembangan yang
dilakukan secara spontan dengan analisis yang
dilakukannya.
• Membantu siswa mengevaluasi perilaku, nilai,
dan konsekuensi kepercayaan mereka sendiri,
sehingga
memudahkan
mereka
dalam
mengembangkan diri.
9 langkah Role Playing (Shaftels)
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Memanaskan suasana kelompok
Memilih partisipan
Mengatur setting tempat kejadian
Menyiapkan peneliti
Pemeranan
Diskusi dan evaluasi
Memerankan kembali
Berdiskusi dan mengevaluasi
Saling berbagi dan mengembangkan pengalaman.
Struktur Pengajaran dlm Role Playing
Tahap I: Memanaskan suasana kelompok
- Mengidentifikasi dan memaparkan masalah
- Menjelaskan masalah
- Menafsirkan masalah
- Menjelaskan role playing
Tahap II: Memilih Partisipan
- Menganalisis peran
- Memilih pemain yang akan melakukan peran
Struktur Pengajaran dlm Role Playing
Tahap III: Mengatur Setting
- Mengatur sesi-sesi tindakan
- Kembali menegaskan peran
- Lebih mendekat pada situasi yg bermasalah
Tahap IV: Mempersiapkan peneliti
- Memutuskan apa yg akan dicari
- Memberikan tugas pengamatan
Tahap V: Pemeranan
- Memulai Role Playing
- Mengukuhkan Role Playing
- Menyudahi Role Playing
Struktur Pengajaran dlm Role Playing
Tahap VI: Berdiskusi dan Mengevaluasi
- Me-review pemeranan (kejadian, posisis,
kenyataan)
- Mendiskusikan fokus-fokus utama
- Mengembangkan pemeranan selanjutnya
Tahap VII: Memerankan Kembali
- Memainkan peran yg diubah, memberi masukan
atau alternatif perilaku dalam langkah
selanjutnya
Struktur Pengajaran dlm Role Playing
Tahap VIII: Diskusi dan Evaluasi
- Me-review pemeranan (kejadian, posisi,
kenyataan)
- Mendiskusikan fokus-fokus utama
- Mengembangkan pemeranan selanjutnya
Tahap IX: Berbagi dan Menggeneralisasikan
Pengalaman
- Me-review pemeranan (kejadian, posisis,
kenyataan)
Peran/Tugas Guru
• Guru seharusnya menerima respons dan saran siswa, khususnya
pendapat dan perasaan mereka, dg cara yg tidak terkesan
menghakimi.
• Guru merespons dlm rangka membantu siswa menelusuri sisi-sisi
yg berbeda dalam situasi masalah tertentu.
• Guru meningkatkan kesadaran siswa mengenai perasaan dan
pikiran mereka dengan merefleksikan, memparafrase, dan
merangkum respons.
• Guru menitikberatkan bahwa ada beberapa cara berbeda utk
memainkan peran yg sama dan ada pula konsekuensi berbeda yg
akan mereka temui.
• Ada banyak cara alternatif untuk memecahkan kembali suatu
masalah, tidak ada satu jalan yg mutlak benar. Guru membantu
siswa mempertimbangkan dan melihat konsekuensi untuk
mengevaluasi solusi dan membandingkan dg alternatif lain.
Mengapa menggunakan Role Playing?
• Untuk memulai program pendidikan
sosial yang sistematis, RP menyediakan
banyak materi untuk didiskusikan dan
dianalisis.
• Memberi saran pada sekelompok siswa
dlm menghadapi masalah sehari-hari. RP
membantu siswa memecahkan masalah
(problem solving).
Masalah2 yg cocok ditelusuri dg RP
• Konflik interpersonal, RP memunculkan konflik antar
beberapa siswa hingga siswa dpt menemukan teknik
mengatasi konflik tsb.
• Relasi antar kelompok, RP membuka stereotype dan
prasangka atau untuk mendorong penerimaan thd
hal-hal ganjil.
• Dilema individu, dilema tjd ketika seseorg
terperangkap dalam dua nilai yg bertentangan ,
antara kepentingannya dan kepentingan orang lain.
• Masalah historis dan kontemporer.
Fokus dalam Sesi RP
• Perasaan: meneliti perasaan sendiri, meneliti perasaan orang
lain, bertindak atau melepaskan perasaan, memainkan peran
utama untuk mengubah persepsi orang lain, dan persepsi
pribadi.
• Perilaku, nilai, dan persepsi: mengenali nilai budaya dan
bagian2 budaya, memperjelas dan mengevaluasi nilai serta
nilai konflik dalam sebuah karakter.
• Perilaku dan skill pemecahan masalah: terbuka pada semua
kemungkinan solusi; kemampuan mengenali masalah,
mengembangkan solusi alternatif, mengevaluasi konsekuensi,
membuat keputusan, menganalisis kriteria dan asumsi,
mempelajari tingkah laku baru.
• Bahan bahasan: perasaan partisipan, realitas historis: kritik,
sejarah, dilema, dan keputusan.
Masalah-masalah Faktual
Bidang Permasalahan
Konflik Rasial dan
Etnik
Contoh Unit Topik
Nilai-nilai
Penghapusan sekolah
berdasar warna kulit
Perlindungan yg setara
Hak sipil bagi warga kulit
hitam dan etnis minoritas
Proses yg harus dilakukan
Kesempatan kerja bagi
warga kulit hitam dan etnis
minoritas
Persaudaraan manusia
Kebijakan imigrasi
Kedamaian dan
keteraturan
Hak kepemilikan
Masalah-masalah Faktual
Bidang Permasalahan
Konflik Keagamaan
dan Ideologi
Contoh Unit Topik
Hak-hak partai komunis di
Amerika
Nilai-nilai
Kebebasan berpendapat
dan suara hati nurani
Pendidikan agama dan
publik
Kontrol thd bacaan yg
berbahaya atau tidak
bermoral
Perlindungan yg sama
Keamanan agama dan
negara, sumpah jabatan
Keamanan lembaga
demokrasi
Struktur Pengajaran
Model Penelitian Hukum
Tahap I: mengarahkan siswa pada kasus
- Guru memperkenalkan materi kasus
- Guru me-review fakta
Tahap II: Mengidentifikasi Isu
- Siswa membuat sintesis antara fakta2 dg isu2
kebijakan publik.
- Siswa memilih satu isu kebijakan publik utk
didiskusikan
- Siswa mengidentifikasi nilai dan konflik
- Siswa mengenali fakta dasar dan permasalahan
seputar definisi.
Struktur Pengajaran
Model Penelitian Hukum
Tahap III: Memilih Posisi
- Siswa mengartikulasikan posisinya
- Siswa mengungkapkan posisi dasar dari nilai
sosial atau konsekuensi sebuah keputusan
Tahap IV: Mengeksplorasi Sikap atau Pendirian
serta Bentuk Argumentasi
- Menetapkan poin2 nilai yg dilanggar
- Membuktikan konsekuensi posisi yg diinginkan
atau yg tdk diinginkan
- Membuat prioritas
Struktur Pengajaran
Model Penelitian Hukum
Tahap V: Menegaskan dan Mengkualifikasi Posisi
- Siswa menegaskan posisinya serta alasan memilih
posisi tersebut, menguji beberapa situasi yg sama.
- Siswa mengkualifikasi posisi
Tahap VI: Menguji Asumsi Faktual di Balik Posisi yg
sudah Qualified
- Mengidentifikasi asumsi faktual dan menentukan
apakah asumsi tsb relevan atau tidak
- Menentukan konsekuensi yg diperkirakan serta
menguji validitas Faktualnya (apakah benar-benar akan
terjadi)
Dampak Instruksional
Meningkatkan
penguasaan
kerangka kerja
dlm menganalisis
isu sosial
Meningkatkan
kemampuan dlm
mengambil
peran orang lain
Meningkatkan
kompetensi dlm
dialog sosial
Model
Penelitian
Hukum
Dampak Pengiring
Kepekaan faktafakta ttg
masalah sosial
Menyuburkan
nilai2 Empati/
Pluralisme
Model
Penelitian
Hukum
Meningkatkan kapasitas
dlm perbaikan sosial
dan keinginan dlm aksi
sosial
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat
Selamat Mencoba