 Definisi epidemiologi  studi tentang distribusi dan faktor utama penyakit dalam populasi.  Yang menjadi perhatian terbatas pada penyakit infeksi. 

Download Report

Transcript  Definisi epidemiologi  studi tentang distribusi dan faktor utama penyakit dalam populasi.  Yang menjadi perhatian terbatas pada penyakit infeksi. 

 Definisi epidemiologi  studi tentang distribusi dan faktor utama penyakit dalam populasi.
 Yang menjadi perhatian terbatas pada penyakit infeksi.
 Berkembang ke penyakit tidak menular 
penyakit vaskuler, arthritis dan maligna
neoplasma.
 Beberapa abad yang lalu terjadi wabah disesebabkan oleh non infeksi.
 Sekarang  studi epidemiologi diterapkan
untuk semua penyakit.
 Tujuan Epidemiologi  menggambarkan penyakit secara komprehensif & dinamis, tidak hanya
mencakup wabah tetapi juga antara periode
terjadinya wabah secara sporadis dan endemis
.
 Epidemi didefinisikan :
1. Beberapa penyakit atau cedera
2. Menggambarkan perbedaan penyakit dalam
berbagai keadaan.
3. Mulai dari daerah yang kecil sampai daerah
yang luas  pandemi contohnya Influenza.
4. Mencakup periode waktu  jam, hari, minggu, bulan dan tahun.
 Fokus pada penyakit yang sifatnya menghasilkan
beberapa efek  terdeteksi secara klinis sampai
menunjukkan gejala kematian.
 Klasifikasi agen infeksi  masing-masing menunjukkan manifestasi dan distribusi yang relatif berbeda.
1. Infeksi yang tidak terlihat gejalanya.
- Tidak menunjukkan manifestasi dalam setiap
tahapnya.
- Hanya fraksi kecil menunjukkan gejala klinis
dan biasanya bersifat akut atau fatal.
- Fenomena gunung es.
- Contoh : infeksi virus folio
2. Penyakit infeksi dengan komposisi yang
lebih kecil
- Kebanyakan kasus ada gejala yang
tampak
- Mudah didiagnosa
- Hanya sebagian kecil yang menjadi berat
- Contoh : Measles dan Chickenpox.
3. Penyakit yang menunjukkan proses kejadian yang umumnya akut atau fatal
- Secara klinik selalu disertai gejala klinis
berat.
- Sebagian besar meninggal
- Contoh : Rabies.
 Analisis keganasan infeksi bergantung :
1. Organisme penyebab
2. Respon alami pada suatu organisme
 Untuk perkiraan yang akurat, pada infeksi yang
yang tidak menimbulkan gejala pada populasi
maka studi epidemiologi dibutuhkan untuk
mengetahui mana yang di tes dan tidak dites.
INFEKSI TERSELUBUNG DAN KONTROL PENYAKIT
 Semua infeksi yang dapat menular kepada
orang lain
 Infeksi terselubung diperlukan kontrol terhahadap orang yang sakit
 Yang diperhatikan tempat isolasi pasien, tidak terinfeksi dengan eskreta dan karantina
yang jauh dari orang.
 Saat ini faktor untuk mendeteksi dan mengobati penyakit terselubung  pemberian
vaksin.
Penyebaran Karakteristik Manifestasi klinik
Dari tiga Jenis Penyakit Menular
1. Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik
Contoh : tuberkulosa
2. Lebih banyak dengan gejala klinis
Contoh : campak
3. Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian
Contoh : rabies
Tanpa
gejala
Gejala
ringan
Gejala
sedang
Gejala
berat
Fatal
INFEKSI TERSELUBUNG DAN STATISTIK PENYAKIT
 Pengaruh statistik penyakit dengan infeksi
terselubung dapat dilihat pada kelompok A.
 Statistik pada kelompok ini tidak akurat.
 Lebih banyak terdiagnosa dan terlaporkan
jika menggunakan metode laboratorium maupun pemeriksaan kulit.
 Alat untuk mengukur keganasan
CFR = Jumlah kematian dari penyakit
Jumlah kasus penyakit
Biasanya dalam bentuk persen
MODEL PENYAKIT : PENYEBAB YANG KOMPLEKS
 Dalam dunia pengobatan fokus pada host
yaitu manusia dan hewan.
 Epidemiologi penyakit Demam Typus pada
manusia dipengaruhi :
- Berkembang karena iklim yang dingin
- Populasi manusia yang padat
- Sanitasi yang buruk
 Sistem Ekologi  Epidemiologi 
Penyakit berkembang  Multiple Causation/multifaktorial etiology.
Zinsser
MODEL PENYAKIT : PENYEBAB YANG KOMPLEKS
 Perkembangan epidemiologi
organisme 
manusia

penyakit
 Organisme tidak sendirian menimbulkan out
break  tingkat imunitas misalnya measles
dan gondok.
 Selain kondisi lingkungan dipengaruhi :
1. Efektifitas transmisi dari penyakit
2. Frekuensi kontak
3. Kondisi organisme lain.
 Agent penyakit dibedakan :
1. Lingkungan biologis
2. Lingkungan fisik : asbestos, karbon monoksida di udara dan radiasi ion
3. Lingkungan sosial : kehilangan maternal.
 Beberapa studi menunjukkan bahwa kualitas
pengasuhan orang tua di masa muda sangat
dipengaruhi oleh fisik, emosional dan perkembangan mental ( Browby, 1952 )
 Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyakit :
1. Faktor host ( Intrinsik )  kerentanan
2. Faktor lingkungan ( ekstrinsik )  keterpaparan.
 berkembangnya penyakit.
FAKTOR HOST ( INTRINSIK )
 Peningkatan jumlah persentase faktor genetika
mempengaruhi bertambahnya atau berkurangnya kerentanan terhadap penyakit.
 Jenis gol. Darah A,B,O sangat rentan terhadap
beberapa penyakit.
 Gol. Darah O rentan penyakit Duodenal ulcer
( Clark et al, 1955 )
 Gol. Darah A mempunyai risiko tinggi mende rita kanker lambung ( Aird et al., 1953 )
 Kekurangan pada satu enzym spesifik, yaitu
alpha - antitrypsin  kerentanan terhadap penyakit paru kronik Obstruktive ( Erikson,1965 )
FAKTOR HOST ( INTRINSIK )
 Penyakit bawaan sickle cell mempunyai risiko kecil
menderita malaria yang disebabkan plasmodium
falciparum ( Allison, 1954)
 Pola hidup  salah satu faktor host yang sulit didefinisikan termasuk variabel instrinsik atau ekstrinsik
( Mischell, 1954 )
Contoh : Pola hidup  PJK
 Rosenman ( 1970 ) membagi PJK :
1. Type A ditandai agresif, kompetitif,ambisi, malas.
2. Type B dengan angka kesakitan jantung koroner
lebih rendah, tidak selalu menunjukkan karakte –
ristik yang khas.
 Kondisi kelas sosial  berpengaruh terhadap keja dian penyakit.
FAKTOR HOST ( INTRINSIK )
Yang menjadi pertanyaan :
1. Pengaruh sinar x dengan penyakit leukimia ?
2. Pengaruh perokok berat dengan kanker paru-paru ?
FAKTOR LINGKUNGAN
Dibedakan atas :
1. Lingkungan biologis termasuk infeksi agen penyakit,
reservoir penyakit, vektor sebagai transmisi ,tumbuhan dan hewan.
2. Lingkungan Sosial termasuk lingkungan ekonomi,
lingkungan politik, adat istiadat, budaya dan nilai
3. Lingkungan fisik meliputi panas, sinar, udara , air,
radiasi, gravitasi, tekanan atmosfir dan agen kimia
lainnya.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR ( MODEL EKOLOGI )
 Dipengaruhi oleh tiga sektor pada lingkungan :
1. Lingkungan biologi
2. Lingkungan sosal
3. Lingkungan fisik.
 Berhubungan erat dengan faktor host
 Mempengaruhi terjadinya penyakit
 Keseimbangan ketiganya sangat mempengaruhi kesehatan manusia  dinamika ekuilibirium
 Tidak seimbang  penyakit mudah terjadi.
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
 Sangat umum digunakan sebagai literatur epidemilogi, terdiri dari 3 komponen yaitu host, lingkungan dan agent.
 Model ini menunjukkan komponen secara
komprehensif dan memprediksi tentang suatu
penyakit.
Host
Agent
Lingkungan
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
 Walaupun demikian konsep dan metode epidemiologi
saat ini  belum menunjukkan agen yang spesifik
contoh : schizophenia, penyakit jantung coroner dan
rhematoid arthritis.
 Penyakit yang sudah jelas agennya, beberapa ahli
Epidemiologi cenderung menyebut agen sebagai
bagian dari suatu kondisi lingkungan.
JARING-JARING PENYEBAB
 Dikemukakan oleh MacMahon (1960)
 Intinya efek tidak pernah bergantung hanya
pada satu penyebab, tetapi berkembang menjadi sebuah rantai penyebab dimana masingmasing merupakan hasil dari kompleks agen
terdahulu.
 Konsekuensi keseragaman pada rantai penyebab mungkin mengganggu produktivitas penyakit oleh potongan rantai pada angka yang
berbeda.
MODEL LINGKARAN
 Sebagai pendekatan lain untuk menggambarkan hubungan dengan lingkungan.
 Lingkaran terdiri atas Inti/pusat ( host dan manusia) genetik disusun oleh inti.
 Lingkungan dikelilingi oleh manusia, secara skematis
terbagi ke dalam tiga sektor :
1. Lingkungan biologi
2. Lingkungan sosial
3. Lingkungan fisik.
 Ukuran relatif pada komponen berbeda-beda dalam
lingkaran bergantung masalah penyakit spesifik.
 Penyakit turunan  inti genetik relatif lebih banyak
 Measles  inti genetik relatif sedikit
 Sistem pertahanan ( Imunitas ) pada host dan sektor
biologis dalam lingkungan memberi kontribusi yang
MODEL LINGKARAN
besar.
 Model lingkaran dibutuhkan untuk mengidentifikasi
berbagai faktor etiologi penyakit, berupa memperhatikan agen penyakit.
 Model lingkaran menggambarkan pemisahan host dan
lingkungan.
 Aplikasi dari model lingkaran:
1. The irish potato famine
2. Keracunan timah
MODEL LINGKARAN
Lingkungan
sosial
Manusia
Lingkungan
Biologi
Inti Genetik
Lingkungan
Fisik
THE IRISH POTATO FAMINE
 Hubungan antara beberapa faktor dapat dilihat pada
waktu kelaparan kentang di Irish thn 1840.
 Disebabkan oleh kekurangan sumber daya alam,
pengangguran yang banyak, pertambahan penduduk
yang cepat
 Kegagalan panen diatasi dengan memasok makanan
dari Amerika
 Akibat terhadap kesehatan antara lain terjadinya
penyakit kudis, wabah typus dan demam, penyakit
kutu, disentry, busung lapar.
KERACUNAN TIMAH
 Contoh masalah ekologi yang dihasilkan oleh keracunan
timah anak-anak  hal ini merupakan silent epidemic
( Wabah tersembunyi.)
 Cat timah diganti titanium  dapat menjadi sumber ber –
bahaya pada anak
 Kupasan cat dan serpihannya dapat terisap oleh anak
kecil  pica
 Efek keracunan timah  hyperiritabilitas, inkoordinasi,
kehilangan nafsu makan, muntah dan sakit perut akhirnya encephalithy dengan odema otak dan terjadinya
konvulsi di luar kesadaran  kematian.
 Pencegahan keracunan timah
Tahap Pertama
1. Anak-anak tidak terkena timah
2. Jika ada timah di lingkungan harus dihindari.
KERACUNAN TIMAH
Tahap ke dua
1. Tes darah
2. Memeriksa rumah untuk mendeteksi adanya timah disekitarnya.
3. Kadar tinggi dalam darah, pengobatan/perlakuan harus
dilakukan untuk menurunkan atau menghilangkan agen
tersebut.
4. Lingkungan harus diperiksa dan dikoreksi bahwa timah
lagi timbul berlebihan
5. Identifikasi pada anak yang kena timah dalam darahnya
tinggi atau timbul keracunan timah harus diberi tanda
untuk selanjutnya kasus tersebut diupayakan dalam
keluarga atau tetangganya.
KERACUNAN TIMAH
Tahap ke Tiga
1. Rehabilitasi pada anak yang mengalami kerusakan permanen termasuk pendidikan dan fasilitas lainnya.
 Host yang rentan adalah anak umur satu sampai lima
lima tahun.
 Kecendrungan pica :
1. Bergandengan dengan lingkungan
2. Pemahaman tidak lengkap
3. Cara pengasuhan yang kurang dan stimulasi pada
anak tentang pica.
4. Kebiasaan.
 Upaya penanggulangan
1. Meningkatkan kondisi perekonomian
2. Penetapan lokasi perumahan
3. Penegahan hukum.
Model Ekologi dan Kontrol Penyakit
 Pengetahuan tentang mekanisme etiologi tidak penting
pada tindakan kontrol penyakit
 Goldbarger menyimpulkan bahwa pellagra ada hubungannya defisiensi nutrisi.
 Hasil penelitiannya, pellagra dapat dicegah  makan
ikan, daging, telur dan susu.
 Pada penyakit yang organisme penyebab dibawa oleh
lalat atau nyamuk kontrol terbaik hanya difokuskan
pada serangga bukan pada agennya.
 Bab ini menggambarkan ruang lingkup epidemilogi
penyakit infeksi dan non infeksi
 Epidemiologi tidak hanya mencakup wabah tetapi
juga kondisi dan kejadian penyakit endemik dan
sporadis.
 Infeksi dicatat untuk membedakan karakteristik
keparahan, kenyataannya bahwa beberapa infeksi
cenderung menjadi tidak tampak dengan konsekuensi
pada kedua kontrol penyakit dan statistik morbiditas.
 Hubungan antara host dan lingkungan dalam ekosistem dan implikasinya untuk kontrol penyakit disampaikan dalam hubungan beberapa model yaitu :
Sambungan
1. Segitiga epidemiologi
2. Jaring- jaring penyebab
3. Model lingkaran.
 Diaplikasian dalam analisis pada dua masalah yaitu
The irish Potato Famine and modern problem of lead
poisoning ( kelaparan di Irish dan masalah keracunan
timah.