SISTEM PPG (KKNI dan SNPG) Endang

Download Report

Transcript SISTEM PPG (KKNI dan SNPG) Endang

Pak Husen bersama Ade pengumpul batu berharga,
Batu berisi batu bertuah diberi nama;
Dosen PGSD berkumpul dan bersatu dalam satu keluarga,
Asosiasi berkiprah mencapai tujuan bersama
Buah Naga merahlah warnanya
Berwarna Putih sibunga melati, semerbak pula wanginya
Ukuwah kita jaga, amarah tiada gunanya
Jiwa bersih menjaga hati, kita sibak segala hikmahnya
1
Program PPG/LEVEL 7 KKNI
(Diselaraskan dengan Standar Nasional
Pendidikan Guru/ SNPG)
Disajikan Oleh
Prof. Dr. Endang Widi Winarni
2
KEMAMPUAN KERJA UMUM
DITETAPKAN DALAM SNPT
TERCANTUM DALAM DESKRIPSI
UMUM KKNI
9
KEMAMPUAN KERJA
KHUSUS DITETAPKAN
MENTERI ATAS USUL
FORUM PRODI
8
7
6
5
4
DITETAPKAN MENTERI ATAS USUL
FORUM PRODI SESUAI RUMPUN
ILMU
SEBAGIAN DITETAPKAN DLM
SNPT SEBAGIAN DIUSULKAN
FORUM PRODI
3
2
1
[email protected]
KUALIFIKASI Level 7 KKNI
• Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah
tanggung jawabnya, dan mengevaluasi secara komprehensif
kerjanya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan/atau seni untuk menghasilkan langkah-langkah pengembangan
strategis organisasi.
• Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan
monodisipliner.
• Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan strategis
dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh atas semua aspek
yang berada di bawah tanggung jawab bidang keahliannya.
5
Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI
a. membuat keputusan yang independen dalam
menjalankan pekerjaan profesinya berdasarkan
pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif;
b. menyusun laporan atau kertas kerja atau
menghasilkan
karya
desain
di
bidang
keahliannya berdasarkan kaidah rancangan dan
prosedur baku, serta kode etik profesinya, yang
dapat diakses oleh masyarakat akademik;
6
Lanjutan Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI
c. mengkomunikasikan
pemikiran/argumen atau karya
inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan profesi, dan
kewirausahaan, yang dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah dan etika profesi, kepada masyarakat
terutama masyarakat profesinya;
d. bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan
yang spesifik, dan memiliki kompetensi kerja yang
minimal setara dengan standar kompetensi kerja
profesinya;
e. membuat keputusan yang independen dalam
menjalankan
pekerjaan
profesinya
berdasarkan
pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif;
7
Lanjutan Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI
f
menyusun laporan atau kertas kerja atau
menghasilkan karya desain di bidang keahliannya
berdasarkan kaidah rancangan dan prosedur baku,
serta kode etik profesinya, yang dapat diakses oleh
masyarakat akademik;
g. mengkomunikasikan pemikiran/argumen atau
karya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan
profesi,
dan
kewirausahaan,
yang
dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika
profesi, kepada masyarakat terutama masyarakat
profesinya;
8
Lanjutan Kompetensi Kerja LEVEL 7 KKNI
h. memimpin suatu tim kerja untuk memecahkan
masalah pada bidang profesinya;
i. bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang
dalam menyelesaikan masalah pekerjaan bidang
profesinya;
j. mengembangkan dan memelihara jaringan kerja
dengan masyarakat profesi dan kliennya;
k.
mendokumentasikan,
menyimpan,
mengaudit,
mengamankan, dan menemukan kembali data dan
informasi untuk keperluan pengembangan hasil
kerja profesinya;
l. meningkatkan kapasitas pembelajaran mandiri.
9
PP No. 49 Th 2014 SNPG (Pasal 33)
 kriteria minimal bagi program pendidikan guru
a. Memiliki prodi S1 yang sama dengan program PPG yang akan diselenggarakan;
b. Prodi S1 terakreditasi BAN PT minimal B
c. Memiliki dosen tetap sekurang-kurangnya 2 (dua) orang berkualifikasi doktor
(S3) dg jabatan akademik minjimal Lektor; 4 (empat) orang berkualifikasi
Magister (S2) dg jabatan akademik minimal Lektor Kepala berlatar belakang
pendidikan yang relevan dengan program PPG yang akan diselenggarakan dan
bersertifikat pendidik serta minimal salah satu latar belakang strata pendidikan
setiap dosen tsb adalah bidang kependidikan.
d. Memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan untuk menunjang
penyelenggaraan program PPG.
e. Memiliki pusat kajian bidang pendidikan;
f. Mendapat tugas penyelenggaraan dari pemerintah
10
Standar Isi Pembelajaran PPG (Pasal 9)
1. Pendalaman Isi Kurikulum Sekolah, mencakup tujuan pembelajaran, desain isi
kurikulum, model dan pengelolaan pembelajaran, pengembangan materi ajar,
serta penilaian hasil pembelajaran
2. Penerapan ilmu pendidikan dan keguruan mencakup:
a. perencanaan dan pengelolaan pembelajaran serta mengevaluasi secara
komprehensif proses dan hasil dengan memanfaatkan ipteks untuk
menghasilkan langkah-langkah pengembangan strategis sekolah secara mandiri
dalam praktik kerja lapangan.
b. Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran
c. Penelitian untuk pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan
d. Praktik Mengajar Mandiri (PMM) untuk memperkuat kompetensi profesi.
3. Pengalaman awal untuk memperoleh kompetensi guru yang profesional
11
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) (Pasal 7 ayat 2)
Kompetensi Pedagogik untuk PPG (UMUM)
a. Mengembangkan lingkungan belajar untuk
mengembangkan potensi peserta didik dalam belajar,
b. Mengembangkan dokumen kurikulum yg sesuai dgn
bidang tugas dalam bentuk perencanaan guru,
c. Menggunakan pendekatan, model, prosedur, dan
teknik mengajar yang sesuai dgn karakter peeserta
didik,
d.
e.
f.
g.
Lanjutan SKL
Kompetensi Pedagogik untuk PPG (UMUM)
Mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik,
Mengembangkan dan menerapkan rencana pembelajaran
dalam proses pembelajaran yang efektif dan kreatif,
Merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar
dan menggunakannya untuk memperbaiki dan
meningkatkan hasil belajar peserta didik,
Meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan penilaian
proses dan hasil belajar,
Lanjutan Kompetensi Pedagogik untuk PPG (UMUM)
h. Menerapkan TIK dalam perencanaan dan dalam proses
pembelajaran,
i. Mengembangkan dan mempertahankan lingkungan
belajar yang aman dan menantang peserta didik untuk
kreatif,
j. Mengembangkan hubungan sosial antar peserta didi
yang kooperatif, dan
k. Memperlakukan peserta didik secara adil dan
bersahabat.
Kompetensi Kepribadian untuk PPG (UMUM)
(Pasal 7 ayat 3) tercermin dalam perilaku yang :
a. Sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan
nasional Indonesia;
b. Jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan
masyarakat;
c. Mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa;
d. Inovatif dan kreatif dalam mengembangkan proses
pendidikan;
e. Sabar dalam berinteraksi dengan peserta didik;
Lanjutan Kompetensi Kepribadian untuk PPG
(UMUM) tercermin dalam perilaku yang :
f. Peduli terhadap keberhasilan belajar peserta didik;
g. Menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi;
h. Memiliki kebiasaan belajar; dan
i. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru
Kompetensi Profesional untuk PPG (UMUM) (Pasal 7
ayat 4) meliputi kemampuan menguasai:
a. Konten pedagogik yang akan menjadi bidang keahlian
profesi;
b. Cara mengembangkan kemampuan profesi secara
berkelanjutan;
c. Cara berpikir disiplin ilmu/mata pelajaran;
d. Pendekatan dan organisasi konten pedagogik; dan
e. Cara mempelajari lingkungan fisik, sosial, budaya, dan
menggunakannya sebagai sumber belajar peserta didik
Kompetensi Sosial untuk PPG (UMUM)
(Pasal 7 ayat 5)meliputi kemampuan:
a. Berkomunikasi dengan peserta didik dalam bahasa
yang mereka pahami;
b. Berkomunikasi secara profesional dan santun dengan
orangtua peserta didik dan masyarakat;
c. Berkomunikasi dengan sejawat mengenai berbagai
masalah belajar dan pengembangan pembelajaran;
d. Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat;
Lanjutan Kompetensi Sosial untuk PPG (UMUM)
meliputi kemampuan:
e. Bersikap inklusif, bertindak objektif, dan tidak
diskriminatif karena perbedaan jenis kelamin, agama,
ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status
sosial ekonomi, dan
f. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI
yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan agama.
Kompetensi Khusus untuk PPG (Pasal 8)
Kompetensi khusus dirumuskan oleh program studi sejenis atau
nama lain yang setara dan dapat melibatkan organisasi profesi
 Asosiasi PGSD melalui simposium adalah merumuskan
kompetensi khusus tersebut
20
STRUKTUR KURIKULUM PPG
• Struktur kurikulum program PPG berisi :
(1) Subject Specific Pedagogy (SSP)
(2) Program Pengalaman Lapangan
Kependidikan
• Subject Specific Pedagogy : adalah kegiatan pengemasan
materi bidang studi menjadi perangkat pembelajaran yang
komprehensif , mencakup standar kompetensi, materi, strategi,
metoda, media, serta evaluasi.
EVALUASI KEGIATAN WORKSHOP
A. PROSES WORKSHOP
• Keaktifan Workshop : diukur dengan skor partisipasi (IPAPS)
dan skor teman sejawat
• Kemampuan Akademik Bidang Studi (substansi Materi)
• Microteaching: latihan mengajar kepada siswa difokuskan pada
kecakapan spesifik
• Peer teaching: latihan mengajar kepada teman sejawat
difokuskan pada kompetensi utuh
EVALUASI KEGIATAN WORKSHOP
B. PRODUK WORKSOP
1. PERANGKAT RPP HASIL WORKSHOP
a. Silabus
b. Skenario Pembelajaran
c. LKS
d. Lembar Penilaian
e. Media Pembelajaran
• CATATAN : Penilaian Produk Workshop memperhatikan:
a. Penguasaan Teori Belajar dan pembelajaran yang mendidik
b. Penguasaan Strategi Pembelajaran
c. Pemahaman Peserta Didik
d. Kemampuan perencanaan Pembelajaran
e. Kemampuan Evaluasi
2. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
EVALUASI PROPOSAL PTK
1. Judul
2. Ketajaman Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian
3. Kajian Pustaka (relevansi dan kemutakhiran) dan hipotesis
tindakan
4. Metode Penelitian (ketepatan metode yang digunakan
5. Manfaat hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran
6. Kelayakan Proposal PTK secara keseluruhan
Praktik Mengajar Mandiri (PMM) (Pasal 12 ayat 7)
a. Direncanakan dan dikoordinasikan antara perguruan tinggi, dinas
pendidikan, sekolah laboratorium dan atau sekolah/madrasah
mitra;
b. Dilaksanakan di atu sekolah laboratorium, sekolah/madrasah
mitra, pusat-pusat pelatihan, atau setara pada satuan pendidikan
tertentu;
c. Dilaksanakan selama satu semester dengan sistem blok;
d. Dilaksanakan dengan beban 12 (dua belas) sks;
e. Disupervi i dan dinilai oleh dosen bersertifikat pendidik dan guru
mitra yg memiliki sertifikat pendidik sesuai dg bidang studinya.
25
Tujuan Khusus PMM
1. Melakukan pemantapan kemampuan profesional guru.
2. Mendemonstrasikan kompetensi dalam merencanakan,
melaksanakan, menilai , dan melaporkan hasil
pembelajaran.
3. Melakukan perbaikan pembelajaran yang berorientasi
pada pengembangan potensi peserta didik.
4. Mendalami karakteristik peserta didik dalam rangka
memotivasi belajarnya.
26
Lanjutan Tujuan Khusus PMM
5. Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelas dan
mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut secara individu
maupun kelompok.
6. Menerapkan pembelajaran inovatif yang bertolak dari suatu
permasalahan pembelajaran.
7. Menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan
pembimbingan dan pelatihan peserta didik.
8. Melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya
mengembangkan profesionalitas guru.
9. Mendalami kegiatan nonmengajar meliputi: menajemen pendidikan
sekolah, dan kegiatan ekstra kurikuler, layanan penanganan kesulitan
belajar siswa.
27
Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PMM
1. Sistem
• PMM menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan
reflektif dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan
relevan dengan perangkat RPP.
• Supervisi Klinis adalah suatu bentuk bimbingan profesional
yang diberikan kepada peserta/mahasiswa sesuai dengan
kebutuhan yang dipersepsi oleh peserta untuk
meningkatkan profesionalisme guru.
Lanjutan Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PMM
Pelaksanaan supervisi klinis dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) hubungan kolegial dan interaktif yang sinergis dan terbuka;
2) pertemuan untuk musyawarah secara demokratis;
3) sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta/mahasiswa
PPG;
4) pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk memantapkan
rencana kegiatan selanjutnya; dan
5) mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab mahasiswa/peserta.
www.themegallery.com
Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PMM (Lanjutan)
Penempatan peserta PMM di sekolah mitra
dikoordinasikan oleh Pelaksana PPG dan Unit
Pelaksana PPL LPTK penyelenggara.
2. Prosedur dan Kegiatan
• Dilakukan dengan pola blok.
• Prosedur dan kegiatan PMM dengan pola blok yang
dilaksanakan selama satu semester
www.themegallery.com
Standar Penilaian PMM
• Penilaian PMM peserta PPG meliputi: sikap,
pengetahuan, dan keterampilan dilakukan oleh
guru mitra, dosen pembimbing, dan kepala
sekolah.
31
Penilaian PMM meliputi:
1. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran;
2. Kerjasama peserta/mahasiswa dengan guru dan
lingkungan sekolah;
3. Kegiatan non-mengajar melalui laporan
pengamatan guru dan kepala sekolah, dan
4. Laporan akhir PMM oleh dosen pembimbing.
32
Uji Kompetensi PPG
• Dilakukan oleh PT penyelenggara bekerjasama dengan
kementrian, dan/atau kementrian lain yang terkait, Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPNK) , dan organisasi
profesi.
• Uji kompetensi pendidik dilakukan melalui ujian tulis dan ujian
kinerja sesuai dengan SKG
• Spesifikasi uji kompetensi pendidik wajib dipublikasikan secara
nasional;
33
Ujian Tulis Kompetensi PPG secara Komprehensif
a.
b.
c.
d.
Wawasan, landasan, teori, dan konsep pendidikan;
Teori perkembangan dan pertumbuhan peserta didik;
Pengembangan kurikulum, RPP, dan penilaian hasil belajar;
Standar isi mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran
(pembelajaran tematik terpadu);
e. Konsep-konsep disiplin keilmuan, teknologi, seni yang secara
konseptual menaungi mata pelajaran atau kelompok mata
pelajaran.
34
Ujian Kinerja PPG secara komprehensif
Berbentuk ujian praktik pembelajaran
yang mencerminkan penguasaan:
kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional pada satuan
pensisikan sekolah dasar
35
Standar Pengelolaan PMM
1. Pengelolaan PMM dilakukan oleh Unit
Pelaksana PPL atau sebutan alin, bekerjasama
dengan program studi dan sekolah/madrasah
mitra;
2. PMM dikoordinasikan baik secara internal
maupun eksternal oleh lembaga khusus yang
dapat berbentuk unit pelaksana atau bentuk
lain;
36
Kegiatan PMM (Pasal 32 ayat (4)
mencakup:
a. Orientasi dan adaptasi
b.Latihan menyusun rencana pembelajaran
c. Latihan mengajar
d.Latihan melaksanakan tugas-tugas
profesi guru lainnya
37
Tujuan Pendidikan Nasional
(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Sikap
Spiritual
Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab
berilmu
cakap dan kreatif
38
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
BERIMAN DAN
BERTAKWA
BERTANGGUNG JAWAB
MANUSIA
INDONESIA
BERAKHLAK MULIA
DEMOKRATIS
MANDIRI
SEHAT
BERILMU
KREATIF
CAKAP
Langkah-Langkah Pembelajaran dengan
Pendekatan Saintifik
Observing
(mengamati)
Questioning
(menanya)
Mengumpulkan
informasi/
eksperimen
Mengasosiasikan/mengo
lah informasi
Mengkomunikasika
n
Pendekatan Saintifik dalam Proses Pembelajaran
41
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN
(DISCOVERY LEARNING
Discovery Learning lpembelajaran yang lebih menekankan pada
ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak
diketahui.
Dalam pembelajaran discovery masalah yang diperhadapkan kepada
siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru
LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL
DISCOVERY LEARNING
FASE 1:
PEMBERIAN RANGSANGAN
(SIMULATION)
FASE 2: IDENTIFIKASI MASALAH
(PROBLEM STATEMENT)
FASE 6: MENARIK KESIMPULAN
(GENERALIZATION)
FASE 3: PENGUMPULAN DATA (DATA
COLLECTION)
FASE 5: PEMBUKTIAN
(VERIFICATION)
FASE 4: PENGOLAHAN DATA (DATA
PROCESSING)
MODEL PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH
(PROBLEM BASED LEARNING)
• Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/ PBL)
merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan
masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk
belajar.
• Dalam kelas yang menerapkan PBL, peserta didik bekerja dalam tim
untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world).
44
LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
(PROBLEM BASED LEARNING)
FASE 1: ORIENTASI PESERTA DIDIK PADA
MASALAH
FASE 2: PENGORGANISASIAN PESERTA
DIDIK DALAM PENDEFINISIAN
MASALAH
FASE 3: MEMBIMBING PENYELIDIKAN
IDIVIDU DAN KELOMPOK DALAM
BELAJAR MANDIRI
FASE 5: PENILAIAN
FASE 4: MENGEMBANGKAN DAN
MENYAJIKAN HASIL KARYA
45
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED
LEARNING)
• Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda
pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik
melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan
berbagai bentuk hasil belajar.
• PjBL merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam
mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya
dalam beraktivitas secara nyata.
Langkah-Langkah Operasional PjBL
FASE 1
FASE 2
PENENTUAN PERTANYAAN
MENDASAR
MENDESAIN PERECANAAN
PROYEK
FASE 3
MENYUSUN JADWAL
FASE 4
FASE 6
FASE 5
REFLEKSI DAN TEMUAN BARU
PENILAIAN
PENGAMATAN TERHADAP
PESERTA DIDIK DAN
KEMAJUAN PROYEK
Penilaian Capaian belajar
• Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik
• Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan
• Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan
setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk)
Ruang Lingkup Penilaian
 Tes
Tulis
 Tes Lisan
 Penugasan
 Observasi
 Penilaian diri
 Penilaian antar peserta didik
 Jurnal
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
•Tes Praktek
• Projek
• Portofolio
Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013
Perluasan dan pendalaman taksonomi dalam proses pencapaian kompetensi
Kurikulum 2006
Kurikulum 2013
Creating
Evaluating
Analyzing
Characterizing/
Actualizng
Organizing/
Internalizing
Communicating
Associating
Evaluating
Analyzing
Applying
Valuing
Experimenting
Applying
Under-standing
Responding
Questioning
Under-standing
Knowing/
Remember-ing
Accepting
Observing
Knowing/
Rememberi-ng
Knowledge
(Bloom)
Attitude
(Krathwohl)
Skill
(Dyers)
Knowledge
(Bloom)
50
Ruang Lingkup SKL
Dunia (Peradaban) Global
Negara
Meta-kognitif
PT
Peserta
Didik
Sat
Pendidikan
Keluarga
Sosial-Ekonomi-Budaya
SMA/K
Prosedural
SMP
Konseptual
Faktual
SMP
PT SMA/K
SD
SD
51
Teknik dan Instrumen Penilaian
Kompetensi
Sikap
Teknik
Bentuk Instrumen
Observasi (langsung atau
tidak langsung)
Pedoman observasi
Daftar cek dan skala penilaian
disertai rubrik
Penilaian Diri
Lembar Penilaian Diri
Penilaian Teman sejawat
(peer evaluation)
Lembar penilaian teman sejawat
Jurnal
Lembar Jurnal
Contoh Instrumen
Penilaian Pengetahuan
PG, Isian, Jawaban singkat,
menjodohkan, benar-salah, uraian
Daftar pertanyaan
Tes
Tertulis
Tes
Lisan
Penugasan
Lembar penugasan (PR, kliping)
Teknik dan Instrumen Penilaian
Kompetensi
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh
Tes Praktik
Daftar cek, skala penilaian
Bermain peran, IPA, Shalat,
Olah raga, Membaca,
Menyanyi
Proyek
Daftar cek, skala penilaian
Bakti sosial, pentas seni,
Penghijauan
Portofolio
Daftar cek, skala penilaian
Makalah, Piagam, Kumpulan
Puisi, Laporan Penelitian
Keterampilan
Senang sekali melihat pelangi di awan,
Pelangi indah berwarna-warni;
Senang sekali bersama bapak/ibu sekalian,
Menyisiri kompetensi dengan hati nurani
Pagi hari burung berkicau riang
Bersama kupu-kupu membuat madu dari nektar
Hari ini sangatlah senang,
bersama bapak/ibu yang selalu ingin maju dan tak gentar
55
Burung Irian burung Cenderawasih,
Cukup sekian TERIMA KASIH
Pontianak, 7 Desember 2014
www.themegallery.com