5. Sistem Sosial

Download Report

Transcript 5. Sistem Sosial

SISTEM SOSIAL
SISTEM SOSIAL
adalah merupakan sejumlah kegiatan atau sejumlah orang
yang hubungan timbal baliknya kurang lebih bersifat
konstan.
1. Dalam setiap sistem sosial ada sejumlah orang dan
kegiatannya
2. Orang-orang atau kegiatannya berhubungan secara
timbal balik
3. Hubungan yang bersifat timbal balik ini bersifat
konstan.
– sistem sosial bukan sesuatu yang ada dengan sendirinya,
– sistem sosial itu diciptakan oleh manusia, dipertahankan,
dan malah diubah atau digantikan oleh manusia.
– sistem sosial mempengaruhi perilaku manusia.
Secara umum unsur-unsur dari sistem sosial
adalah terdiri dari status,
peranan, dan
perbedaan sosial, akan tetapi sesungguhnya
secara lebih luas, sesungguhnya banyak sekali
komponen
yang
terkandung
dalam
pengertian sistem sosial itu.
Fungsi Sosial:
setiap bagian dalam sistem sosial itu
memainkan peranannya sendiri dalam
mempertahankan sistem itu
Integrasi Sosisal:
Apabila semua bagian dari suatu sistem
sosial mempunyai hubungan timbal balik
yang pas dan membentuk keseluruhan.
Alvin L. Bertrand :ada sepuluh unsur yang
terkandung dalam sistem sosial, yaitu sebagai
berikut :
1. Keyakinan (pengetahuan)
2. Perasaan (sentimen)
3. Tujuan, sasaran atau cita-cita.
4. Norma
5. Status dan peranan.
6. Tingkatan atau pangkat (rank)
7. Kekuasaan atau pengaruh (power)
8. Sanksi
9. Sarana atau fasilitas
10. Tekanan ketegangan (stress strain)
Ankie M.M. Hoogvelt, bahwa masyarakat sebagai suatu tipe
sistem sosial dapat dianalisis dari empat fungsinya yang
diperlukan, yakni :
1.
2.
3.
4.
Fungsi pemeliharaan pola
Fungsi Integrasi
Fungsi pencapaian tujuan
Fungsi adaptasi
Robert M.Z.
Lawang
dalam
hipotetisnya,
mengatakan bahwa sistem sosial itu dapat
menjamin kebutuhan orang-orang yang terlibat di
dalamnya, apabila sistem sosial itu terbatas pada
kelompok kecil. Berarti sistem sosial yang dapat
menjamin kebutuhan orang banyak secara makro,
masih cukup sulit dilaksanakan.
KOLOMPOK SOSIAL, KOLEKTIVITAS SOSIAL DAN
KATEGORI SOSIAL
Kelompok Sosial :
•
•
•
•
suatu sistem sosial yang terdiri dari sejumlah orang
berinteraksi satu sama lain
terlibat dalam suatu kegiatan bersama.
mereka terikat dalam ruang dan waktu.
Kolektivitas.
• perasaan solidaritas (kelompok) sosial
• mereka memiliki nilai-nilai yang sama
• adanya kewajiban moral untuk memenuhi harapanharapan peran (role expectation),
Kategori Sosial
suatu karakteristik sosial dengan kriteria :
– tidak ada interaksi antar anggota,
– tidak ada ikatan moral, tidak ada moral bersama
yang dimiliki,
– tidak ada harapan-harapan peran.
ORGANISASI SOSIAL
•
Stephen Robbins :
•
Dr. Sondang P. Siagian :
•
Kast & Rozenweig :
Organisasi adalah satuan sosial yang dikordinasi secara sadar, yang
tersusun atas dua orang atu lebih , yang berfungsi atas dasar relatif terus
menerus untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama .
Organisasi adalah Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih
yang bekerja bersama serta secara format terikat dalam rangka
pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan mana
terdapat seorang/beberapa orang yang disebut atasan dan
seorang/sekelompok orang disebut bawahan.
Organisasi sebagai kegiatan menstruktur dan mengintegrasikan kegiatankegiatan . yang maksudnya bahwa kegiatan orang-orang yang bekerja
bersama dalam hubungan yang saling bergantung.
Konteks saling berhubungan itu menunjukkan suatu sistem sosial. Oleh
karena itu, kita dapat mengatakan bahwa indikator dari organisasi
terdiri dari:
1. Pengaturan yang berorientasi terhadap sasaran/tujuan (Goal
Arrangement ) orang dengan tujuan
2. Sistem psikososial dimana orang/individu yang berinteraksi
dengan kelompok.
3. Sistem teknologis dimana orang/individu atatu kelompok
yang memakai pegetahuan dan teknik.
4. Integrasi kegiatan-kegiatan yang terstruktur orang bekerja
bersama dalam hubungan –hubungan yang terpola.
Jenis Organisasi
–
Organisasi Sosial
–
Organisasi Politik
–
Organisasi kemasyarakatan
–
Organisasi Kemiliteran
–
Organisasi Bisnis
Organisasi sosial adalah suatu sistem sosial yang :
1. Bersifat langgeng
2. Memiliki identitas kolektif yang tegas;
3. Memiliki daftar anggota yang terperinci;
4. Memiliki program kegiatan yang terus menerus diarahkan ke
pencapaian tujuan yang jelas.
5. Memiliki prosedur untuk menerima angota baru dan
mengelurkan anggota lama.
4 unsur utama Ilmu Perilaku Organisasi yaitu:
1. Aspek Psikologis, tindakan manusia itu sendiri
2. Adanya bagian lain yang diakui relevan dalam mempelajari
tindakan manusia. Misalnya uang merupakan salah satu faktor
pertimbangan mengapa orang memasuki organisasi. Dan Sikap
(attitude) akan menpengaruhi prestasi orang yang bersangkutan.
3. Perilaku Organisasi sebagai suatu disiplin, mengakui bahwa
individu dipengaruhi oleh bagaimana organisasi diatur dan siapa
yang mengawasi mereka. Oleh sebab itu struktur organisasi
memegang peranan penting.
4. Tujuan organisasi, keinginan manager bagi tercapainya tujuan
organisasi secara keseluruhan dengan demikian diusahakan agar
usaha masing-masing individu selaras dengan tujuan organisasi.
Mengapa sosiologi berbicara tentang
organisasi sosial ?
• Dari difinisi Peter L Berger mengenai apa itu sosiologi,
pokok permasalahan yang dibicarakan dalam sosiologi
adalah hubungan antara masyarakat dan individu.
Sementara kita juga melihat bahwa ada sosiologi yang
memberikan tekanan pada masyarakat seperti Durkheim,
ada pula yang memberikan tekanannya pada individu
seperti Weber.
Apakah dalam konsep organisasi ditemukan tiga
pokok permasalahan dasar dalam sosiologi yaitu :
masyarakat, individu dan hubungan antara
keduanya ?
Organisasi dan masyarakat
Organisasi :
Sistem sosial yang
memilki identitas
kolektif yang
tegas,daftar anggota
yang terperinci,
program kegiatan yang
jelas dan prosedur
penggantian anggota.
Masyarakat :
Sistem interaksi, atau
keseluruhan
kompleks
hubungan manusia yang
luas sifatnya.
semua organisasi dapat disebut masyarakat, tetapi
tidak semua masyarakat merupakan organisasi.
Organisasi dan individu
Organisasi :
Sistem sosial yang memilki
identitas kolektif yang
tegas,daftar anggota yang
terperinci, program kegiatan
yang jelas dan prosedur
penggantian
anggota.Organisasi
merupakan kenyataan
obyektif/eksternal
Individu :
Subyek yang melakukan
sesuatu,yang mempunyai
pikiran, yang mempunyai
kehendak, subyek yang
mempunyi kebebasan; yang
memberi arti pada sesuatu;
yang mampu menilai
tindakan dan hasil
tindakannya sendiri.
Individu merupakan
kenyataan subyektif/internal.
kesimpulan bahwa :
– tanpa individu tidak mungkin ada organisasi;
– individulah yang menciptakan organisasi;
– individu menciptakan organisasi untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
– organisasi tidak lain alat saja untuk mencapai tujuan kolektif
atau tujuan pribadi.
– organisasi bisa bertahan dan bisa juga hilang atau mati.
– hubungannya dengan makna/kehendak yang diberikan oleh
subyek.
– organisasi sering mengunakan paksaan untuk mengontrol
perilaku anggota-anggotanya agar tujuan orgnisasi itu dapat
tercapai secara efektif dan efisien.
– organisasi juga memberikan kesempatan kepada anggotanya
untuk meningkatkan motivasinya secara sukarela.
– individu yang menciptakan organisasi, dan dalam prosesnya
organisasi ini selalu menjadi otonom dan kembali memaksa
individu yang menciptakannya.
Organisasi sosial dapat kita bedakan menurut besar kecil jumlah
anggotanya. Jumlah itu cukup penting karena dapat dipakai
untuk menentukan sifat interaksi. Walaupun dua orang sudah
cukup untuk membentuk masyarakat, namun dua orang tidak
cukup untuk membentuk suatu organisasi.
Ada empat macam organisasi :
– Organisasi
kecil
yang
anggota-anggotanya
dapat
berinteraksi secara langsung. Jumlah anggota paling banyak
adalah 30 orang. Angka ini tidak mutlak, sepanjang mereka
dapat berinteraksi secara langsung. Walaupun anggotanya
berjumlah 135, organisasi itu tetap disebut organisasi kecil.
Namun organisasi ini hanya berlaku untuk masyarakat
primitif. Dalam masyarakat modern, angka 30 mungkin
cukup tepat untuk menentukan apakah mereka dapat
berinteraksi secara langsung atau tidak.
• Contoh : Jurusan Menejemen Fakultas Ekonomi
UNWIKU.
•
•
•
Organisasi sedang yakni organisasi yang terlalu besar untuk memungkinkan
perkembangan hubungan antara setiap pasangan anggota tetapi cukup kecil
sehingga orang-orang penting dapat berinteraksi secara langsung dengan
semua yang lainnya. Jumlah anggota secara kuantitatif untuk orgnisasi sedang
ini adalah paling tinggi 1000 orang. Itu berarti 1000 orang adalah terlalu besar
jumlahnya sehingga hubungan antara orang dengan orang tidak mungkin
dapat berkembang dengan baik, tetapi dengan jumlah anggota yang kurang
dari 1000 orang itu, beberapa orang penting misalnya ketua, penasihat dapat
berinteraksi secara langsung dengan semua orang.
Contoh : Fakultas Hukum UNWIKU
Organisasi besar yaitu organisasi yang terlalu besar sehingga setiap anggota
tidak dapat berinteraksi secara langsung, tetapi cukup kecil seingga semua
orang atau sebagian besarnya dapat dikumpulkan dalam suatu tempat dalam
suatu waktu tertentu. Jumlah kuantitatifnya kurang lebih 50.000 orang.
Mereka tidak saling mengenal kalau tidak ada tanda pengenal.
Contoh : UNWIKU
Organisasi raksasa memiliki sangat banyak angggota sehingga tidak mungkin
lagi mereka ituu dapat dikumpulkan dalam suatu tempat pada waktu tertentu.
Kalaupun mereka dapat dikumpulkan maka mereka sangat tersebar, sehingga
tidak mungkin ada hubungan dengan semua orang. Contoh : Departemen
Pendidikan Nasional.
STATUS
Status mempunyai dua arti :
1. Status dilihat sebagai suatu tatanan (order)
hak dan kewajiban secara hierarkis dalam
struktur formal organisasi. status ini bersifat
obyektif.
2. Status yang bersifat subyektif, artinnya
status
yang
dimiliki
seseorang
itu
merupakan hasil dari penilaian orang lain
terhadap diri seseorang dengan siapa ia
berkontak atau berhubungan.
Kriteria yang digunakan untuk menentukan tinggi
rendahnya status seseorang secara subyektif
1. karena kelahiran;
2. karena mutu pribadi;
3. karena prestasi;
4. karena pemilikan;
5. karena otoritas.
Ke lima sumber status yang berhubungan dengan
penillaian orang secara subyektif, tidak selamanya
konsisten untuk seseorang. Konsisten dalam hal ini
berarti bahwa kalau menurut kelahiran dia tinggi,
maka tidak harus begitu menurut yang lain-lainna.
PERAN :
adalah pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang
memiliki status atau posisi tertentu dalam organisasi.
KEKUASAAN :
Weber : “kesempatan yang ada pada seseorang atau
sejumlah orang untuk melaksanakan
kemauannya sendiri dalam suatu tindakan
sosial, meskipun mendapat tantangan dari
orang lain yang terlibat dalam tindakan
itu”.
Etzioni : “kemampuan untuk mengatasi sebagian atau
semua perlawanan, untuk mengadakan
perubahan-perubahan pada pihak yang
memberikan oposisi”.
TIGA JENIS KEKUASAAN :
1. Kekuasaan Utilitarian :
adalah sifat yang menekankan pada kegunaan dari
suatu.
Asset
utilitarian
meliputi
pemilikan
ekonomi,
kemampuan dalam bidang teknik administasi, tenaga
kerja dan lain-lain.
2.
Kekuasaan Koersif (coercive = memaksa) :
Assetnya adalah senjata, tenaga manusia atau badan
lainnya yang digunakan oleh ABRI, Polisi atau badan
keamanan lainnya.
3. Kekuasaan Persuasif :
Kekuasaan persuasif tidak menggunakan paksaan,
assetnya adalah antara lain nilai, perasaan atau
kepercayaan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu.
OTORITAS (Wewenang)
Wewenang sangat erat hubungannya dengan kekuasaan,
dengan wewenang berarti seseorang mempunyai hak untuk
melakukan dan menetapkan sesuatu. Jadi wewenang
menekankan pada unsur hak, bukan pada kekuasaannya,
meskipun kekuasaan dan wewenang tidak bisa dipisahkan.
Weber wewenang adalah : “kemungkinan perintah-perintah
tertentu (atau semua perintah) yang datang dari sumbersumber tetentu akan ditaati oleh sekelompok orang
tertentu”.
Perbedaan yang terlihat dalam kekuasaan dan otoritas,
yaitu dalam kekuasaan ada perlawanan namun dalam
otoritas tidak ada lagi perlawanan yang ada hanyalah
ketaatan atau kepatuhan.
Weber membedakan tiga macam otoritas
1.
Otoritas tradisionil;
Didasarkan pada suatu kepercayaan yang sudah
mapan akan tradisi-tradisi jaman dulu dan
legitimasi status mereka yang menggunakan
otoritas yang dimiikinya itu.
2. Otoritas legal rasionil;
Didasarkan pada komitmen atau seperangkat
peraturan yang diungkapkan secara resmi dan
diatur secara impersonal.
3. Otoritas karismatis.
Didasarkan pada mutu luar biasa yang dimiliki
seorang pemimpin sebagai seorang pribadi.