pp jiwa kep - WordPress.com

Download Report

Transcript pp jiwa kep - WordPress.com

Tinjauan Kasus :
Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada klien GS di uang Dhamawangsa RSJ Provinsi Bali di
Bangli pada tanggal 27 Januari 2013, pukul 11.00Wita, tehnik yang digunakan
yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta
keterangan dari keluarga melalui kunjungan rumah (home visite ) yang dilakukan
pada tanggal 29 Januari 2013, Pukul 15.00Wita. Untuk memvalidasi data yang
didapat dari hasil pengkaian tersebut didapatkan data sebagai berikut :
Pengumpulan data
Identitas
Klien
Penanggung
Nama
GS
MB
Umur
30th
40th
Jenis Kelamin
Laki-laki
Laki-laki
Agama
Hindu
Hindu
Pendidikan
STM
SMA
Pekerjaan
Swasta
Swasta
Suku
Indonesia
Indonesia
Status
Belum menikah
Menikah
Alamat
Br.dinas tegal sari,Tianyar
Barat,Kubu, Karangasem
Hubungan
Kakak kandung
No CM
014497
2. Alasan Dirawat
2. Alasan dirawat
a. Keluhan Utama
1). Saat masuk rumah sakit
Keluarga klien mengatakan klien masuk rumah sakit jiwa provinsi bali
tanggal 8 Desember 2012, Pukul 12.45Wita dengan keluhan
mengamuk di rumah dan menendang sepeda motor temanserta
merusak barang-barang seperti televisi. Gejala yang timbul sejak 3hari
yang lalu sampai keluarga klien sempat mengikat klien di tiang
rumah. Sehingga keputusan terakhir klien dibawa ke RSJ untik
menjalani pengobatan. Klien ke RSJ diantar oleh kakakkandungnya
yang nomer 2.
2). Saat pengkajian
Klien mengatakan dirinya disakiti oleh paman dan bibinya yang
pernah menjadi dukun, serta paman dan bibinya yang memberi cetik
kepada kakak perempuan dan bapaknya sampai meninggal.
3. Faktor predisposisi
Keluarga klien mengatakan klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya dan sudah
pernah masuk RSJ sebanyak 4 kali samapai sekarang, klien mengalami gangguan jiwa sejak ±
4,5 th yang lalu pada umur 25 th, dimana klien pada saat itu bekerja di bengkel sebagai
montir, karena klien sering bingung mka klien berhenti bekerja, klien tinggal dirumah saja,
selama tinggal di rumah klien bekerja membuat gula merah. Klien sempat diajak berobat ke
dukun dan dilukat serta mendapat obat ramuan, namun kondisi pasien tidak kunjung
berubah dan membaik. Sebelumnya klien dirawat di RSJ selama ± 3 bulan dan pulang sudah
membaik. Namun, karena di rumah klien tidak amu minum obat dan merasa tidak sakit
sehingga klien megalami kekambuhan kembali. Keluarga klien mengatakan klien tidak
pernah melekukan atau mengalami serta menyaksikan penghaniayaan fisik, seksual,
kekerasan dalam keluarga dan tindakan kriminal, tetapi kekambuhan yang terakhir ini klien
tumben menendang motor dan merusakan televisi. Dari hasil kunjungan ke rumah klien
dikatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa seperti yang
dialami klien. Keluarga juga mengatakan bahwa klien pernah mengalami kejadian masa lalu
yang tidak menyenangkan yaitu putus pacar sebanyak 4 kali karena orang tua pacar tidak
setuju dan menuduh klien mau memperkosa anaknya.
4. Faktor presipitasi
Sepulang dari opname di RSJ klien tidak minum
obat karena merasa dirinya tidak sakit dean baikbaik saja, klien tampak susah minum obat, klien
harus diawasi saat minum obat, memastikan obat
benar-benar sudah diminum oleh klien.
Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital
1). Tekanan Darah
: 120/90 mmHg
2). Nadi
: 82 x/ menit
3). Suhu
: 36,3 ̊C
4). Respirasi
: 20 x/ menit
b. Ukuran
1). BB
: 64 kg
2). TB
: 170 cm
c. Keluhan Fisik
Klien mengatakan tidak ada keluhan dengan tubuhnya
sekarang.
•Psikososial
Genogram
30
Keterangan :
= Laki-laki
= Perempuan
= Laki-laki meninggal
= Perempuan meninggal
= Klien
= Orang tinggal serumah
= Orang terdekat
Gambar 3.Genorgam klien GS
Penjelasan
Klien adalah anak ke 9 dari 9 bersaudara. Klien
belum menikah. Klien tinggal bersama ibunya. Orang yang
terdekat dengan klien adalah kakak kandungnya yang
nomer 2. Ayah klien dan kakak perempuannya sudah
meninggal. Dikeluarga klien tidak ada yang mengalami
gangguan jiwa.
b. Konsep Diri
(1) Citra tubuh
Klien mengatakan menyukai seluruh anggota tubuhnya
karena pemberian dari tuhan.
(2) Identitas diri
Saat pengkajian klien dapat menyebutkan identitas diri
seperti, nama, alamat, umur, jenis kelamin, klien dapat
menyebutkan saudaranya berapa, dan dia yang ke
berapa, serta bersama siapa dia tinggal dirumahnya.
Saat ini klien puas dengan dirinya sebagai laki-laki.
(3) Peran diri
Saat pengkajian klien mengatakan perannya dirumah
sebagai anak terakhir dari 9 bersaudara. Dirumah klien
mengatakan membuat gula merah. Dirumah sakit klien
mengatakan sebagai pasien.
(4) Ideal diri
Saat pengkajian klien mengatakan bahwa dirinya
sudah sembuh dan baik-baik saja serta
berkeinginan cepat-cepat pulang dan keluar vdari
RSJ Bangli karena sudah bosan dan ingin berkumpul
dengan keluarganya.
(5) Harga diri
Klien mengatakan agak malu bergaul dengan
siapapun, klien tampak berkomunikasi seperlunya
bersama teman-temannya dan petugas. Klien
merasa kecewa karena tidak ada yang percaya
dengan apa yang dikatakannya, raut muka klien
tampak kecewa.
c. Hubungan sosial
(1) Orang yang berarti
Klien mengatakan orang terdekat dengannya adalah
kakaknya yang nomer 2. Di RSJ klien dekat dengan
semua teman-temannya.
(2) Peran serta kegiatan kelompok /masyarakat
Klien mengatakan dirinya sebagai anggota masyarakat
di lingkungannya dan mampu melakukan kegiatan
seperti gotong royong.
(3) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien mengatakan tidak ada hambatan dalam bergaul di
masyarakat maupun Rumah Sakit. Klien bisa bergaul
dengan teman-temannya dan petugas kesehatan.
d. Spiritual
(1) Nilai dan Keyakinan
Klien mengatakan beragama hindu dan
percaya dengan adanya tuhan. Klien
mengatakan penyakit gangguan jiwa adalah
penyakit stres yang merupakan hukuman dari
tuhan.
(2) Kegiatan beribadah
Klien mengatakan saat dirumah biasa
sembahyang di hari-hari tertentu dan saat
odalan, klien mengatakan saat di RSJ tidak
pernah sembahyang karena d kurung saja.
7. Status mental
a) Penampilan
Klien berpenampilan cukup rapi, rambut tersisir, klien
menggunakan jaket jeans, celana jeans dan memakai sandal, klien
tampak bersih.
b) Pembicaraan
Saat wawancara pembicaraan klien cepat, keras, klien banyak
bicara. Tata bahasa yang digunakan klien campuran(bahasa bali
dan bahasa indonesia), pembicaraan klien mendominasi, bila
ditanya jawaban melebihi pertanyaan, serta selalu meyakinkan
yang dibicarakan itu benar.
c) Aktivitas Motorik
Saat pengkajian klien tampak tenang, komaparatif, tatapan mata
tajam ketika meyakinkan apa yang dibicarakan. Di rehabilitasi
klien mengikuti kegiatan batako, klien tampak mondar-mandir
diruangan.
d) Alam perasaan
Saat pengkajian ekspresi muka klien tampak murung saat di
ajak ngobrol oleh persawat dan menceritakan semua tentang
keluarganya yang hidup bahagia, tapi kakak perempuan dan
bapaknya diberi cetik oleh paman dan bibinya yang pernah
menjadi dukun sampai meninggal.
e) Afek
Afek klien sesuai dengan stimulus yang ada.
f) Interaksi selama wawancar
Klien cukup komparatif dalam menjawab pertanyaan yang
diberikan saat wawancara, klien mendominasi pembicaraan,
bila ditanya jawaban melebihi pertanyaan. Klien tampak
depensif(selalu mempertahankan pendapat dan kebenaran
dirinya).
g) Persepsi
Klien mengatakan selama ini tidak pernah mendengar suara-suara
dan tidak pernah melihat bayangan-bayangan yang aneh.
h) Proses pikir
Saat pengkajian klien menjawab pertanyaan yang diberiakan secara
berlebihan, klien mendominasi pembicaraan saat ditanya, klien
menjawabnya melebihi pertanyaan. Pembicaraan klien meloncat
dari satu topik ke topik yang lain(flight off idea).
i) Isi pikir
Klien mengatakan dirinya disakiti oleh paman dan bibinya yang
pernah menjadi dukun serta paman dan bibinya yang memeberi
cetik kepada kakak perempuan dan kakaknya.
j) Tingkat kesadaran
Kesadarn klien jernih, klien dapat menyebutkan dimana
klien selama ini dan yang diajak bicara yaitu perawatnya.
k) Memori
Saat ditanya klien mampu mengingat siapa yang
mengantarkannya, klien dapat menyebutkan nama sendiri
dan saudaranya, klien juga ingat kejadian yang dilakukan
menyatakan mengapa diajak kesini.
l) Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien dapat mampu berkonsentrasi saat menjawab
pertanyaan, namun mudah dialihkan dari satu objek ke objek
yang lain. Klien mampu untuk berhitung seperti saat ditanya
2x5 klien menjawab “10”.
m) Kemampuan penilaian
Kemampuan penilaian klien cukup baik jika diberi pilihan
yaitu: makan dulu apa cuci tangan dulu?”, klien menjawab
“cuci tangan dulu baru makan karena biar tangannya bersih
dan tidak sakit perut, setelah makan cuci tangan kembali”.
n) Daya tilik diri
Klien tau dirinya di RSJ namun klien tidak mengaku sakit,
klien mengatakan sudah sembuh dan baik-baik saja
8. Kebutuhan persiapan pulang
a) Makan dan minum
Klien mengatakan makan 3x sehari dengan menu yang telah disediakan
di RS, klien makan dengan rapi tidak ada nasi yang berantakan, saat
makan klien biasanya mencuci tangan saat sebelum makan dan sesudah
makan. Klien biasanya minum air putih yang telah disediakan d Rs
sehabis makan dan jika klien merasa haus.
b) BAB dan BAK
Klien mengatakan biasa BAB 1x sehari dan BAK 4-5x sehari setelah
BAB dan BAK selalu disiram.
c) Mandi
Klien mengatakan biasa mandi 2x sehari pagi dan sore kadangkadang gosok gigi 2x sehari, klien mengatakan keramas 2x seminggu,
kuku pasien bersih, klien tampak rapi.
d) Berpakaian
Klien mengatakan setiap hari mengganti pakaiannya, klien terlihat
rapi dengan pakaian yang dikenakan, klien biasanya mengenakan
pakaiannya sendirian tanpa dibantu.
e) Istirahat tidur
Klien mengatakan tidur mulai pukul 21.00 Wita dan bangun
pukul 05.00 Wita, klien tidur siang ± 1 jam klien tidur ± 7-8 jam
perhari. Klien mengatakan saat tidur tidak pernah terbangun,
klien selalu mencuci muka saat bangun tidur.
f) Penggunaan obat
Klien mengatakan obat yang diberikan padanya selalu diminum,
klien mengatakan minum obat 2 x sehari pagi dan sore. Klien
mengatakan mendapat 3 jenis obat yaitu obat warna kuning,
biru, dan putih.
g) Pemeliharaan Kesehatan
Klien mengatakan kalau sudah keluar dari RSJ klien akan
rajin kontrol dan minum obatnya.
h) Aktivitas di dalam rumah
Klien mengatakan dirumah biasanya memebuat gula merah,
dan dirumah sakit klien bisa membantu teman-temannya
merapikan tempat tidur setiap pagi dan mengikuti kegiatan
rehabilitasi yaitu membuat batako.
i) Aktivitas diluar rumah
Klien mengatakan aktivitas diluar ruamah sebagai montir di
sebuah bengkel. Dan di rumah sakit klien melakukan aktivitas
jika mengikuti rehabilitasi yaitu membuat batako.
9) Mekanisme Koping
Klien mengatakan jika mempunyai masalah sering cerita dengan
kakak kandungnya dan terkadang dengan ibunya untuk
memecahkan masalahnya.
10) Masalah psikososial dan lingkungan
Klien mengatakan malu dengan keluargannya, hubungan dengan
keluarga cukup baik, serta dengan ipar dan saudara-saudaranya
juga baik.
11) Pengetahuan
Klien mengatakan gangguan jiwa adalah gila, klien juga tau saat ini
berada di RSJ, klien mengatakan tidak tahu nama obat yang telah
diminum, klien hanya tau warna dari obat itu, yaitu warna kuning,
biru, dan putih.
12. Aspek Medik
Diagnosa Medis : Skyzoprenia heberfenik episode berulang
Terapy saat MRS tanggal 8 Desember 2012
- Injeksi Zyprexa 1 amp atau IM 1 x sehari
selama 3 hari
- Stelosi 5 mg/oral 2x sehari
- Clorinex 50 mg/oral 2x sehari
- Thrihexyphenidryl 2 mg/oral 1x sehari
Terapy saat pengkajian 27 Januari 2013
Clozapin 2x 100 mg
Stelosi 2x5 mg
Trihexyphenidryl 2x2 mg