Transcript PP KTSP

MODEL PENGEMBANGAN
KTSP SMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1
Tujuan
 Mengembangkan KTSP yang mencakup dua
Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 dengan
sistematika dan kandungan isi yang benar.
 Menyusun Program Peminatan dan Lintas Minat
untuk kelas X.
 Menyusun kalender pendidikan.
2
Ruang Lingkup
 Bab I: Pendahuluan yang terdiri atas Latar Belakang,
Tujuan, Ruang Lingkup, dan Landasan Hukum.
 Bab II: Pengertian, Konsep dan Acuan Pengembangan
KTSP
 Bab III: Langkah Kerja Pengembangan dan Sistematika
KTSP
 Bab IV: Pelaksanaan dan Evaluasi
 Bab V: Penutup
3
Pengertian
 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
 Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional
serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi
daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.
4
Pengertian
 Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk
memungkinkan penyesuaian program pendidikan
dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
 Berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013 KTSP disusun
sebagai acuan dalam pencapaian kompetensi yang
mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
5
Konsep Pengembangan
 Pengembangan KTSP SMA yang melaksanakan
Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 mengacu kepada
prinsip pengembangan Kurikulum 2006 dan karakteristik
Kurikulum 2013.
 Satu sama lain saling menunjang
 Di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau
kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
6
Konsep Pengembangan
 KTSP memuat dua kurikulum, mencakup prinsip dan
karakteristik pengembangan KTSP,
 Disesuaikan dengan hasil analisis konteks dan analisis
kondisi riil dan karakteristik sekolah, visi, misi, dan
tujuan sekolah, dan mengacu kepada visi dan misi dinas
pendidikan setempat atau daerahnya.
7
Karakteristik Kurikulum 2013
1. Mengembangkan keseimbangan antara
pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin
tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan
intelektual dan psikomotorik;
2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang
memberikan pengalaman belajar terencana dimana
peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di
sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat
sebagai sumber belajar;
88
Karakteristik Kurikulum 2013
3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat;
4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti
kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar
matapelajaran;
99
Karakteristik Kurikulum 2013
6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi
(organizing elements) kompetensi dasar, dimana
semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran
dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dinyatakan dalam kompetensi inti;
7. Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada
prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan
memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan
jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
1010
Acuan Operasional Penyusunan KTSP
 ...
 Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013 tentang
Implementasi Kurikulum pasal 2 ayat 1;
Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs,
SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman
implementasi kurikulum yang mencakup:
o Pedoman Penyusunan dan pengelolaan kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan;
o Pedoman Pengembangan Muatan Lokal;
o Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler;
o Pedoman Umum Pembelajaran; dan
o Pedoman Evaluasi Kurikulum.
1111
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
Sekolah
 Kepala SMA membentuk atau melakukan revitalisasi
fungsi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Sekolah dan
memberi pengarahan teknis untuk melakukan
pengembangan KTSP. Arahan sekurang-kurangnya
berisi:
1212
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
1. Analisis keberhasilan dan kendala atau revisi KTSP
tahun sebelumnya.
2. Dasar pelaksanaan pengembangan KTSP, antara
lain implementasi Kurikulum 2013.
3. Analisis konteks.
4. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan
KTSP, untuk SMA pelaksana Kurikulum2013.
1313
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
5. Manfaat pengembangan KTSP sebagai acuan
dalam implementasi kurikulum.
6. Hasil yang diharapkan dari kegiatan
pengembangan KTSP terkait dengan
pengembangan potensi peserta didik yang
mencakup tiga domain sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
7. Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya
dalam pelaksanaan pengembangan KTSP.
1414
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
 Tim Pengembang Kurikulum (TPK) menyusun rencana
dan jadwal pengembangan KTSP. Sebelum menyusun
rencana dan jadwal kegiatan tersebut, TPK melakukan
kegiatan, antara lain:
1515
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
1. Penyamaan persepsi terhadap Kurikulum 2013 berikut
peraturan-peraturan yang berlaku, antara lain PP No.
32 Tahun 2013, Permendikbud No. 54 Tahun 2013
tentang SKL, Permendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang
Standar Isi, Permendikbud No. 65 tentang Standar
Proses, Permendikbud No. 66 tentang Standar
Penilaian, dan Permendikbud No. 69 Tahun 2013
tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum.
2. Pengumpulan data dan informasi yang berkaitan
dengan keberhasilan dan kendala pelaksanaan KTSP
tahun sebelumnya yang menggunakan Kurikulum
2006, serta kemungkinan kendala dalam pelaksanaan
Kurikulum 2013.
1616
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
3. Analisis kondisi riil (contoh B) sekolah terutama yang
berkaitan dengan tenaga pendidik dan sarana dan
prasarana yang akan dijadikan dasar dalam menyusun
program peminatan dan lintas minat untuk Kurikulum
2013.
4. Penyusunan, review, dan revisi draf silabus mata
pelajaran dan muatan lokal Kurikulum 2006, serta
pengembangan RPP yang mencakup kegiatan
pembelajaran dengan pendekatan saintifik, serta
pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan untuk Kurikulum 2013.
1717
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
5. Perencanaan pilihan pada mata pelajaran Wajib B,
penambahan jam dan mata pelajaran, sesuai hasil
analisis kondisi riil sekolah atau berdasarkan keputusan
kepala daerah kab./kota atau provinsi masing-masing.
6. Penyusunan program peminatan dan lintas minat
untuk kelas X pada pelaksana Kurikulum 2013.
1818
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
 Kepala sekolah, komite sekolah, dan TPK sekolah
membahas rencana dan jadwal kegiatan, untuk
selanjutnya TPK melakukan revisi dan finalisasi.
 Kepala sekolah menandatangani rencana dan jadwal
kegiatan.
 TPKurikulum menyusun draf KTSP dengan mengacu
kepada hasil analisis dan revisi KTSP tahun sebelumnya,
serta mengembangkannya sesuai dengan tuntutan
Kurikulum 2013.
 MGMP sekolah menyusun silabus dan guru
mengembangkan RPP untuk kelas XI dan kelas XI dengan
menggunakan hasil evaluasi KTSP tahun sebelumnya
sebagai salah satu acuan.
19
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
 Guru menyusun RPP untuk kelas X dengan
mengembangkan kegiatan pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan mencakup
tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
 Kepala SMA, komite sekolah, TPK dan MGMP sekolah,
serta pengawas pembina mereview draf KTSP.
Selanjutnya berdasarkan hasil review, TPK dan MGMP
sekolah melakukan revisi dan finalisasi dokumen KTSP.
 Kepala SMA dan ketua Komite Sekolah menandatangani
KTSP, kemudian mengirimkannya ke Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota.
20
20
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
 Kepala SMA menetapkan pemberlakuan KTSP dan
mensosialisasikan kepada semua warga sekolah dan
stakeholders setelah ditandatangani oleh Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi.
 Tim Pengembang Kurikulum menggandakan dokumen
KTSP.
2121
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
 Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Kabupaten/Kota
melakukan supervisi berupa verifikasi dan validasi
terhadap dokumen KTSP yang diajukan oleh sekolah
dengan menggunakan instrumen sebagai berikut.
22
22
Langkah Kerja Pengembangan KTSP
Dinas Pendidikan Provinsi
 Tim Pengembang Kurikulum provinsi melakukan validasi
dokumen KTSP dengan menggunakan instrumen yang
sama, untuk selanjutnya ditandatangani oleh Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi atau pejabat yang ditunjuk.
23
23
Sistematika Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
CONTOH
24
24
Pengorganisasian
 Pengembangan KTSP dilaksanakan oleh TPK, Kepala
Sekolah, Komite Sekolah, dan Guru, serta pengawas
pembina dengan pendampingan atau bimbingan dan
kerjasama Dinas Pendidikan Kab./Kota, Dinas Pendidikan
Provinsi, LPMP atau Dinas/Instansi lain yang terkait.
25
25
Pelaksanaan
 Penyusunan KTSP dilaksanakan paling lambat satu bulan
sebelum tahun pelajaran baru, dimulai dengan
mengevaluasi KTSP tahun sebelumnya seperti yang
dijelaskan di BAB III. Alur kegiatan tersebut secara
umum dapat digambarkan sebagai berikut
26
26
Alur Kegiatan Penyusunan KTSP
27
27
Koordinasi dan Supervisi
 Koordinasi oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi
berupa bimbingan dalam penyusunan KTSP, antara lain;
1) Penentuan jenis dan strategi pelaksanaan muatan
lokal; 2) Penentuan jadwal penyusunan dan
pendampingan; 3) Perumusan kalender pendidikan.
 Supervisi berupa verifikasi dan validasi KTSP oleh TPK
Dinas Pendidikan Kab./Kota dan validasi oleh Dinas
Pendidikan Provinsi dengan menggunakan instrumen
seperti yang dijelaskan di BAB III.
28
28
PENUTUP
 Model Pengembangan KTSP ini disusun sebagai salah
satu bahan untuk membantu pelaksana atau TPK
sekolah dalam menyusun KTSP sesuai dengan kondisi
dan karakteristik sekolahnya masing-masing.
29
29
30