PERSENTASII KUD kelompok 3

Download Report

Transcript PERSENTASII KUD kelompok 3

 FITRI MAYA PUSPITASARI
 ULI NURJANAH
 NURUL KHOLIFAH
NAMA
 DWI RAHMADANIA
 FATIMATU ZAHROH
 MAYNIAR DWI HARLITA
KELOMPOK
3
 RATNA KUSUMA DEWI
 TIAS ISWINTARI
 YESI PURLINDA
 RIPI HARYATI
 ERLIANTI
PENGERTIAN KUD
Koperasi Unit Desa Merupakan kesatuan ekonomi terkecil dari kerangka
pembangunan pedesaan yang merupakan suatu wadah organisasi dan
pengembangan bagi berbagai kegiatan ekonomi diwilayah yang
bersangkutan. Denan kata lain koperasi Unit Desa dapat diartikan
sebagai gabungan usaha bersama koperasi-koperasi pertanian atau
koperasi-koperasi desa yang terdapat diwilayah unit desa.
Koperasi Unit Desa dibentuk oleh warga desa dari suatu desa atau
sekelompok desa-desa yang disebut unit desa, yang merupakan suatu
kesatuan ekonomi masyarakat kecil. Sedangkan prosedur pembentukan
dan pengesahannya harus disesuaikan dengan peraturan perundangundangan perkoperasian yang berlaku.
SEJARAH KUD
A. SEJARAH
KUD (Koperasi Unit Desa) berawal dari Koperta
(Koperasi Pertanian) dan BUUD (Badan Usaha Unit Desa).
Pada tahun 1963, pemerintah memprakarsai
pembentukan Koperta di kalangan petani, yang produk
utamanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan
makanan pokok, terutama padi.
Pada tahun 1966-1967 dikembangan BUUD (Badan Usaha
Unit Desa) sebagai tindak lanjut dari Koperta.
BUUD merupakan penggabungan antara Koperasi
Pertanian dan Koperasi Desa yang ada dalam satu unit
desa, yang disebut wilayah agro-ekonomis.
Tugas utama BUUD adalah untuk membantu para petani
produsen dalam mengatasi masalah proses produksi
(termasuk kredit dan ketentuan bagi hasil), penyediaan
sarana produksi, serta pengolahan dan pemasaran hasil
produksi.
SELANJUTNYA
Dalam rangka tugas inilah, BUUD melakukan
pembelian gabah, menggiling dan menyetor beras ke
Dolog, serta menjadi penyalur pupuk. Kemudian,
konsep pengembangan koperasi di pedesaan ini
disatukan menjadi BUUD/KUD.
Kemudian, lahirlah KUD yang secara bertahap
menggantikan peran BUUD. Dalam tahun-tahun
pertama perkembangan KUD sangatlah pesat.
Kehadiran KUD juga tidak terlepas dari strategi
pemerintah, khususnya dalam rangka pengadaan
pangan.
Sejak awal perkembangan KUD, pemerintah
menetapkan strategi tiga tahap pembinaan KUD,
yaitu: ofisialisasi,deofisialisasi/debirokratisasi, dan
otonomi.
Visi
Menjadi pilar perekonomian nasional:
pembangunan nasional akan terwujud melalui
penguatan kelembagaan ekonomi, sosial dan politik
sebagai pilar pendukung tegaknya kegiatan ekonomi
berbasis potensi wilayah. Koperasi adalah salah satu
pilar perekonomian yang perlu diperkokoh.
Taat azaz: maksudnya seluruh kegiatan yang
dilakukan oleh Induk KUD beserta jaringannya harus
mengacu pada ketentuan hukum, jatidiri koperasi,
agama, dan budaya/adat-istiadat setempat. Karena
itu Induk KUD menjadi pelopor pengembangan
kegiatan terpercaya dan diterima oleh masyarakat
setempat.
MISI
1.Menjadikan Induk KUD dan jaringannya
sebagai pelaku usaha taat azaz, sehingga
memiliki kemampuan adaptasi.
2.Mengembangkan usaha berbasis karakteristik
wilayah.
3.Meningkatkan kesejahteraan anggota dan
masyarakat berbasis potensi wilayah.
4.Menjadikan kehidupan sosial dan ekonomi
anggota Induk KUD menjadi lebih baik
dibandingkan sebelum bergabung dengan Induk
KUD.
PROGRAM STRATEGI
PENINGKATAN CITRA KOPERASI
PENINGKATAN KUALITAS SDM
PENGEMBANGAN USAHA
PENGOLAHAN RISET