2. Pengumpulan dan Pengolahan Data

Download Report

Transcript 2. Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Oleh : Sri Widaningsih ST, MT

Cara Mengumpulkan Data

 Data diperoleh melalui pengamatan dan juga pengukuran Macam-macam Penelitian (1) Menurut Jenis Populasinya Survey Populasi bersifat alami Eksperimen Populasi bersifat buatan

Macam-macam Penelitian (2) Menurut Ukuran/ Ruang Lingkup Sensus Identifikasi seluruh elemen data yang ada pada populasi Sampel Identifikasi terhadap sebagian data

Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data :

1.

Wawancara (interview

)

2.

3.

4.

5.

Kuesioner (angket) Observasi (pengamatan) Tes dan Skala Obyektif Metode proyektif

Populasi dan Sampel

 Populasi Keseluruhan objek yang ada dalam ruang lingkup yang diteliti (N)  Sampel Bagian dari populasi (n) Dengan sampel diharapkan karakteristik dari populasi dapat diketahui N n

Pengambilan Data

Alasan pengambilan sampel :   Biayanya mahal kalau harus seluruh populasi “Tidak mungkin” mengamati semua populasi karena keterbatasan waktu   Menguji semua populasi cenderung memperbesar “kesalahan”.

Pengujian/eksperimen kadangkala bersifat destruktif/merusak  Adanya dampak psikologis

Teknik Sampling

Teknik Sampling Probability Sampling Non Probability Sampling 1. Simple random sampling 2. Proportionate stratified random sampling 3. Disproportiate strafied random sampling 4. Area (cluster) sampling 1. Sampling sistematis 2. Sampling kuota 3. Sampling aksidental 4. Porposive sampling 5. Sampling jenuh 6. Snowball sampling

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Non Probability Sampling

Tidak memberi kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk dipilh menjadi sampel Besar sampel, tanpa rumus Gambaran populasi kasar Tidak dimaksudkan untuk Generalisasi Sampel tdk representatif Tanpa menggunakan konsep peluang Analisis, deskriptif (tanpa uji statistika) 1.

5.

6.

7.

8.

2.

3.

4.

Probability Sampling

Memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel Besar sampel, dengan rumus Gambaran populasi akurat Dimaksudkan untuk Generalisasi Sampel representatif Menggunakan konsep peluang Cara penambilan sampel dengan :1)undian 2)tabel bilangan acak Analisis, Inferensial (dg uji statistika)

Probability Sampling a.

b.

c.

d.

Sampling acak sederhana (Simple Random Sampling)

Pengambilan smpel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi.

Sampling acak bertingkat proporsional (Proportionate Stratified Random Sampling)

Populasi memiliki anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proprsioanal.

Sampling acak bertingkat tidak proporsional (Dispoprtianate Stratified Random Sampling)

Populasi berstrata tetapi tidak proporsional

Area Sampling (Cluster Sampling)

Obyek yang diteliti sangat luas misal penduduk suatu negara, propinsi atau kabupaten.

Ukuran Sampel

Ukuran sampel tergantung pada :  Karakteristik populasi  Besarnya populasi  Homogenitas/variasi data populasi

Nonprobability Sampling a.

b.

c.

d.

e.

f.

Sampling Sistematis

Penentuan sampling berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut

Sampling Kuota

Sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diingiinakan.

Sampling Aksidental

Teknik sampling berdasarkan kebetulan saja misalkan orang yang lewat dan dipandang cocok sebagai sumber data

Sampling Purposive

Teknik penentuan sampel untuk pertimbangan tertentu

Sampling Jenuh

Semua anggota populasi digunakan sebagai sampel,biasanya kurang dari 30 anggota

Snowball Sampling

Penentuan sampel mula-mula kecil kemudian sampel tersebut disuruh memilih anggota lain untuk dijadikan sampel, begitu selanjutnya.

Menentukan Ukuran Sampel  Gunakan Tabel Krecjie atau Nomogram Harry King  (lihat : Sugiyanto,

Statistika utk Penelitian

) Jumlah sampel = 10% populasi   Jumlah sampel > 30 Dengan menggunakan rumus yang memperhitungkan tingkat kepercayaan dan tingkat kesalahan

Penyajian Data

Tujuan penyajian data : 1.

Mudah dipahami(sederhana) 2.

Tepat/efektif Bentuk penyajian data : 1.

2.

Tabel Grafik

Tabel

 Tabel atau daftar merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristik data sehingga memudahkan untuk analisis data.

1.

2.

3.

Ada 3 macam jenis tabel menurut jumlah kategori dan karakteristik data

Tabel satu arah

atau

satu komponen Tabel dua arah

atau

dua komponen Tabel tiga arah

atau

tiga komponen

Cara membuat tabel : 1.

Karakter /unsur-unsur tabel a. Judul tabel b. Kepala tabel c. Isi tabel/isi d. Kolom e. Baris f. Sumber 2. Konsistensi 3. Dalam 1 halaman 4. Kalimat pengantar

Karakter Tabel

Judul

Sel Sel Sel Sel

Sumber : Kepala Baris Isi Kolom

Tabel Lanjutan

Tabel 1 Arah

Tahun

Tabel 1. Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 1991-2000

Penduduk

1991 1992 1993 1994 1995 191824000 194340000 199837000 202873000 203047000 1996 1997 1998 1999 2000 Sumber : BPS 205843000 208647000 212003000 215276000 217000000

Tabel 2 Arah

Tabel 2. Populasi Ternak (juta ekor) Berdasarkan Wilayah Tahun 2003 Wilayah Sapi Potong Jenis Ternak Kerbau Kuda Jawa Luar Jawa 4.3

6.2

0.6

1.9

0.1

0.3

Sumber :BPS Pertanian 2005

Tabel 3 Arah

Tabel 3. Berat Badan Rata-Rata Anak Indonesia Prasekolah Berat (kg) Umur 1 th 2 th 3 th 4 th 5 th 6 th Sumber : Tanyadokter.com

Pria 8.1

9.6

11.4

13 14.4

15.8

Wanita 7.6

9.3

11 12.6

14.2

16.2

Grafik

Penyajian data dengan grafik dianggap lebih komunikatif karena dalam waktu singkat dapat diketahui karakteristik dari data yang disajikan Jenis-jenis grafik : 1. Grafik Batang (bar chart) 2. Grafik Garis (line chart) 3. Grafik Lingkaran (Pie Chart) 4. Grafik Gambar (pictogram) 5. Grafik Peta (kartogram)

Cara membuat grafik

Cara membuat grafik : 1.

Karakter grafik Nama Variabel Sb Y (satuan) Judul Grafik Nama Variabel sb X 2. Konsistensi 3. Dalam 1 halaman 4. Kalimat pengantar Catatan

Grafik Batang

Macam-macam grafik batang : a.

Grafik batang tunggal b.

c.

Grafik batang berganda Grafik batang komponen berganda d.

e.

Grafik batang persentase komponen berganda Grafik batang berimbang netto

Grafik Batang Tunggal

Grafik Batang Berganda

Grafik Komponen Berganda

Grafik Persentase Komponen Berganda

Grafik Batang Berimbang Netto

Grafik Garis

Macam-macam grafik garis : 1.

Grafik garis tunggal 2.

3.

Grafik garis berganda Grafik garis komponen berganda 4.

5.

Grafik garis persentase komponen berganda Grafik garis berimbang netto

Grafik Garis Tunggal

Grafik Garis Berganda

Grafik Garis Komponen Berganda

Grafik Garis Persentase Komponen Berganda

Grafik Garis Berimbang Neto

Diagram Lingkaran

kartogram

Gambar 3. Kerapatan Populasi pada Wilayah-Wilayah di Pulau Jawa

Piktogram

Gambar 2. Jumlah Penduduk New zaeland Gambar 3. Jumlah Penjualan Hewan Peliharaan Tahun 2006

Distribusi Frekuensi

  Adalah suatu kegiatan mendistribusikan data mentah ke dalam tabel yang berisikan kelas-kelas interval beserta frekuensinya.

Istilah-istilah : 1. Jumlah Kelas 2. Selang kelas/lebar kelas/panjang kelas - LCL (Lower Class Limit), satuan data - UCL (Upper Class Limit), satuan data - LCB (Lower Class Boundries) = LCLi – ½ skala satuan UCB (Upper Class Boundries) = UCLi + ½ skala satuan 3. Mid point/nilai tengah M i = LCLi + UCLi 2 4. Frekuensi - Absolut (Jumlah) - Relatif (%)

Langkah-langkah pembuatan distribusi frekuensi

 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Langkah-langkahnya Urutkan data dari terkecil ke data terbesar Tentukan range dengan cara mengurangi data terbesar dengan data terkecil, (R = Xmax-Xmin) Tentukan banyaknya Jumlah Kelas (Rumus Sturges, JK = 1+ 3,3 Log n) n = jumlah data Tentukan besarnya interval kelas /selang kelas/lebar kelas/panjang kelas dengan cara membagi range dan JK LK = R/JK LK = LCL i+1 – LCL i LK = UCL i+1 - UCL i Penentuan LCLi = Xmin (tidak harus) Tabel Distribusi Grafik - Histogram - Poligon frekuensi - Ogive

Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi Kelas Selang Kelas LCL UCL Batas Kelas LCB - UCB Mid Point Frekuensi Absolut Relatif LCL+UCL 2 n %

Contoh soal

 Berikut ini adalah 30 data berat badan anggota suatu gymnasium dalam kg, buatlah tabel distribusi frekuensi dari data di bawah 30 42 70 50 65 56 40 68 38 54 60 35 80 75 66 60 47 39 67 46 30 42 48 68 50 54 58 40 45 55

Langkah-langkah 1.

2.

Urutkan R = Xmax – Xmin R = 80 – 30 = 50 3.

4.

JK = 1 + 3,3log 30 = 5,8 = 6 LK = R/JK = 50/6 = 8,3= 9

1 2 5 6 3 4 Kelas Selang Kelas Batas Kelas 30 39 48 57 66 75 38 47 56 65 74 83 29.5

38.5

47.5

56.5

65.5

74.5

38.5

47.5

56.5

65.5

74.5

83.5

Mi 34 43 52 61 70 79 7 4 5 2 30 Abs Frek Rel(%) 4 8 13.33

26.67

23.33

13.33

16.67

6.67

100

Kurang dari 29.5

38.5

47.5

56.5

65.5

74.5

83.5

Tabel ≤

Abs 0 4 12 19 23 28 30 Frek Rel (%) 0.0

13.3

40.0

63.3

76.7

93.3

100.0

Lebih dari 29.5

38.5

47.5

56.5

65.5

74.5

83.5

Tabel ≥

Abs 30 26 18 11 7 2 0 Frek Rel (%) 100.0

86.7

60.0

36.7

23.3

6.7

0.0

TUGAS 1

       Buat kelompok yang terdiri dari 3 atau 4 orang Masing-masing kelompok mengumpulkan data minimal 30 data Data bisa berasal dari data primer maupun sekunder Apabila diambil dari data primer maka harus mencantumkan teknik pengambilan dan apabila berasal dari data sekunder harus mencantumkan sumber data Masing-masing kelompok TIDAK BOLEH membahas data yang sama Diketik diatas kertas A4 Olah data tersebut menjadi : 1. Distribusi Frekuensi 2. Cantumkan langkah-langkah pembuatan distribusi frekuensi 3. Poligon, Histogram dan Ogive

Latihan Soal

Berikut ini adalah tinggi 20 orang pengunjung yang masuk ke dalam suatu wahana permainan di Dufan (dalam cm) 120,2 135,5 160,8 145,2 133,1 140,7 158,0 170,4 166,8 156,0 163,7 148,0 170,0 147,6 146,4 154,8 160,0 172,2 150,0 146,3

1. Urutkan 120.2 154.8

133.1 156.0

135.5 158.0

140.7 160.0

145.2 160.8

146.3 163.7

146.4 166.8

147.6 170.0

148.0 170.4

150.0 172.2

2 . R = Xmax – Xmin R= 172,2 – 120,2 = 52 3. JK = 1 + 3,3log 20 = 1 +3,3(1,398) = 5,6 = 6 4. LK = R/JK = 52/6 = 8,6= 9

1 2 3 4 5 6 Kelas Selang Kelas 120.2

129.2

138.2

147.2

156.2

165.2

129.1

138.1

147.1

156.1

165.1

174.1

120.15

129.15

138.15

147.15

156.15

165.15

Batas Kelas Mi 129.15

138.15

147.15

156.15

165.15

174.15

124.65

133.65

142.65

151.65

160.65

169.65

Frek Abs Rel(%) 1 2 4 5 10 20 5 4 4 25 20 20 20 100

1 0 6 5 4 3 2 124,65 133,65 142,65 151,65

Nilai Tengah

160,65 169,65

Histogram Distribusi Frekuensi Tinggi Badan

1 0 6 5 4 3 2 124,65 133,65 142,65 151,65

Nilai Tengah

160,65 169,65

Poligon Distribusi Frekuensi Tinggi Badan

Tabel ≤

Kurang dari Frek Abs Rel (%) 120.15

129.15

138.15

147.15

156.15

165.15

174.14

0 1 3 7 12 16 20 0 13.3

40 63.3

76.7

93.3

100

Tabel ≥

Lebih dari Frek Abs Rel (%) 120.15

129.15

138.15

147.15

156.15

165.15

174.14

20 19 17 13 8 4 0 100 86.7

60 36.7

23.3

6.7

0

120 100 80 60 40 20 0 120,15 129,15 138,15 147,15 156,15 165,15 174,14

Nilai Kurva Ogive

1 2 3 4 5 6 Kelas 120 129 138 147 156 165 Selang Kelas 128 137 146 155 164 173 119.5

128.5

137.5

146.5

155.5

164.5

Batas Kelas 128.5

137.5

146.5

155.5

164.5

173.5

Mi Abs Frek Rel(%) 124 133 142 151 160 169