Transcript Pertemuan 6

KEGIATAN BANK UMUM
DEFINISI



Badan Usaha yg kegiatan utamanya menerima
simpanan dari masyarakat dan/atau pihak lainnya,
kemudian mengalokasikannya kembali untuk
memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa jasa
lalu-lintas pembayaran (subagio)
Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan mengeluarkannya kepada
masyarakat dalam rangka mengingkatkan taraf hidup
rakyat banyak(UU no 7/1992)
Suatu industri yang bergerak pada bidang
kepercayaan yang menghubungkan debitur dan
kreditur



Menurut Howard D.Crosse dan George H.Hempel :”Bank
adalah suatu organisasi yang menggabungkan usaha
manusia dan sumber sumber keuangan untuk melaksanakan
fungsi bank dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat
dan memperoleh keuntungan bagi pemilik bank”
Menurut Dictionary of Banking and Financial Services (Jerry
Rosenberg): “Bank adalah suatu lembaga yang mempunyai
fungsi pokok antara lain (a) menerima simpanan giro,
deposito dan membayar atas dasar dokumen yang ditarik
orang / lembaga tertentu dan (b) mendiskontokan surat
berharga, memberikan pinjaman dan menanam dana
dalam bentuk surat berharga”
Menurut Sinkey:” Bank adalah department stores of finance
yang menyediakan bermacam macam jasa keuangan”
Fungsi Lain Bank Umum



Agent of Trust
Agent of Development
Agent of Service
Target Pasar Bank



Wholesale banking (Corporate banking) yaitu bank
yang memprioritaskan pelayanan jasa pada
segment pasar menengah ke atas
Retail banking yaitu bank yang memperioritaskan
pelayanan jasa pada nasabah kecil
Wholesale dan retail bank yaitu bank yang
melayani semua lapisan masyarakat (kecil,
menengah dan besar)
Bank Berdasar Letak Geografis



Bank Lokal (Community or Local Bank)
Bank Regional
Bank Multinasional
Karakteristik Bank yang Baik



Aktiva tetapnya relatif sedikit dibandingkan
dengan aktiva lancar
Hutang jangka pendeknya relatif banyak
dibandingkan dengan hutang jangka panjang
Perbandingan antara aktiva dengan modalnya
relatif sangat besar
Karakter Bank yg Likuid



Memegang alat likuid (uang kas, rekening pada
bank sentral dan bank lain) sama dengan jumlah
kebutuhan likuiditas yang diperkirakan
Memegang kurang dari alat likuid tersebut diatas
namum memiliki surat berharga berkualitas tinggi
yang segera bisa ditukar menjadi uang tanpa
mengalami kerugian baik sebelum maupan sesudah
jatuh tempo
Memiliki kemampuan untuk memperoleh alat likuid
melalui penciptaan hutang (mis: call money, penjualan
surat berharga dengan repurchase agreement)
Tujuan Bank

Jangka pendek
 Memenuhi
kebutuhan likuiditas wajib minimum bank
(Reserve Requirement)
 Memberikan pelayanan kepada nasabah secara
optimal
 Menanamkan dana pada tingkat bunga yang layak,
aman dan fleksibel

Jangka panjang
 Memperoleh
laba optimum
 Memaksimumkan nilai perusahaan (kekayaan bank)
Kegiatan pokok bank



Penghimpunan dana (giro, deposito, tabungan)
dengan sasaran meminimumkan biaya
Pengalokasian / penggunaan dana dalam bentuk
pinjaman dengan sasaran memaksimumkan
penerimaan
Pelayanan jasa keuangan (transfer, letter of credit,
traveller cheque, money changer, inkaso bank
garansi dll) dan jasa non keuangan (save deposit
box)
Sumber Dana Bank



Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
Dana yang berasal dari masyarakat
Dana yang berasal dari lembaga keuangan baik
berbentuk bank maupun non-bank
Fasilitas diskonto




Bantuan dari BI selaku Lender of the last resort
Diberikan kepada bank yang mengalami kesulitan
likuiditas jangka pendek
Penyediaan dana oleh BI dengan cara pembelian
promes yang diterbitkan bank yang sehat
Ditujukan untuk mengatas kesulitan likuiditas
sementara akibat ketidaksesuaian penentuan target
/ proyeksi dana
Pinjaman antar Bank

Call money
 Pinjaman
antar bank, paling lama 7 hari
baik dalam keadaan darurat maupun biasa

Penerimaan luar negeri
 Semua
pinjaman bank dan bukan bank yang
menimbulkan kewajiban membayar dalam
valas maupun rupiah
 Debitur wajib melaporkan ke Bank Indonesia
dan Departemen Keuangan
Metode penilaian kinerja bank
Penilaian tingkat kesehatan bank “CAMEL”
 C (capital) = ratio kecukupan modal
 Modal : Asset Tertimbang Menurut Risiko
 A (asset) = kualitas asset
 Aktiva Produktif : Total Aktiva
 M (management) = kualitas manajemen
 BI menyusun 250 pertanyaan mengenai aktiva, permodalan,
likuiditas, rentabilitas dan umum
 E (earning) = ratio rentabilitas usaha
 Return on Asset, Return on Equity
 L (liquidity) = ratio likuiditas
 Loan to Deposit Ratio, Loan to Asset Ratio
Resiko Dalam Usaha Perbankan










Resiko Likuiditas
Resiko Tingkat Bunga
Resiko Kredit
Resiko Manajemen
Resiko Investasi
Resiko Operasi
Resiko Fidusia
Resiko Keamanan
Resiko Pendapatan
Resiko Pasar
Modal Inti Bank Umum

BI akan merubah izin Bank umum menjadi BPR
apabila:
 Tidak
dapat memenuhi jumlah modal inti minimum
Rp100 milliar pada 31 Des 2010
 Tidak melakukan pemenuhan modal disetor paling
kurang 3 trilliun untuk konven
 Tidak melakukan pemenuhan modal disetor paling
kurang 1 trilliun untuk syariah
GIRO WAJIB MINIMUM

GWM ditetapkan sebesar 5% dari DPK dalam rupiah
Bank yang memiliki DPK dalam rupiah lebih besar dari
Rpl.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) sampai
dengan Rp10.000.000.000.000,00 (sepuluh triliun rupiah),
wajib memelihara tambahan GWM dalam rupiah sebesar
1% dari DPK dalam rupiah.
 Bank yang memiliki DPK dalam rupiah lebih besar dari
Rp10.000.000.000.000,00 (sepuluh triliun rupiah) sampai
dengan Rp50.000.000.000.000,00 (lima puluh triliun
rupiah), wajib memelihara tambahan GWM dalam rupiah
sebesar 2% (dua perseratus) dari DPK dalam rupiah

 Bank
yang memiliki DPK dalam rupiah lebih besar dari
Rp50.000.000.000.000,00 (lima puluh triliun rupiah),
wajib memelihara tambahan GWM dalam rupiah
sebesar 3% (tiga perseratus) dari DPK dalam rupiah
 Bank yang memiliki DPK dalam rupiah sampai dengan
Rpl.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) tidak
dikenakan kewajiban tambahan GWM