Pertemuan 4 Perancangan Sistem Manajemen Mutu MK. Manajemen Mutu Binus University
Download
Report
Transcript Pertemuan 4 Perancangan Sistem Manajemen Mutu MK. Manajemen Mutu Binus University
Pertemuan 4
Perancangan Sistem Manajemen Mutu
MK. Manajemen Mutu
Binus University
Langkah langkah
dalam penerapaan ISO
• Berikut ini dapat dilihat langkah-langkah yang diperlukan
dalam menerapkan ISO 9001:2000 (Gaspersz, 2001):
• Tahap Persiapan
Tahap persiapan ini meliputi persiapan pembentukan tim
pengembangan mutu dan pelatihan dasar untuk
memahami sistem manajemen mutu sesuai standar.
Source : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/iso-international-organization-for.html
• Tahap Pengembangan
karyawan dalam kunci-kunci pengembangan mutu. Tahap
pengembangan ini melibatkan aktivitas industi atau perusahaan,
meninjau semua dokumentasi yang ada dan mengembangkan
sistem mutu dalam organisasi. Pelatihan yang lebih detil lagi
mungkin diperlukan untuk pelatihan
• Tahap Implementasi
Sistem manajemen mutu yang telah dikembangkan perlu
diimplementasikan dalam proyek yang sebenarnya untuk
selanjutnya dikaji dalam tahap berikutnya.
• Tahap Audit
Audit sistem manajemen mutu dilaksanakan setelah
implementasi berjalan untuk jangka waktu yang telah
ditentukan. Tujuan dari audit sistem manajemen mutu
adalah untuk memastikan apakah semua operasional
dalam organisasi sudah berjalan sesuai dengan
prosedur.
• Tahap Sertifikasi
Tahap ini meliputi sertifikasi oleh Badan Sertifikasi yang
terakreditasi. Setelah melalui tahap ini, industi atau
perusahaan resmi sebagai pemegang sertifikat ISO.
Dokumen ISO
Pedoman terdokumentasi yang memuat :
• Tujuan sistem penjaminan mutu
• Prinsip dasar sistem penjaminan mutu
• Kebijakan Mutu
• Sasaran Mutu
• Rencana Mutu
• Prosedur Mutu
• Wewenang dan Tugas
• Daftar Catatan Mutu
Kebijakan Mutu
Kebijakan Mutu
Kebijakan Mutu (Quality Policy) adalah pernyataan resmi
manajemen puncak (Top Management) mengenai tujuan dan arah
kinerja mutu
Kebijakan Mutu (Quality Policy) harus memuat kata "komitmen untuk
memenuhi persyaratan dan terus-menerus memperbaiki efektifitas
system manajemen mutu" organisasi.
Contoh : Salah satu Kebijakan Mutu PT. Jasa Marga
Mengusahakan jasa pelayanan yang bermutu tinggi untuk
memenuhi kelancaran, keamanan dan kenyamaman pelanggan
Source : http://www.hutama-karya.com/files/upload/kemut.pdf
Sasaran Mutu
Sasaran Mutu :
Sasaran mutu menurut ISO 9001 haruslah SMART. Specific,
Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound.
Specific
: sasaran mutu haruslah target yang spesifik dan jelas
Measurable : sasaran mutu haruslah terukur
Achievable : target sasaran mutu haruslah sesuatu yang mungkin
dan bisa dicapai
Relevant
: sasaran mutu yang kita tetapkan harus relevan dengan
fungsi dari departemen atau orang yang diberikan
sebuah target.
Time Bound : berikan batas waktu kapan sebuah sasaran mutu harus
tercapai.
Source : http://www.qualityindonesia.com/blog/2007/11/tips-menyusun-sasaran-mutu-part-3
Rencana Mutu
Rencana Mutu
1. Bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu
2. Mengacu hanya pada sistem manajemen mutu yang
terdokumentas
Mencakup : Prosedur unik, Instruksi kerja atau rekaman
Prosedur Mutu
Prosedur mutu
Pada Format Prosedure Mutu (prosedur kerja) perlu
dincantumkan beberapa informasi yang diperlukan,
misalnya :
1. TUJUAN
2. RUANG LINGKUP
3. DEFINISI
4. DOKUMEN PENDUKUNG
5. RINCIAN PROSEDUR
6. CATATAN MUTU
7. KRITERIA KEBERHASILAN
8. CATATAN PERUBAHAN
Source : http://okasatria.blogspot.com/2007/12/dokumentasi-quality-management-system.html
Catatan Mutu
Catatan Mutu
Pengertian Catatan Mutu dalam ISO 9001 : 2000 / 2008 (element
4.2.4)
adalah suatu bukti dari proses kerja yang telah dilakukan / dikerjakan.
Bukti ini dapat ditulis dalam sebuah form sesuai prosesnya masingmasing, Contoh catatan mutu seperti : Laporan Harian Produksi.
Source : http://bonoes.blogspot.com/2009/04/tentang-catatan-mutu-iso-9001.html