Pertemuan 3 JARINGAN PERCEPTRON Matakuliah : H0434/Jaringan Syaraf Tiruan
Download
Report
Transcript Pertemuan 3 JARINGAN PERCEPTRON Matakuliah : H0434/Jaringan Syaraf Tiruan
Matakuliah
Tahun
Versi
: H0434/Jaringan Syaraf Tiruan
: 2005
:1
Pertemuan 3
JARINGAN PERCEPTRON
1
Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa
akan mampu :
• Menjelaskan konsep Perceptron dan
contoh aplikasinya.
2
Outline Materi
• Supervised Learning Rule
• Unsupervised Learning Rule
• Arsitektur Perceptron
3
PERCEPTRON LEARNING RULE
Problem : Bagaimanakah untuk menentukan
bobot w dan bias b untuk jaringan perceptron
dengan banyak input dimana tidak mungkin
untuk menggambarkan boundary secara grafis ?
Learning Rule : Prosedur untuk memodifikasi
bobot dan bias dari jaringan
4
PROSEDUR
Prosedur : Algoritma pembelajaran/pelatihan
( training algorithm ).
Tujuan Learning : agar input dari network dapat
menghasilkan output yang diinginkan
5
3 TIPE LEARNING RULE
Supervised Learning : Memerlukan pasangan
setiap input dengan outputnya.
Unsupervised Learning : Bobot dan bias
dimodifikasi sebagai respon dari input jaringan
saja, target output tidak disediakan.
Reinforcement Learning : Mirip dengan
supervised learning, algoritma diberikan grade
atau score bukannya output yang benar.
6
ARSITEKTUR PERCEPTRON
p
Rx1
SxR
1
R
a
W
+
n
Sx1
f
Sx1
b
Sx1
7
BOBOT JARINGAN
w1,1
w
2,1
W .
.
w S,1
w1.2
w 2, 2
.
.
w S, 2
. . w 1,R 1 w T
T
. . w 2,R 2 w
. .
. .
. .
. .
. . w S,R S w T
w i.1
w
i,2
Vektor baris ke i dari matriks W : i w .
.
w i ,R
8
TEST PROBLEM
1
1
0
p1 , t1 1 p 2 , t 2 0 p3 , t 3 0
2
2
1
p1
w1,1
p2
n
a
w1,2
No bias neuron
TEST NETWORK
9
GRAFIK INPUT
p2
2
1
p1
3
10
Pilih bobot 1wTsecara random misalnya :
T = [ 1 -0.8 ]
w
1
Masukkan input p1 ke jaringan dan output yang
dihasilkan :
a = hardlim ( 1wT . p1 )
1
a hardlim 1 0.8 hardlim (0.6) 0
2
Target output t1 = 1
11
Perlu diputar berlawanan
arah dengan jarum jam
p2
2
Decision boundary :
n = wp + b = 0
1
n = w1,1 .p1 + w1,2 . P2 = 0
p1 – 0.8 p2 = 0
n <1
p1
1W
3
T
n ³ 1
5p1 – 4p2 = 0
Jika p2 = 1 p1 = 0.8
Jika p1 =1 p2 = 1.25
12
Jika t = 1 dan a = 0 maka 1wbaru = 1wlama + p
1
2
2
baru
lama
= 1w
+ p1 =
1w
0.8 1.2 1.2
1
a hardlim 2 1.2 hardlim (4.4) 1
2
Hasil output a sesuai dengan target output = 1
13
p2
2
1
T
W
1
n <1
p1
3
n ³ 1
Decision boundary :
n=0
wp + b = 0
w1,1 .p1 + w1,2 . p2 = 0
2p1 + 1.2 p2 = 0
p2 = 1 p1 = - 1.2/2
p1 = - 0.6
14
a = hardlim ( 1wT . p2 )
1
a hardlim 2 1.2 hardlim (0.4) 1
2
Input p2 diklasifikasi tidak benar karena t2 = 0
Jika t = 0 dan a = 1 , maka 1wbaru = 1wlama – p
2 1 3
baru = wlama - p =
w
0.8
1
1
1
1
.
2
2
1
a hardlim 3 0.8 hardlim (4.6) 0
2
Input p2 diklasifikasi dengan benar karena t2 = 0 15
p2
Perlu diputar berlawanan
arah dengan jarum jam
Decision boundary :
2
1
n=0
wp + b = 0
n <1
T
W
1
3
n ³ 1
p1
w1,1 .p1 + w1,2 . p2 = 0
3p1 – 0.8 p2 = 0
Jika p2 = 2 p1 = 1.6/3
p1 = 8/15
16
a = hardlim ( 1wT . p3 )
0
a hardlim 3 0.8 hardlim (0.8) 1
1
Input p3 diklasifikasi tidak benar karena t3 = 0
Jika t = 0 dan a = 1 , maka 1wbaru = 1wlama –
p
3 0 3
baru
lama
= 1w
- p3 =
1w
0.8 1
0.2
0
a hardlim 3 0.2 hardlim (0.2) 0
1
17
p2
1
2
n <1
T
W
1
3
n ³ 1
p1
Decision boundary :
n=0
wp + b = 0
w1,1 .p1 + w1,2 . p2 = 0
3p1 + 0.2 p2 = 0
Jika p2 = 1
p1 = -0.2/3 = -1/15
Jika semua input sudah diklasifikasi dengan benar,
tidak perlu ada perubahan pada bobot sehingga
digunakan aturan sbb :
18
Jika t = a , maka 1wbaru = 1wlama