Transcript DI WS
KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Yogyakarta, 27 Agustus 2014 SEKRETARIAT DEWAN SUMBER DAYA AIR NASIONAL Outline : 1. Umum 2. Pokok -Pokok Kebijakan Nasional Pengelolaan SDA (PERPRES No 33 tahun 2011) 3. Sekilas Pemantauan & Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pengelolaan SDA Um u m Adakah kehidupan dan peradaban tanpa kehadiran AIR ? KONDISI SUMBER DAYA AIR SAAT INI PERLU DIWASPADAI Dimana Fungsi Air dalam Kehidupan (sebagai kebutuhan pokok yang tidak tergantikan oleh zat lainnya, serta lintas sektor dan lintas wilayah) dan air menjadi prasyarat bagi kelangsungan peradaban suatu bangsa, serta banyaknya permasalahan air yang saat ini terjadi Sehingga perlu ada pemikiran mendalam tentang air karena Berpikir air = berpikir kelangsungan hidup + peradaban bangsa REALITA DISTRIBUSI AIR Air Laut, 97.5% Es Kutub & Gletser, 68.7% Air Permukaan & Atmosfer; 0,4% Air Tawar, 2.5% Air Tanah, 30% Dari sejumlah 2,5 % "air tawar” maka 68,7 % tersimpan di gletser di kutub, 30 % merupakan "air tanah”, dan sisanya 1,2 % = 0,8 % "air permukaan (sungai, danau dan rawa)” + 0,2 % atmosfer Es Permukaan Tanah 0,8 % Danau Air Tawar, 67.4% Tumbuha n& Hewan, 0.8% Persediaan "air" di permukaan bumi terdiri dari 97,5% "air laut” dan 2,5 % "air tawar”, sementara hanya 1 % yang tersedia untuk dikonsumsi Kelembab an Tanah, 12.2% Sungai, 1.6% Lahan Basah Lain, 8.5% Atmosfer, 9.5% 0,8 % "air permukaan (sungai, danau dan rawa)” harus dibagi untuk ± 6 milyard penduduk bumi dan makhluk hidup lainnya INFORMASI GLOBAL Prediksi UNESCO Tahun 2020 dunia akan mengalami "krisis air global". Indonesia merupakan negara ke 5 dari 9 negara terkaya yang memiliki cadangan"air" di dunia mengalami kelangkaan "air" terutama saat musim kemarau. AMANAT UU NO.7 TAHUN 2004 • Pemerintah berwenang dan ber-T.J menetapkan Kebijakan Nasional SDA (ps 14 huruf a ) • Pem Prov berwenang dan ber-T.J menetapkan Kebijakan Pengelolaan SDA Prov berdasarkan Jaknas SDA dg memperhatikan kepentingan prov sekitarnya (ps 15 huruf a ) • Pem Kab/Kota berwenang dan ber T.J menetapkan Kebijakan Pengelolaan SDA Kab/Kota berdasarkan Jaknas SDA dan Jak PSDA Prov dg memperhatikan kepentingan Kab/Kota sekitarnya (ps 16 huruf a) KEBIJAKAN DALAM SISTEM PENGELOLAAN SDA KEBIJAKAN berbasis Wil Administrasi: NASIONAL PROPINSI KABUPATEN/ KOTA Berbasis Wilayah Hidrografis (Wilayah Sungai) POLA RENCANA Psl 14, 15, 16 huruf a, b, & c. Psl 62 ayat 6 PROGRAM KEGIATAN KERANGKA PIKIR PENYUSUNAN JAKNAS SUMBER DAYA AIR 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Peraturan Perundangan SDA VISI Alih fungsi lahan PERMASALAHAN Kerusakan DAS Sengketa air Pengambilan air tanah berlebihan Penurunan kualitas air Dampak perubahan iklim global Keterbatasan peran masy & dunia usaha Tumpah tindih fungsi lembaga pengelola Keterbatasan data dan informasi AZAS DAN ARAH PENGELOLAAN SDA MISI TANTANGAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Negara kepulauan beriklim tropis Distribusi pend. & ekonomi tdk merata Peningk. keb pangan & lahan pertanian Pencapaian target MDG Perkembangan teknologi Desentralisasi & otonomi Koord. & sinkronisasi kebijakan Kerjasama antarnegara KEBIJAKAN NASIONAL SDA STRATEGI Kebijakan Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air ( PERPRES No 33 Tahun 2011 ) POKOK-POKOK JAKNAS PSDA 1. Peningkatan koordinasi dan keterpaduan PSDA 12. Pengendalian pengusahaan SDA 2. Pengembangan Iptek & budaya terkait air 13. Peningkatan upaya pencegahan 3. Peningkatan pembiayaan pengelolaan SDA 14. Peningk upaya penanggulangan 4. Peningkatan pengawasan & penegakan hukum 15. Peningk upaya pemulihan 5. Peningkatan upaya perlindungan dan pelestarian sumber air 16. Peningk peran masy dan dunia usaha dalam perencanaan 6. Peningkatan upaya pengawetan air 7. Peningkatan upy pengelolaan kualitas air dan pengend pencem. air 17. Peningk peran masy dan dunia usaha dalam pelaksanaan 8. Peningkatan upaya penatagunaan SDA 18. Peningkatan peran masy. Dan dunia usaha dalam pengawasan 9. Peningkatan upaya penyediaan air 19. Peningkatan Kelembagaan dan SDM Pengelola SISDA 10. Peningkatan upaya efisiensi penggunaan SDA 20. Pengembangan Jejaring SISDA 11. Peningkatan upaya pengembangan SDA 21. Pengembangan Teknologi Informasi BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI KEBIJAKAN UMUM 1. Penyelesaian Pola PSDA pada WS yang menjadi Tanggung Jawab Menteri PU (paling lambat 2015) 2. Membentuk dan mengefektifkan TKPSDA pada WS Stranas dan WS Lintas Prov (paling lambat akhir 2011) 3. Memberikan dukungan sumber daya untuk memperkuat peran TKPSDA yang sudah terbentuk 4. Meningkatkan hasil penerimaan dari BJP SDA secara bertahap untuk membiayai PSDA (paling lambat 2 th) 5. Mewujudkan sistem pengawasan dalam pelaksanaan ketentuan Pengelolaan SDA (paling lambat 2 th) 6. Mempercepat pembentukan PPNS dalam penegakan hukum bidang SDA pd setiap WS (paling lambat 2 th) BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI ( ……. Lanjutan ) KEBIJAKAN KONSERVASI 7. Meningkatkan pembangunan tampungan air: waduk, embung, sumur resapan (untuk ketahanan air dan target MDG) 8. Meningkatkan perlindungan dan pelestarian seluruh sumber air (untuk ketahanan air dan target MDG) 8. Menetapkan & menata ulang daerah sempadan SDA & mengatur penggunaannya (paling lambat 5 th) 9. Melaksanakan sosialisasi mengenai pengawetan air kepada masyarakat dan dunia usaha 10.Menetapkan beban maks limbah yg boleh dibuang ke sungai (paling lambat 2 th) 11.Mengkaji daya tampung dan daya dukung perairan waduk dan danau untuk bahan pertimbangan dalam pengendalian budidaya perikanan karamba atau jaring apung (paling lambat 2014) BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI ( ……. Lanjutan ) KEBIJAKAN PENDAYAGUNAAN 11. Menetapkan zona pemanfaatan sumber air untuk dijadikan acuan bagi penyusunan/perubahan RTRW, dan rencana pengelolaan SDA pada WS (paling lambat 5 thn) 12. Mewujudkan pemenuhan kebutuhan pokok air sehari-hari serta kebutuhan air irigasi untuk pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang ada sebagai prioritas utama 13. Menetapkan standar layanan minimal kebutuhan pokok air sehari-hari (paling lambat 1 th) 14. Mengembangkan sistem penyediaan air baku untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan dan industri (RKI) dengan mengutamakan pemanfaatan air permukaan. BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI ( ……. Lanjutan ) KEBIJAKAN PENGENDALIAN DAYA RUSAK 15. Memetakan dan menetapkan kaw. rawan bencana yang terkait air sebagai acuan dlm penyusunan RTRW dan pengendalian pemanfaatan ruang pada setiap WS 16. Meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan kekeringan. 17. Memprakarsai pembentukan pola Kerja Sama yg efektif antara kawasan hilir dan hulu dlm pengendalian daya rusak air (peluang bagi pegemb ekonomi kreatif ) 18. Meningkatkan penyebarluasan informasi mengenai kawasan retensi banjir dan kawasan rawan bencana yang terkait air 19. Menetapkan dan mempertahankan kawasan yang memiliki fungsi retensi banjir sabagai prasarana pengendali banjir 20. Menyediakan prasarana pengendali banjir untuk melindungi prasarana umum, kawasan permukiman dan kawasan produktif BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI ( ……. Lanjutan ) KEBIJAKAN PENGENDALIAN DAYA RUSAK 21. Menetapkan mekanisme penanggulangan kerusakan/bencana akibat daya rusak air (paling lambat 1 th) 22. Melaksanakan sosialisasi mekanisme penanggulangan kerusakan/bencana akibat daya rusak air 23. Mengembangkan sistem prakiraan dan peringatan dini untuk mengurangi dampak daya rusak air pada setiap kaw. rawan bencana terkait air. 24. Memprioritaskan rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan prasarana SDA. 25. Mengembangkan peran serta masy dan dunia usaha dalam kegiatan terkoordinasi untuk pemulihan akibat bencana terkait air. 26. Memulihkan dampak sosial dan psikologis akibat bencana terkait air BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI ( ……. Lanjutan ) KEBIJAKAN PENINGKATAN PERAN MASYARAKAT & DUNIA USAHA 29. Meningkatkan keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam penyusunan pola dan rencana pengelolaan sumber daya air di tingkat wilayah sungai 30. Meningkatkan motivasi masyarakat dan dunia usaha untuk berperan dalam konservasi SDA dan pengendalian daya rusak air. 31. Membuka kesempatan kepada masyarakat dan dunia usaha untuk memberi masukan dalam pelaksanaan dan berperan dalam pengawasan pengelolaan sumber daya air 32. Menetapkan prosedur penyampaian laporan dan pengaduan masyarakat dalam pengawasan pengelolaan SDA BEBERAPA KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM JAKNAS PSDA YANG PERLU DITINDAK LANJUTI ( ……. Lanjutan ) KEBIJAKAN PENGEMBANGAN JARINGAN SISDA 32. Menata ulang pengaturan dan pembagian tugas instansi dan lembaga pengelola SISDA khususnya SIH3. 33. Meningkatkan ketersediaan dana untuk pengembangan SISDA. 34. Membentuk dan mengembangkan instansi pengelola data dan informasi SDA di tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan WS 35. Meningkatkan kemampuan SDM dalam lembaga pengelola SISDA. 36. Membangun jejaring SISDA antara instansi/lembaga pusat dan daerah serta antarsektor dan antarwilayah. 37. Meningkatkan ketersediaan perangkat keras, perangkat lunak dalam SISDA, serta memfasilitasi pengoperasiannya. Sekilas Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan PERPRES No 33 Tahun 2011 Kebijakan Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air 19 PEMBENTUKAN DEWAN SDA PROVINSI 29 Provinsi 5 Provinsi 1. Kaltara 2. Sulbar 3. Maluku utara 4. Papua 5. Papua Barat Sudah terbentuk Belum terbentuk JAKNAS PSDA: Membentuk Dewan SDA Provinsi selambat lambatnya pada akhir th 2011, serta memfasilitasi agar dapat berfungsi optimal PEMBENTUKAN TIM KOORD PENGELOLAAN SDA (TKPSDA) WILAYAH SUNGAI 63 80 Jumlah WS 53 40 WS yg sedang/sudah memiliki TKPSDA 42 15 8 0 0 WS T.J PUSAT WS T.J PROVINSI WS T.J KAB/KOTA JAKNAS PSDA: Membentuk dan mengefektifkan fungsi TKPSDA di WS, paling lambat 1 th setelah Keppres ttg Penetapan WS ditetapkan PROGRES PENYUSUNAN POLA PENGELOLAAN SDA – DI WS 63 70 60 50 40 30 20 10 0 53 50 Jumlah WS 15 19 WS yg sedang/sudah disusun Pola PSDA 0 WS T.J PUSAT WS T.J PROVINSI WS T.J KAB/KOTA Jaknas PSDA: Menyelesaikan penyusunan Pola Pengelolaan SDA selambat-lambatnya pada tahun 2015 PENETAPAN KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR & KEKERINGAN PADA WS LINTAS PROVINSI, LINTAS NEGARA & WS STRATEGIS NASIONAL 29 WS 34 WS WS yang belum memiliki peta rawan banjir dan kekeringan WS yang sudah memiliki peta rawan banjir dan kekeringan JAKNAS PSDA: Memetakan dan menetapkan kawasan rawan bencana yang terkait air sebagai acuan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah dan pengendalian pemanfaatan ruang pada setiap wilayah sungai (WS) PERAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR PEREKONOMIAN NOMOR PER-07/M.EKON/05/2012 TANGGAL 2012 TENTANG MATRIKS TINDAK LANJUT PELAKSANAAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PERAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN No Kebijakan dan Strategi Target Waktu Uraian Kegiatan dalam Implementasi Jaknas SDA Output Outcome A KEBIJAKAN UMUM : 1. Peningkatan Koordinasi dan Keterpaduan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) a Menata ulang TUPOKSI lembaga terkait 1 thn stlh dengan Pengelolaan SDA Jaknas NIHIL untuk meningkatkan efektifitas koordinasi SDA di dan keterpaduan program lintas sector tetapkan b Menyelesaikan penyusunan Pola Pengelolaan SDA selambatnya tahun 2015 di semua wilayah sungai (WS) sesuai dengan kewenangannya 2015 Menyelesaikan Rancangan Pola PSDA dengan melibatkan stakeholder terkait di WS yang bersangkutan c Meningkatkan efektivitas fungsi dan peran koordinasi Dewan SDA Nasional dalam rangka mengoptimalkan sinergi dan keselarasan program antarsektor, antarwilayah dan antarpemilik kepentingan menerus Memfasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan SDA Nasional melalui sekretariat Dewan SDA Nasional d Membentuk Dewan SDA Provinsi oleh pemerintah provinsi selambatnya pada akhir tahun 2011 serta memfasilitasi agar dapat berfungsi secara optimal 2011 Melakukan pendampingan dalam pembentukan Dewan SDA Provinsi e Membentuk dan mengefektifkan fungsi Tim Koordinasi Pengelolaan SDA (TKPSDA) di WS strategis nasional 1 thn stlh Membentuk dan memfasilitasi Kepres TKPSDA di WS strategis WS di nasional tetapkan f Membentuk dan mengefektifkan fungsi TKPSDA di WS lintas kab/kota dengan intensitas permasalahan tinggi oleh pemprov 1 thn stlh Kepres WS di tetapkan NIHIL Dokumen Pola Pengelolaan SDA pada WS kewenangan Pemerintah Terwujudnya koordinasi dan keterpaduan program dalam pengelolaan SDA lintas sektor Terfasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan SDA Nasional melalui sekretariat Dewan SDA Nasional Meningkatnya efektivitas fungsi dan peran koordinasi Dewan SDA Nasional Terlaksananya proses pembentukan Dewan SDA Provinsi Terbentuk & terfasilitasinya Dewan SDA Provinsi agar dpt berfungsi secara optimal Diterbitkannya SK Pembentukan TKPSDA pd WS strategis nasional dan terfasilitasinya keg.TKPSDA Terbentuk dan meningkatnya fungsi TKPSDA pada WS strategis nasional Terima kasih