sikap belajar Prof. S. Hartati R. Suradijono, M.A.; Ph.D. Arti yg diberikan terhadap kata “belajar” pengajar mahasiswa.
Download ReportTranscript sikap belajar Prof. S. Hartati R. Suradijono, M.A.; Ph.D. Arti yg diberikan terhadap kata “belajar” pengajar mahasiswa.
sikap
belajar
Prof. S. Hartati R. Suradijono, M.A.; Ph.D.
Arti
yg diberikan terhadap kata
“belajar”
pengajar mahasiswa
• • • • •
Students’ Conceptions of Learning Learning as an increase of knowledge
To gain some knowledge is learning … We obviously want to learn more. I want to know as much as possible.
Learning is memorizing
Learning is about getting it into your head. You’ve just to keep writing it out and eventually it will go in.
Learning is acquiring facts or procedures which are to be used .
Well, it’s about learning the thing so you can do it again when you are asked to, like in an exam.
Learning is making sense.
Learning is about trying to understand things so you can see what is going on. You’ve got to be able to explain things, not just remember them.
Learning is understanding reality.
When you have really learnt something you kind of see things you couldn’t see before. Everything changes.
belajar
itu…
dangkal dalam
•
penambahan pengetahuan: “saya jadi tahu…”
• memasukkan semua bahan dalam kepala: “
saya hafal…”
• mendapatkan sejumlah fakta, prosedur dll.:
“saya harus bisa menjawab semua pertanyaan dalam ulangan…”
• membuat bahan yg dipelajari masuk diakal:
“saya memahami/ mengerti informasi itu sehingga dapat mengerti kejadian tersebut..”
• memahami kenyataan yg ada:
”saya sekarang jadi dapat melihat kejadian itu dari sisi yg lain…”
yang ‘dalam’
BELAJAR:
usaha individu untuk secara aktif mengkonstruk dan atau membangun pengetahuannya dan selalu merekonstruksikannya kembali dengan sejumlah pengetahuan baru.
deep learning “Learning is knowledge construction, not knowledge absorption … Learning is knowledge dependent … dependent to prior knowledge.”
JADI , yang ‘dalam’
BELAJAR: lebih
dari transfer pengetahuan dari guru ke murid .
tidak
dapat lagi dianalogikan dengan mengisi air ke dalam bejana yang kosong, karena anggapan ini membuat seakan akan tidak ada proses yang mengolah masukan informasi pada individu
yang ‘dalam’
BELAJAR Aktif membangun pemahaman
bukan
Pasif menunggu ‘pemberian (disuapi)’
Previous Educational Experiences
Model belajar dari mahasiswa
(
Ramsden,
1992) Orientation to Studying Perception of Task Requirements
APPROACH OUTCOME
CONTEXT OF LEARNING -Teaching -Curriculum -Assessment
The Logical Structure of Approaches to Learning
(Ramsden 1992)
APPROACH TO LEARNING
“Structure” aspect: the act of experiencing, of organizing, of structuring that which is experienced; the significance of the task
HOLISTIC ATOMISTIC DEEP SURFACE
Preserves the structure, Distorts the structure, Focuses on what Focuses on the Focuses on the whole focuses on the parts, the task is about (e.g (e.g. the word sen in relation to the parts segments the whole the author’s intention) tence level of the text)
BELAJAR:
yang ‘dalam ’
untuk dapat menumbuhkembangkan
deep learning
pada pembelajar, belajar harus dilihat sebagai proses aktif membangun pengetahuan.
pemelajar harus menjadi seorang yang mampu mengarahkan dirinya sendiri dalam belajar , atau disebut sebagai
self-regulated learner
s
elf-regulated learning
?
Motivasi intrinsik … proses
pengaturan diri
yang terjadi di saat belajar. Dalam proses ini mahasiswa dengan
sengaja mengarahkan diri
untuk mencapai tujuan belajar. Kontrol diri Mahasiswa secara sistematis
perasaannya, mengaktifkan dan mempertahankan pikiran, perilaku, dan
yang kesemuanya diarahkan pada pencapaian tujuan belajar.
CARANYA:
Menciptakan lingkungan belajar yang mendorong mahasiswa untuk berorientasi pada pemahaman atau penguasaan materi
mendorong mahasiswa untuk berupaya “mencerna” materi yang dipelajari agar memperoleh pemahaman menyeluruh, mengenai konsep-konsep yang ada. membantu mahasiswa menetapkan tujuan-tujuan belajar yang mampu memancing minat, gairah belajar dan menantang, namun tetap dapat dicapai mendorong mahasiswa untuk menggunakan apa-apa saja yang sudah diketahui, untuk membuat perkiraan dan evaluasi terhadap proses belajarnya sendiri memberikan informasi-informasi baru sejalan dengan perkembangan pemahaman mahasiswa
Memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengambil inisiatif dan mengarahkan sendiri proses belajarnya
memberikan lebih banyak
tanggung jawab
pada siswa dalam
menjalani proses belajarnya
. Beberapa hal yang dapat dilakukan pengajar adalah memberi kesempatan pada mahasiswa dalam beberapa hal seperti: • membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan dibahas dalam diskusi sewaktu belajar; • memutuskan tugas yang mana yang akan diselesaikannya terlebih dahulu.
Menciptakan lingkungan yang menghargai peningkatan individual (self-improvement)
mahasiswa akan lebih termotivasi untuk memperoleh pemahaman jika berada dalam lingkungan yang menghargai proses belajar, seperti: • menunjukkan penghargaan pada setiap kemajuan yang dicapai mahasiswa, tanpa membandingkan dengan mahasiswa lain.
• menghindari tingkah laku atau ucapan yang membandingkan hasil kerja mahasiswa dengan lingkungannya (tema).
• pengajar perlu menekankan pada mahasiswa bahwa belajar tidak hanya ditujukan untuk menghadapi ujian.
Keterampilan lain yg harus dikembangkan:
Berfikir kreatif:
• membuka diri terhadap ‘semua’ hal (openminded ) • ingin tahu (curios)
Berfikir reflektif
• metakognitif: self-regulated learner
Berfikir kritis:
• mencari kebenaran dan pemahaman (seeking truth &
undestanding)
• strategic • skeptical