PELAJARAN 2: SIFAT-SIFAT ALLAH Ayo pelajari dulu materi ini ………….. SK KD SIFAT WAJIB SIFAT NAFSIYAH SIFAT MUSTAHIL SIFAT SALBIYAH SIFAT JAIZ SIFAT MA’ANI DALIL - DALIL SIFAT MAKNAWIYAH Standar Kompetensi (SK) • Meningkatkan.

Download Report

Transcript PELAJARAN 2: SIFAT-SIFAT ALLAH Ayo pelajari dulu materi ini ………….. SK KD SIFAT WAJIB SIFAT NAFSIYAH SIFAT MUSTAHIL SIFAT SALBIYAH SIFAT JAIZ SIFAT MA’ANI DALIL - DALIL SIFAT MAKNAWIYAH Standar Kompetensi (SK) • Meningkatkan.

PELAJARAN 2:
SIFAT-SIFAT ALLAH
Ayo pelajari dulu materi ini …………..
SK
KD
SIFAT WAJIB
SIFAT NAFSIYAH
SIFAT MUSTAHIL
SIFAT SALBIYAH
SIFAT JAIZ
SIFAT MA’ANI
DALIL - DALIL
SIFAT MAKNAWIYAH
Standar Kompetensi (SK)
• Meningkatkan keimanan kepada Allah
melalui pemahaman sifat-sifatNya.
KOMPETENSI DASAR (KD)
 Mengidentifikasi sifat-sifat wajib bagi Allah yang
nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan ma’nawiyah
 Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat
wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma’ani dan
ma’nawiyah.
 Menguraikan sifat – sifat mustahil bagi Allah SWT
 Menguraikan sifat – sifat jaiz bagi Allah SWT
 Menunjukan ciri-ciri / tanda perilaku orang beriman
kepada sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz Allah SWT
PETA MATERI PEMBELAJARAN
• SIFAT-SIFAT ALLAH SWT
Sifat
Allah
Wajib
Jaiz
Mustahil
20 sifat
1 sifat
20 sifat
SIFAT WAJIB ALLAH SWT
Sifat-sifat yang harus ada pada zat
Allah sebagai kesempurnaan baginya,
 Adanya Allah dapat dipahami dengan
dalil aqli/akal maupun naqli (Al-qur’an
dan hadits).
 20 sifat dan dikelompokkan menjadi 4
( empat ) kelompok yaitu sifat nafsiyah,
salbiyah, ma’ani, maknawiyah
MARI SAKSIKAN
FILM
BERIKUT INI …….
Sifat Wajib Allah SWT
 Sifat-sifat yang harus ada pada zat Allah
sebagai kesempurnaan baginya,
 Adanya Allah dapat dipahami dengan dalil
aqli/akal maupun naqli (Al-qur’an dan hadits).
 20 sifat dan dikelompokkan menjadi 4 ( empat )
kelompok yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani,
maknawiyah
PENGELOMPOKAN SIFAT ALLAH
(Nafsiyah dan Salbiyah)
KATEGORI
WAJIB
NAFSIYAH
‫وجود‬
SALBIYAH
‫قدم‬
‫بقأ‬
‫مخالفة‬
‫للحوادث‬
‫قيا مه‬
‫بنفسه‬
‫وحدنيه‬
Ada
Dahulu
Kekal
Berbeda
dengan
makhluk
Berdiri
sendiri
Esa
MUSTAHIL
‫عدم‬
‫حدوث‬
‫فناء‬
‫مماثلثة‬
‫للحوادث‬
‫قيامه‬
‫بغيره‬
‫تعدد‬
Tidak Ada
Baru
Rusak/Lenyap
Sama dengan
makhluk
Membutuhkan
yang lain
Berbilang
PENGELOMPOKAN SIFAT ALLAH
(Ma’ani)
KATEGORI
MA’ANI
WAJIB
‫قدرة‬
‫ارادة‬
‫علم‬
Kuasa
Berkehendak
MUSTAHIL
‫عجز‬
‫كراهة‬
Lemah
Terpaksa
Mengetahui
‫جهل‬
Bodoh
‫حياة‬
Hidup
‫موت‬
Mati
‫سمع‬
Mendengar
‫بصر‬
‫كالم‬
Melihat
Berfirman
‫صم‬
Tuli
‫عمي‬
Buta
‫بكم‬
Bisu
SIFAT MAKNAWIYAH
KATEGORI
MAKNAWIYAH
WAJIB
‫ قادر‬Zat Yang Kuasa
‫ مريد‬Zat Yang
MUSTAHIL
‫عاجز‬
‫مكره‬
Yang lemah
Yang terpaksa
Berkehendak
‫ عالم‬Zat Yang
‫جاهل‬
Yang bodoh
Mengetahui
‫ حي‬Zat Yang Hidup
‫ سميع‬Zat Yang
‫ميت‬
Yang mati
‫اصم‬
Yang tuli
Mendengarkan
‫ بصير‬Zat Yang
‫اعمي‬
Yang buta
Melihat
‫ متكلم‬Zat Yang
Berfirman
َ ْ‫اَب‬
‫ك ْم‬
Yang bisu
SIFAT NAFSIYAH
• Sifat yang berhubungan dengan dzat Allah
semata yaitu sifat WUJUD = ada.
SIFAT WUJUD = ADA
• Adanya Allah SWT
dapat
dibuktikan dengan adanya
alam ini, dan adanya Allah
bukan karena ada yang
menciptakan
tetapi
ada
dengan sendirinya , jadi
wujud Allah itu wajib.
Q.S. Al-Hadid /57: 4
Artinya ;
Dialah yang menciptakan langit dan bumi
dalam 6 ( enam ) masa kemudian Dia
bersemayam di atas Arsy ( Q.S. Al-Hadid
/57: 4 )
SIFAT SALBIYAH
Yaitu sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya
QIDAM
WAHDANIYAH
BAQA’
SIFAT
SALBIYAH
QIYAMUHU
BI NAFSIHI
MUKHALAFATU
LIL HAWADISI
Sifat Qidam = Terdahulu
Allah itu terdahulu dan tidak didahului oleh
sesuatu jangkauan akal manusia terbatas,
manusia tidak dapat mengetahui secara
pasti kapan, dari bahan apa dan
bagaimana proses alam semesta ini
diciptakan yang pasti bahwa alam
semesta ini ada yang menciptakan dan
yang menciptakan ini adalah Allah SWT
yang sudah ada sebelum alam semesta ini
ada.
BAQA’ = KEKAL
VS
HUDUTS = baru atau permulaan, sama seperti
mahluk lain.
Firman Allah dalam Q.S Al-Hadid ayat 3 berbunyi :



















































Artinya : Dialah ( Allah ) yang awal dan yang akhir
(QS. Al-Hadid / 57/: 3 ).
Baqa
Semua mahluk keadaannya selalu berubah-ubah,
berproses menuju kehancuran atau kebinasaan,
sedangkan Allah bersifat kekal, tidak berubah-ubah
sebagaimana firman Allah :




























 












Artinya : Segala sesuatu akan rusak, kecuali diri Allah
sendiri (Q.S. Al-Qoshosh / 28 :88 )
Mukhalafatulil hawadits =
berbeda dengan semua makhluk
• Allah yang Maha pencipta tidak sama atau
berbeda dengan makhluk ciptaanNya baik
dzatnya maupun sifatnya. Firman Allah :
























 
 







 




Artinya :
Tidak ada sesuatupun serupa dengan Dia . Dan
Dia yang maha mendengar, Maha Melihat ( Q.S.
As-Syuro /42 : 11 )
Qiyamuhu binafsihi = berdiri sendiri
• Allah tidak membutuhkan bantuan apapun dan dari
siapapun, Q.S. Al-Fathir : 13

 








 























































 









 


















 









 















 












“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam
malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan
menurut waktu yang ditentukan. yang (berbuat) demikian Itulah Allah
Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. dan orang-orang yang kamu seru
(sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”
Wahdaniyah = Maha Esa
• Tuhan hanya satu.Tidak mungkin ada dua
Tuhan. Jika lebih satu Tuhan maka akan
menjadi malapetaka karena beda keinginan
• Artinya : Sekiranya ada dilangit dan di bumi
tuhan tuhan selain Allah tentu keduannya itu
telah rusak binasa ( Q.S. Al-Anbiya / 21 : 22
Sifat Ma’ani
• Sifat wajib Allah yang dapat digambarkan
oleh akal pikiran manusia dan dapat
meyakinkan orang karena kebenarannya
dapat dibuktikan dengan panca indra.
• Sifat wajib Allah yang tergolong sifat
ma’ani adalah Qodrat, Irodat, Ilmu, hayat,
sama’ dan Bashar.
Qudrat = Kuasa
vs
Ijzun = lemah atau tidak berdaya.
• Kekuasaan Allah dibuktikan dengan
adanya alam semesta dengan jutaan
bintang dan planet yang selalu bergerak
teratur.
Dalam Q.S. Al-Maidah ayat 120
diterangkan :
Artinya : Kepunyaan Allah kerajaan langit dan
bumi dan apa-apa yang ada didalamnya, dan Dia
Maha Kuasa atas segala sesuatu.( Q.S. AlMaidah / 5 : 120 )
Iradat = Berkehendak
“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha
Pelaksana terhadap apa yang Dia
kehendaki.” [Huud:107]
Hikmah: Manusia sering menginginkan sesuatu tapi
gagal karena dia tidak kuasa. Karena itu berdoalah
kepada Allah
Iradat = Berkehendak
“Allah
Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia
berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Dia
hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah
ia.” [Al
Baqarah:117]
Allah mencapai kehendaknya dengan mudah!
Iradat = Berkehendak
“…Katakanlah : "Maka siapakah yang
dapat menghalangi kehendak Allah jika
Dia menghendaki kemudharatan bagimu
atau jika Dia menghendaki manfaat
bagimu. Sebenarnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al
Fath:11]
Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa
kepada Allah
Alim = Mengetahui
Allah Maha Mengetahui. Mustahil tidak
mengetahui
“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada
yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui
apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai
daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya,
dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis
dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An’aam:59]
Alim = Mengetahui
“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta
untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku,
sungguh habislah lautan itu sebelum
habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun
Kami datangkan tambahan sebanyak itu."
[Al Kahfi:109]
“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
[An Nisaa’:176]
Hikmah: Allah mengetahui semua karena Dia
penciptanya. Pengetahuan manusia terbatas.
Hayyun – Hidup
Allah Maha Hidup. Mustahil Allah mati
“Dan bertawakkallah kepada Allah yang
hidup kekal Yang tidak mati, dan
bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan
cukuplah Dia Maha Mengetahui dosadosa hamba-hamba-Nya.” [Al Furqaan:58]
Sami’un – Mendengar
Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli
“Tidak ada paksaan masuk agama Islam;
telah jelas jalan yang benar daripada jalan
yang sesat. Karena itu barangsiapa yang
ingkar kepada Thaghut dan beriman
kepada Allah, maka sesungguhnya ia
berpegang kepada tali yang amat kuat
yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al
Baqarah:256]
Bashir = Melihat
Allah Maha Melihat. Mustahil Allah buta
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa
yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
[Al Hujuraat:18]
Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat
kita
4. Sifat Ma’nawiyah
• Adalah kelaziman dari sifat Ma’ani dan
sifat yang berhubungan dengan sifat yang
Ma’ani atau sifat yang merupakan
kelanjutan dari sifat Ma’ani.
• Tiap sifat ma’ani tentu ada sifat
ma’nawiyah atau adanya tujuh sifat ma’ani
ada tujuh sifat ma’nawiyah.
1. Qodiron = Maha Kuasa
Firman Allah dalam Al-Qur’an ;
Artinya ; “Katakanlah sesungguhnya Allah
berkuasa menurunkan suatu mu’jizat “
( Q.S. Al An’am / 6 : 37 )
2. Muridan = Maha berkehendak
Firman Allah ;
• Artinya ; Allah berkehendak menerangkan
( SyariatNya ) kepadamu dan menunjukan
jalan-jalan ( kehidupan ) orang sebelum
kamu ( para Nabi dan orang-orang shaleh
( QS. An-Nisa / 4 : 26 )
3. ‘Aliman = Maha Mengetahui
• Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang
berbunyi ( Q.S. Al-Hujurat / 49 : 16 )
Artinya ;
“Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu”
4. Hayyan
• Hayyan artinya Maha Hidup
• Firman Allah Q.S. Ali Imran / 3 : 2 ;
• Artinya ; “Allah tidak ada tuhan selain Dia,
yang Maha Hidup, yang terus menerus
mengurus (mahlukNya)”
5. Sami’an
• Sami’an artinya Maha Mendengar
• Firman Allah Q.S. An-Nisa / 4 : 134 ;






























































• Artinya ; “Barangsiapa menghendaki pahala
di dunia maka ketahuilah disisi Allah ada
pahala dunia dan akhirat Dan Allah Maha
mendengar dan Maha Melihat”.
6. Basiron/Bashiron = Maha
Melihat
Firman Allah Q.S. Al-Isro’ / 17 : 17 ;
• Artinya ; “Dan cukuplah tuhanmu yang
Maha Mengetahui maka dilihat dosa
hamba –hambaNya “.
7.
Mutakaliman = Allah Berbicara
• Firman Allah Q.S. At-Taubah / 9 : 6 ;
• Artinya ; Dan jika diantara kaum musrikin
ada yang meminta perlindungan
kepadamu, maka lindungilah agar dia
dapat mendengar firman Allah
2. Sifat Mustahil
• Sifat yang secara akal tidak mungkin
dimiliki Allah SWT .
• Sifat-sifat mustahil merupakan kebalikan
dari sifat-sifat wajib bagi Allah SWT
• Jumlahnya sama dengan sifat-sifat wajib
bagi Allah yaitu sebanyak 20 ( dua puluh )
sifat.
a. Adam = tidak ada
• Alam semesta ini ada yang menciptakan
yitu Allah SWT . Tidak mungkin alam
semesta ini terjadi dengan sendirinya,
tidak mungkin diciptakan oleh manusia
atau mahluk yang lain, jadi mustahil Allah
SWT tidak ada ( Adam ) .
• Firman Allah yang artinya ;
• Dan dialah yang menciptakan bagi kamu sekalian,
pendengaran, pengelihatan dan hati( tetapi 0 umat
sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dia telah
menciptakan dan mengngembangbiakan kamu
dibumi dan kepadanNyalah kamu akan
dihimpunkan. Dan dialah yang menghidupkan dan
mematikan dan Dialah yang ( mengatur )
pertukaran malam dan siang.mengapa kamu tidak
memahaminya?
• ( Q.S. Al-Mu’minun / 23 : 78-80 )
b. Huduts = baru atau ada
pemulaannya.
• Firman Allah dalam Surat Al-Hadid ayat 3 ;

















































• “Dialah yang awal dan akhir yang dzahir
dan yang batin. Dan Dia maha mengetahui
segala sesuatu.” ( QS. Al-Hadid / 57 : 3)
•
• Setiap yang baru atau ada permulaannya
akan selalu didahului dengan tidak ada.
sesuatu yang tidak ada pasti ada yang
membuat atau menciptakan. Maka
mustahil Allah SWT bersifat Huduts,
sebab siapa yang menciptakan Allah
SWT? Huduts pasti ada akirnya hal ini
jelas mustahil.
Fana’ = rusak
• Mustahil Allah SWT yang mengendalikan
seluruh alam semesta yang amat rumit dan
bersifat fana’ ( rusak ).
Firman Allah dalam QS Ar-Rohman : 26-27 ;










































 












• “Semua yang ada dibumi akan binasa. Dan
tetap kekal Dzat tuhanmu yang mempunyai
kebesaran dan kemuliaan.”
Mumastalatu lil khawadist =
menyerupai yang baru atau mahluk
• Tidak mungkin Allah yang maha sempurna
menciptakan mahluknya dengan Dia sendiri.










 










QS; Al-Ikhlas ; 4 yang artinya :
“Dan tidak ada seorangpun yang sama
dengan Dia ( Allah )”
Ihtiyaju bighairih = membutuhkan
sesuatu yang lain
• Allah SWT adalah Maha Kaya, mustahil
Allah membutuhkan yang lain. Allahlah
semua yang menciptakan semua makhluk
dan memberi nikmat kepada semua
makhluknya tetapi Dia tidak pernah
mengharapkan imbalan.
Allah berfirman yang artinya ; Dan Dialah yang
Maha kaya sedangkan kamulah orang yang
membutuhkan Nya (Q.S. Muhammad / 47 : 38 )
Ta’addud = berbilang atau
lebih dari satu
• Mustahil Allah lebih dari satu, sebab jika
Allah ada dua atau lebih, pasti akan terjadi
perbedaan pendapat
Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 73 yang
artinya :
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang
mengatakan bahwa Allah itu salah seorang dari
yang tiga padahal sekali-kali tidak ada tuhan
selain dan Tuhan Yang Maha Esa jika mereka
tidak berhenti dari apa yang mereka katakana
itu, maka orang-orang kafir diantara mereka
disentuh siksa yang pedih.
Ajzun = Lemah
• Manusia mempunyai kekuatan pikiran dan
fisik yang dapat memanfaatkan alam
untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Manusia adalah mahluk ciptaan Allah jika
manusia memiliki kekuatan apalagi Allah
SWT, maka mustahil Allah bersifat lemah.
Firman Allah surat Al-Fathir ayat 44
• artinya;
• Dan tiada sesuatupun yang dapat
melemahkan Allah, baik yang dilangit
maupun yang dibumi.Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
Karahah artinya terpaksa
• Allah SWT melakukan sesuatu tanpa ada
yang mempengaruhi secara terpaksa atau
ada yang memaksa.Tidak mungkin Allah
Dzat yang maha berkehendak melakukan
suatu perbuatan atas dasar perintah selain
dariNya.Mustahil Allah SWT bersifat
Karahah ( terpaksa )
Jahlun artinya Bodoh
• Manusia diciptakan Allah masing-masing
mempunyai keistimewaannya sendirisendiri yang menunjukkan bahwa ilmu
Allah sangat luas atau maha luas.Allah
SWT memberikan ilmu kepada manusia
maka mustahil Allah SWT bersifat Jahlun
atau bodoh.
• Firman Allah dalam surat Al-Isro’ ayat 85
yang artinya ; Dan tidakklah kamu diberi
pengetahuan ( oleh Allah ) melainkan
hanya sedikit saja.
Mautun artinya Mati
• Allah menghidupkan dan mematikan
mahlukNya . Mahluk Allah seperti
manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan
yang hidup karena kehendak Allah, dan
mustahil Allah sebagai penciptanya
bersifat mautun atau mati sebab Allah
Maha Hidup.
• Firman Allah dalam surat Al-Baqoroh ayat
255 yang artinya ; Allah tidak ada tuhan
selain Dia yang maha hidup, kekal, dan
terus menerus mengurus ( mahlukNya )
tidak mengantuk dan tidak tidur.
Shaman/Sumun artinya tuli
• Allah mendengar setiap doa orang yang
beriman walaupun hanya berupa bisikan
didalam hati sebab Allah Maha
Mendengar dan Maha mengetahui, oleh
sebab itu mustahil kalau Allah bersifat
Shamam/Shumun ( tuli ).
Firman Allah QS; Al-Baqoroh/2 : 256
• artinya :Dan Dia Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.
Umy/Umyun artinya Buta
• Manusia, binatang diciptakan oleh Allah
dengan di beri indra mata untuk melihat,
apalagi Allah yang Maha Melihat maka
mustahil juka Allah bersifat umy/umyun
( buta ).
• Firman Allah dalam Surat Al-Mu’min ayat 1920 yang artinya : Dia mengetahui pandangan
mata yang khianat dan apa yang
disembuyikan oleh hati . SesungguhyaAllah
Dialah yang maha Mendengar Lagi Maha
Melihat.
Bukm/Bukmun artinya Bisu
• Allah SWT menurunkan wahyu kepada
para nabi, dari wahyu itu kemudian
terhimpun kalamulloh yang tertulis dalam
kitabulloh .Adanya Al-Qur’an yang berisi
firman Allah maka mustahil Allah bersifat
bukm/bukmun ( bisu ).
Firman Allah QS. Al-Baqoroh/2: 253
Artinya
• “Para rosul itu kami lebihkan sebagian
atas sebagaian yang lain. Demikian
mereka ada yang Allah bercakap-cakap
(langsung dengan Dia) dan Allah
meninggikan sebagian dari mereka
beberapa derajat.”
Aajizan artinya maha lemah
• Mustahil Allah bersifat Maha Lemah
Mukrohan artinya Maha
Terpaksa
• Mustahil Allah bersifat Maha Terpaksa
Jaahilan artinya Maha Bodoh
• Mustahil Allah bersifat Maha Bodoh
Mayyitan artinya Maha Mati
• Mustahil Allah bersifat Maha Mati
Asamam/ ashamm
• artinya Maha Tuli
• Mustahil Allah bersifat Maha Tuli
A’ma artinya Maha Buta
• Mustahil Allah bersifat Maha Buta
Abkam artinya Maha Bisu
• Mustahil Allah bersifat Maha Bisu
Sifat Jaiz Allah SWT
• Sifat jaiz Allah adalah kebebasan untuk
berbuat sesuatu atau tidak berbuat
sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya
yang mutlak.
Misalnya:
1. Kebebasan untuk Menciptakan atau Tidak
Menciptakan sesuatu
2. Kebebasan untuk Mengatur Semua Makhluk
Sesuai yang Dia Kehendaki
Allah SWT berfirman sebagai
berikut
• Artinya :
• Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih
apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka
(manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci
Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang
mereka persekutukan. (QS. Al Qashas/ 28
: 68
Allah SWT berfirman sebagai
berikut
• Artinya :
• Dan Allah menciptakan semua jenis hewan
dari air, maka sebagian ada yang berjalan di
ats perutnya dan sebagian berjalan dengan
dua kaki, sedang sebagian (yang lain)
berjalan dengan empat kaki. Allah
menciptakan apa yang Dia kehendaki.
Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala
sesuatu. (QS. An-Nur/24 : 45)
• Kebebasan untuk Mengatur Semua Makhluk Sesuai yang
Dia Kehendaki
• Firman Allah (QS. Ali Imran/3 : 26)
Artinya :
• Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik
kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada
siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut
kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki
dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau
kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sungguh, engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
(QS. Ali Imran/3 : 26)
PERILAKU ORANG BERIMAN KEPADA SIFAT-SIFAT
ALLAH SWT
• Antara lain sebagai berikut :
• Menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya
dengan selain Dia karena Dia berbeda dengan semua
makhluk ciptaan-Nya.
• Tidak berprasangka buruk kepada Allah SWT
walaupun hanya dalam hati karena Dia Maha
Mendengar terhadap segala sesuatu meskipun tidak
bersuara. Dia Mahasuci dari segala yang buruk.
• Berusaha untuk tidak sombong dalam hidup di dunia
karena hanya Allah SWT yang pantas untuk sombong.
Manusia mempunyai sifat lemah. Oleh karena itu,
sudah sepantasnya jika ia memerlukan Allah SWT
20 SIFAT WAJIB ALLAH BISA
DISAKSIKAN DALAM FILM
BERIKUT
20 SIFAT WAJIB ALLAH
I. UJI KOMPETENSI / EVALUASI
Jawablah pertanyaan berikut secara
singkat dan padat !
1. Lengkapi kolom sifat-sifat wajib bagi
Allah pada denah di bawah !
2. Sebutkan 4 (empat) sifat Allah yang
termasuk dalam kelompok sifat
salbiyah !
3. Tununjukan bukti/dalil naqli bahwa
Allah itu Kuasa !
4. Jelaskan 5 (lima) sifat – sifat mustahil
bagi Allah SWT !
5. Tunjukkan 3 (tiga) contoh perilaku
orang yang percaya pada sifat-sifat
Allah SWT !
21
I. UJI KOMPETENSI / EVALUASI
NO
SIFAT ALLAH
WAJIB
contoh Wujud
ARTI
ada
SIFAT ALLAH
MUSTAHIL
‘adam
ARTI
Tidak ada
1
................
....................... Jahlun
.....................
2
Baqa’
....................
....................
....................
3
.................
Berbeda
.................
......................
dengan
makhluk
4
Qudrat
....................... ......................
5
.....................
.................
.................
....................... bisu
II. TUGAS
A. Tugas individu ( di rumah )
Silahkan kalian ambil Al-Qur’an
dan terjemahnya, kemudian buka
dan cari surat Al-Mujadalah ayat 7
kemudian tulislah lengkap dengan
terjemahnya dalam bahasa
Indonesia !
21
Rifaudin Ahmad, S.Pd.I
‫جزاكم اهلل خيرا كثرا‬
‫وباهلل التوفق و الهداية‬