- Rizal Mahdi Blog`s
Download
Report
Transcript - Rizal Mahdi Blog`s
MK PASCAPANEN TANAMAN
PERTANIAN
Macam :
1. Jagung semi (sayur)
2. Panen tongkol muda
3. Panen tongkol / pipilan kering
KRITERIA PANEN :
1. Belum terjadi penyerbukan. Atau bunga
jantan dikastrasi
2. Tongkol muda dipanen ketika klobot masih
hijau, sebagian rambut jagung mengering, biji
penuh tapi masih bisa ditusuk kuku, umur
tanaman ± 65 – 70 HST
3. Jagung sudah masak penuh ditandai dengan :
Batang, daun, rambut jagung dan klobot
mengering
Biji ditusuk kuku tidak tembus
Ada “black layer” antara biji dan tongkol
Kadar biji ± 25 – 30 %
CARA PANEN
- Dengan tangan
- Apabila panen kering, agar
tingkat kematangan seragam :
saat klobot menguning
potong batang satu ruas
diatas tongkol
bersihkan daun-daun yang
masih ada
biarkan tongkol dilapang 7 – 10 hari tergantung
cuaca
PENGUPASAN
Untuk jagung pipilan. Tongkol dikupas dan
dikeringkan baru dipipil menggunakan tangan
atau alat/mesin pipil
Untuk benih dapat berklobot atau tanpa klobot
PENGERINGAN
Macam :
a. tongkol klobot
b. tongkol kupas (18-14%)
c. pipilan (utk disimpan 12-14%)
Tabel 1. Beberapa cara pengeringan jagung, laju pengeringan, dan tingkat infeksi
cendawan di Gorontalo pada 2005.
Proses pengeringan*)
Laju pengeringan
Tingkat infeksi
cendawan (%)**)
Tanaman jagung dijemur
0,80%/hari dan 0.75%/jam 18
selama 7 hari setelah
masak fisiologis di lapang,
kemudian tongkol dipanen
0.80%/hari dan 0.95%/jam 15
dan dikeringkan dengan
sinar matahari
Panen tongkol jagung,
0,50%/jam
10
kupas kelobot dan jemur
tongkol jagung
Panen tongkol jagung,
2,07%/jam
9
kupas kelobot, tongkol
jagung dipipil, dan jagung
pipil dikeringkan dengan
mesin pengering
Panen tongkol jagung,
0,70%/jam
10
kupas kelobot, tongkol
jagung dikeringkan dengan
mesin pengering
Keterangan :*) Pengeringan dilakukan sampai kadar air biji 15-17%.
**) Jagung pipilan setelah dikeringkan dan diangin-anginkan dimasukkan ke
dalam kantung plastik dan disimpan pada suhu ruang 25ºC selama 120 hari.
Sumber: Firmansyah et al. (2005).
PEMIPILAN
Dengan tangan umumnya utk benih
PENYIMPANAN
Jagung dapat disimpan :
- Tongkol berklobot
- Tongkol tanpa klobot
- Pipilan kering
Syarat: kering, bersih, kontrol hpt gudang
Tabel 8. Syarat khusus mutu jagung menurut SNI.
Parameter
I
Kadar air maksimum (%)
14
Butir rusak maksimum (%)
2
Butir warna lain maksimum (%) 1
Butir pecah maksimum (%)
1
Kotoran maksimum (%)
1
Sumber: Warintek (2007)
Mutu
II III
14 15
4 6
3 7
2 3
1 2
IV
17
8
10
3
2
Tabel 9. Standar batas maksimum kandungan mikotoksin pada biji jagung
Negara Batas maksimum mikotoksin (ppb)
Cina
20
Malaysia
35 (bahan pangan)
Singapura
5
Indonesia
Sumber: Darmaputra (2005)
KRITERIA PANEN
Kedelai :
>75 % daun, polong
menguning dan kering
Umur panen
Kacang hijau :
Polong berubah warna
Kacang tanah :
Umur panen
Jaring pada polong sudah jelas,
bagian dalam polong warna
kehitaman
CARA PANEN : dipotong/disabit,
dicabut, dipetik
PERONTOKAN POLONG
SORTASI
PENGERINGAN
2 tahap :
pengeringan brangkasan
pengeringan biji
Jika menggunakan “batch dryer” suhu diatur 35 –
45oC, RH 55% agar buah tidak rusak pada waktu
pembijian.
Pengeringan brangkasan hingga kadar air ± 18%
untuk memudahkan pembijian
Pengeringan biji untuk tujuan perdagangan (KA 1314%)
Untuk disimpan KA biji <10 %
PEMBIJIAN
- manual → untuk benih
- dipukul-pukul
- alat pengupas kacang tanah,
alat perontok kedelai (thresher)
PEMBERSIHAN dan SORTASI
biji yang baik dipisah dari biji rusak dan kotoran
PENYIMPANAN
sebelum disimpan dalam bentuk biji harus
dikeringkan hingga KA <9%
Apabila dijadikan benih, biji dengan kadar air
harus < 9 %. Calon benih dicampur dengan abu
jerami, disimpan dalam kaleng dan setiap bulan
dijemur. Dengan cara ini biji dapat disimpan lebih
dari 4 bulan.
Karakteristik
Mutu I Mutu II Mutu III
1. Rendemen, % bobot/bobot, maks
65,0
62,5
60,0
2. Kadar air biji, % (B/B), maks
9,0
9,0
9,0
3. Kadar kotoran, % (B/B), maks
1,0
2,0
3,0
4. Polong keriput, % (B/B), maks
2,0
3,0
4,0
5. Polong rusak, % (B/B), maks
0,5
1,0
2,0
6. Polong berbiji satu, % (B/B), maks
3,0
4,0
5,0
7. Kadar aflatoksin, ppm
Sesuai hasil analisis
Karakteristik
Mutu I Mutu II Mutu III
1. Diameter biji (mm) minimum
8
7
6
2. Kadar air biji, % (B/B), maks
5-7
7
7
3. Kadar kotoran, % (B/B), maks
-
0,5
3,0
4. Biji rusak, % (B/B), maks
-
-
2,0
5. Biji keriput, % (B/B), maks
-
2,0
4,0
6. Biji belah, % (B/B), maks
1,0
6,0
10
-
-
-
7. Serangga
8. Kadar aflatoksin, ppm
Sesuai hasil analisis
Syarat mutu umum: bebas hama & penyakit, bersih dari
bahan kimia, tidak apek, asam atau bau asing serta
bersuhu normal. Untuk syarat pokok cermati tabel berikut.
Kriteria mutu
Mutu I Mutu II Mutu III
1. Kadar air maks (% b/b)
13
14
16
2. Kotoran maks (% b/b)
1
2
5
3. Butir rusak (% b/b)
4. Butir keriput (% b/b)
2
0
3
5
5
8
5. Butir belah (% b/b)
6. Butir warna lain (% b/b)
1
0
3
5
5
10
KRITERIA PANEN: umur dan kebutuhan,
ubi jalar 4 - 5 BST
ubi kayu 6 – 7 BST utk konsumsi dan 10-12
BST utk tepung
CARA PANEN
ubi jalar :
dicabut/guludan
dibongkar dengan
bantuan garpu
ubi kayu : batang
dipotong ± 20 cm
dari muka tanah,
dicabut atau
dibongkar dgn
garpu
Ubi kayu :
Warna daging umbi : putih, kuning
Bagian tengah ada jaringan berserat
Umbi mengandung cyanogenic glucoside yaitu
linamarin
Bila sel umbi pecah bertemu enzim linamarase
terbentuk HCN
Umbi beracun bila kadar HCN > 100 mg
Umbi tidak beracun bila kadar HCN < 50 mg
Ubi kayu apabila dikupas akan rusak dalam 24
jam, bila tanpa kupas tahan seminggu
Bila disimpan dengan ada sedikit batang tahan
1-2 minggu
Umbi yang dilepas dari batang dapat juga
disimpan 3 – 4 minggu dengan dipendam
dalam tanah atau campuran tanah dan abu
gosok asal tidak ada luka
Ubi jalar :
• Warna daging tidak selalu sama dengan
kulit
• Beberapa varietas kulitnya bergetah
• Daging umbi mengandung pati dan serat
• Ubi jalar lebih tahan disimpan lama,
dengan rutin memotong tunas yang
tumbuh
Tepung :
Tepung umbi
Tepung pati
Kualitas tapioka ditentukan :
1) Warna Tepung → putih
2) Kandungan Air → kering
3) Struktur kasar atau halus
4) Banyaknya serat dan kotoran; serat dan kayu
sedikit dan pati tinggi (umur <12 bulan)
5) Tingkat kekentalan; daya rekat tapioka tetap
tinggi. Hindari penggunaan air yang berlebih dalam
proses produksi
Proses pembuatan tepung ubi jalar
1. Umbi dibersihkan dari tanah dan kotoran.
2. Kulitnya dikupas/dilepas dari umbinya.
3. Disawut (diiris tipis-tipis).
4. Sawut direndam dengan
larutan kapur.
5. Dikering matahari/oven.
6. Sawut kering digiling.
7. Tepung Bija (Ubi Jalar).