iv_Sistem penguasaan tanah

Download Report

Transcript iv_Sistem penguasaan tanah

Sistem penguasaan tanah disini diterjemahkan
secara bebas dari istilah Inggris “land tenure
system.”
“tenure”
Bukan hanya pengertian pemilikan
terhadap sesuatu atau terhadap tanah.
Mencakup:
hak pakai (access),
hak mengawasi (control), dan
hak memiliki (ownership) baik terhadap,
tanaman, hewan ternak, dan air.
Hak atas tanah adalah yang dimiki seseorang
atau sekelompok orang atas sebidang tanah
yang dijamin oleh hukum adat atau hukum
negara
Hak kepemilikan itu bukanlah menunjukan
hubungan antara manusia dan benda, akan
tetapi hubungan antara manusia sekaitan
dengan property (tanah)
Dimensi hak atas tanah
HAK
Dimensi
Menggunakan
Manusia
Penggunaan
Waktu
Mengawasi
Memiliki
Dinamika sistem penguasaan tanah





demografi,
organisasi sosial,
jenis penggunaan lahan,
pasar, dan
teknologi
Faktor demografi
-jumlah dan pertumbuhan penduduk (Boserap
1965).
-Dengan semakin bertambahnya jumlah 
perubahan sistem penguasaan tanah dari
komunal menjadi tanah pribadi karena semakin
banyak orang membutuhkan tanah.
Faktor organisasi masyarakat
dilihat dalam hal struktur masyarakat (Boserap 1965), bahwa
elit masyarakat menentukan siapa-siapa yang berhak atas
sebingkah tanah
Jenis penggunaan tanah (Boserup 1965)
memperlihatkan bahwa penggunaan tanah yang
berbeda merefleksikan perbedaan sistem
penguasaan tanah.
Faktor pasar (Crocombe 1971)
terlihat dimana perubahan usaha pertanian dari
subsisten menjadi usaha yang berorientasi pasar
ternyata diiringi dengan pengalihan sistem
penguasaan tanah dari tanah komunal menjadi
tanah pribadi, karena untuk terlibat dalam ekonomi
pasar, membutuhkan jaminan investasi dalam bentuk
status tanah.
Faktor teknologi (Crocombe 1971)
karena setiap teknologi baru yang
diperkenalkan tidak akan efisien dengan sistem
penguasaan tanah tradisional, dan hanya akan
dapat diakomodasi dengan merubah sistem
penguasaan tanah tersebut.
Hak-Hak Kepemilikan (Property Right)
Feder dan Feeny (1991) property adalah
institusi sosial yang menggambarkan sistem
relasi antara individual, termasuk hak-hak,
tugas, kekuasaan, perlakuan khusus dan lainlain pada hal-hal yang tertentu
hak-hak kepemilikan (property right) adalah
bundel dari karakteristik eksklusifitas,
pewarisan, transfer, dan mekanisme
pelaksanaan (Alchian dan Demsetz, 1973
dalam Feder dan Feeny, 1991).
Property right didefinisikan sebagai penggunaan
sesuatu dengan legitimasi yang ditunjukkan
secara eksklusif dan siapa yang mempunyai hakhak eksklusif tersebut.
Tipologi hak-hak kepemilikan:
- perorangan (private),
- milik bersama (common),
- milik negara (state) dan
- akses terbuka (open access) yang
berhubungan dengan situasi dimana tidak
ada hak-hak-hak kepemilikan yang jelas,
hal ini membedakannya dengan milik
umum.
Tabel 2.2. Karakteristik empat tipologi hak-hak kepemilikan
Tipe Sumber
daya
Perorangan
(Private)



Milik Bersama 
(Common Pool)

Milik
(State)
Negara 

Akses terbuka 
(Open Access)

Karakteristik
Karakteristik Rule Karakteristik Institusi/ Karakteristik Pemanfaatan
Sumber daya
(aturan)
Lembaga
Batas jelas
 Aturan dapat
 Jaminan
oleh  Subtractability
dan
Dapat dijual
dilaksanakan
lembaga pemeexludability tinggi
beli dan
atau dipaksa-kan
rintah yang di-  Bebas digunakan dan
mudah
 Aturan tertulis
perkuat sampai
dilindungi
dipasarkan
ting-kat lokal
Legal
Batas
tidak  Aturan
tertulis  Lembaga lokal, 
Subtractability tinggi,
jelas
dan tidak tertetapi dapat juga
exludability rendah
Bukan ben-tuk
tulis, tetapi dadijamin
oleh  Rentan terjadi Overkepemilikan
pat ditegakkan
lembaga
use
legal
pemerintah
 Pemanfaatan
tergantung
kepada
pengguna yang lain
Batas sering  Aturan tertulis,  Lembaga
 Subtractability rendah,
tidak jelas
tetapi sering tipemerintah
exludability rendah
Legal
dak
dapat
ditegakkan
Tdak
jelas 
Tidak ada aturan  Tidak
ada  Siapa
saja
dapat
batas
yang berlaku
lembaga
yang
mengakses
Tidak legal
mengatur
 Subtractability ting-gi,
exludability rendah
 Cenderung
terjadi
overuse dan degradasi
Sumber: Djogo et al. (2003), (Lynch, 2002), Agrawal (2001), Ostrom (1999), Wade
(1987), dan Feder dan Feeny (1991)