presentasi 4 - bahankuliahikomunand
Download
Report
Transcript presentasi 4 - bahankuliahikomunand
Penulisan Skenario Film dan Televisi
•Penyutradaraan dan Sinematografi
•Pra-Produksi/Produksi/Pasca Produksi
•Film dan Psikoanalisa
•Film dan Feminisme
•Film dan Postmodernisme
•Semiotika Film
•Montage Theory
•Kritik Film
Refi Yuliana,M.Si
Penyutradaraan
• Sutradara sebagai Pelaksana hanya membuat
• Sutradara sebagai Auteur (Pembuat film lengkap)
dari awal hingga akhir produksi.
• Sorang Auteur sejati akan menciptakan ide,
menulis skenario, mengawasi penulisan dan
memasukan “unsur gaya” (Style) sutradara
• Konsep gaya sutradara dalam film terbentuk dari
kombinasi unsur-unsur subjektif pembuatnya
Sinematografi
• Sinematografi – penyutradaraan – Juru Kamera –
Filsafat Visual – tanggung jawab sutradara
• Gaya visual sebuha film merupakan tanggung
jawab sutradara dengan memperhatikan :
1. Komposisi (dramatik/informal)
2. Sudut Pandang kamera (Objektif -penonton jauh-dan
subjektif –emosional shot dari sudut pandang
pemain-)
3. Pencahayaan (high key/kontras or low key)
4. Teknik dan Gerak kamera (tilt, pan, moving, zoom,
dll)
Pra Produksi-Produksi-Pasca Produksi
• Pra-Produksi : bahan mentah film
(konsep/ide/budget/tempat/alokasi
waktu/anggaran/pemain/plan A-B/casting/reading/
bedah skenario/penomoran adegan/ koordinasi).
Membutuhkan kerjasama semua tim produksi
• Produksi : proses pembuatan film dan merupakan
wilayah penuh Sutradara dan Tim dalam membentuk
unsur visual dalam film
• Pasca produksi : penyatuan elemen gambar dan efek
efek audio ataupun visual melalui editing dan finishing.
Peran sutradara dan editor art.
Film dan Psikoanalisa
• Perspektif film dalam sudut pandang alam bawah sadar
• Dimulai dari teori psikoanalisa Sigmund Frud (konsep
perkembangan serta konsep hasrat dalam perspektif
psikoanalisa) dan berkaitan dengan “Teori
kepenontonan”
• Kemudian disintesiskan oleh Jacques Lacan dan
Christian Metz
• Lacan = Hasrat falus kekuasaan dan kepemilikan
object petit ‘a
• Metz = Film adalam alam bawah sadar, dan menonton
film adalah seperti bermimpi
Feminist film Theory
• Bercerita seputar pengalaman dan dinamika
perempuan namun Tidak selalu dibuat oleh
perempuan tetapi harus peka terhadap ketimpangan
strukturasi Gender dan kelas sosial.
• Ciri utama pada woman’s film yaitu karakter
perempuan yang mendominasi struktur narasi.
• Laura Mulvey yang dalam esai ‘Visual Pleasure and
Narrative Cinema’ (1975) bahwa perempuan adalah
objek fantasi dan objek kesenangan dalam Film. Kodakoda film mengarahkan penonton pada
misrepresentasi terhadap perempuan yang
melanggengkan mitos budaya.
Feminist film Theory
• Mary Ann Doane, dalam Woman’s Stake: Filming the
Female Body (1981) berfokus pada hubungan patriarki
sosial yang membentuk seksualitas perempuan dalam
film.
• bagi Doane, seksualitas tidak dapat diturunkan pada
hal-hal yang berkenaan dengan fisik. Seksualitas
dikonstruksikan dalam hubungan sosial dan simbolik
• Feminist film theory mengalami perkembangan di
dunia sejalan dengan perkembangan pemikiran feminis
(feminis liberal, sosialis, eksistensialis dan postfeminist)
Film dan Postmodernisme
• Postmodern kekecewaan terhadap modernisasi
• Dalam film dapat dilihat dari 2 sisi
1. Teknologi film. (dan teknik pembuatan) yang
mengabungkan unsur realistik dan imajinasi (efek
visual,dll)
2. Cerita film. Film yang menggambarkan kehancuran
modernisasi dan digantikan dengan era
postmodernisasi
3. Narativitas. Cerita surrealis. Logika narasi yang
tidak linear, tidak berkronologis dan anti plot
Film dan Postmodernisme
Film Film Surrealis termasuk kedalam salah satu bentuk
film pascamodernitas. Film science fiction
kebanyakan mengambil bentuk postmodernitas
karena ketidakpuasan pada perkembangan dunia
modern dalm segi ilmu pengetahuan
Tujuan utama film postmodernitas adalah kritik
kebudayaan, kritik sosial, kritik politik dan kritik
konsumerisme
Film postmodern biasanya juga mengedepankan unsur
Hiperealitas
Film dan Semiotika
• Teori semiotika sinema dapat ditarik mundur ke teori
linguistik bahwa material bahasa menciptakan makna
tetapi itu tidak memiliki makna dalam dirinya sendiri.
• Teori semiotika sastra jika diterapkan pada sinema
visual bisa menimbulkan masalah karena sinema
bukanlah sebuah tanda konvensional seperti kata-kata.
• Dalam sinema, penanda hampir identik dengan
petanda, yang menunjukkan bahwa gambaran visual
dari sebuah mobil sangat dekat dengan obyek aktual
daripada kata ‘mobil’ itu
Film dan Semiotika
• Teori dan pernyataan dari Christian Metz dengan
pendekatan pada sinema mungkin adalah salah satu
yang paling menyeluruh dari teori-teori sinema.
Sinema mungkin sebuah bahasa tetapi bukan sebuah
sistem bahasa
• Metz menuliskan bahwa bentuk dasar dari semiotika
sinema antara lain editing, gerakan kamera, skala
shots, hubungan antara image dan ujaran, sekuens,
dan unit sintagmatik lainnya
• Denotasi-konotasi-interpretasi
Montage Theory
• Sergei eisenstein menciptakan teori montase dari film
yang disutradarainya salah satunya adalah “The
Battleship Potempkin”. Montage theory adalah
berkaitan dengan teknik editing (Edit montase)
• Eisenstein mencoba menteorikan editing film sebagai
perbenturan antara imaji-imaji dan ide-ide dan
terinspirasi dari metode dialektik Karl Marx dan Hegel
(Proses dialektika) Tesis-antitesis-sintesis
• Eisenstein membenturkan elemen shot dalam
dialektika untuk menghasilkan sintesis makna baru
• Shot A-ShotB=Shot C (makna baru)
Montage Theory
• METRIC MONTAGE
mengacu pada panjang shot yang berhubungan dengan shot lain. Hal ini
meningkatkan tensi (ketegangan) yang terjadi dalam adegan. Penggunaan
close-up dengan shot-shot yang makin pendek menciptakan adegan yang
makin intense (kuat).
•
RHYTHMIC MONTAGE
mengacu pada kesinambungan yang muncul dari pola visual di dalam shot
(kesinambungan aksi). Montage jenis ini berpotensi untuk
memperlihatkan konflik seperti adegan Odessa Steps dari film Potemkin
(1925), tentara-tentara menuruni tangga dari satu kwadran (seperempat)
frame, diikuti oleh rakyat yang mencoba melarikan diri dari sisi frame yang
berlawanan
Montage Theory
•
TONAL MONTAGE
Tonal montage mengacu pada keputusan-keputusan editing yang dibuat untuk membentuk
karakter emosional dari sebuah adegan yang bisa berubah selama berlangsungnya adegan
tersebutPada adegan Odessa Steps, kematian ibu muda di tangga dan diikuti adegan kereta bayi
menekankan dalamnya tragedi pembunuhan massal
OVERTONAL MONTAGE
Overtonal montage adalah montase dengan saling mempengaruhinya antara metric, rhythmic dan
tonal montage. Pada adegan Odessa Steps, akibat dari pembunuhan massal itu seharusnya
berkesan kebiadaban di dalam hati dan pikiran penonton. Shot-shot yang menekankan penggunaan
kekuatan besar tentara dengan eksploatasi ketakberdayaan warganya adalah hal yang menjelaskan
pesan adegan tersebut
INTELLECTUAL MONTAGE
Intellectual montage mengacu pada pengenalan ide adegan yang sangat dibentuk emosinya.
Contoh intellectual montage adalah sebuah adegan dalam film October (1928). George Kerensky,
pemimpin Menshevik dari Revolusi Rusia pertama, naik tangga secepat seperti ia mendaki ke
sebuah kedudukan setelah jatuhnya Tsar. Shot naiknya ia itu disambung selang seling dengan shotshot burung merak sedang memamerkan bulu-bulunya (bersolek). Eisenstein menganggap bahwa
Kerensky adalah seorang politisi. Ini adalah satu contoh dalam film October.
Kritik Film
• Dipelopori oleh aliran teori kritis Frankfurt School
• Positivis-Konstruktivis-critical constructivis-Kritis
• Kritik film terkait dengan bagaimana sutradara
merepresentasikan realitas melalui dunia visual yang
tidak sesuai dengan ideologi ataupun memiliki
keberpihakan fanatik pada satu kelas sosial tertentu
• Bentuk kritik film : Feminist (Luce Irigrary dan Julia
kristeva), postmodern (Derrida dan Jean Baudrillard),
ideologi dan power (Foucault dan Karl Marx),
Psikoanalisa (Jean Lacan dan Metz) dll
Terima Kasih