Pengertian dan definisi serta ruang lingkup sistem
Download
Report
Transcript Pengertian dan definisi serta ruang lingkup sistem
Secara etimologis sistem politik indonesia
berasal dari tiga kata yaitu
1. Sistem
2. Politik
3. Indonesia
Berasal dari kata yunani Systema yang berarti
suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian
banyak bagian yang saling terkait satu
dengan yang lain
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Setiap sistem mempunyai tujuan
Setiap sostem mempunyai batas
Terdiri dari dua atau lebih subsistem
Saling ketergantungan
Kemampuan menyesuaikan diri dengan
lingkungan
Kemampuan untuk mengatur diri sendiri
Tujuan dan sasaran
Menciptakan atau mencapai sesuatu yang
berharga/ sesuatu yang mempunyai nilai
Sistem
Unsur
tujuan
Tubuh
Organ-organ,
kerangka
Homestasis.
Negara
Legislatif, eksekutif,
yudikatif
kesejahteraan
DPR
Anggota,
perlengkapan,
bangunan, PNS
Undang-undang
Upaya untuk:
Memperoleh kekuasaan
Mempertahankan kekuasaan
penggunaan kekuasaan
Bagaimana menghambat penggunaan
kekuasaan
Jadi Politik lebih merujuk pada segi
kehidupan manusia untuk kekuasaan (power
relation)
SPIsistem politik yang berlaku di Indonesia
(Lebih kepada ciri khas Indonesia)
SP di Indonesia sistem politik yang
Pernah,Sedang berlaku di Indonesia (lebih
sempit)
Pengertian Sistem politik :
David Easton sistem politik adalah interaksi yang
abstraksi dari seluruh tingkah laku sosial sehingga
nilai-nilai tersebut diabadikan secara otoritas
kepada masyarakat.
Almond sistem politik adalah sistem interaksi yang
ditemui dalam masyarakat merdeka serta
menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi.
Rusandi Simantapura sistem politik adalah
mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam
struktur politik dalam hubungan satu sama lain
yang menunjukkan suatu proses yang langgeng
Ketika berbicara struktur politik maka yang
akan diperbincangkan adalah tentang mesin
politik sebagai lembaga yang dipakai untuk
mencapai tujuan.
1.
2.
Mesin politik Informal (infrastruktur politik)
Mesin politik formal (suprastruktur politik)
Struktur Politik Indonesia.
1. Suprastruktur politik yaitu : Kehidupan politik pemerintahan yang
berkaitan dengan kehidupan lembaga-lembaga negara, fungsi dan
wewenang serta hubungan kewenangan antar lembaga negara yang ada.
Suprastruktur politik Indonesia sebagai berikut :
Legislatif
MPR = DPR + DPD
UU
Eksekutif
Yudikatif
Eksaminatif
Presiden/wapres +
Kabinet
Kekuasaan kehakiman
MA, MK dan KY
BPK
A
P
B
N
/
K
E
U
A
N
G
A
N
2. Infrastruktur politik yaitu :
kehidupan politik rakyat yang berkaitan dengan pengelompokan
warganegara atau anggota masyarakat kedalam berbagai macam golongan
yang biasanya disebut sebagai kekuatan sosial politik.
Infastruktur politik di Indonesia terdiri atas :
a. Partai politik ( political party)
b. Kelompok Kepentingan (Interest group)
c. Kelompok penekan (preassure group)
d. Media komunikasi politik (media of political cumunicatian)
e. Kelompok wartawan (journalism group)
f. Kelompok mahasiswa (student group)
g. Tokoh politik ( political figres)
Hubungan Supra struktur politik dengan Infra struktur politik adalah
sebagai berikut :
Unsur-unsur yang ada dalam supra struktur dan infra struktur politik
saling mempengaruhi,
dimana supra struktur politik sebagai pembuat keputusan akan
mendapat masukan, tuntutan dan aspirasi dari infra struktur politik,
sebaliknya Infra struktur akan menopang dan melaksanakan segala
produk dan kebijakan supra struktur politik.
Berjalan dan berfungsinga lembaga-lembaga negara atau organisasi
pemerintahan dipengaruhi oleh komponen-komponen kehidupan politik
rakyat.
1. Budaya Politik
a. Pengertian
Budaya politik
merupakan
sistem nilai dan
keyakinan yang
dimiliki bersama
oleh masyarakat.
Mrp aspek politik dari nilai-nilai
yang terdiri atas pengetahuan,
adat istiadat, tahayul, & mitos.
Dapat dilihat dari aspek doktrin
dan aspek generiknya (bentuk).
Hakikat dan ciri budaya politik
yaitu menyangkut masalah
nilai-nilai sbg prinsip dasar.
Bentuk budaya politik
menyangkut sikap dan norma.
b.
Menurut Para ahli :
Gabriel A. Almond & Sidney Verba, budaya politik yaitu
terdapatnya satu perangkat yang meliputi seluruh nilainilai politik yang terdapat di seluruh bangsa.
Rusadi Sumintapura, budaya politik tidak lain adalah pola
tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan
politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem
politik.
Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang
menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik
dilakukan.
Alan R. Ball, budaya politik adalah suatu susunan yang
terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai
masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan
isu-isu politik.
Austin Ranney, budaya politik adalah seperangkat
pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola
orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.
Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.,
budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan
keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga
kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada
bagian-bagian tertentu dari populasi.
2. Tipe-tipe Budaya Politik
a. Militan (usaha jahat & menentang)
BERDASARKAN
SIKAP YANG
DITUNJUKKAN
b. Toleransi (berpusat pd masalah)
Sikap Mental
Abasolut
(sempurna & tidak
dapat dirubah)
Sikap Mental
Akomodatif
(menerima apa saja
yg berharga)
Lanjut…………….!!
Sistem
Otoriter
MODEL
KEBUDAYAAN
POLITIK
Demokratis
PraIndustrial
Demokratik
Industrial
Menurut Almond
dan Verba, terdapat
variasi dlm 3 bentuk
budaya politik :
Subyek-parokial,
Subyek-partisipan,
Parokial-partisipan.
Budaya politik parokial : Tingkat partisipasi politiknya
rendah karena tingkat pendidikan rendah
Budaya politik kaula/subjek : Masyarakat sudah relatif maju
(sosial ekonomi) tetapi masih bersikap pasif.
Budaya politik partisipan : Kesadaran dan partisipasi politik
sudah tinggi
Tidak ada negara yang murni memiliki budaya politik
partisipan, parokial dan subjek/kaula, Menurut Almond dan
Verba ada variasi diantara ketiga tipe budaya politik tersebut
yaitu :
1. Budaya politik subjek - parokial
2. Budaya politik subjek - partisipan
3. Budaya politik parokial - partisipan
Berdasarkan tipe-tipe budaya politik diatas dapat disebutkan
tiga model kebudayaan politik yaitu : Demokratik Industrial,
Sistem Otoriter dan Demokratis Pra Industrial
Anggota masyarakat cenderung tidak menaruh
minat terhadap objek politik yang luas
Kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat
kewenangan atau kekuasaan dalam masyarakatnya.
Warga negara tidak mengharapkan apapun dari
sistem politik.
Tidak ada peranan politik yang bersifat khas dan
berdiri sendiri.
Belum adanya peran-peran politik yang khusus,
peran politik dilakukan serempak bersamaan
dengan peran ekonomi, agama, adat dll.
Pelaku politik memiliki peran yang banyak.
Biasanya terdapat pada masyarakat tradisional.
Kehidupan ekonomi WN sudah baik dan tingkat
pendidikan relatif maju.
Masyarakat dan individunya telah mempunyai perhatian
dan minat terhadap sistem politik terutama terhadap
objek politik output sedangkan kesadaran terhadap
input dan kesadarannya sebagai subjek politik rendah.
Masyarakat menyadari otoritas pemerintah sepenuhnya.
WN bersikap menerima saja putusan yang dianggapnya
sebagai sesuatu yang tidak boleh dikoreksi apalagi di
tentang.
Tidak ada keinginan untuk memberi masukan, tuntutan
atau bahkan mengkritisi pemerintah karena masyarakat
menganggap dirinya tidak berdaya mempengaruhi dan
mengubah sistem politik
WN cukup puas untuk menerima apa yang berasal dari
pemerintah
Warga memiliki pengetahuan dan kepekaan yang cukup
terhadap masalah atau isu-isu mengenai kehidupan politik
negaranya.
Warga mampu bersikap terhadap masalah atau isu
politik,baik sikap yang mendukung/menerima sikap yang
menolak.
Warga mampu menilai terhadap masalah atau isu politik yang
timbul dalam berkehidupan bernegara.
Warga menyadari adanya kewenangan atau kekuasaan
pemerintah.
Warga memiliki kesadaran akan peran,hak,kewajiban,dan
tanngung jawabnya selaku warga negara.
Warga mampu dan berani memberi
masukan,gagasan,tuntutan,kritik terhadap pemerintah.
Warga memiliki kesadaran akan untuk taat pada peraturan
dan kebijakan yang dikeluarkan tanpa perasaan tertekan.
Budaya politik elit (terdiri dari kaum pelajar
sehingga memiliki pengaruh dan lebih
berperan dalam pemerintahan) dan budaya
politik massa (kurang memahami politik
sehingga mudah terbawa arus).
Menurut Hebert Feith, sistem politik di
Indonesia di dominasi oleh budaya politik
aristokrat Jawa dan wiraswasta Islam.
Menurut C. Geertz di Indonesia terdapat
budaya politik priyayi, santri dan abangan.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
Menurut Rusadi Kantaprawira
Adanya subbudaya yang beraneka ragam
Sifat ikatan primordial yang masih kuat yang dikenali melalui
indikator berupa sentimen kedaerahan,kesukuan,dan
keagamaan.
Kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi
sifat paternalisme dan sifat patimonial.
Budaya poliik Indonesia bersifat parokial subjek di satu
pihakdan partisipan di lain pihak
Menurut Affan Gaffar
Hierarki yang tegas, adanya pembedaan atau tingkatan atas
bawah, pejabat disebut priayi rakyat sebagai bawahan
Kecendrungan patronage, pola hubungan patron-client, patron
(bapak) dengan clien (anak). Sang bapak bersifat memberi dan
melindungi sedangkan anak menerima dan patuh.
Kencederunga Neo-Patrimonialistik. Negara memiliki
kelengkapan yang sudah modren dan rasional tapi juga masih
memperlihatkan atribut patrimornial
Indonesia menganut budaya politik yang bersifat parokialkaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak
lain.
Sikap ikatan primodalisme masih sangat mengakar dalam
masyarakat Indonesia. Primordialisme adalah sebuah
pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang
dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat,
kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam
lingkungan pertamanya sikap ini dapat membuat individu
atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu suatu
sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang
budaya orang lain. Mereka akan selalu memandang budaya
orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena
nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi
nilai yang mendarah daging (internalized value)
Masih kuatnya paternalisme dalam budaya politik Indonesia.
Paternalistik artinya selalu taat dan patuh kepada pemimpin
tampa ada sikap kritis. budaya Timur biasanya masih lekat
dengan budaya paternalisme, budaya Jawa mengenal
sungkan, ewuh pakewuh, gak enakan, takut menyakiti orang
lain terutama pemimpin.
Menyelesaikan perselisihan secara damai
dan melembaga.
Menjamin perubahan secara damai dalam
suatu masyarakat yang berubah.
Menyelenggarakan pergantian pemimpin
secara teratur sesuai dengan konstitusi
Membatasi pemakaian kekerasan sampai
minimum.
Mengakui dan menganggap wajar adanya
keanekaragaman termasuk perbedaan
pendapat.
Menjamin tegaknya keadilan dan penegakan
hukum yang objektif.
Konfigurasi subkultur. Indonesia terdiri dari
berbagai suku bangsa yang beragam, namun
semuanya sudah melebur menjadi satu bangsa
sehingga tidak muncul kekhawatiran terjadi
konflik. Berbeda dengan india yang subkulturnya
sangat beragam bahkan terjadi sekat antar
kasta.
b. Bersifat Parokial kaula. Karena masyarakat
Indonesia mayoritas masih berpendidikan
rendah maka budaya politiknya masih bersifat
parokial kaula.
c. Ikatan primordial, sentimen kedaerahan
masih muncul apalagi ketika Otonomi Daerah
diberlakukan.
d. Paternalisme, artinya masih muncul budaya
asal bapak senang (ABS)
e. Dilema interaksi modernisme dengan
tradisi. Indonesia masih kuat dengan tradisi
namun modernisme mulai muncul dan
menggeser tradisi tersebut sehingga
memunculkan sikap dilematis.
1.
Rumuskan kembali tentang pemahaman tipe-tipe budaya politik
baik berdasarkan sikap yang ditunjukkan maupun orientasi
politiknya
2.
Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan
masyarakat dapat muncul budaya politik yang memiliki sikap
mental absolut
3.
Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan
masyarakat ada sebagian yg memiliki budaya politik parokial
4.
Jelaskan dengan alasan, bagaimana dalam kenyataan di dalam
masyarakat terdapat munculnya budaya politik campuran
parokial – partisipan
5.
Berikan penjelasan singkat perbedaan pokok model-model
kebudayaan antara demokratik industrial dengan demokratis praindustrial , beri contoh kasusnya.
Buat Makalah Sistem demokrasi Indonesia
1. Division of power
2. Constitutional Goverment
3. Reguler election
4. Rule of law
5. More than one political party
6. Politic recruitment
(Beri penjelasan serta contoh kasusnya)