Power Point.
Download
Report
Transcript Power Point.
BasRibas
Pengantar
Krisis adalah sebuah penyakit yang inheren dalam sistem
kapitalisme karena spirit kapitalisme itu sendiri adalah
akumulasi, eksploitasi, dan ekspansi. Sistem kapitalisme
akan terus mengakumulasi modal, mengeksploitasi baik
itu manusia maupun alam.
Untuk menandingi institusi Bretton Wood, mereka
(Amerika Latin) membentuk Mercosur dan ALBA – Aliansi
Bolivarian untuk rakyat Amerika. Institusi ini memberikan
bantuan secara gratis kepada negara di Amerika Latin yang
tidak memiliki banyak modal untuk membangun kembali
puing – puing negaranya yang dihancurkan oleh sistem
kapitalisme yang dipaksakan oleh Amerika Serikat.
ALBA (Alternatif Bolivarian untuk Amerika Latin) atau Bolivarian
Alternative for Latin America
- Muh. Ashry Sallatu
Namanya diambil dari Simon Bolivar yang melakukan
perjuangan untuk membela rakyat.
Amerika Serikat mempersepsikan, nuklir yang dikirim
Uni Soviet ke Kuba adalah bentuk ancaman terhadapa
keamanan Amerika Serikat.
Kekhawatiran terhadap melebarnya ide – ide (spill
over) yang dibawa Castro terhadap negara – negara di
kawasan Amerika Latin. Amerika Serikat memberikan
bantuan ekonomi dan militer kepada negara – negara
Amerika Latin lainnya melalui Monroe Doctrine.
ALBA (Alternatif Bolivarian untuk Amerika Latin) atau Bolivarian
Alternative for Latin America
- Muh. Ashry Sallatu
Ada tiga perspektif dalam ekonomi politik internasional ;
Pertama adalah perspektif liberal. Ekonomi dunia adalah faktor yang menguntungkan karena pembangunan
ekonomi yang interdependensi dan keterkaitan ekonomi maju dengan yang kurang berkembang cenderung
berpihak pada masyarakat kurang berkembang.
Perspektif kedua adalah Marxisme. Teori Marxian melihat pasar sebagai upaya eksplotasi terbuka. Sistem pasar
internasional ada di bawah kendali dari negara – negara maju dan karena itu sehingga cara kerjanya
menimbulkan kerusakan pada negara – negara berkembang dan memungkinkan terjadinya eksploitasi oleh
negara – negara maju. Baik eksploitasi dari sisi produksi maupun sisi konsumsi. Sisi produksi terjadi eksploitasi
terhadap orang yang tidak memiliki aset (alat produksi) sehingga surplus ekonomi lebih banyak disedot oleh
kaum borjuis (kapitalis; pemilik alat produksi). Sisi konsumsi terjadi upaya perluasan hegemoni pemilik modal
melalui apa yang disebut fetisisme komoditi. Fetisisme komoditi yang banyak diulas oleh pemikir neo Marxian
dan Post Strukturalisme mengatakan bahwa aspek penawaranlah yang kemudian melahirkan permintaan.
Prinsip kedaulatan konsumen akan berhadapan dengan upaya terus menerus untuk menarik dan menggoda
nafsu konsumtif melalui efek citraan yang muncul dalam iklan.
Ketiga, perspektif strukturalisme. Realitas struktur ekonomi yang ada sekarang ini adalah ketimpangan, dimana
terdapat negara yang secara ekonomi kuat dan banyak lemah. Jika ini diterapkan seperti yang diinginkan oleh
pemikir liberal, maka negara – negara yang ekonomi lemah tidak akan mampu bersaing dengan negara – negara
yang secara ekonomi sudah kuat tersebut. Dalam keadaan lemah ini pemerintah negara itu melakukan
intervensi pasar demi melindungi ekonomi domestiknya dari dominasi asing. Teoritisi pendukung strukturalis
ini adalah Gunnar Myrdal. Myrdal mengatakan perdagangan internasional yang tidak beraturan dan gerakan
modal yang bebas akan memperparah ketimpangan internasional. perdagangan internasional yang ada bukan
berfungsi sebagai mesin pertumbuhan, melainkan tidak lebih sebagai satu-satunya faktor yang menyebabkan
terjadinya kesenjangan yang semakin melebar.
ALBA (Alternatif Bolivarian untuk Amerika Latin) atau Bolivarian
Alternative for Latin America
- Muh. Ashry Sallatu
Chavez melakukan revolusi Bolivarian dan menyerukan kepada seluruh rakyat dan
militer untuk memulihkan keadaan ekonomi Venezuela yang diterpa krisis. Chavez
memulai dengan mengarahkan 70.000 tentara untuk bekerja berdasar pada ‘menolong
untuk mereka yang paling membutuhkan’.
Pembentukan lingkaran Bolivarian sebagai lembaga pemerintahan otonom yang diberi
keleluasaan tinggi menentukan prioritas dan kebutuhan rakyat Venezuela.
Ilmuwan mengklasifikasikan konsep kawasan kedalam empat karakteristik.
Pertama, adalah negara yang tergabung dalam suatu kawasan dengan kedekatan geografis.
Kedua, negara dengan kesamaan sosio-kultural.
Ketiga, adanya kemiripan sikap dan tindakan politik.
Keempat, adanya interdependensi eknomi yang diukur dari perdagangan luar negeri sebagai
bagian dari proporsi pendapatan nasional.
ALBA dapat dikategorikan sebagai satu kerjasama regional di kawasan Amerika Latin.
ALBA adalah pemikiran Hugo Chavez sebagai sistem pembanding dari FTAA (Free Trade
Area of America) yang sebelumnya dipelopori oleh Amerika Serikat. ALBA terbentuk
tangal 14 Desember 2004 di Havana.
ALBA (Alternatif Bolivarian untuk Amerika Latin) atau Bolivarian
Alternative for Latin America
- Muh. Ashry Sallatu
Tanggal 28 April 2005, Kuba dan Venezuela kembali melakukan pertemuan dan menyepakati poin –
poin kerjasama yang bersifat lebih praktis. Perjanjian itu disebut sebagai Final Declaration from the
First Cuba-Venezuela Meeting for the Application of the ALBA. Kesepakatan kali ini meliputi
kerjasama kedua negara di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
28 – 29 April 2006, presiden Bolivia Evo Morales Ayma menyatakan diri masuk sebagai anggota dalam
kerjasama ALBA dan ikut menandatangani perjanjian Agreement for the Application of the Bolivarian
Alternative for the Peoples of Our America and the People’s Trade. Poin-poin dalam perjanjian ini
adalah kelanjutan dari proses integrasi negara-negara Amerika Latin.
23 April 2008 pertemuan Venezuela, Kuba, Bolivia, Nikaragua dan Dominika.
R. Stubbs dan G. Underhill memberikan gambaran mengenai elemen utama regionalisme yaitu
pengalaman sejarah masalah-masalah bersama yang dihadapi sekelompok negara dalam sebuah
lingkungan geografis.
Globalisasi akan mendorong regionalisme dalam empat cara ;
Pertama, integrasi yang semakin mendalam menciptakan persoalan-persoalan yang membutuhkan
manajemen kolektif dan spesifik.
Kedua, karakteristik global dalam banyak isu seringkali dilebih-lebihkan, dan dampaknya lebih sering
dirasakan dalam suatu kawasan.
Ketiga, dorongan untuk melakukan rekonsiliasi menuju integrasi pasar secara global, integrasi di satu
sisi, dan pada sisi lain, kecenderungan ke arah fragmentasi dalam waktu bersamaan.
Keempat, integrasi global merupakan stimulus yang paling kuat dalam mendorong regionalisme
ekonomi.
Amerika Latin : Sebuah Contoh Hidup
- Zulkhair Burhan
Jose “Pepe” Mujica adalah presiden Uruguay yang terpilih di bulan November 2009
dengan suara 52% yang kemudian menggantikan kepemimpinan sosials sebelumnya
Tabare Vasquez. Jose diusung oleh Frente Amplio yang merupakan partai koalisi politik
kiri yang dibentuk tahun 1971.
Terpilihnya Hugo Chavez menjadi presiden Venezuela melalui pemilu konstitusional
pada tahun 1998 menjadi pemula munculnya pemimpin-pemimpin berorientasi politik
“kiri” di kawasan Amerika Latin. Selanjutnya, Ricardo Lagos di Chili tahun 2000, Luis
Inacio Lula da Silva di Brasil tahun 2003, Nestor Kirchner di Argentina tahun 2005,
Tabare Vasquez di Uruguay tahun 2006, Michelle Bachelet di Chili, Evo Morales di
Bolivia, Rafael Correa di Ekuador, Daniel Ortega di Nikaragua, dan Christina Fernandez
di Argentina pada tahun 2008. Fernando Lugo di Paraguay, Mauricio Funes di El Salvador
dan Jose Mujica yang menggantikan Tabare Vasquez pada tahun 2009.
Sosialisme di Amerika Latin adalah sosialisme yang oleh Joao Machado, ekonomi
sekaligus pendiri partai Buruh Brazil adalah sosialisme yang memberikan ruang seluasluasnya pada rakyat terorganisir untuk melakukan kontrol terhadap mekanisme ekonomi
dan manajemen politik dalam masyarakat, serta menciptakan kondisi-kondisi baru bagi
perkembangan solidaritas guna menggantikan kompetisi sebagai bentuk dasar
hubungan di antara sesama.
Neoliberalisme dan Kegagalan Ekonomi Bolivia
- M. Chairil Akbar
Kelemahan utama dari neoliberalisme adalah wataknya yang lebih mengutamakan akumulasi profit.
Neoliberalisme lebih memprioritaskan diri pada aspek ekonomi makro yaitu perbaikan tingkat inflasi
dan menjaga pertumbuhan ekonomi namun melupakan daya tahan dan keberlangsungan ekonomi
mikro rakyat.
New Economic Policy (NEP) Paz Estenssero yang mengantar Bolivia pada sistem neoliberalisme lewat
kebijakan privatisasi, deregulasi, dan liberalisasi pasar. Pemotongan subsidi rakyat demi pembayaran
hutang luar negeri.
John Williamson, seorang ekonom dari Institute for International Economics, menyatakan : “Bolivia
adalah fenomena baru di Amerika Latin karena telah menjadi laboratorium percobaan bagi formula
kebijakan neoliberal dari IMF dan Bank Dunia”. Kepemimpinan Viktor Paz Estenssero menandai era
resmi dari Neoliberalisme.
Pemerintahan Gonzalo Sanchez De Lozada (1992-1997 dan dari tahun2002-2002) dan Hugo Banzer
(1997-2002) adalah pemerintahan “favorit” IMF dan Bank Dunia
Evo Morales, Nasionalisasi sektor hidrokarbon Bolivia terutama aset gas alam terhadap BUMN migas
Bolivia (YPFB) ternyata sukses meningkatkan pendapatan nasional Bolivia sebesar 1 miliar dollar AS
pada tahun 2006 dan diperkirakan akan bertambah hingga 2 miliar dollar AS pada tahun 2007.
Kemajuan yang berhasil dicapai Evo Morales :
Tingkat pertumbuhan ekonomi Bolivia pada tahun 2008 mencapai angkat sekitar 4,8%. Lebih tinggi
dibanding rentang waktu selama 5 tahun (dari tahun 2000-2005) yang berkisar dari 1,7% hingga 4%.
Pendapatan nasional bolivia (GDP) melonjak hingga 17,1 miliar Dollar AS pada tahun 2008. sementara
GDP Bolivia dari tahun 2000 hingga 2005 hanya sebesar 7,9 sampai 9,4 miliar dollar AS.
Rasio hutang luar negeri terhadap GDP turun sampai 32%.
Jumlah pengangguran turun ke angka 8,5% dari angka 11,7% pada tahun 2005.
Revolusi Bolivarian Chavez : Langkah Nyata Untuk Dunia
Baru
- Harnita Rahman, S.IP.
Venezuela membuktikan melalui program kesehatan gratis Barrio Adentro I dan II, pendidikan gratis
Robinson I dan II, serta Ribas dan Sucre adalah upaya pemerintah memassalkan kesehatan dan
pendidikan untuk rakyat.
Chavez bersikap tegas dengan menasionalisasi perusahaan minyak PDVSA pada Februari 2002. selain
itu Chavez pun menasionalisasi perusahaan telekomunikasi, perusahaan listrik dan CANTV, saluran
TV swasta yang mendukung oposisi.
“Bolivarian Constitution” 50% isi dari konstitusi ditulis sendiri oleh rakyat – lewat surat-surat dan
jajak pendapat mengenai apa yang dibutuhkan rakyat. Konstitusi ini memenangkan 70% suara dalam
referendum, mencakup hak-hak dasar demokratik, sosial dan hak-hak azasi manusia lainnya yang
sangat luas diatas batas-batas demokrasi parlementer yang dangkal
Mahasiswa dan staf universitas bekerja bersama secara demokratis untuk membuat kurikulum.
Mission Ribas menyekolahkan orang-orang yang drop out SLTA, dan Mission Sucre memberi
beasiswa untuk orang miskin masuk ke perguruan tinggi. Membangun 200 Universitas Simon Bolivar.
Mission Identidad, sebuah program pembuatan tanda identitas (cedullas) gratis bagi mereka yang
sudah tinggal di Venezuela 20-30 tahun namun tak memperoleh hak perlindungan sebagai warga
negara.
Mission Mercal, yaitu membuka pasar makanan alternatif untuk rakyat miskin yang jauh lebih
murah. Pasar tersebut membeli makanan dari perusahaan makanan, kemudian dijual ke pasar
makanan tradisional dengan harga 30% lebih murah dari pada harga makanan di toko-toko
supermarkat besar.
Revolusi Bolivarian Chavez : Langkah Nyata Untuk Dunia
Baru
- Harnita Rahman, S.IP.
Mission Vuelvan Caras, sebuah program sosial yang memberikan $600 juta kredit bagi petani kecil
tak bertanah dan bertanah kecil serta subsidi untuk membeli benih kentang.
Mission Bario Andentro I dan II, yaitu pembangunan sistem kesehatan gratis yang masif. Tenaga
dokter 15.000 orang didatangkan dari Kuba dengan upah yang sama dengan kaum pekerja lainnya –
dokter pro rezim lama tak mau bekerja untuk program ini karena dibayar murah.
Pelarangan pemilik pabrik mem-PHK para pekerja (yang dideklarasikan oleh pemerintah di awal
2003).
Mendirikan media televisi alternatif Amerika Latin dan TV Sur untuk melawan propaganda
imperialis.
Endogenous Development yaitu pembangunan berdasarkan logika kerjasama dan humanis dengan
melawan tendensi individualisme kapitalistik ekonomi global. Pembangunan Conviasa (perusahaan
penerbangan) dan Covetel (perusahaan telekomunikasi).
Meluaskan solidaritas internasional melawan imperialisme, menggagas pembentukan ALBA –
Alternativa Bolivarian para Las Americas, sebagai boikot terhadap FTAA – Free Trade Area of
Americas – yang disponsori oleh Amerika Serikat. ALBA mendorong blok perdagangan berorientasi
sosial, egaliter, dan keadilan bagi kemanusiaan daripada logika pro pasar yang selama ini digunakan
untuk maksimalisasi deregulasi profit.
Tahun 2006, Misi Ciencia (science) : pengadaan perangkat lunak gratis dan komputerisasi tingkat
dasar di seluruh sekolah dasar.
Latin American Free Software Installation Fair, Venezuela mempromosikan penggunaan peranti lunak
gratis open resource.
Selamat Membaca