petunjuk - MKKS SMP BOYOLALI POKJA 5 NEH
Download
Report
Transcript petunjuk - MKKS SMP BOYOLALI POKJA 5 NEH
PELATIHAN TERPROGRAM I
PENYUSUNAN
PERENCANAAN SEKOLAH
RKS (RKJM, RKT, RKAS)
TH.PELAJARAN
2012/2013
WILAYAH BINAAN
KABUPATEN BOYOLALI
Boyolali, 3 Juli 2012
TARGET PELATIHAN
Tim Pengembang Sekolah mampu:
1. Memahami penyusunan RKS
2. Menyusun RKS paling lambat akhir Juli
3. Mengesahkan RKS awal Agustus
4. Melaksanakan RKS dengan transparan
dan akuntabel
5. Mengevaluasi dan menyusun laporan
sesuai ketentuan
Sesi 1
Pengantar Penyusunan
RKS/M dan RKT
Tujuan Sesi
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan
dapat menjelaskan…
latar belakang penyusunan RKS/M dan RKT;
dasar hukum penyusunan RKS/M dan RKT;
prinsip penyusunan RKS/M dan RKT; dan
alur dan proses penyusunan RKS/M dan
RKT.
Pokok Bahasan
1. Latar belakang penyusunan RKS/M dan RKT.
2. Dasar-dasar hukum penyusunan RKS/M dan RKT.
3. Prinsip-prinsip penyusunan RKS/M dan RKT.
4. Alur dan proses penyusunan RKS/M dan RKT.
Latar Belakang
Kebijakan MBS
Program Wajar
RKS/M & RKT
Program BOS
Pentingnya Penyusunan RKS/M
1. Sumber penerimaan dana BOS signifikan bagi
sekolah/madrasah;
2. 20% anggaran dari APBN & APBD wajib untuk
bidang pendidikan;
3. Lemahnya administrasi perencanaan di tingkat
sekolah/madrasah;
4. Sebagian besar sekolah/madrasah belum
menyusun/memiliki dokumen RKS/M dan RKT.
Apakah RKS/M itu?
Proses menentukan tindakan masa depan (4
tahun) sekolah/madrasah yang tepat,
melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya.
Dokumen tentang gambaran kegiatan
sekolah/madrasah di masa depan untuk
mencapai tujuan dan sasaran sekolah/
madrasah yang telah ditetapkan.
Tujuan Penyusunan RKS/M
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah dapat
dicapai;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/madrasah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi
baik intra pelaku di sekolah/madrasah, antar sekolah/
madrasah, Disdik Kab/Kota/Provinsi, dan antar waktu;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan
masyarakat;
6. Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/madrasah
yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan, berkelanjutan
Latihan 2.1.1.
Gunakan Lembar Kerja
Pemetaan Dasar Hukum RKS/M
Dasar Hukum
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 51 ayat 1.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 53 ayat 1.
3. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.
4. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan.
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah.
PP No. 19/2005 (Pasal 53 ayat 1):
“Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja
tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja
jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4
(empat) tahun”
Permendiknas No. 19/2007 menyatakan bahwa
Sekolah/Madrasah wajib membuat:
1. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan
tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang
berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan
perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu
lulusan.
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan
berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah.
Prinsip-Prinsip Penyusunan RKS/M
1. Terpadu, mencakup keseluruhan program.
2. Multi tahun, mencakup periode 4 tahun.
3. Multi sumber, mengidentifikasi berbagai sumber dana.
4. Berbasis kinerja, memiliki indikator yg jelas.
5. Partisipatif, melibatkan berbagai unsur.
6. Integrasi pendidikan karakter bangsa.
7. Sensitif terhadap isu gender.
8. Responsif terhadap keadaan bencana.
9. Pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi.
Latihan 2.1.2.
Penerapan Prinsip-prinsip
Penyusunan RKS/M
Alur Penyusunan RKS/M
PERSIAPAN
• Pembentukan
Tim Pengembang
Sekolah/Madrasah
(TPS/M).
• Pembekalan/
Orientasi TPS/M.
PENYUSUNAN RKS/M
• Menetapkan Kondisi
Sekolah/Madrasah
Saat Ini.
• Menetapkan Kondisi
Sekolah/Madrasah yang
Diharapkan.
• Menyusun Program,
Kegiatan dan Indiktr
Kinerja.
• Menyusun Rencana
Anggaran Sekolah/
Madrasah.
• Menyusun RKT &
• RKAS/M.
PENGESAHAN
• Penyetujuan
oleh
rapat dewan
pendidik
• Pengesahan oleh
pihak berwenang
• Sosialisasi kepada
pemangku
kepentingan
Proses Penyusunan RKS/M
Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah saat ini)
Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan
Menetapkan Program dan Kegiatan
Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah
Merumuskan RKTS/M dan RKAS/M
Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS
BAB.I PENDAHULUAN (A.Latar Belakang, B.Tujuan, C.Sasaran,
D.Manfaat, E.Dasar Hukum, F.Sistematika).
BAB.II IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI
(A. Melakukan EDS/M, B. Membandingkan hasil EDS/M
dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah, C. Merumuskan
Tantangan Sekolah/Madrasah)
BAB.III IBENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH MASA DEPAN YANG
DIHARAPKAN (A. Visi Sekolah, B.Misi Sekolah C. Tujuan
Sekolah, D. Sasaran dan Indikator Kinerja)
Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS/M
BAB.IV PERUMUSAN PROGRAM, KEGIATAN, DAN
INDIKATOR KINERJA (A. Merumuskan Program Kerja dan
Penanggung jawabnya, B. Merumuskan Kegiatan, Indikator
Kinerja, dan jadwal kegiatan ).
BAB.V RENCANA ANGGARAN SEKOLAH JANGKA
MENENGAH (A. Menyusun Rencana Anggaran Belanja
Sekolah: 1. Menghitung biaya satuan 2. Menghitung rencana
biaya program, B. Menyusun Rencana Pendapatan Sekolah
C. Menyesuaikan Rencana Belanja dan Pendapatannya serta
mempelajari regulasi penggunaannya)
Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS/M
BAB.VI PERUMUSAN RKT DAN RKAS (A. Menetapkan rencana
kerja tahunan: 1. Menetapkan program/kegiatan strategis
2. Menetapkan kegiatan operasional 3. Menetapkan jadwal
Rencana Kerja Tahunan Sekolah, B. Membuat Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah: 1. Menghtung biaya
operasional, 2. Menghitung rencana belanja dan pendanaan
program dan kegiatan operasional, 3. Menyusun Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
BAB.I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
B.Tujuan
C.Sasaran
D.Manfaat
E.Dasar Hukum
F.Sistematika
A.Latar Belakang
1. Pentingnya program wajib belajar direncanakan dalam
RKS/RKT
2. Pentingnya BOS mendukung rencana kegiatan sekolah
(operasional, pengembangan sarana, akademik/non, dll)
3. Pentingnya pengelolaan sekolah dengan MBS (semua
stakeholder sekolah aktif sesuai fungsi dan tugas masing-masing
4. Sumber penerimaan dana BOS signifikan bagi
sekolah/madrasah;
5. 20% anggaran dari APBN & APBD wajib untuk bidang
pendidikan;
6. Lemahnya administrasi perencanaan di tingkat
sekolah/madrasah;
7. Sebagian besar sekolah/madrasah belum menyusun/memiliki
dokumen RKS/M dan RKT
8. …………
B.Tujuan
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah dapat
dicapai;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/ madrasah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
intra pelaku di sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah,
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan
Provinsi, dan antar waktu;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/ madrasah dan
masyarakat;
6. Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/ madrasah
yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan, berkelanjutan
serta memperhatikan kesetaraan gender.
C.Sasaran
1. Tersusunnya rencana kerja jangka menengah empat
tahunan yakni Rencana Kerja Sekolah (RKS)
2. Tersusunnya rencana kerja jangka pendek tahunan
untuk pedoman operasional pengelolaan sekolah
yakni Rencana Kerja Tahunan (RKT)
3. Tersusunnya pedoman penganggaran sekolah untuk
pembeayaan kegiatan dalam jangka waktu satu tahun
yakni Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
atau Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Sekolah (RAPBS)
D.Manfaat
1. Pedoman pengelolaan kegiatan sekolah jangka
menengah (4 tahunan);
2. Pedoman operasional pengelolaan sekolah jangka
pendek ( tahunan);
3. Ukuran target keberhasilan kinerja pengelolaan
kegiatan sekolah jangka menengah dan pendek;
4. Bahan dasar evaluasi dan tindak lanjut
pelaksanaan kegiatan sekolah;
5. ………
E.Dasar Hukum
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 51 ayat 1.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 53 ayat 1.
3. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.
4. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan.
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah.
6. Permendiknas Nomor 60 Tahun 2011 tenatng Larangan
Pungutan Biaya Pendidikan SD dan SMP
7. dst
F.Sistematika
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB.I PENDAHULUAN
BAB.II IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI
BAB.III IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH MASA DEPAN
YANG DIHARAPKAN
BAB.IV PERUMUSAN PROGRAM, KEGIATAN, DAN
INDIKATOR KINERJA
BAB.V RENCANA ANGGARAN SEKOLAH JANGKA
MENENGAH
BAB.VI PERUMUSAN RKT DAN RKAS
Lampiran
•Tanya Jawab
dan
Kesimpulan
BAB.II
IDENTIFIKASI KONDISI
SEKOLAH/MADRASAH
SAAT INI
A. Melakukan EDS/M
B. Membandingkan hasil EDS/M dengan
Acuan Standar Sekolah/Madrasah
C. Merumuskan Tantangan
Sekolah/Madrasah
Langkah Menentukan Kondisi Saat ini:
A. Melakukan EDS/M.
B. Membandingkan hasil EDS/M dengan Acuan
Standar Sekolah/Madrasah.
C. Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah.
A. Melakukan EDS/M
Untuk menetapkan kondisi saat ini, sekolah/madrasah
perlu melakukan evaluasi diri didasarkan pada SNP dan/
atau SPM
Evaluasi diri bisa menggunakan berbagai alat evaluasi diri,
misalnya dengan menggunakan instrumen (EDS/M) yang
dijelaskan dalam Sesi tentang EDS/M
Tujuannya adalah untuk melihat gambaran yang jelas
tentang situasi sekolah/madrasah saat ini.
Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan
kinerja sekolah/madrasah misalnya, bagian yang
mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang
tetap, dan bagian yang mengalami penurunan.
Membandingkan Hasil EDS/M dengan Acuan
Standar Sekolah/Madrasah
Pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk
mencapai SNP. Dalam penyusunan RKS/M, data dan informasi yang
dikumpulkan melalui instrumen EDS/M perlu disimpulkan.
Penyimpulan dilakukan dengan dua cara:
1. Membandingkan kondisi nyata/terkini dengan SPM dan/atau SNP.
Pembandingan kondisi nyata dengan SPM dan/atau SNP
dimaksudkan untuk mengetahui apakah sekolah/madrasah masih
belum memenuhi SPM, sudah memenuhi SPM, sudah memenuhi
SNP, atau bahkan sudah melampaui SNP.
2. Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat
perhatian untuk diperbaiki, ditingkatkan atau dipertahankan. Dalam
hal ini, kesimpulan dinyatakan dalam kalimat pernyataan yang
spesifik (mencantumkan data), fokus (menunjukkan indikator),
dengan tidak mencantumkan alasan/harapan.
B. Membandingkan Hasil EDS/M dengan Acuan
Standar Sekolah/Madrasah
No
1
1.1.1
5
5.1.3
Standar
Indikator
Kondisi Saat Ini (Hasil
EDS/M)
Standar Acuan
Sekolah/Madrasah
ISI
Pengemban
gan
kurikulm
sekolah
menggunak
an panduan
yang
disusun
BSNP
SARPRA
Sekolah
memenuhi
standr alat
dan sumbel
trmsk buku
pelajaran
Kurikulum memuat 5
Kelompok Mapel
Kurikulum menerapkan 7
Prinsip Pengembangn
Kurikulum menerapkan 7
Prinsip Pelaksanaan
Belum memiliki TPK
Belum melibatkan TPK
Belum mereview krklm/th
Krklm blm dissialisasikn
Rasio buku : murid untuk
mapel matematika kelas 5
adalah 1:2.
Kurikulum memuat 5
Kelompok Mapel
Kurikulum mnerapkn 7
Prinsp Pngmbangn
Kurikulum mnerapkn 7
Prnsip Pelaksanaan
Memiliki TPK
Melibatkan TPK
Mereview krklm/th
Krklm dissialisasikn
Rasio buku : murid untuk
mapel BI, IPA dan IPS
kelas 5 adalah 1:1
a) 1:1 untuk BI,
Matematika, IPA,
IPS (SPM)
b) 1:1 untuk semua
mapel (SNP)
Kesim
pulan
Belum
meme
nuhi
SNP
Belum
meme
nuhi
SPM
maup
un
SNP
Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah
Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata
sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan.
Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan
nilai/tahapan hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP.
Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik:
– Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran, maka perlu dirumuskan
besaran tantangan, dan di kelas mana saja;
– Apabila berkaitan dengan guru, maka perlu dirumuskan guru di kelas
mana saja; apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran
saja, dan seterusnya;
– Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar, maka perlu dirumuskan
mata pelajaran mana saja atau semua mata pelajaran, buku teks, buku
referensi, buku pegangan peserta didik atau guru, untuk kelas mana saja
dan seterusnya.
C. Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah
Standar
Indikator
3
SKL
3.1.1 Peserta dik
memperlih
atkan kema
juan lebih
baik dalam
mencapai
target yang
ditetapkan
SKL.
5
SARPRA
5.1.3 Sklh meme
nuhi standr
alat dan
sumbel
trmsk buku
pelajaran
No
Kondisi Saat Ini (Hasil Standar Acuan Tantanga
EDS/M)
Seklah/Mdrasah
n
Prestasi UASBN/UN
a) < 5,49
Menaikk
sekolah/ madrasah
(kurang)
a rataberpredikat cukup
rata UN
b) 5,50 – 6,49
(6,10)
sebe sar
(cukup)
1,39 (dari
c) 6,50 – 7,49
6,10
(memuaskan)
menjadi
d) 7,50 – 10,00
7,49)
(sangat
memuaskan)
Rasio buku : murid
a) 1:1 untuk BI, Memenu
untuk mapel
Matematika, hirasio
matematika kelas 5
IPA,IPS(SPM) bukumat
adalah 1:2.
ematika
b) 1:1 untuk
Rasio buku : murid
semua mapel 1:1 atau
semua
mapel BI, IPA dan IPS
(SNP)
mpel 1:1
kelas 5 adalah 1:1
Tanya Jawab
dan
Kesimpulan
BAB. III
IDENTIFIKASI KONDISI
SEKOLAH/MADRASAH
YANG DIHARAPKAN
A. Visi Sekolah,
B.Misi Sekolah
C. Tujuan Sekolah,
D. Sasaran dan Indikator Kinerja
Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan
1. Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini
empat tahun mendatang?
2. Sesuai dengan harapan sekolah/madrasah
dan para pemangku kepentingan.
3. Apa yang dianggap penting oleh sekolah/
madrasah dan para pemangku kepentingan,
dan apa yang menjadi perhatian mereka
dalam kinerja sekolah/madrasah?
Langkah Menentukan Kondisi
Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan
A. Merumuskan visi sekolah/madrasah.
B. Merumuskan misi sekolah/madrasah.
C. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah.
D. Menentukan sasaran dan indikator
kinerja sekolah/madrasah.
Apakah Visi Sekolah/Madrasah Itu?
1. Gambaran apa yang diinginkan sekolah/
madrasah di masa depan.
2. Dikembangkan sesuai dengan keinginan atau
cita-cita sekolah/madrasah dengan tetap
berkepribadian Indonesia.
3. Mengacu kondisi lingkungan sekolah/madrasah
dan daerah, tujuan pendidikan dasar dan
pendidikan nasional.
4. Mempertimbangkan potensi dan harapan
masyarakat sekolah/madrasah.
Tahap Merumuskan Visi Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)
1. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang
2. Mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga
sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan
3. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/
madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan selaras dengan
visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional.
4. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite
sekolah/madrasah.
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap
pihak yang berkepentingan.
6. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Rambu-rambu Perumusan Visi
1. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa, UUD, dll.
yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup
bangsa Indonesia.
2. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan
non akademik.
3. Berkepribadian, nasionalisme, budaya nasional Indonesia.
4. Perkembangan era global.
5. Perkembangan IPTEK.
6. Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan.
7. Sesuai konteks daerah, sekolah/madrasah, visi yayasan.
8. Belum operasional.
9. Menggambarkan harapan masa datang.
Contoh: A. Visi Sekolah/Madrasah:
“Terwujudnya lulusan,
berakhlak mulia yang
berkualitas, kompetitif dan”
Indikator:
1. Terpuji dalam akhlak
2. Unggul dalam mutu
3. Sehat dalam berkompetisi
Merumuskan Misi
• Adalah tindakan atau upaya untuk
mewujudkan visi.
• Bentuk layanan utama yang dituangkan
dalam visi dengan berbagai indikatornya.
• Menggunakan kalimat ’tindakan’ dan bukan
’keadaan’ sebagaimana pada rumusan visi.
Contoh: B. Misi Sekolah/Madrasah
1. Menumbuhkembangkan sikap, perilaku, dan sikap amaliah
yang berlandaskan agama
2. Menumbuhkan semangat belajar
3. Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran aktif, kreatif,
efektif, dan menarik sehingga peserta didik berkembang secara
optimal sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
4. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif dan daya
saing yang sehat kepada seluruh warga sekolah baik prestasi
akademik maupun non akademik.
5. Menata lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah.
6. Mendorong, membantu dan memfasilitasi peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan, bakat, dan minatnya sehingga
dapat dikembangkan secara lebih optimal dan memiliki daya
saing yang tinggi.
Merumuskan Tujuan
Tujuan sekolah/madrasah pada dasarnya
merupakan langkah untuk mewujudkan
misi sekolah/madrasah dalam jangka
waktu tertentu.
Rumusan Tujuan Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)
1. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai
dalam jangka menengah (4 tahunan);
2. Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan
nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;
3. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;
4. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin
oleh kepala sekolah/madrasah;
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan.
Contoh : C. Tujuan Sekolah /Madrasah
Tahap I (2011/12– 2014/15)
1. Meningkatkan pengamalan 5 S (Senyum, Salam, Sapa,
Sopan, dan Santun) pada seluruh warga sekolah.
2. Meningkatkan pengamalan shalat berjamaah (zhuhur)
di madrasah.
3. Meningkatkan nilai rata-rata UN secara berkelanjutan.
4. Mewujudkan tim olahraga dan kesenian yang mampu
bersaing di tingkat provinsi dan nasional.
5. Meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di sekolah
atau perguruan tinggi yang baik;
6. Meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap
kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan
madrasah.
Contoh: C. Tujuan Sekolah/Madrasah
Tahap II (2015/16 – 2018/19)
1. Mewujudkan tim olimpiade matematika, sains dan KIR
yang mampu bersaing di tingkat nasional.
2. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta
pemanfaatannya yang mendukung peningkatan prestasi
akademik dan non akademik.
3. Meningkatkan jumlah peserta didik yang menguasai
bahasa Inggris dan Arab secara aktif.
4. Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang
diperhitungkan oleh masyarakat kabupaten pada
khususnya dan provinsi pada umumnya.
5. Mewujudkan sekolah ini sebagai sekolah rujukan di
tingkat kota dan provinsi.
Menentukan Sasaran
Sasaran adalah jawaban terhadap tantangan
utama yang akan dicapai sekolah/madrasah
dalam waktu empat tahun ke depan.
Sasaran disusun untuk mencapai tujuan.
Penetapan sasaran sebagai pedoman dalam
penyusunan program dan kegiatan.
Menggunakan rumusan SMART (Spesifik/khusus,
Measurable/terukur, Achievable/dapat dicapai,
Realistic/realistis dan Timebond/kerangka waktu)
Contoh: D. Sasaran Sekolah (4 Thn)
1. Meningkatnya rata-rata nilai UN Matematika
sebesar 1,39 (dari 6,10 menjadi 7,49) pada
tahun ajaran 2014/2015.
2. Meningkatnya rata-rata nilai UN IPA sebesar
1,26 (dari 6,74 menjadi 8) pada tahun ajaran
2014/2015.
3. Terselesaikannya 100% pembangunan masjid
madrasah dan melengkapi berbagai sarana
yang dibutuhkan.
Menentukan Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk
menilai berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang telah
dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator
kinerja telah dapat dicapai, maka kegiatan tersebut dapat
dikatakan berhasil.
Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif,
yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik,
operasional, dan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Contoh :
“Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7,49
berpredikat memuaskan”
D. Sasaran dan Indikator Kinerja (4
tahun)
N
O
1
SASARAN 4
TAHUNAN
INDIKATOR
KINERJA
Meningkatnya
rata-rata nilai
UN Matematika
sebesar 1,39
(dari 6,10
menjadi 7,49)
pada tahun
ajaran
2014/2015
Pada tahun
ajaran
2014/2015 ratarata nilai
UASBN/UN
sebesar 7,49
berpredikat
memuaskan
2
3
dst
SASARAN TAHUNAN
2011/20
12
2012/20
13
2013/20
14
2014/20
15
Meningk
atnya
rata-rata
nilai UN
Matemat
ika
sebesar
0,4 (dari
06,10
men jadi
6,50
Meningk
atnya
rata-rata
nilai UN
Matemat
ika
sebesar
0,39(dar
i 6,50
men jadi
6,89)
Meningk
atnya
rata-rata
nilai UN
Matemat
ika
sebesar
0,30
(dari
6,89
men jadi
7,19)
Meningk
atnya
rata-rata
nilai UN
Matemat
ika
sebesar
0,30
(dari
7,19
men jadi
7,49
PELATIHAN TERPROGRAM II
PENYUSUNAN
PERENCANAAN SEKOLAH
RKS (RKJM, RKT, RKAS)
TH.PELAJARAN
2012/2013
WILAYAH BINAAN
KABUPATEN BOYOLALI
Boyolali, 3 Juli 2012
BAB.IV
PERUMUSAN PROGRAM,
KEGIATAN, DAN INDIKATOR
KINERJA
A. Merumuskan Program Kerja dan Penanggung
jawab,
B. Merumuskan Kegiatan, Indikator kegiatan,
dan jadwal kegiatan ).
Tujuan Sesi
Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu
menjelaskan…
• cara merumuskan program;
• cara menentukan penanggung jawab program;
• konsep dan cara merumuskan kegiatan; dan
• cara menyusun jadwal kegiatan.
Pokok Bahasan
1. Pengertian dan Langkah-langkah
Penyusunan Program serta Penentuan
Penanggungjawab Program.
2. Pengertian dan Langkah-langkah dalam
Merumuskan Kegiatan serta Jadwal
Kegiatan.
Apakah Program Itu?
• Adalah upaya untuk mencapai sasaran.
• Pengelompokan program sebaiknya
disesuaikan dengan kategori program
BOS 2011.
Program Sekolah/Madrasah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pengembangan kompetensi lulusan
Pengembangan kurikulum/KTSP
Pengembangan proses pembelajaran
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Pengembangan sarana dan prasarana sekolah
Pengembangan dan implementasi manajemen sekolah
Pengembangan dan penggalian sumber dana
pendidikan
8. Pengembangan dan implementasi sistem penilaian
Catatan: Pendidikan Karakter diintegrasikan pada program pengemb
kurikulum dan program proses pembelajaran
Pengemb. budaya dan lingkungan hidup pada prog.proses
pembelajaran dan pengemb,sarpra (lingk fisik)
Tahapan Penyusunan Program
1. Identifikasi visi, misi dan sasaran strategis
sekolah/madrasah.
2. Identifikasi kinerja sekolah/madrasah
dan indikator kinerjanya.
3. Penyusunan indikator kinerja program
4. Penamaan program.
Menetapkan Penanggungjawab Program
1. Penanggungjawab program adalah individu
atau jabatan yang melekat pada individu,
misalnya guru kelas atau guru mata pelajaran
atau wakil kepala sekolah/madrasah, atau
komite sekolah/madrasah.
2. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan
kegagalan sesuai dengan sasaran yang telah
ditetapkan.
3. Bertanggung jawab terhadap tertib
administrasi dan tertib waktu.
A.Program Kerja dan Penanggungjawab
NO
1
PROGRAM KERJA
Pengembangan kompetensi lulusan
PENANGGUNG
JAWAB
Drs. Bambang
Pengembangan kurikulum/KTSP
2
Pengembangan proses pembelajaran
Paino, S.Pd.
3
Pengembangan pendidik dan tenaga
Etik S.Pd, M.Pd.
kependidikan
Dra. Ijah Prastya
Pengembangan sarana prasarana
Inestyaning,
sekolah
Amd.Pd.
4
5
......................
6
......................
7
......................
8
Pengembangan dan implementasi
penilaian
KET
Merumuskan Kegiatan
Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan
dilakukan di dalam program.
Kegiatan perlu dirumuskan dari setiap program
dengan mengacu pada indikator keberhasilan yang
telah ditetapkan sehingga program dapat dicapai.
Perumusan kegiatan dilakukan dengan cara membuat
daftar kegiatan yang terkait dengan program tersebut.
Kegiatan yang baik adalah yang mengarah pada
pencapaian indikator keberhasilan Kegiatan yang telah
dirumuskan, dan dapat diperkirakan biaya atau
anggarannya.
Menentukan Indikator Kegiatan
Indikator kegiatan adalah ukuran yang digunakan
untuk menilai berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang
telah dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator
kegiatan telah dapat dicapai, maka kegiatan tersebut dapat
dikatakan berhasil.
Indikator kegiatan dapat bersifat kuantitatif atau
kualitatif, yang penting dapat diukur dan dirumuskan
secara spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat
pernyataan.
Contoh :“Tahun pelajaran 2014/2015 rata-rata nilai
UASBN/UN sebesar 7,00 berpredikat memuaskan”
B. Merumuskan Kegiatan, Indikator
Kegiatan,dan Jadwal Kegiatan
JADWAL
N
O
PROGRAM
KERJA
KEGIATAN
1 Pengembangan
kompetensi lulusan
(bidang akademik
dan non akademik)
1. Penyiapan
UN
2. Penyiapan
TimVoly
2 Pengembangan
kurikulum/KTSP
1. Workshop
Kuriklm
2. Mereview
Krkulum
3 Pengembangan
proses pembelajara.
1. IHT
Penyusunan
Silabus/RPP
4 dst
INDIKATOR
KEGIATAN
P. JAWAB
PROG
Nilai UN 8,00 Drs.
(memuaskn) Bambang
Juara I Bola
Voly Tk. Kab.
Semua guru
Paino, S.Pd.
mampu
mengembng
kan krklm
Semua guru
dapat
menyusun
silabus
Etik S.Pd,
12/13
13/14
1
1 2
2
Format Kegiatan, Indikator, dan Jadwal
Kegiatan
N
o
Program
Kegiatan
Indikator Kegiatan
Penangg
ung
Jawab
Program :
Jadwal
12/ 13/ 14/ 15/
13
14
15
16
1 2 1 2 1 2 1 2
Refleksi
dan
Kesimpulan
BAB V
RENCANA ANGGARAN
SEKOLAH/MADRASAH JANGKA
MENENGAH
A. Menyusun Rencana Biaya Sekolah:
1. Menghitung biaya satuan
2. Menghitung rencana biaya program,
B. Menyusun Rencana Pendanaan Sekolah
C. Menyesuaikan Rencana Belanja dan Pendanaan
Sekolah
Tujuan Sesi
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan
mampu menjelaskan cara…
• membuat rencana biaya sekolah/madrasah;
• membuat rencana pendanaan sekolah/madrasah;
dan
• menyelaraskan rencana biaya dengan sumber
pendanaan sekolah/madrasah.
Pokok Bahasan
1. Membuat rencana biaya sekolah/madrasah.
2. Membuat rencana pendanaan sekolah/
madrasah.
3. Menyelaraskan rencana biaya dengan
sumber pendanaan sekolah/madrasah.
Dasar Hukum
• PP 17 / 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan, pasal 51 ayat 2.
• PP 19 / 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
pasal 53.
• Permendiknas 19 / 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah - Point A No. 4. Rencana Kerja Sekolah/
Madrasah.
• Permendagri 13 / 2006 Jo 59 tahun 2007 tentang
Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah.
• Standar Biaya Pendidikan; Biaya Operasi Sekolah
Dasar. BSNP. 2006.
Apakah Anggaran Sekolah/Madrasah
itu?
Pernyataan rencana kerja program dan
kegiatan dan estimasi kinerja yang
hendak dicapai sekolah/madrasah.
Dinyatakan dalam ukuran finansial
tertentu.
Untuk periode waktu tertentu.
A. Membuat Rencana Biaya
Sekolah/Madrasah
1. Mendapatkan dan menghitung
Biaya Satuan.
2. Menghitung Rencana Biaya.
Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan
Biaya satuan dapat dihitung dengan cara:
1. Menentukan jenis satuan dan jumlah
satuan standar.
2. Menghitung biaya atau harga satuan.
Sekolah/madrasah perlu memiliki Daftar
Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemda
setempat.
Contoh 1: 1. Menghitung Biaya Satuan
1. Biaya Satuan Pelatihan Guru/IHT/Penataran/dll
Program/Kegiatan
Satuan
Unit
Satua
Jmlah Harga
Jumlah
Program :
Pengembangan
Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
Kegiatan : Pelatihan
PAKEM bagi 6 guru
Bahasa Indonesia
1. Biaya foto copy bahn
exempl
6
5.000
30.000
2. Biaya transport (pp)
Orang
6
5.000
30.000
Total biaya
Biaya Satuan
60.000
10.000/org/hari
Contoh 2: 1. Menghitung Biaya Satuan
NO
Program
Kegiatan
4
4.1
Pengemb PTK
IHT Penilaian
a. ATK
b. Konsumsi
c. Penyusunanprog
ram dan laporan
Biaya Satuan/orang
4.2
Prog Induksi Guru P
a. Penyusunanprog
ram dan laporan
b. .......
c. ........
Biaya Satuan
5
Pengemb, Sarpra
5.1
Membangn Moshola
Jenis
Satuan
Jumlah
Satuan
Satuan
Jumlah (Rp)
Harga Rp*)
Set
Paket
set
3 harix50 or
3 harix50 or
5 set
15.000
20.000
50.000
750.000
3000.000
250.000
80.000/org
Menghitung Rencana Biaya Program
Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana
yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan
kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya
operasionalnya.
Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat
tahun ke depan.
Menghitung biaya program, yaitu mengalikan
jumlah satuan dengan harga satuan. Setelah itu,
tambahkan untuk mendapatkan total rencana
biaya yang dibutuhkan selama empat tahun
mendatang.
Contoh : 2. Menghitung Rencana Biaya Program
Program/Kegiat
an
Satuan
Jenis Hrga
Jumlah
2012/2013
2013/2014
2014/2015
2015/2016
Jmlah Jmlh Jmlah Jmlh Jmlh Jumlh Jmlah Jmlh Jmlh Jumlh
Stuan Biaya Stuan Biaya Stuan Biaya Stuan Biaya Stuan Biaya
A.Program Strategis
I.PengembanganKompetens
i Lulusan
II. Pengembangan
Kurikulum/KTSP
III. Pengembangan Proses
Pembelajaran
IV. Pengembangan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
5.1. Kegiatan: Pelatihan
PAKEM bagi 6 guru
Bahasa Indonesia
V. ………………………………………
VIII. Pengembangan dan
Implementasi Sistem
Penilaian
B. Program Rutin
1. Belanja Pegawai
JUMLAH
OH
(Oran 10.00
g
0
Hari)
6x4
27120
0
6
60.00
0
6
66.00
0
6
7260
0
6
7982
0
Membuat Rencana Pendanaan Sekolah/Madrasah
• Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan
sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan
urutan tingkat kepastian perolehan dana.
• Berasal dari seluruh sumber pendapatan yang diterima
oleh sekolah/madrasah.
Contoh:
1. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS/M).
2. Dana Alokasi Khusus (DAK), bagi sekolah terpilih
3. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota.
4. Sumbangan masyarakat
5. Donatur (perusahaan/industri, alumni dsb).
Contoh: B. Rencana Pendanaan Sekolah/Madrasah
No.
Sumber Pendapatan
Jumlah Pendptan 2012/20 2013/20 2014/20 2015/20
2012-2015
13
14
15
16
(Rp.000)
(Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000)
BOS
DAK
APBD Provinsi
APBD Kab/Kota
Masyarakat
304.396
23.040
3.840
76.224
5.760
960
76.224
5.760
960
76.224
5.760
960
76.224
5.760
960
2.1 Bantuan Masyarakat
2.2 Bantuan Alumni
3 Pendapatan Asli
Sekolah/Madrasah
800
600
200
150
200
150
200
150
200
150
3.1 Kantin
3.2 ....
900
225
225
225
225
333.576
83.519
83.519
83.519
83.519
1
1.1
1.2
1.3
1.4
2
Pemerintah
JUMLAH
Menyesuaikan Rencana Biaya
dengan Sumber Pendanaan
1. Memahami asumsi /tingkat kepastian perolehan dana
sekolah/madrasah:
– Sumber pendapatan yang telah bersifat pasti (BOS, APBD
Propinsi dan Kab/Kota)
– Sumber pendapatan bersifat belum pasti (sumbangan,
donatur, hibah, usaha sekolah/ madrasah, dll)
2. Memperkirakan persentase kontribusi setiap sumber pendanaan
terhadap total pendanaan pada periode tahun perencanaan.
3. Mempelajari aturan penggunaan berdasarkan sumber
pendanaan. Dana BOS telah mengatur secara tertulis apa yang
boleh dan tidak boleh dalam penggunaan anggaran, demikian
pula sumber pendanaan lainnya.
4. Lakukan penyesuaian rencana pengeluaran terhadap sumber
pendanaan.
Contoh: C. Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
:
Total
Biaya
Sumber Pendanaan
Pemerintah
Masyarakat PAS
(Rp.000 BO DA APBD APBD Masy. Alumni Kantin
S
K Prov Kab/Kota
)
A.Program Strategis
I.PengembanganKompetensi
Lulusan
II. Pengembangan Kurikulum/KTSP
III. Pengembangan Proses
Pembelajaran
IV. Pengembangan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
5.1. Kegiatan: Pelatihan PAKEM 271,2 271
,2
bagi 6 guru Bahasa Indonesia
V. ………………………………………
VIII. Pengembangan dan
Implementasi Sistem Penilaian
B. Program Rutin
1. Belanja Pegawai
JUMLAH
-
-
-
-
-
-
Latihan
Gunakan Lembar Kerja 2.5.2.
Diskusi Kelompok
Penyusunan Rencana Anggaran
Sekolah/Madrasah
Melaporkan Hasil Latihan
dan
Kesimpulan
BAB.VI
PERUMUSAN RKT DAN
RKAS TH. PELAJARAN
2012/2013
A. Menetapkan rencana kerja tahunan:
1. Menetapkan program/kegiatan strategis
2. Menetapkan kegiatan rutin/reguler
3. Menetapkan jadwal Rencana Kerja Tahunan
Sekolah,
B. Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah:
1. Menghtung biaya operasional
2. Menghitung rencana biaya dan sumber pendanaan
program dan kegiatan operasional,
3. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKAS)
Tujuan Sesi
Setelah mengikuti sesi ini, peserta
diharapkan mampu menjelaskan…
• tujuan penyusunan RKT;
• dasar hukum penyusunan RKT;
• prinsip-prinsip penyusunan RKT;
• proses penetapan RKT; dan
• proses penetapan RKAS/M.
Pokok Bahasan
1. Tujuan Penyusunan RKT.
2. Dasar Hukum Penyusunan RKT.
3. Prinsip-prinsip Penyusunan RKT.
4. Proses Penetapan RKT.
5. Proses Penetapan RKAS/M.
Apakah RKT itu?
• Proses untuk menentukan program dan
kegiatan tahunan sekolah/madrasah yang
tepat sesuai dengan urutan prioritas,
dengan memperhitungkan sumber daya
yang tersedia.
• Dokumen tentang gambaran program
dan kegiatan tahunan sekolah/madrasah
untuk mencapai tujuan dan sasaran
tahunan yang telah ditetapkan.
Tujuan Penyusunan RKT
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang
telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang
tinggi dan resiko yang kecil.
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/ madrasah.
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
antar pelaku sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah,
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi,
dan antar waktu.
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan.
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan
masyarakat.
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara
efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
Dasar Hukum RKT (1)
1. PP 19/2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan,
Pasal 53 ayat (1):
Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar
rencana kerja tahunan yang merupakan
penjabaran rinci dari rencana kerja jangka
menengah satuan pendidikan yang meliputi
masa 4 (empat) tahun.
Dasar Hukum RKT (2)
2. PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan,
Pasal 51:
Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) oleh satuan pendidikan anak usia
dini, satuan pendidikan dasar, dan satuan
pendidikan menengah dituangkan dalam:
a. rencana kerja tahunan satuan pendidikan;
b. anggaran pendapatan dan belanja tahunan
satuan pendidikan;
c. peratuan satuan atau program pendidikan.
Dasar Hukum RKT(3)
3. Permendiknas 19/2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
menyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat:
1. Rencana kerja jangka menengah (RKJM) yang
menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun
waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu
lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen
yang mendukung peningkatan mutu lulusan.
2. Rencana kerja tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah
(RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja
jangka menengah.
Prinsip-Prinsip RKT
• Terintegrasi, mencakup keseluruhan program.
• Multi Sumber, mengidentifikasi berbagai
sumber dana.
• Partispatif, melibatkan berbagai unsur.
• Monitoring dan evaluasi, oleh berbagai pihak.
• Kesetaraan Gender.
A. Menetapkan Rencana Kerja
Tahunan
Tiga hal yang harus dilakukan:
1. Menetapkan program/kegiatan strategis
2. Menetapkan kegiatan-kegiatan rutin
3. Menetapkan jadwal rencana kerja tahunan.
Menetapkan Program/Kegiatan Strategis
Langkah-langkah menyusun program/kegiatan strategis:
1. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun
berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam RKS/M.
Misalnya, sasaran dalam RKS/M “Pada 2014/15 nilai
UASBN rata-rata 7,49”. Sasaran dalam program tahunan
“Pada 2011/12nilai UASBN rata-rata 6,50“
2. Menetapkan program, indikator keberhasilan program,
kegiatan dan penanggung-jawab program/kegiatan harus
merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Untuk
menetapkan indikator keberhasilan program harus sesuai
dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun.
Contoh : 1. Program/Kegiatan Strategis
N0
Program
A
Program Sekolah
Sasaran
Kegiatan
1 Pengembangan
Pendidik dan
Tenaga
Kependidikan
Meningkatnya 1.Pelatihan
rata2 nilai UN
PAKEM
Matematika
bagi 6 guru
sebesar 0,4
Bahasa
(dari 06,10
Indonesia
men jadi 6,50)
dst
2 Pengembangan Meningkatnya 1.Pengadaa
Sarana
rasio buku:
n buku
Prasarana
murid untuk
mapel
Sekolah/
mapel
matemtika
Madrasah
Matematika
sebesar 1:1
dst
dst
dst
Indikator
Progrm/Kegiatn
Pnanggng
jawab
3 orang guru
Kepala
menerapkan
sekolah/
PAKEM dalam
madrasah
pembelajaran
Bahasa Indonesia
dst
dst
Rasio buku :
murid untuk
mapel
Matematika 1 : 1
Guru Kelas
III dan
Komite
sekolah/
madrasah
dst
dst
Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler
Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara
regular selalu dilakukan sekolah/madrasah
berdasarkan kebutuhan tahunan.
Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk
mempertahankan/meningkatkan prestasi siswa,
kegiatan untuk memenuhi kebutuhan daya dan
jasa, dan sebagainya.
Contoh : 2. Kegiatan Rutin/Reguler
Kategri/Prog
Sasaran
A. Prog.
Sekolah
1. Pengemb Terlaksananya
SKL
kegiatan PPDB
sesuai regulasi yang
ditetapkan
8. Pengem- Terlaksananya
bangan
kegiatan penilaian
Sistem
sesuai standar
Penilaian penilaian
B. Belanja
Lainnya
1. Belanja
Terpenuhinya
Barang
barang dan jasa
dan Jasa yang diperlu-kan
sekolah/madrasah
untuk mendukung
pe-laksanaan
pendidikan/
pembelajaran Tahun
2010/2011
2. Belanja
pegawai
Kegiatan
PPDB
a. UTS
b.UAS
c.UKK
d.US
e.UN
Pengadaan alat tulis
kantor (ATK) dan bahan
habis pakai
a. Pembayaran
langganan listrik ke
PLN.
b.Langganan telepon
c. Pembayaran
langgana air ke
PDAM.
Terpenuhinya gaji
Pembayaran gaji guru
dan tunjangan gr/TU dan TU
Dst
Dst
Indikator Kegiatan
Terselenggaranya
PPDB sesuai rencana
daya tampung dan
input yg lebih bermutu
Terselenggaranya keg
penilaian
UTS,UAS,UKK, US, UN
sesuai rencana dengan
hasil meningkat
Penanggung
jawab
Kepala sekolah/
madrasah
Kepala sekolah/
madrasah dan
Guru kelas
Tersedianya ATK bahan Kepala
habis pakai.
Sekolah/madrasa
h dan Ketua
1. Terbayarnya listrik ke Komite
PLN.
Sekolah/madrasa
2. Terbayarnya telepon h
3. Terbayarnya air ke
PDAM.
1. Terbayarnya gaji
guru /TU tepat waktu
dst
dst
Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan
Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT
untuk mengetahui beban kegiatan sekolah/
madrasah, sumber daya yang ada, serta
kegiatan monitoring pelaksanaan program/
kegiatan dalam jangka waktu satu tahun.
Dalam RKT, jadwal disusun berdasarkan
kalender akademik yang berlaku, yakni dimulai
bulan Juli.
Dipadukan program strategis dan program
kontinew menjadi kelompok program sekolah
dan program non sekolah (belanja lainnya)
Contoh : 3. Jadwal Rencana Kerja Tahunan
N
o
Bulan
Program
Kegiatan
A Program Sekolah
1. Pengemb SKL
a. PPDB
b. ..............
2 ...........................
4 Pengembangan PTK a.Pelatihan
PAKEM
b.IHT Penilaian
8 Pengemb. Penilaian a. UTS
b. ........
B Program
non
Sekolah
(Belanja
Lainnya)
1 Belanja Barang dan a.
Pengadaan
Jasa
ATK
b. ..................
2 Belanja Pegawai
a. Pembayaran
Gaji
b. Pembayaran
Tunjangan
Sasaran
789
1 1 1
1 2 3 4 56
0 1 2
B. Menyusun RKAS/M
Penyusunan RKAS/M terdiri dari tiga langkah:
1. Menghitung biaya rutin/reguler
2. Menghitung rencana biaya dan sumber
pendanaan.
3. Menyusun RKAS/M.
Menghitung Biaya Rutin
Biaya rutin/reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang
diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin satuan pendidikan
agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan
standar nasional secara teratur dan berkelanjutan.
Biaya rutin/reguler meliputi:
Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala
tunjangan yang melekat pada gaji;
Bahan atau peralatan habis pakai;
Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya, air, jasa
telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang
lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dll.
Contoh : 1. Menghitung Biaya Operasional
2012/2013
Program Kegiatan
A. Program Sekolah
1. . Pengembangan Kompetensi Lulusan
1.1 Penguatan Penyiapan UN
2. Pengembangan Kurikulum
8. Pengembangan Penilaian
8.1 UTS
8.2 US/UN
Satuan
Volume
Harga
Satuan
Biaya
Jam
40
30,000
1,200,000
Jumlah
Biaya
9,600,000
Semester/
Murid
Murid
JUMLAH
B.Program Non Sklh (Belanja Lainnya)
1. Gaji
Gaji pendidik dan tenaga
1.1
kependidikan tetap (PNS)
Gaji pendidik dan tenaga kepend
Org Bulan
1.2
tidak tetap
2. Belanja barang habis pakai
Bln
2.1 Alat Tulis Kantor
Bln
2.2 Bahan/Material
3. Langganan Daya dan Jasa
Bln
3.1 Listrik
Bln
3.2 Air
Bln
3.3 Telepon
JUMLAH
720
7,500
5,400,000
120
25,000
3,000,000
174,000,000
155,000,000
48
500,000
24,000,000
3,900,000
12
12
150,000
175,000
1,800,000
2,100,000
4,800,000
12
12
12
200,000
100,000
100,000
2,400,000
1,200,000
1,200,000
Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan,
langkah selanjutnya adalah menghitung biaya pelaksanaan
program dan kegiatan tersebut, dan dari mana sumbernya
serta kecukupannya untuk melaksanakan program dan
kegiatan rutin/reguler.
Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah
untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler,
langkah berikutnya adalah membuat Rencana Pendanaan.
Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber
dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh
sekolah/madrasah.
Contoh : 2. Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
Program/Kegiatan
Total
RUTIN
Biaya
APBD
KAB
(Rp.000)
(Juta)
BOS (Juta)
Pusa
Prov Kab Dekon
t
A. Program Sekolah
1.Pengembangan Kompetensi
…………..
Lulusan
…………
2. Pengembangan Kurikulum
3. Pengembangan Proses
………...
Pembelajaran
………….
4. Pengembangan PTK
…………
5. Pengembangan Sarpra
6. Pengembangan
………….
Manajemen
………
7. Pengemb sumber Dana
8. Pengemb. Penilaian
B.Program
Non
(Belanja Lainnya)
1. Gaji
………….
Sklh
………….
174.000
Pendanaan
Bantuan (Juta)
174
2. Belanja barang habis pakai
3,900
3,9
3. Langganan Daya dan Jasa
4 ..............................
JUMLAH
4,800
4,8
PAS
Tugas
KomDAK
Alumni Kantin
Berban
sek
Menyusun RKAS/M
Langkah-langkah Penyusunan RKAS/M:
1. Menghitung biaya per program atau kegiatan.
2. Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan
uang tersebut kepada sumber-sumber dana
sesuai dengan aturan peruntukan dana dari
masing-masing sumber dana;
3. Menghitung jumlah surplus atau defisit.
Contoh : 3. RAKS/M
PENERIMAAN (dalam Rp.)
No No.
Uraian
. Kod
I 1 SISA TAHUN LALU
II
2
V
PENDAPATAN RUTIN
1.1
Gaji PNS
300.000.000
1.2
2.2
Gaji Pegawai Tidak
Tetap
Belanja Barang dan
Jasa
24.000.000
1.3
2.4
IV
200.000
No No.
. Kod
I
1
2.1
2.3
III
Jumlah
PENGELUARAN/BELANJA
1.4
Uraian
PROGRAM SEKOLAH
Pengembangan Kompetensi
Lulusan
Pengembangan Kurikulum/ KTSP
Pengembangan proses
Pembelajaran
Pengembangan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
Belanja Pemeliharaan
1.5
Pengembangan sarana prasarana
3
BOS
1.6
3.1
BOS
1.7
3.2
BOS Provinsi
1.8
3.3
BOS Kabupaten/Kota
Bantuan
2.1
Pengembangan dan implementasi
manajemen sekolah/madrasah
Pengembangan dan sumber dana
sekolah/Madrasah
Pengembangan dan implementasi
sistem penilaian
PROGRAM NON SEKOLAH
(BELANJA LAINNYA)
Belanja Pegawai
4.1
DAK
2.2
Pembayaran telephon
5
PAS
2.3
Pembayaran air minum
4
5.1
II
2
SHU Kopsis
JUMLAH
JUMLAH
Jumla
h
Pengesahan dan Sosialisasi
RKS/M dan RKAS/M
• Harus disetujui oleh dewan Pendidik,
mempertimbangkan Komite Sekolah/Madrasah
• RKS/M dan RKAS/M Negeri disahkan oleh
Dinas Pendidikan/Kemenag Kab-Kota.
Sekolah/Madrasah swasta disahkan oleh
Yayasan
• RKS/M dan RKAS/M harus disosialisasikan
pada orang tua peserta didik
Tanya jawab
dan
Kesimpulan