Pendidikan Agama Islam (PAI - 2 SKS)

Download Report

Transcript Pendidikan Agama Islam (PAI - 2 SKS)

Pendidikan Agama Islam
(PAI - 2 SKS)
Dosen: Drs Cukup Mulyana MS
FMIPA-FT GEO UNPAD
Aturan Perkuliahan
•
•
•
•
•
Tatap Muka
Mentoring
Minimal kehadiran 80%
Wajib mengikuti mentoring
Wajib mengikuti UTS dan UAS
SILABUS
•
•
•
•
•
•
•
•
Pengantar Perkuliahan
Problematika Umat Islam
Makna Syahadatain
Makrifatullah
Makrifatul Rasul
Makrifatul Islam
Makrifaul Insan
UTS
SILABUS
• Ibadah dan Akhlaq
• Hukum yang berlaku dalam syariat islam
• Ilmu Pengetahaun dan Teknologi Dalam
perspektif Islam
• Berinteraksi dengan Al Quran
• Peranan pemuda dalam Islam
• Topik pilihan bebas
PENILAIAN
1. UTS
2. UAS
3. MENTORING
4. TUGAS
30%
30%
30%
10%
REFERENSI
• Makna Syahadatain dan fenomena
kekufuran,Said Hawa
• Allah, Said Hawa
• Ar Rasul, Said Hawa
• Al Islam, Said Hawa
• Buku daras PAI dari UPT UNPAD
Problematika Umat Islam
• Kondisi Umat Islam dilihat dari sisi :
1. Ekonomi
2. Pendidikan
3. Politik
4. Kepemimpinan
Merujuk pada QS 3:110 Apakah umat islam
layak disebut umat terbaik?
Cara Melihat Kelemahan
Pandangan Umum
• Melihat dari aspek
dzahir,rational,rasa
- Faktor ekonomi
- Faktor pendidikan
- Faktor politik
- Faktor moral
- dll
Pandangan Islam
• Melihat dari aspek
dzahir,ratio,rasa, secara
Islam merujuk pada qur’an
sunnah
Apakah urutan prioritas
permasalah nya sama?
Mengapa demikian?
• Al Qur’an dipakai sebagai
kacamata basho’ir untuk
melihat/menilai segala
sesuatu
Kelemahan Umat Islam ( W )
•
•
•
•
•
•
•
Lakukanlah analisa SWOT terhadap umat Islam.
S : Strength = kekuatan
W: Weaknes = kelemahan
O : Oportunity = peluang
T : Threat = ancaman
Apa manfaat dari SWOT analisis ini
Buatlah tabel SWOT, ranking berdasarkan skala
prioritas!
Kelemahan Umat Islam(W)
• Ruhiyah
1. Lemahnya hubungan dengan Allah
a) Shalat ; b) Interaksi dengan Al Quran
2. Jauhnya interaksi dengan dakwah
a) Ruhiyah ; b) Fikriyah ; c) Amaliyah
3. Lemahnya Himmah (Al qoshos:8 ?)
4. Tidak tsiqoh(Allah,rasul,dien sebagai the best
solution)
5. Banyak berbuat ma’siat
Kelemahan Umat Islam(W)
• Fikriyah
1. Memahami islam secara parsial,jahil,sudah terisi idiologi/
pola fikir lain yg berseberangan dengan islam
2. Tidak terikat dengan nilai islam(x iltizam) karena pemah
aman yang parsial (tidak islami )
3. Minimnya Sarana/prasarana pembentuk pola fikir
4. Hanya membenarkan apa yang tampak (sain/tek) meno
lak yg ghaib, sebaliknya menolak/menganggap rendah
kebenaran ilmiah/teknologi, yang benar adalah yang
hanya yang tekstual tertulis di al qur’an
dengan pemaknaan yang sempit
Kelemahan umat Islam (W) - Next
• Amaliyah
1. Kemalasan (lemah ruhiyah, jahil)
2. Penguasaan konsep(ilmu)/skill yang kurang
3. Lemah dalam tanggung jawab/kpmpn
4. Lemah dalam musyarakah
5. Tidak seimbang dalam aktualisasi diri
6. Rangkap jabatan terlalu banyak
7. Tidak terlatih bekerja
Kelemahan Umat Islam (W) - Next
Internal
• Jahil
• Malas
• Lemah(fisik, ilmu,hati)
• Hawa nafsu
• Mendahulukan yang furu
• Ashobiyah
• Konflik Internal
Eksternal
• Fihak luar yang membenci
Islam
• Pengaruh kehidupan
duniawi yang terlalu kuat
• Syeitan yang tak henti
menyesatkan
• Pola fikir yang sekular
• PENGARUH EKSTERNAL
KECIL JIKA IMUNITAS TINGGI
Kekuatan Umat ( S )
• Ketinggian/Kesempurnaan/keseimbangan
Dienullah dan Sunaturrasul
• Kekuatan aqidah,ibadah,syariah,akhlaq,amal
• Kekuatan fikrah
• Kekuatan ikatan jamaah
• Keyakinan perlindungan,petunjuk dan
pertolongan Allah, balasan,hukuman Allah
• Jumlah yang banyak
• Kekayaan alam yang berlimpah
Oportunity (O)
• Karakteristik ajaran Islam yang insaniah dan
tawajun
• Keterbukaan dan globalisasi
• Semua manusia memiliki fitrah imaniah
• Luasnya kesempatan dakwah melalui berbagai
cara,dan sarana
Threat-ancaman (T)
•
•
•
•
•
•
•
Kemalasan dan kebodohan umat Islam
Terpecah belah nya umat
Kehidupan hedonisme/materialisme
Kehidupan sekular
Gencarnya ghozwul fikfi
Adanya fihak-fihak yang membenci Islam
Syeitan,dan hawa nafsu yang tak pernah puas.
Potret penggolongan manusia
• Thoifah
• Muslim hanif
• Muslim
• Muslim hasad
• Kafir zimmy
• Kafir harbi
Secara garis besar manusia terbagi 2, muslim da
n kafir. Bagaimana interaksi ke-6 komponen?
Siapakah toifah tersebut?
Refleksi terhadap Problematika Umat
• Seberapa seriuskah persoalan yang dihadapi
oleh umat islam saat ini?
• Apakah yang akan terjadi jika dibiarkan?
• Jika anda sebagai dokter apakah penyebab
utama dari penyakit umat umat ini?
• Siapakah yang bertanggung jawab untuk
menyelesaikan persoalan ini
• Bagaimanakah caranya?
Upaya Pembangkitan Umat
•
Bina’u Syaksyiah Islamiah (kepribadian mauslim) QS 3: 102
1. Iman(aqidah/keyakinan bersih-> Allah,hari akhir)
tak ada penyimpangan  esensi dari aqidah
2. Pelaksanaan ibadah mahdoh bukan dalam tatanan konsep
tapi dalam dalam tahapan aplikasi yang kontinu (daaimun) dan
sungguh-sungguh (khosyi’un)
3. Pembentukan pola fikir Islami, Fikroh Islam bersifat unik, universal,tidak
mengarah ke timur,atau mengarah ke Barat
4. Islamul Hayyah (Islamisasi kehidupan), Islam dalam segala aspek kehidu
pan. Ketika shalat, shaum, belajar, berorganisasi, bekerja,berkeluarga
Tahapan pembentukan ruhul jamaah merupakan tahapan yang amat penting, diper
lukan kesungguhan dalam pembentukkannya.
Rasulullah SAW mendahulukan tahapan ini. Periode Makiah sering desebut dengan
tahapan pembentukkan syaksyiah Islamiah.
• Bina’u Ruhul Jamaah
1. Menyatukan pribadi muslim dalam ikatan
jamaah
2. Tanzimi/Strukturisasi qiyadah wal Jundiyah
3. Amal Jama’i
4. Ukhuwah islamiyah(Ta’liful Qulub)
5. Tidak berpecah-belah
Kegiatannya
•
•
•
•
•
•
Amar maruf,menyeru pada kebaikan
Nahyi Munkar, mencegah kemunkaran
Menyeru ke jalan Allah
Jihad dijalan Allah
Menjadikan manusia mendapatkan petunjuk
Itulah kemenangan yang sebenarnya
Program akan berjalan baik jika
• Terbentuk pribadi dengan syaksyiah islamiah
yang benar(aqidah,ibadah,fikrah,akhlaq yang
islami) yang teraplikasi dalam kehidupan
• Dibentuknya ruhul jamaah dengan penstruk
turan (tanzimi) yang tertib
• Adanya amal Jama’I dengan tujuan yang sama
yaitu menegakkan kalimat Allah
• Inilah jalan(kurikulum wajib) yang harus ditem
puh oleh orang yang beriman sebagaimana
yang telah dilakukan oleh rasulullah SAW
MA’NA SYAHADATAIN
PENDAHULUAN
1. Syahadat sering diucapkan
2. Sejauh mana syahadat
difahami
3. Fakta kehidupan kaum
muslimin yang jauh dari
nilai2 keislaman
4. Syahadat pilar utama
agama islam
5. Bangsa Arab dimassa
rasulullah faham isinya
PENTINGNYA SYAHADATAIN
• Pintu masuk Islam,
pembeda muslim dan kafir
• Intisari ajaran Islam
• Dasar dasar perubahan
yang menyeluruh
• Hakikat dakwah
menyeluruh
• Keutamaan yang besar
PINTU MASUK KE DALAM ISLAM
• Syah nya seorang menjadi muslim 37:35
• Pembeda antara muslim dan kafir – status
kemusliman sangat penting, perlu
dipertahankan karena nilainya sangat tinggi
• Setiap manusia terlahir dalam keadaan
muslim karena telah bersyahadat dialam
arwah (fitrah imaniah) 7:172 tetapi banyak
yang menelantarkan fitrahnya nya
Intisari Ajaran Islam (1)
• Pernyataan Laa ilaaha illa Allaah merupakan
penerimaan penghambaan = pengabdian
hanya kepada Allah, dan penolakan
penghambaan selain kepada Allah. Tujuan
diciptakannya manusia adalah untuk
mengabdi Q.2:21 Q.51:56 Q.6:162
• Penghambaan meliputi seluruh aspek
kehidupan, hubungan dengan Allah dan
dengan mahluk ciptaannya
Intisari Ajaran Islam (2)
• Pernyataan Muhammadurrusulullah adalah
dasar tata cara panghambaan yang benar, dan
itu ada pada diri Muhammad SAW
• Rasul sebagai minhajillah, uswah,qudwah
teladan dan ikutan dalam melaksanakan
penghambaan kepada Allah. Q.21:25 Q.33:21
Q.3:31 Q.60:4
DASAR-DASAR PERUBAHAN
• Mampu mengubah keyakinan, pemikiran,
maupun perbuatan dan jalan hidup manusia
Q.13:11—Manusia akan berubah jika siap untuk
mengubah apa yang ada didalam dirinya
• Ada perbedaan yang signifikan antara umat di
massa Rasulullah dan di massa ini sebelum dan
sesudah menjadi muslim-contoh
• Bertanggungjawab terhadap kalimat Tauhid yang
diucapkannya Q. 6:122 Q. 33:23 Q .8:30
KEUTAMAAN YANG BESAR
Di Dunia
• Ke Imanan, ketaqwaan
• Kehidupan yang baik
• Keberkahan
• Ketenangan hidup
• Menjadi pemimpin/
Khalifah di muka bumi
Q.24:55
DI akhirat
• Mendapatkan balasa Syurga
• Keridhaan Allah
• Memandang wajah Allah
Hakikat Da’wah Para Rasul
• Hakikat dakwah para Rasul adalah menyeru
umat manusia untuk menyembah Tuhan yang
satu.
• Dakwah para Rasul seperti perjalanan kafillah
yang saling menyambung, mulai dari Adam AS
s/d Muhammad SAW. Q.13:30, Q. 18:110
KANDUNGAN ASY-SYAHADATAIN
IQRAR: diucapkan
dengan lisan
• Asyhadu ala ila ha ilallah
• Asyhadu ana Muhammad
Rasulullah
• Q. 3:18 Q.3:81
QASAM: Berma’na
SUMPAH yang perlu
dipertanggungjawabkan
• Siap bertanggung dalam
menegakkan Islam
• Tidak menegakkan Islam
melanggar sumpah
• Q. 63:1-2 Q. 4:138-145
MIITSAAQ: Perjanjian
yang teguh
• Siap untuk sami’na wa ata’na
dalam segala keadaan
• Pelanggaran mengundang
siksa Allah
• Q. 5:7 Q. 2:285
Keselarasan antara Ucapan, Hati dan
Perbuatan
Al QAUL
(ucapan)
AT TASDIIQ
(membenarkan)
AL A’MAL
(perbuatan)
• Ucapan cara efektif penyampaian pesan
• Ucapan harus sejalan dengan hati
• Diketahui status ke islamannya
• Yaqin tanpa keraguan Q. 49:15
• Tasdiiq pekerjaan hati
• Tanpa paksaan
• Didasari keikhlasan dan pemahaman
• Tujuannya mencari keridhaan Allah
• Bukti dari benarnya tasdiiq dan a’mal
Buah komitmen terhadap Syahadatain
Syahadatain
Asy-Syajaa’ah (Keberanian)
Al-Ithmi’naan (Ketenangan)
At-Tafaa’ul (Optimis}
As- Sa’adah (Kebahagiaan)
Yang membatalkan Syahadat
•
•
•
•
•
•
Menyembah/mensekutukan selain Allah
Mengenal Allah dengan cara yang tidak benar
Berhukum kepada selain hukum Allah
Bekerja untuk musuh-musuh Allah
Meninggalkan/benci pada keesaan Allah
Memberikan ketaatan kepada selain Allah
tanpa seijinnya
Ma’rifatullah
Memahami: Urgensi makrifatullah,
eksistensi Allah, cara yang tepat mengenal
Allah, pengaruhnya dalam
kehidupan(motivasi/niat, ucapan dan
perbuatan)
Definisi Ma’rifatullah
• Usaha manusia untuk
mengenal Allah melalui
berbagai tandatandanya , dengan
menggunakan hati dan
fikiran sampaimeyakininya sehingga terlahir
amal yang sesuai
dengan kehendakNya
• Kedekatan dengan Allah
sebanding dengan
upaya pengenalannya
• Hati fikiran dan panca
indra adalah substansi
untuk mengenal Allah
• Caranya harus benar
• Indikatornya amal saleh
Urgensi Ma’rifatullah
• Pemenuhan fitrah manusia (pencipta, pemberi
rizki, pemelihara--- syukur ---fitrah imaniah)
• Karena Allah memang ada(dalil eksistensi)
didukung oleh:dalil naqli(6:19),aqli(3:190),
fitrah(7:172),panca indra(29:53),sejarah
• Kemanfatannya yang besar: Hurriyah(6:82)
tu’maninah(13:28),Berkah(17:96),hayat
toyibah(16:97),Jannah(10:2526),madotillah(98:8)
Cara manusia mengenal Allah
Islami
• Mengenal Allah melalui
tanda-tandanya yaitu ayat
qauliyah(95:1-5)--naqli
kauniyah(41:53)—aqli
• Menumbuhkan fitrah
imaniyah
• Menggunakan panca indra
• Melahirkan pembenaran
pada diri akan eksistensi
Allah---Iman
Tidak islami
• Mengenal Allah melalui
panca indra,akal
• Mengawali dari keraguan
• Dilandasi prasangka dan
hawa nafsu
(2:55,10:36,6;115)
• Berujung pada keraguan
terhadap eksistensi Allah--kafir
Tauhidullah
Rububiyah
Mulkiyah
Ulluhiyah
• Allah sebagai: Choliq(pencipta) 25:2,Rozik(rijki)51:57-58, Maalik(pemilik)2:284
• Landasan sukur kepada Allah karena pemberian rizki,kehidupan dengan segenap fasilitasnya
• Tauhid Rububiyahbelum dapat membadakan antara muslim dan kafir
• Allah sebagai:Waliyyan(pemimpin)7:196,Hakiman(pembuat hukum)12:140, Amiran(pemerintah)3:54
• Merupakan landasan operasional karena Allah menentukan blue print jalan hidup manusia di dunia
yaitu ketaatan kepada aturan yang berada pada Alquran dan sunnah rasul
• Sudah mulai membedakan antara muslim dan kafir (banyak orang yang gagal)
• Allah sebagai :Ghoyatan(tujuan)6:162, Ma’budan(yang disembah)114:3,109:1-6
• Landasan tujuan setiap amal, karena Allah adalah yang disembah dan puncak penghambaan kepada
Allah s.w.t
• Kemusyrikan timbul karena pengingkara/ketidak fahaman terhadap ketiga ketauhidan tersebut
Asma wa sifat
Asma (nama Allah)
• Nama Allah sebagaimana
dijumpai didalam Al Quran
• Ada 99 asma Allah yang
disebut didalam Alquran
• Misalnya ArRahman, Ar Rahim,
al Malik, al Hakim, al Amir, al
Waliy dll
• Asma Allah sesuai dengan sifat
yang dikandung dalam
namanya
• Digunakan untuk mengenal
Allah dan berdoa , meminta
Sifat Allah
• Sifat Allah sesuai dengan
asmanya
• Beberapa sifat Allah untuk
diteladani/dirujuk untuk
keutamaan sifat manusia
• Nama dan sifat Allah tidak
boleh disalah gunakan
• Penggambaran Allah tidak
menyerupai mahluk
ciptaannya
Makna Ilah
•
•
•
•
•
•
Yang kita cenderung kepadaNya
Yang di cintai
Yang kita rela berkorban kepadanya
Yang menjadi tujuan dalam semua perbuatan
Yang ditakuti
Yang kita bergantung kepadaNYa
Konsep La ilaha Ila llah
• Meniadakan ILAH pada slide sebelumnya,
tidak ada yang dicintai, ditakuti, yang kita rela
berkorban, memperjungkannya kecuali Allah
• Oleh karena itu Allah adalah yang diTA’ATI,
yang DISEMBAH/DIIBADAHI
• ALLAH pemilik LOYALITAS, KETAATAN,
HUKUM/UNDANG-2
• Buahnya adalah RIDHO dan QOBUL
MAKRIFATURRASUL
Mengapa perlu makrifaturrasul, cara
mengenal rasul, aspek2 yang perlu
dikenali dari seorang rasul, tugas rasul,
manfaat dari mengenal rasul
Urgensi mengenal Rasul
• Hanya dengan mengenal Rasul seseorang
dapat mengetahui ketinggian Islam, beribadah
secara benar, mampu melaksanakan syariat
Islam secara kaafah
• Pemenuhan fitrah(pengenalan, pengabdian)
kepada Allah, hidup dengan nidzom
• Manusia perlu Uswah/Qudwah
• Mengantarkan manusia pada kehidupan yang
benar,kebahagian di dunia dan akhirat
Kebutuhan manusia terhadap Rasul
• Ketika konsep ketauhidan chaos
• Nilai kemanusia terkubur oleh nilai-nilai
kejahiliahan, manusia Buta,Tuli dan Bisu
terhadap nilai2 kebenaran
• Kemaksiatan merajalela
Dapatkah anda menyebutkan gejala-gejala
yang terjadi dimassa jahiliah, hubungkan
dengan kehidupan masyarakat sekarang
Definisi Nabi dan Rasul
• Nabi dari kata Naba= utusan,
Naba’a = berita besar
• Rasul dari kata arsala = mengutus;
rasulun = yang di utus,
risalah = pesan yang dibawa
• Rasul: adalah lelaki pilihan yang diutus oleh
Allah yang ditinggikan derajatnya karena
risalah yang dibawanya, untuk disampaikan
kepada seluruh umat manusia QS 21:7
Muhammad SAW sebagai Qudwah
A’bdu min a’bdillah QS 18:110
Rosul yang di utus
•
•
•
•
1.
• Ciri kerasulan ada didalam
dirinya:
1. Sidiq
2. Amanah
3. Tabligh
4. Fatonah
Akhlaqnya alquran
• Oleh karena itu Muhammad
SAW ditempatkan sebagai
Qudwah Hasanah
Berkeluarga (istri,anak)
Makan,minum dll
Sedih, gembira
Mencari nafkah
Karena Nabi Muhammad
manusia seperti kita juga
artinya beliau merasakan apa
yang dirasakan oleh
umatnya,
2. Tetapi beliau adalah insan
kamil (manusia sempurna)
Qudwah Hasanah
Muhammad diyakini sebagai Rasul
Ada fenomena kerasulan
Rasul harus ditaati
Sebagai sumber hukum
Sebagai penetap halal dan haram
Rasul harus di ikuti
Teladan dalam mengabdi kepada Allah
Teladan dalam berkeluarga,muamalah
Ciri (karakteristik Rasul)
• Kepribadian Rasul
1. Sidik (lurus Jujur)
2. Amanah (menunaikan apa yang ditugaskan
dengansebaik-baiknya)
3. Tabligh (menyampaikan risalah)
4. Fatonah (cerdik/pandai)
• Bisyarah
• Nubuwah
• Mu’jizat
• Hasil kerja yang sempurna, harmonis dengan
kepribadian obyek da’wahnya
Kekhususan Rasul Muhammad SAW
• Nabi terakhir
• Menyempurnakan,menggati syariat
sebelumnya
• Diperuntukkan untuk semua manusia
• Berlaku sampai hari qiyamah
Kewajiban Rasul
Qudwatul Ulya
• Akhlaq Utama
• Figur kepala dalam
keluarga
• Figur pimpinan
,kepala negara,
panglima perang
• Ibadah,dan
muamalah
• Mendidik,dan
mengajar
• Berdakwah
Sumber Syariat
• Menetapkan halal
dan haram
• Menjelaskan alqur’an
• Pelaksannan
ibadah,tidak
beribadah kecuali
apa yang
diperintahkan
• Penegakkan hukum
• Menyelesaikan
problematika umat
Menegakkan agama
Islam
• Amar ma’ruf
• Nahyi munkar
• Jihad fisabilillah
• Pelaksannan Walla
• Pelaksanaan Bara
Kewajiban kita terhadap Rasul
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Meyakini/mengimani kebenaran kerasulannya
Menerima/tidak menolak apa yang disampaikannya
Mengerjakan apa yang diperintahkannya
Menjauhi apa-2 yang dilarangnya
Mencitainya dan mencintai apa-2 dan siapa-2 yang
dicintainya
Membenci apa-2 yang dibencinya
Menghomati, dan memulyakannya, bersalawat
untuknya
Menegakkan risalahnya
Menyebarluaskan risalahnya
Tugas makalah sebelum UTS
• Buatlah makalah singkat (sekitar 5 halaman)
dengan tema:”Rasulullah SAW pembawa
risalah kebenaran”
• Diketik komputer pada kertas A4, spasi 1,5
• Pada ½ halaman terakhir buatlah resume apa
yang anda tuliskan
• Tuliskan
• Dikumpulkan ssat UTS
Ma’rifatul Islam
•
•
•
•
•
•
•
•
Mengapa diperlukan ma’rifatul Islam
Islam sebagai nizom syamil
Peran Islam ditengah nizom jahiliyah
Definisi Islam Lugoh, Ma’na
Bangunan Islam
Rukun Islam
Karakteristik Islam
Bagaimana cara mempelajari Islam
Mengapa diperlukan Ma’rifatul Islam
• Realitas kehidupan umat islam apakah sesuai
dengan ajaran agamanya
• Anggapan bahwa Islam agama yang sempit,
ketinggalan zaman,kumuh,terbelakang
• Munculnya idiologi baru yang diyakini membawa
kebaikan bagi umat manusia
• Adanya fihak2 yang ingin Islam tidak tegak
• Pengaruh gaya hidup materialistik/hedonis
• Kebodohan umat islam terhadap ajaran
agamanya
Perbedaan Agama dan Dien
• Agama: dimaknai sebagai cara ibadah yang
sempit (shalat, shaum zakat,puasa,haji)
• Dien : 1. Yang berkuasa/kekuasaan
2. Tunduk,patuh kepada penguasa
3. Aturan yang dibuat oleh penguasa
4. Balasan karena ketaatan pada
penguasa, hukuman karena
membangkang
Ad Dienul Islam
• Islam (lugoh): Salama – islam , Istislam berserah diri,
Salaam = selamat, Saliim = sejahtera, Salim = bersih
suci
• Islam (ma’na) : Tata aturan (nizom) yang syamil yang
yang mengatur segala bentuk kehidupan yang secara
menyeluruh, negara,tanah air dan pemerintahan dan
umatnya, hukum dan keadilan, Hajat hidup manusia,
ekonomi,dan etos kerja, Kekuatan pemikiran,maupun
fisik/persenjataan, Ilmu,pengetahuan dan peradaban,
Aqidah yang bersih, dan ibadah yang benar, satu
samalain sederajat dan saling melengkapi
Makna Islam Lainnya
•
•
•
•
•
•
Wahyu Allah
Dien para nabi dan Rasul
Minhajul Hayyah(pedoman hidup)
Hukum/ketetapan yg datang dariAllah/Rasul
Jalan yang lurus
Jalan keselamatan didunia dan diakhirat
Dienul Islam
Dienul Haq
Dienullah
Dienul
Islam
Adienul
Islam
Ya’lu
walaa
yu’la
Alaihi
Dienul Ghoiru Islam
Dienul samawi yang menyimpang
• Terjadi karena pengikutnya(ulama yang sesat,
berlebihan, sinkritisme,kebodohan umat)
Dienul ardi (Agama-idiologi manusia)
• Agama yang dibuat oleh manusia (budha, kong fu
tsu, hindu)
• Idiologi: aturan hidup yang buat manusia (komunis,
libelaris, sosialis dll)
• Pelaksanaan Ibadah
shalat, shaum, zakat
dan ibadah haji
• Berbagai manhaj
kehidupan
• Manhaj politik
• Manhaj ekonomi
• Manhaj militer
• Manhaj pendidikan
• Manhaj akhlaq
• Manhaj Soaial
• Manhaj kebudayaan
• Dan lain-lain
Sarana pendukung
• Keyakinan kepada
Allah,
malaikat,kitab,rasul
Hari akhir, qodho
dan qodar
Bangunan Islam
Asas(rukun Iman dan Islam)
Bangunan Islam
• Jihad
• Amar ma’ruf
• Nahyi munkar
• Penegakan sanksi
• Penegakan hukum
Karakteristik islam
•
•
•
•
•
•
Robbaniyah (ajaran yang diturunkan Allah)
Insaniyah (diperuntukkan untuk manusia)
Syamillah (meliputi semua aspek kahidupan)
Kamillah (sangat sempurna)
Kaafah (berlaku untuk seluruh manusia)
Mengandung bagian yang tetap, dan ada
bagian yang fleksibel)
• Tawajun (jalan tengah,seimbang)
Cara Mempelajari Islam
• Bersumber pada Alquran dan Al Hadist
• Rujuk ulama Salaf
• Tidak taklid,atau menerima begitu saja apa yang
disampaikan, cek kebenarannya oleh alquran/hadist
• Open minded, gunakan akal, kritis, tidak dogmatis
• Sebagai patokan, yang pasti benar adalah apa yang
datang dari Allah dan Rasul, yang datang dari manusia
punya kesempatan salah
• Tidak parsial, harus menyeluruh
• Tanyakan kepada ahlinya
Makrifatul Insan
• Takrif/definisi manusia (berdasar pandangan
manusia,dan Allah)
• Hubungan antara def manusia dengan pandangan
dan perilakunya
• Manusia dalam pandangan islam
• Kedudukan,hak,kewajiban dan tanggung jawab
manusia
• Potensi manusia dan kelemahan manusia
• Dll
Takrif/Definisi Manusia
Filosof/Barat
• Hewan yang berakal
• Hewan yang berperkakas
• Hewan yang bermasyarakat
• Hewan yang berbudaya
• Kera yang berdiri tegak
• Mahluk materi
Islam/Allah
• Mahluk yang diciptakan dari
saripati tanah
• Anak cucu Adam
• Mahluk yang mengemban
amanah
• Mahluk yang terdiri atas jasad
dan ruh
• Mahluk yang ditinggikan
derajatnya dengan berbagai
kelebihan
• Mahluk yang berkehendak
Mampukah Manusia Menjawab:
Mengapa manusia
diciptakan?
Dari apa manusia
diciptakan
Untuk apa manusia
diciptakan
Mampukah manusia mendeskripsikan
sendiri, diri, tujuan,pedoman hidupnya
• Kemampuan akal/daya observasi manusia
terbatas
• Manusia berhajat/berfihak terhadap
kepentingannya
• Manusia sering dikuasai hawa nafsunya
• Kemampuan manusia untuk menembus alam
transenden sangat terbatas
• Fitrah manusia sebagai mahluk menyebabkan
manusia sering memposisikan diri sebagai
mahluk yang memerlukan perlindungan
Idiologi(dien) terkait dengan filsafat
Manusia
Filsafat Barat( Romawi,Yunani)
• Ketuhanan: Dewa personifikasi
manusia yang sempurna
dalam kekuatan, sifat,
keindahan fisik, yang
menurunkan manusia,yang
bersinkritisme dg agama
nasrani, ---CHAOS
• Kehidupan: materialis ,hdns
• Sistim nilai: humanis,
utiliaris,pragmatis
• Pemikiran: free thinker
• Politik: Ekspansionis
Filsafat Timur(China,India,dll)
• Ketuhanan: Hyang,dewa,
penguasa laut,matahari dll,
orang suci, ekspresi kelema
han manusia ---CHAOS
• Feodal, paternalistik, kasta,
abdi dalem
• Sistem nilai:
• Pemikiran:
• Politik:
Arti kata manusia dalam al quran
Al Insan
• Berarti: Jinak,
harmoni, dan
tampak
• Manusia dengan
seluruh jiwa
raganya
Basyar
Bani Adam
• Penampakan
sesuatu dengan
baik dan
indah,kedewasaan
• Manusia mampu
memikul tanggung
jawab(khalifah)
• Keturunan
adam,Adam
sebagai manusia
pertama yang
diciptakan
• Diciptakan dengan
tujuan yang jelas
Anasir(Penyusun) Manusia
Jasad (jawarih)
• Tubuh (fisik) yang tampak – zohir
• Terbuat dari saripati tanah
• Memerlukan asupan
makanan/minumam/perawatan
• Bersifat fana/bersifat tidak
abadi-akan lenyap
• Untuk Beraktivitas(beramalberjihad)
Akal
• Anasir untuk berfikir
• Terkait dengan pendengaran,
dan penglihatan
• Al Idrak-daya tangkap
• Al chayal-daya imaginasi
• At-tashowur-daya
pandang(konsep)
• Keunggulan yang luar biasa
dibanding mahluk lain
• Memerlukan masukan dengan
belajar, ilmu
Ruh
• Anasir samawi, disimpan dalam
qolbu/fuad/hati nurani
• Ada Itiqod-niat- azam
• Ada Irodah(kehendak) dorongan
untuk berbuat/beraktivitas
• Ada Syu’ur, perasaan
batin/akhlaq batin: rasa malu,
rasa harga diri(izah), rasa
ketuhanan
• Jika selamat qolbu seseorang
selamatlah orang tersebut, jika
celaka,celakalah dia
• Memerlukan masukan samawi
al quran
• Tidak musnah dengan lenyapnya
jasad
Lanjutan
• Dalam pandangan islam Ke-3 anasir tersebut
menjadi sarana untuk mengenal penciptanya
• Menjadi sarana untuk merasakan nikmat Allah
baik yang dzohir, maupun yang batin
• Menjadi sarana untuk bersyukur kepada Allah
• Sebagian besar manusia tidak
memanfaatkannya dengan cara yang benar
• Ke-tiganya akan dimintai
pertanggungjawabkan
Kelebihan manusia dibandingkan
mahluk lain
• Segi kreasi: seindah indahnya penciptaan
• Segi akal/pemikiran: mampu mengahasilkan beragam
ilmu pengetahuan dan teknologi
• Segi kehendak: memiliki irodah, sehingga timbul
berbagai kemajuan/keragaman
• Segi bahasa: kemampuan yang luar biasa dalam
menyampaikan pesan
• Segi kekuatan: paduan antara akal, irodah,dan
memanfaatkan sumber daya
• Segi rohani: kemampuan untuk mengenal aspek-2
transenden
Qoidah umum
• Semakin banyak fasilitas/ kelebihan yang
diperoleh, semakin besar tanggung jawab
seseorang
• Alam semesta dan isinya dipersiapkan oleh
Allah untuk manusia
• Oleh karena itu manusia diamanatkan untuk
melaksanakan 2 peran:
1. Untuk mengabdi kepada Allah (taklif)
2. Untuk berperan sebagai khalifah(tasyrif)
Kewajiban Manusia
IBADAH- Amanah= Taklif, Beban
yang memulyakan hambanya
KHALIFAH= Pemimpin Tasyrif pemul
yaan manusia diatas mahluk lain
• Asal kata Abdun=hamba
• Manusia mahluk, Allah
kholik, Fitrah – mengabdi
kepada Allah
• Ketinggian derajat manusia
terjaga selama mengabdi
hanya kepada Allah
• Derajat tersebut turun
ketika mengabdi kepada
selain Allah - thogut
• Khalifah diangkat Allah
• Berbuat sesuai batas-2
pemberi mandat, bukan
atas kemauan sendiri
• Tidak melampai batas
• Kekhalifahan akan tetap di
tangan manusia,selama hak
dan kewajiban yang
digariskan oleh Allah tidak
dilampaui, atau di sia-siakan
IBADAH
Manusia dengan
Allah
• Hablum
minallah
• Beribadah
• Ketundukkan,
dan siap untuk
memposisikan
diri sebagai
hamba
Manusia dengan
manusia
• Hablum
minannas
• Bermuamallah
• Komitmen
sesuai dengan
apa2 yang
disyariatkan
Allah
Manusia dengan
Alam
• Peran Khalifah
• Memakmurkan
bumi
• Tidak merusak,
dan dilakukan
sesuai dengan
ketentuan Allah
IBADAH
• Pekerjaan bernilai ibadah jika:
1. Diniatkan untuk mendapatkan ridlo Allah
2. Dikerjaan sesuai dengan aturan Allah
3. Dikerjakan dengan sungguh-sungguh
4. Ibadah yang mantap dilandasi/didorong
oleh iman yang benar (manifestasi dari
iman
MACAM-MACAM IBADAH
Ibadah
dalam arti
khusus
• Berhubungan langsung dengan
Allah Swt (bentuk, waktu,syarat
,rukun,cara telah diatur oleh Allah
• Kewajiban kita ittiba, contoh:
thoharoh,shalat zakat, shaum, haji
Ibadah
dalam arti
luas
• Segala amal yang niatnya ikhlas
mencari keridloan Allah, Prinsip
dasar dijelaskan di Al quran,sunnah
• Beruswah kepada cara rasul, jual
beli, berinteraksi sosial, dll
SISTEM MASYARAKAT ISLAM
• Islam menempatkan manusia tidak hanya dalam dimensi
individu tetapi juga dalam dimensi sosial secara utuh
• Masyarakat islam adalah masyarakat yang berbeda dengan
masyarakat manapun, masyarakat yang robbbani, insani
dan tawazun.
• Masyarakat yang tidak hanya menerapkan syariat dibidang
hukum, atau ubudiah atau kedermawanan saja, penerapan
syariat islam secara parsial mengakibatkan kezaliman bagi
masyarakatnya
• Oleh karena itu penting sekali untuk memberikan
gambaran yang jelas tentang komponen-komponen utama
penyusun masyarakat islam, sehingga jelas perbedaanya
dengan masyarakat jahiliah
MASYARAKAT YANG TEGAK DIATAS
LANDASAN AQIDAH
• Dua kalimat syahadat dan keyakinan kepada
malaikatNya,kitabNya, rasulNya adalah, fondasi
tegaknya masyarakat islam QS 2:285
• Aqidah yang bersih dari kemusyrikan, tidak mengambil
sembahan atau tandingan selain Allah, penolong selain
Allah,atau hukum selain hukum Allah QS 4:60-65
• Masyarakat islam benar-benar memulyakan aqidah,
memperkuat aqidah tersebut dalam akal maupun
hati,membersihkan penyimpangan-penyimpangan
aqidah baik dalam itiqod, pemikiran maupun perilaku
aqidah baik walaupun hanya sedikit QS 98:….
AQIDAH MEMASUKI SEGENAP ASPEK
KEHIDUPAN
• Konsep ketauhidan yang bersih dari pensekutuan
dzatnya, wujudnya, kekuasaannya,sifat2nya
(tunjukkan ayat2 yang sesuai!)
• Ulluhiyatullah (Allah yang disembah, tujuan, final
destination)
• Mulkiyah (Allah sebagai penentu hukum,
penguasa, hukum Allah yang hak untuk ditaati)
• Rubbubiyah (Allah yang pencipta, pemberi rizki,
yang menghidupkan dan mematikan)
Masyarakat Islam dan Bahaya
Pemurtadan
• Bahaya besar yang mengancam aqidah adalah
pemurtadan “mereka tidak henti-hentinya
memerangi kamu sampai mereka dapat
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada
kekafiran) QS 2:17
• Serangan datang dari kaum nasrani, komunis,
sekuler,islam liberal
• Serangan lain berbentuk terselubung, ghozwul
fikri, yang sering kali menyertai kita, melalui
media cetak, elektronik, gaya hidup
Syiar dan Ibadah Dalam Masyarakat
Islam
• Syiar yang paling tampak adalah pelaksanaan rukun
Islam – syahadat,shalat,zakat,shaum,dan haji
• Shalat, kewajiban syiar yang paling utama, batas
antara seorang dengan kekufuran adalah
meninggalkan shalat(HR:Muslim)
• Zakat, saudara kandung shalat merupakan kekuatan
pendanaan sosial dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat
QS 2:27
• Amar ma’ruf dan Nahi Munkar, inilah syiar yang ke-6
setelah shaum dan haji QS 3:104,110 merupakan
pelindang ditegakkanya syiar yang lain At Taubah 71,Al
Hajj:40-41
Pemikiran dan Pemahaman dalam
Masyarakat Islam
• Masyarakat islam memiliki keistimewaan dalam
pemikiran(fikrah) dan sistem nilainya
• Pemikiran dan pemahamannya menentukan cara
pandangnya terhadap berbagai persoalan
• Pemikiran dan pemahamannya dibentuk oleh Al
quran dan al hadist secara lurus, benar dan
mendalam, misal QS 2:177; QS 3:142,185;QS
4:34, Hadist bukanlah yang kuat itu dilihat dari
dorongannya, yang kuat adalah yang dapat
mengendalikan hawa nafsunya
Pemikiran yang Membahayakan
• Free thinker yang masuk dalam bentuk islam
liberal
• Barat(penjajah) lebih superior, sehingga menjadi
kiblat dalam berbagai bentuk kehidupan
• Warisan penjajah, yaitu memisahkan urusan
dunia dan akhirat, zuhud,pemahaman wali,
karomah
• Sekularisme, memisahkan urusan kehidupan dari
nilai2 ketuhanan
Perasaan, Selera dan Kasih Sayang
• Masyarakat yang tumbuh dalam persaudaraan ,saling
mencintai,lemah lembut, QS 48:29, QS 90:17,
persaudaraan dan cinta yang dibingkai oleh keimanan,
sarat untuk masuk surga
• Tidak membedakan warna kulit,kasta,harta, maupun
materi, semua manusia sama dihadapan Allah
• Masyarakat yang tawazun dalam selera, memperhati
kan halal dan haram, sederhana,tidak materialis
• Bukan masyarakat pendengki,tidak gibah, namjmah,
menyebarkan aib QS 49:10,11
• Yang menyatukan hati mereka adalah Allah QS 8:62,63
Tugas Masyarakat Islam
• Memperluaskan memperkuat, dan
menyebarluaskan persaudaraan Islam,melalui
taaruf, taaluf, tafahum, taawun, takaful dan itsar
melalui berbagai sarana seperti media
cetak,elektronik, olahraga, seni dll
• Mewujudkan kasih sayang dengan
silaturahmi,memenuhi hak keluarga dekat, fakir
miskin,dll yang disyariatkan
• Mencegah asyobiah (kebanggaan kelompok)
• Mencegah perpecaham
Akhlaq dan Keutamaan Masyarakat
Islam
• Eksistensi akhlaq islam terletak pada persamaan
mahluk dihadapan pencipta,mendahulukan
syariah, dan mengutamakan syura
• Masyarakat yang mengutamakan kebajikan dan
kasih sayang, kejujuran dan kepercayaan, rasa
malu dan kesetiaan, sabar dan qonaah dan
zuhud, pemaaf penyantun dan dermawan
• Perjuangan keikhlasan dan pengorbanan,
kebersihan dan keindahan, memulyakan syiar
senang mencari keridloan Allah
Tugas masyarakat Islam terhadap
Akhlaq
• Taujih: Tujuannya mengarahkan masyarakat kepada akhlaq
mulya, dan menjauhkan dari akhlak tercela. Dilakukan
dengan cara ceramah lisan ataupun tulisan, pembekalan,
dakwah dan irsyad
• Tsabit: Tujuannya memperkuat, dilakukan dengan tarbiyah
yang mengakar,mendalam dalam jangka waktu yang cukup
lama di rumahtangga, dimasyarakat, di perguruan tinggi
• Himaayah: Tujuannya untuk memelihara, dilakukan dengan
a) pengendalian opini umum secara aktif dengan amar
ma’ruf nahi munkar, membenci kerusakan, menolak
kemunkaran b) Dengan menerapkan hukum atau undang2
yang mencegah sebelum terjadi kerusakan, mengenakan
sanksi, menakut nakuti
Masyarakat Islam dan Nilai
Kemanusiaan
• Karakteristik Islam adalah Insaniah : sesuai
dengan karakter manusia yang berdiri diatas
landasan aqidah tauhidullah
• Falsafah hidupnya ditentukan sepenuhnya
oleh landasan ketauhidan, baik prinsip,
maupun operasionalnya
• Dengan landasan tauhid dapat menjawab
pertanyaan besar: darimana, kemana, dan
untuk apa manusia diciptakan
Hakikatul iman
Sebuah kajian tentang tanggung
jawab dan hak yang berada
dibelakang kalimat iman
Pengantar
• Alif laam mim,
• A hasiban naasu ay yutrakuu ay yaquuluu aamannaa
wa hum laa yuftanuun,
• Wa la qad fatannal ladziina min qablihim fa la
ya’lamannallaahul ladziina shadaquu wa la ya’lamannal
kaadzibiin QS 29:1-3
• Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata,
“kami telah beriman” sedang mereka belum di uji,
• Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum
mereka, maka sungguh Allah mengetahui orang-orang
yang benar dan Dia mengetahui orang-orang yang
dusta
Makna iman/mu’minal Haq
• Kata iman sering kali tidak dimaknai dengan benar oleh sebagian besar
umat islam
• Apa yang diniatkan/diitiqodkan Hati, apa yang diucapakan dalam lisan kita,
apa yang di fikirkan dan apa yang kita perbuat sering kali tidak berada
dalam bingkai iman
• Demikian pula ketika kita merespon apa yang di alami baik mulai dari
urusan kecil ataupun besar, yang menggembirakan atau yang
menyedihkan lebih mendahulukan hawa nafsu atau ratio semata
ketimbang firman Allah
• Iman, tidak lebih dari kata biasa yang tersusun atas 4 huruf I,m,a,n yang
artinya percaya, atau yakin titik. Sehingga tidak ada perbedaan antara
tingkah laku, ucapan, atau kebiasaan antara orang yang mengaku beriman
dengan yang tidak beriman
• Lantas apakah maksud Allah dengan firmanNya pada QS 29:1-3, Maha
suci Allah dari menurunkan ayatnya yang tidak memiliki makna
Makna QS 29: 1-3
• Alif laam mim = Setiap surat yang diawali oleh huruf hijaiyah yang
artinya kita tidak tahu, menurut para mufasir dibelakang ayat
tersebut akan ada berita penting yang perlu disimak
• Sebagai seorang muslim kita akan tersinggung ketika disebut
sebagai orang tidak beriman. Walaupun shalat masih sering
ditinggal, ataupun masih banyak melakukan maksiat tetap kita ingin
disebut orang yang beriman.
• Dalam Ayat 2 dan 3 Allah menegaskan setiap orang yang mengaku
dirinya beriman pasti akan diuji, sampai terbukti siapa orang yang
benar-benar beriman dan siapa yang dusta, Allah
menginformasikan ujian tersebut tidak hanya diberikan kepada kita,
juga kepada umat-umat yang terdahulu
• Kesimpulanya adalah: ada kurikulum wajib yang harus ditempuh
oleh orang beriman untuk membuktikan keimanannya
Kurikulum/sks wajib yang harus
diambil
• Dalam QS23;1, 10 dan 11, disebutkan orang yang
yang beriman adalah orang yang beruntung,
mereka akan mewarisi surga firdaus, dan kekal di
dalamnya.
• Tetapi dalam QS 2:214 Allah berfirman: Am
hasibtum an tadkhulul jannata wa lamma
ya’tikummatsalul ladziina khalau min qablikum
massat humul ba’saa-u wadh dharaa-u wa
zulziluu hatta yaquular rasuulu wal ladziina
aamanu ma’ahuu mataa nasrullahi alaa inna
nsrullahi qarib
Lanjutan
• Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
surga padahal belum datang kepadamu cobaan
sebagaimana apa yang diderita orang-orang
terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa
kesengsaraan, kemelaratan, dan mereka
digoncangkan dengan berbagai cobaan sehingga
rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya
berkata, “kapankah datang pertolongan Allah?
Ketahuilah sesungguhnya pertolongan allah itu
dekat. “inilah kurikulum wajib yang harus
dilewati”
Perhatikan kembali QS 2:214
• Bentuk ujian : yarjumuukum au yu’iddukum fii milatihim QS 18: 20
artinya mereka akan merajam kamu atau mengembalikan kamu
kepada kekafiran.
• A taqtuluuna rojulan ay yaquula rabbiyallahu wa qod jaa akumbil
bayyinaati mirrobikum artinya; apakah kamu akan membunuh
seorang laki2 karena tuhanku adalah Allah, sedangakan dia telah
datang kepadamu dengan membawa keterangan dari tuhanmu
QS40:28
• Wa hum ‘allaa maa yaf’aluuna bil mu’miniina syuhud, Wa maa
naqumuu minhum illa ay yu’minuu billaahil ‘aziziil hamid : mereka
menyiksa dengan membakar orang beriman sambil berkeliling,
tiadalah mereka menyiksa orang orang beriman itu melainkan
karena mereka itu beriman kepada Allah yang maha perkasa lagi
maha terpuji QS 85: 7,8
Mengapa Mereka Membenci orang
ber iman
• QS 42:13 syara a’ lakum minad’diini maa washaa bihi
nuuhan, walladzii auhainaa ilaika, wamaa washainaa
bihi Ibrohiima, wa Muusa, wa ii’saa, AN AQIMUDDIINA
,walaa tatafaroquu fiihii, Kaburo a’laal musyrikiina maa
tad uuhum ilaihi, Allohu yajtabii ilaihi mayasyaau,
wayahdii ilaihi mayyuniib
• Artinya: Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang
agama apa yang diwasiatkanNya kepada Nuh, dan apa
yang telah kami wahyukan kepadamu dan kami
wasiatkan kepada Ibrahim,Musa,dan iisa
• Yaitu tegakkanlah Dien ini, dan janganlah
kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat
(berat mendengarkannya, berat menerimanya,
berat/benci pada seruannya, dangan benci
pada hasil penegakkan dien tersebut). Allah
menarik(memasukkan) kepada agama itu
orang-orang yang dikehendaki Nya dan
memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang
yang kembali kepadanya
Dienul haq tegak dan mulia, dienul
batil rendah dan hina
• Jika kita ingin dikatagorikan sebagai orang yang
beriman tegakan dien dalam seluruh dimensi
kehidupan, Rab kita adalah Allah, tidak ada
tuhan selain dia, disembah zatnya ditegakkan
aturannya dilaksanakan perintahnya
• Tidak ada persekutuan dalam penyembahan,
sebagaimana tidak ada persekutuan dalam
syariah, tidak ada musyarakah dalam kebatilan
untuk tujuan baik sekalipun
Perhatikan QS 5: 48, atau 44-47
• Bacakan ayat tersebut ulas dengan jelas
Karakteristik orang yang beriman
• Dalam QS 48: 29 karakteristik mereka
digambarkan dengan lebih jelas, lihat ayat
tersebut….
Karakteristik orang yang beriman
• QS 8: ayat 2,3,dan 4
• Sesunguhnya orang yang beriman adalah mereka yang
apabila disebut namaAllah gemetarlah hati mereka ,
dan apabila dibacakan kepada mereka ayat,ayatNya
bertambah iman mereka, dan kepada Tuhannya
mereka bertawakkal.
• Yaitu orang-orang yang mendirikan Shalat,
menafkahkan sebahagian dari rizki yang kami berikan
kepada mereka
• Itulah orang2 yang beriman dengan sebenar2nya
mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian
di sisi Tuhannya ,ampunan serat rizki(ni’mat) yg mulia
Sikap mereka terhadap seruan Allah
• QS 2:285 ; wa qoluu Sami’na wa ata’na gufronaka
wa ilaikal masiir = kami dengar kami taat, ya
tuhan kami ampunilah kami dan kepada
engkaulah kami kembali.
• QS 33: 23; diantara orang orang yang beriman
ada orang2 yang menepati janjinya kepada Allah,
maka diantara mereka ada orang2 yang gugur.
Dan ada pula yang menunggu-nunggu dan
mereka tidak sedikitpun merubah perjanjiannya
Sikap mereka ketika menghadapi ujian
tersebut
• Selanjutnya di QS 41:30 Innal ladziina qaalu
rabbunallahu tsumas taqaamuu tatanazzalu
alaihim maalaikatu allaa takhaafu walaa tahzanuu
wa absyiruu bil janaatil latii kuntum tuu’aduun
• Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan
kami adalah Allah, kemudian mereka istiqoomah
maka malaikat-malaikat turun kepada mereka
lalu berkata “ janganlah kamu takut, janganlah
kamu berduka cita, bergembiralah dengan surga
yang dijanjikan Allah kepadamu
• Nahnu auliyaa-ukum fil hayaatid dunyaa wa fil
akhirati wa lakum fihaa maa tasytihii
anfusukum wa lakum fiiha maatad’dauun
• Kamilah pelindung kamu di kehidupan dunia
dan di akhirat, dan didalamnya kamu peroleh
apa yang diinginkan dirimu dan kamu
memperoleh pula didalamnya apa2 yang
kamu minta
Islam dan pengembangan IPTEK
• Dienul Islam mendorong umatnya untuk menggunakan
akal, bukan dzhan-persangkaan atau taklid
• Untuk memahami hakikat penciptaan alam semesta
selain dengan merujuk pada ayat kauniyah, juga ayatayat kauliyah
• Ketika orang berfikir tentang Allah, Manusia, dan Alam
ada yang memulai dari ‘burhan qurani dan sunni’ (kubu
agama), ada pula yang memulai dari ‘burhan insani dan
kauni’ dan ada yang memadukan keduanya ‘burhan
qurani ,sunni,dan kauni’
Dua kutub pemikiran yang kontadiktif
• Kubu langit: didominasi oleh kubu agama dengan
cara berfikir ‘normatif, abstrak dan non empirik’ sakralisasi
• Kubu umum: didominasi oleh kubu umum
kalangan ilmuwan rasional dengan cara berfikir
‘positip,kongkret, dan empirik’ – desakralisasi
• Keduanya dikotomis,bertentangan menceraikan
langit dan bumi
• Islam dienul kamil menengahi kedua
pertentangan yang terjadi QS: 2:40 QS: 67:3 (lht)
Penyebab dikotomi
• Perkembangan teologis yang tidak bersumber kepada
burhan ilahi. Tuhan adalah personi fikasi ideal
kesempurnaan sifat yang ada dalam diri manusia ;
pemikiran manusia terbatas-personifikasi Tuhan-Dewa tak
sempurna
• Penyimpangan ajaran agama-derasionalisasi
• Reinesans abad 14-15, kebangkitan ilmu di Eropa
pemisahan secara sengaja ilmu dari agama
• Perebutan kekuasaan dikalangan penguasa Islam diiringi
munculnya pandangan, kehidupan sufistik itu lebih mulya
• Mandulnya semangat iqra-alama membaca dan
mengajarkan
Akibat adanya Dikotomi
• Kaum agamawan merendahkan capaian di
bidang IPTEK
• Kaum saintis,teknokrat tidak peduli kepada
urusan agama, menganggap sumber
keterbelakangan
• Etika ilmu melanggar norma agama
• Sekularisasi Ilmu pengetahuan
• Keterbelakangan Iptek identek dengan
keterbelakangan dunia Islam
Iptek Islam dimassa lalu
• Penggerak temuan ilmiah didunia islam karena adanya
isyarah dan burhan yang timbal balik dari ayat qauli
dan ayat kauni
• Dimulai pada abad ke 8-12 M
• Temuan yang menonjol: 1. metoda ilmiah yang
kemudian menjadi landasan kebangkitan ilmu di
eropa(reinesan) di adopsi oleh Roger Bacon dikenal
sebagai bapak dari scientific methods
• Berpijak pada kekuatan aqidah, hasil ibservasi
idrawi/alat, dan eksperimen
• Spektrumnya: ilmu eksakta, sosial politik, ilmu
manusia, bahasa terapan ekonomi dll
Beberapa profil ilmuwan Islam
• Al Biruni: filosof, matematikawan,astronom,
fisika, eksperimen,penulis fiksi dll
• Ibnu Haytsam; ahli optik teori dan eksperimen
• Ibnu Sina ; terenal denga Canons of medicine
yang bertahan sampai 600 tahun
• Ibnu Batutah; ahli geografi
• Ibnu Rusyd: Ahli sosiologi politik dan ilmu
pemerintahan
Ilmu dalam pandangan sunnah
• Dienul Islam menaruh perhatian yang sangat besar
pada pengembangan ilmu
• Dienul Islam selalu menyeru, mendorong,
menganjurkan penggalian ilmu
• Menghormati ulama,intelektual, dan menganjurkan
untuk mengajarkan ilmu,pandangan dan masukkannya
menjadi pandangan yang berharga untuk diperhatikan
• Menjelaskan, falsafah, tata cara menggali, etika/moral
dan pemanfaatan ilmu, yang dalam khasanah
pengetahuan modern disebut ontologi, epistimologi,
dan aksiologi
Al quran dan terminologi keilmuan
• Al ilm dan jadiannya ditemukan 780x, aql,albab
16x, hikmah(ilmu) 20x, burhan (penjelas) 20x
• QS:95:1-5 bacalah 2x dengan nama tuhanmuontologi, mengajar=alama dengan perantaraan
kalam merupakan proses pencarian ilmuepistimologi,
• Iqra berarti membaca, menelaah,meneliti,
merenungkan,berkontemplasi,ayat qouli,atau
ayat kauni dan dilakukan dengan nama Allah,
artinya dilakukan dalam rangka mencari keridoan
Allah
Pandangan ilmu modern
• Pandangan dunia modern pencarian ilmu semata
untuk kepentingan manusia
• Manusia bisa lupa diri merasa dirinya
hebat,memenuhi ambisi pribadinya timbul
arogansi keilmuan
• Aksiologinya sangat rentan terhadap dominasi
hawa nafsu yang mengarah pada pemenuhan
kebutuhan duniawi saja, baik individu maupun
kelompok, muncul keserakahan yang banyak
menyengsarakan banyak orang
Landasan kewajiban menuntut ilmu
• “barang siapa yang menghendaki keberhasilan untuk dunia
maka ia harus memiliki ilmunya, barang siapa menghendaki
keberhasilan untuk hari akhirat maka ia harus memiliki
ilmunya, barang siapa menghendaki keduanya, maka
haruslah ia menguasai keduanya”
• “Siapa yang menempuh jalan menempuh ilmu Allah
memudahkan baginya jalan ke surga”
• QS 22:54 dan orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini,
bahwasanya al quran itulah yang hak dari tuhanmu, lalu
mereka beriman dan hati mereka tunduk
• Apakah kamu tidak (berakal, berfikir), Apakah mereka tidak
berakal, berfikir,bagi kaum yang berakal,yang mengetahui,
kaum yang berfikir
Ilmu sebagai petunjuk beramal
• Ilmu adalah penunjuk ‘keimanan’ dan penunjuk ‘amal’
QS:47,19 QS:35,28,QS 12:55, QS: 9: 19,20,21
• Barang siapa yang menjaga dirinya dari segala bentuk
subhat ia berarti telah terbebas dari agama dan nama
baiknya,barabg siapa melakukan syubhat kemungkinan
dia terjerumus kepada yang haram’
• Bila seorang meninggal dunia,maka terputus amalnya
kecuali sedekah jariah,atau ilmu yang diambil manfaat
nya ,atau anak saleh yang mendoakan
Moralitas Ilmu
• Perasaan tanggung jawab: dihadapan Allah, dihadapan
manusia, mahluk lainnya (hadist…)
• Amanah ilmiah: Tidak mengklaim pendapat orang lain
kecuali menggunakan sanad, tidak merasa sok
benar/tahu jujur terhadap ilmunya
• Tawadhu: tidak ujub/arogansi ilmiah “tidaklah Aku
berikan kepadamu ilmu kecuali sedikit”
• Izzah: kemuliaan ilmu, tidak merendahkan diri karena
uang atau jabatan
• Mengamalkannya: kehancuran manusia kebanyakan
karena mereka berilmu tetapi tidak mengamalkan
Belajar dan tatakramanya
• Landasan urgensi belajar: QS:16:78 QS:17:36
• Yang perlu dipelajari (Fardhu Ain) a.aqidah
bebas dari syirik b. Ilmu yang membuat ibadah
terhadap allah menjadi benar, c. Ilmu yang
menjaga jiwa menjadi bersih, d. Ilmu yang
mendisiplinkan tingkah laku. Fardhu Kifayah
tidak wajib dikerjakan oleh semua orang,
berdosa semua ketika ditinggalkan.
Tatakrama Belajar
• Membetulkan niat
• Belajar secara berkesinambungan
• Sabar dalam menuntut ilmu
• Menghormati guru
• Mau bertanya, mencari sumber ilmu
Al Qur’an sebagai Petunjuk
• Al Qur’an berasal dari kata qara’a=bacaan
• Al Qur’an: Kalam Allah s.w.t. yang berupa
mu’jizat diturunkan(diwahyukan) kepada nabi
Muhammad s.a.w. yang ditulis dimushaf
diriwayatkan secara mutawatir, serta
membacanya merupakan ibadah
Cara Al Qur’an diturunkan
• Malaikat langsung memasukkan kedalam hati
Muhammad s.a.w. QS 42:51
• Jibril a.s. datang berupa seorang laki2
mengucapkan kata2 dihadapannya sampai
beliau hafal
• Wahyu datang seperti gemerincing lonceng,
cara ini dirasa paling berat
• Jibril AS menampakkan dirinya dalam wujud
aslinya QS 51: 13,14
Tujuan diturunkannya al Qur’an
•
•
•
•
•
Sebagai petunjuk (Hudan)
Sebagai pelajaran (Bayan)
Sebagai pemisah antara hak dan batil (Furqon)
Sebagai penerang-cahaya (Nur)
Sebagai Obat penyakit yang ada didalam dada
(siffa)
• Sebagai peringatan (dzikraa)
Hikmah diturunkan berangsur-angsur
• Agar mudah dimengerti dan dilaksanakan
• Menjawab persoalan/kasus/pertanyaan yang
timbul saat itu
• Ada ayat-ayat yang menasikh kan dan me
mansukh kan
• Agar mudah dihafal
• Banyak ayat diturunkan sesuai dengan
peristiwa sehingga masuk kedalam hati
Ayat Makkiyyah dan ayat Madaniyyah
• Perioda turunya ayat sekitar 23 tahun
• Ayat Makkiyah
diturunkan di Mekah, umumnya ayatnya
pendek2, berisi penguatan aqidah keimanan
kisah-kisah, ancaman dan pahala cirinya diawali
oleh yaa ayyuhannaas
• Ayat Madaniyyah
diturunkan di Madinah, umumnya ayatnya
panjang, berisi tentang hukum-hukum,diawali
oleh yaa ayyuhaladziina aamanu
Perlunya diturunkan al Qur’an
• Pada saat diturunkannya telah terjadi
penyimpangan yang jauh konsep aqidah,
ibadah dan muamalah pada kehidupan
manusia
• Manusia membutuhkan petunjuk untuk
kembali kejalan yang lurus
• Sebagai rahmat/kasih sayang Allah kepada
umat manusia
Kandungan(Tema Sentral) Al Qur’an
• Aqidah: Tema aqidah terangkum kepada
a) Tauhidullah mencakup pada iman kepada
rubbubiyyah,mulkiyyah ,dan ulluhiyyah Allah
b) Iman kepada hari jaza’(pembalasan) kehidupan
tidak berakhir dengan kematian tetapi ada hari
pertanggungjawaban amal
• Ibadat: Pengabdian kepada Allah diawali niat
yang ikhlas, pekerjaan yang mencontoh
Rasulullah baik mahdoh,atau ghaira mahdoh,dan
dikerjakan dengan penuh kesungguhan
• Akhlaq: Jika ibadah lebih berorientasi vertikal,
akhlaq berorientasi pada hubungan sesama
makhluk. Akhlaq merupakan ekspresi verbal dan
perbuatan yang mencerminkan apa yang terkan
dung di dalam hati. Misalnya jujur, setia,dapat
dipercaya,pemaaf, toleransi dll (3:133;2:177;23:8)
• Hukum-hukum: terkait dengan perintah/ larangan
yang bersifat langsung kepada Allah, maupun
yang mengatur interaksi antar
manusia(24:2,4;5:38,45;2:178;8:85;9:4)
Sikap kita terhadap Al qur’an
• Mengimani bahwa al Qur’an adalah kalam
Allah yang diwahyukan kepada Muhammad
s.a.w. melalui Jibril a.s.
• Menggunakannya sebagai pedoman hidup
baik individu maupun bermasyarakat
• Membacanya,mencari tahu artinya,
melaksanakannya, memenangkannya
Berinteraksi dengan al Qur’an
•
•
•
•
•
•
•
•
Beriman kepada al Qur’an
Belajar membacanya
Mengetahui artinya
Menyempurnakan bacaannya dengan
memperhatikan hkm tilawah(tahsin,makhoj)
Membiasakan menjadi bacaan harian
Berusaha mengaplikasinya
Berusaha menyebarluaskannya
Berusaha menegakkan/dan memenangkannya
RISALAH HIJRAH
Hijrah Rasul adalah tonggak perjuangan Islam, sebagai
pemisah antara kebenaran dan kebatilan, hingga
kebenaran menjadi nyata dan kebatilan menjadi sirna.
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-2 yang
menolong agamaNya, sesungguhnya Allah Maha kuat
lagi Maha perkasa (AL-Hajj:40)
• Walladdziina / aamanuu / wa haajaruu / wa
jaahaduu / fii sabiilillahi / walladziina / awauw
wannasharuu / ulaaika / hummul /
mu’minuuna / haqqon / lahum / maghfiritun /
wa rizqun / kariim (al-anfaal:74)
Tiga Tonggak Waktu Yang Mengubah
Sejarah Kehidupan Manusia
1. Saat Bitsah Rasul
2. Saat terjadinya Hijrah
3. Saat Futuh Makkah
•
Bitsah Rasul adalah saat tersibaknya kegelapan dengan
turunya wahyu pertama menandai hadirnya seorang
pembawa risalah yang mengubah wajah dunia dari
dzulumat-kegelapan menjadi nur- terang benderang
• Hijrah Rasul adalah saat Rasul berusaha menyelamatkan
agamanya dengan hijrah dari Makkah ke Madinah
• Futuh Makkah adalah saat jatuhnya kembali Makkah ke
tangan umat Islam, sebagai bukti kebenaran janji Allah
bahwa kebenaran akan tegak dimuka bumi, sedangkan
kebatilan akan sirna
Apa yang bisa dipetik dari peristiwa
Hijrah Rasul?
• Marilah kita simak ayat yang khatib bacakan di awal khutbah tadi “dan
orang-orang yang beriman, /dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah/
dan memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada kaum
muhajirin)/ mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman,/
mereka memperoleh rizki dan nikmat yang mulia” (Al-Anfal:84)
• Ayat ini menegaskan kepada kita ada empat(4) perbuatan yang
menjadikan keimanan seseorang dikatakan benar oleh Allah SWT/
pertama beriman,/ kedua berhijrah,/ ketiga berjihad di jalan Allah, /dan
terakhir orang-2 yang menolong mereka yang berhijrah
• Apa urgensinya kita meninjau kembali ayat-ayat ini? / Karena kita
berharap untuk menjadi bagian dari orang-orang yang benar imannya, /
sesuai doa kita syirotolladziina…..,/ karena kita ingin mendapatkan rizki
dan nikmat yang mulia, /karena beberapa hari lagi kita akan menyongsong
tahun baru Hijriah./ Ayat diatas memang berkisah tentang orang yang
berhijrah.
• Hijrah makkani memang sudah selesa./ Hampir
tidak ada lagi orang bicara tentang hijrah Rasul.
Apakah artinya ayat tersebut tidak lagi memiliki
makna dalam hiruk pikuk kehidupan saat ini?
• Tidak demikian! karena al-quran berlaku
sepanjang zaman, /semangat hijrah akan tetap
hidup. hidup dalam di hati orang-2 yang beriman
/Seperti yang disampaikan Allah SWT:
“sesungguhnya dalam kisah mereka terdapat
pelajaran bagi orang-orang yang berakal”
Marilah Kita Merenung Sejenak/ Pelajaran Apa Yang
Dapat Kita Petik Dari Peristiwa Hijrah Rasul Ini?
• Diawali oleh kegelisahan seorang hamba Allah yang hanif,
bersih dan suci,/ Muhammad SAW/ yang melihat/membaca
kehidupan masyarakat jahiliyah di Makkah yang jauh dari
nilai-nilai kebenaran/ (ketuhanan,/ tatanan nilai
kemanusiaan,/ perilaku yang menyimpang),/ diusia ke-35-40
tahun,/ beliau berusaha mencari jawab dengan menjauhkan
diri dari keramaian
• Berujung pada suatu malam/17 ramadhan/ ketika beliau
bertahanuts di gua Hira,/ datanglah malaikat Jibril yang di
utus oleh Allah SWT untuk menjawab pertanyaan Muhammad
SAW.
• Bacalah(segala sesuatu yang kamu lihat lihat selama)/ dengan
nama Rab yang menciptakan,/ yang menciptakan manusia
dari segumpal darah …dst)
• Saat itulah Muhammad SAW diangkat menjadi seorang Rasul,/
turunlah kalamullah, diajari langsung oleh Allah tentang sesuatu
yang besar/ Kebenaran hakiki
• Teranglah bagi Muhammad SAW apa yang selama ini menjadi titik
pangkal ke galauan dalam perenungannya. Penyebab kejahiliahan
adalah berawal dari chaos/kacaunya konsep ketuhanan./ Ketika
Tuhan dipersepsi dengan salah, baik dalam wujudnya,/ sifatnya,/
af’al,perbuatanya ,/maka respon terhadap perintah dan
larangannya menjadi tidak salah/ Tuhan yang disembah menjadi
Tuhan yang batil/ inilah pangkal kesesatan yang sejauh-jauhnya./
• LAA-ILAHA iLLA LLAH inilah konsep ke TAUHIDAN yang benar
datang dari ALLAH SWT/ Inilah yang di dakwah Rasulullah,
diajarkanya sejak awal kepada pengikutnya/ sampai jelas, tak ada
kesalahan dalam konsep,/ dalam pemikiran/ maupun perilaku./
Masuk ke dalam jiwa pengikutnya/ sehingga timbul, ketaatan,
ketundukkan, kecintaan, pengorbanan,/ mengerjakan apa yang
diperintahkannya,/menjauhi apa yang dilarangnya,/ mencintai apa
yang dicintainya dan membenci apa yang dibencinya/ dan
MENEGAKKANNYA!
• Dakwah Rasulullah tidak diawali dari pembenahan
ekonomi,/ juga tidak diawali dari pembenahan
teknologi,/atau struktur pemerintahan atau kekuatan
militer/ tetapi berawal dari konsep ketauhidan,
aqidah yang lurus./ Bahwa Allah lah
• Sebagai Rabb,/ pencipta alam semesta, pemberi
rizki, yang menghidupkan/mematikan
• Allahlah sebagai Malik,/raja yang membuat/ memiliki
hukum/aturan, raja yang wajib ditaati/
• Allah sebagai Illah Ulluhiyatullah, Allah lah yang haqq
untuk disembah,/di ibadahi yang dijadikan sebagai
tujuan semua amal/ dan pengabdian
• Dakwah inilah yang SULIT diterima oleh para raja/ oleh
pemuka kaum quraisy/ penguasa massa lalu dan maupun
massa kini,/ oleh orang2 yang sombong, merasa tinggi
karena keturunannya/ karena jabatannya dan hartanya,/
orang-orang yang menganggap rendah orang lain, karena
mereka miskin/ atau karena mereka bodoh./ Mengapa
mereka menolak seruan Rasulullah?
• Karena hawa nafsunya,/keserakahannya,/ ego nya/
menolak untuk ruku, dan sujud dihadapan Allah
• Mereka tidak siap untuk menjadi hamba Allah,/ mereka
lebih nyaman hamba hawa nafsu,/ mereka merasa mulya
karena jabatannya/merasa terhormat ketika semua orang
tunduk kepadanya/ tidak siap untuk menerima
kenyataan bahwa “inna aqromakum indallahi atqokum”
SESUNGGUHNYA YANG PALING MULIA DI HADAPAN
ALLAH ADALAH ORANG YANG BERTAQWA
• Benarlah apa yang dikatakan oleh Waraqah bin
Naufal/ paman siti Khadijah/ pendeta Nasrani,
penyalin kitab Taurat/ ketika dia berkata “seandainya
aku masih hidup dan masih kuat, pastilah aku akan
menolongmu/ karena engkau akan DIUSIR oleh
kaummu nanti”
• Benar pula apa yang dikatakan Abu Jahal/ ketika dia
mendengarkan kalimat Laillaha illa llah dan
muhammadarrasullullah diserukan oleh Muhammad
SAW,/ “inilah sesuatu yang dibenci para raja, /ini
berarti engkau menabuh genderang perang kepada
kaum quraisy” ucapnya
• Jamaah rahimakumullah, mari kita lihat surat al Hajj ayat
40:/ “Alladziina ukhrijuu min diyaarihim bi ghairi haqq,
illa ayyaquluu rabbunallah ….. Wala yansurunnallah
mayyansuruhu/ innallahal qowwiyun Azziz ”/ yaitu
orang-orang yang di usir dari kampung halaman mereka/,
tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata
Tuhan kami adalah Allah…..Sesungguhnya Allah pasti
menolong orang-orang yan g menolong agamanya,
sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa.
• Pada ayat ini terungkap bahwa orang2 yang menyebut
Tuhan kami adalah Allah dengan segala konsekuensinya
/ternyata diusir dari kampung halamannya
• Mereka berhijrah karena mereka lebih mengutamakan
keselamatan agamanya, dibandingkan hartanya,
saudaranya, kampung halaman yang dicintainya
• Pelajaran apa yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah ini?
• Apa yang dapat kita petik adalah/ ketika Aqidah ditempatkan pada
kedudukanya,/ dunia menjadi tidak berarti./ Apa artinya kehidupan
apabila tidak diisi oleh esensi hidup itu sendiri./ Esensi hidup adalah
terpeliharanya aqidah,/ tegaknya kalimat laa illaha ila llah dalam
jiwa,/ di masyarakat kita./ Ketika kehidupan terlepas dari aqidah ia
menjadi kehidupan yang rendah dan hina,/sekalipun berlimpah
Kekayaan, kedudukan
• Hijrah mengajarkan kepada kita hakikat kesabaran,/ kesabaran yang
dicontohkan oleh pelaku hijrah yang…./ hakikat pengorbanan,
pengorbanan ketika…../ keteguhan memegang prinsip hidup mulya
dengan aqidah yang benar atau mati syahid./ Apakah semangat
hijrah ini masih kita miliki saat ini?/ Apakah kita masih memulyakan
aqidah ?, Menempatkan Allah sebagai Rabb, sebagai Malik sebagai
Illah ?, Tolok ukur kebenaran ada pada pelaku sejarah dimasa lalu ,
akan kah kita mengambil pelajaran dari mereka?/ Walluhu’alam
Sebelum kita berdoa marilah kita simak surat At-Taubah
ayat 111 dan 112
• QS 9;111 : Innalohasytaroo/ minal mu’miniina/
anfusahum wa amwaallahum/ bi annalahummual
jannah/ yuqootiluuna fii sabiilillahi/ fayaqtuluuna wa
yuqtaluun/ wa’dan alaihi haqqon/ fi Tauraati, wal
injiili, wal qur’aani/ wa man au faa biahdihii minalloh
/fastabsyiruu bibai’ikummuladzii/ baya’tum bihii/
wadzaalika huwal fauzul azim
• QS 9; 112 : Attaibuunaal abiidunal hamiiduunass sa i
huuna , rokiuunass sajiduunal/ aamiruuna bil ma’ruu
fi wann nahauna anil munkar,/ wal hafiduuna li
huduudillah/ wabasyiril mu’minin
Artinya
• Sesungguhnya Allah/telah membeli dari orang-orang
beriman/diri mereka,maupun harat mereka dengan
memberikan syurga untuk mereka./mereka
berperang di jalan Allah/mereka membunuh atau
terbunuh./sebagai janji yang benar dari Allah/seperti
yang telah tertulis dalam kitab taura, injil dan qur’an.
Dan siapakah yang lebih menepati janjiinya selain
Allah?/ mak gembirakanlah dengan jual beli yang
telah kamu lakukan itu/dan yang demikian itu adalah
kemenangan yang agung
QS 9:112
• Mereka itu adalah orang-orang yang
bertaubat, beribadah, memuji Allah,
mengembara demi ilmu dan agama, ruku,
sujud,menyuruh berbuat baik dan mencegah
berbuat munkar/dan yang memelihara
hukum-hukum Allah/ gembirakanlah orangorang yang beriman.
Dakwah Tanggung Jawab yang
Terlupakan
• Pengantar
• Adalah hak setiap orang untuk mendapat seruan Islam,
sehingga mereka dapat menapaki kehidupan sesuai jalan
yang diridloi Allah s.w.t.
• Siapakah yang bertanggung jawab melakukan seruan
dakwah yang mulya ini?, dan siapakah yang siap untuk
berniaga dengan Allah untuk menanggung beban yang
dapat membengkokan tulang punggung ini
• Siapkah kita menyongsong anugrah besar ini, jalan yang
telah ditempuh para Rasul,nabi,solihin,shodiqin dan
mujahidin ini
• Semoga Allah memilih kita untuk mejadi bagian dari
mereka
Prinsi-Prinsip Dakwah dan hal-hal yang
berkaitan dengannya
Risalah dakwah
• Risalah dakwah islamiyah
adalah “risalah yang
diturunkan kepada nabi
Muhammad saw yang tidak
ada keraguan didalamnya
yang ditulis dalam mushaf al
qur’an yang membacanya
bernilai ibadah
Definisi Dakwah
• An-Nida: memanggil
• Ad-du’a ila syai’i: menyeru
mendorong kepada sesuatu
• Ad-dakwah ila qadhiyah:
menegaskan membelanya
baik terhadap haq maupun
batil, yang positip maupun
yang negatip (12:33;40:41)
• Usahaperkataan,perbuatan
menarik manusia ke
aliran/agama tertentu
Kewajiban yang berat
• Akhir perjalanan manusia di dunia dan di akhirat
bergantung kepada para rasul dan penyambung
risalahnya.
• Sejauh mana seruan/tabligh mereka kepada
manusia sejuah itu pula mereka memperoleh
kebahagiaan
• Rasul mengetahui beratnya amanah yang di
pikulnya QS 72:5, dengan persiapan QS72:2-4
• Dakwah tidak hanya dilakukan dengan lisan tetapi
juga dengan perbuatan QS2:193
Dakwah yang Dimaksudkan
• Menyeru ke jalan Allah sehingga terbebas dari siksa
neraka
• Menyampaikan risalah dengan mengajak manusia
untuk memeluk agama Allah SWT, menyampaikan
wahyunya untuk mencegah manusia dari sirik
• Memperbaiki individu/masyarakat yang menyimpang
dan mencegah berbagai kemunkaran, dan kewajiban-2
yang diabaikan masyarakat
• Memelihara keberlangsungan dakwah yang ada
dimasyarakat yang telah berada didalam kebenaran,
dakwah berupa: tadzkira9peringatan),
tazkiyah(penyucian jiwa) dan ta’lima(pendidikan )
Dakwah Kewajiban yang Syar’i
• Firman Allah : “Dan hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat yang menyeru kepada ma’ruf dan
mencegah kepada yang munkar; merekalah orang-orang
yang beruntung”QS3:104
• Firman Allah: “ Sesungguhnya orang-orang yang
menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa
keterangan2 yang jelas dan petunjuk setelah kami
menerangkannya kepada manusia dalam al-kitab dilaknati
Allah dan dilaknati pula oleh semua mahluk yang dapat
melaknati, kecuali mereka yang telah bertobat dan
mengadakan perbaikan dan menerangkan kebenaran, maka
terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah
maha penerima taubat dan Maha penyayang QS2:159-160
• QS 5:63; QS 5:105
Dakwah Kebutuhan yang Mendesak
Secara Sosial
• Manusia membutuhkan orang untuk menjelaskan kepada mereka
apa yang diperintahkan Allah, menegakkan hujjah atas mereka QS
17:15
• Kondisi kehidupan yang diwarnai oleh kerusakkan, ketamakan dan
hawa nafsu, mereka ingin orang beriman seperti mereka QS 4:69
• Kefasikkan para pembesar dan orang kaya diantara mereka,
sehingga tidak ada lagi yang menyeru kepada kebaikan
• Tidak takut kepada laknat Allah yang telah menimpa umat di massa
lalu yang tidak melaksanakan amar ma’ruf dan nahyi munkar
• Dan orang-orang laki-laki dan perempuan, sebagian mereka
menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh membuat
yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar….(At-Taubah:71)
• Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak hanya menimpa
orang2 yang zalim diantara kamu, dan Allah maha keras siksaannya
Keutamaan Dakwah
•
•
•
•
•
Pekerjaan yang sangat utama
Kedudukan yang mulia
Dijanjikan kejayaan, keagungan dan kepemimpinan
Kebaikan yang merata
(Fushilat:33 Siapakah yang lebih baik perkataannya
daripada orang yang menyeru kejalan Allah,mengerjakan
amal saleh dan berkata sesunggunhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri
• Sesungguhnya Allah,malaikatnya, serta penduduk langit
dan bumi hingga semut yang berada di dadalam lubangnya,
dan ikan-ikan yang berada dilaut, semuanya bershalawat
atas orang yang mengajarkan kebaikan kpd manusia (HR
Tirmidzi)
Khotimah
• Kaum muslimin saat ini kebanyakan tidak mengetahui
adanya kewajiban dakwah yang teremban dipundaknya
• Seabagian besar masih memerlukan ajakan (meng
iqna) untuk menuju islam membuat puas kaum
muslimin agar yakin dan mantap, tumaninah hidup
dalam naungan islam, tetapi sayang masih banyak yang
menolak ajakan yang mulia ini
• Dakwah kita mundur, tidak lagi menyeru, mendakwahi
kaum non muslim, menyelamatkan manusia dari
kesesatan seperti firman Allah QS 3:64
Tarbiyyah Sebuah Keniscayaan Dalam
Proses Kebangkitan Umat-Peradaban
• Jalan Para da’i Islam ----Jalan Tarbawi
• Jalan yang: 1. Da’bun (sulit) ---- tsabit
(tetap/paten)
2. Towiilun (panjang) --- asiilun
(positip/mendasar)
3. Batiiun (lambat)---ma’muunun
(terjamin hasilnya)
Tarbiyyah
• Itizaanu tawassu’I maidaniyyi ma’attawassu’i ll
adiyyi : Harus seimbang antara luasnya medan
da’wah dengan jumlah kader da’wah. Diperlukan
2 hal: 1) mengenal dengan baik medan dan
garapan yang dihadapi 2) mengetahui dengan
tepat jumlah kader yang tersedia
• Saa’tu tajmii’ tatanaasabu ma’at toqotit tar
biyyati : Luasnya dukungan massa harus
seimbang dengan potensi (kemampuan) tarbiyah,
hal ini akan terwujud jika kader da’wah
menyatu/hidup bersama masyarakat disekitarnya
Tarbiyyah
Hukum dan Perundang-undangan
• Tegaknya masyarakat Islam terkait erat dengan
sistem perundang-undangan dan hukum yang
berlaku dalam masyarakat tersebut
• Sulit difahami ketika masyarakat mengambil tasyri
rabbani tentang shaum “kutiba ‘alaikumushshiyaam” sementara mereka menolak perintah
qishaa “Kutiba ‘alaikumul qishash” atau
menerima tentang wajibnya shalat,tetapi
menolak ayat-ayat haramnya riba
• Syariat mengatur semua aspek kehidupan baik
ibadah maupun muamalah
Pentingnya Tasyri’ Rabbani Bagi
Masyarakat
• Hukum merupakan kekuatan utama penyangga
eksistensi sebuah masyarakat, baik untuk penegakkan
yang hak maupun yang batil
• Hati nurani(belas kasihan) atau motivasi saja tidak
cukup untuk menjaga keselamatan individu atau
jamaah
• Manusia memerlukan taujih dan tasyri’ rabbani
dengan logika bahwa manusia adalah mahluk,
sedangkan Allah adalah al-khaliq yang mengetahui
segala hsarat, dan kecenderungan manusia, hanyalah
tasyri’ yang tepat digunakan oleh manusia
Perhatikan ayat berikut
• Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul
kami dengan membawa bukti2 yang nyatadan
telah kami turunkan bersama mereka al kitab dan
neraca keadilan supaya manusia dapat
menegakkanya (keadilan) tersebut( Al-Hadid:25)
• Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab
kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya
kamu mengadili manusia dengan apa yang Allah
wahyukan kepadamu…(An-Nisa:105)
Perhatikan ayat lainnya
• Barang siapa yang tidak berhukum dengan
sesuatu yang diturunkan Allah mereka adalah
orang-orang yang “kafir” QS 5:44;
• .. meraka adlah orang-2 yang “zhalim” QS 5:45
• .. mereka adalah orang-2 yang “fasik” QS 5:46
• .. Bacalah QS 5: 48-49
• Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehenda
ki dan hukum siapakah yang lebih daripada hu
kum Allah bagi orang-2 yang yaqin QS 5:50
Pelajaran dari QS 5: 44-50
• Dimassa sebelum al qur’an turun ahli taurat, injil
ketika tidak berhukum kepada hukum Allah
katagorinya adalah kafir,zalim dan fasik demikian
pula ahli qur’an
• Tidak diperkenankan meninggalkan satu bagian
dari kitab yang diturunkan Allah (bacalah QS
5:49)
• Sesungguhnya bagi manusia hanya ada diantara
dua hukum “Allah,atau Jahiliyah” dan tak ada
yang ketiganya, tak ada pencampuran
diantaranya
Apa yang menyebabkan manusia
mengambil hukum jahiliyah
• Melakukan dosa-dosa besar sehingga fikiran
jernih mereka tertutupi
• Hawa nafsu dan syahwat yang yang tunduk
pada orang2 yang berpengaruh dan
berkepentingan khusus yang mendominasi
mereka
• Iblis dan balatentaranya yang
mendeklarasikan sebagai musuh abadi bagi
manusia
Tasyri tidak hanya terbatas terhadap
hukum pidana
• Hukum islam tidak hanya mengatur hukum
pidana (hudud), mengatur muamalah anatara
keluarga, antara orang kaya dan miskin, pemilik
modal dan pelaku usaha, antara penjual dan
pembeli, demikian pula kenegaraan(daulah)
perundang-undangan multilateral dll
• Islam menutupi masalah-2 hukuman hudud,baik
dengan taujih robanii maupun ijtihad ulama
sehingga dapat terjadi menolak hudud dengan
syubuhat
Masyarakat tidak ditegakkan dengan
hukum belaka
• Islam bukanlah sebagai hukum (hudud) dan
perundang-undangan tetapi didalamnya
terkandung aqidah yang menfsirkan nilai2
kehidupan,ibadah yang mendidik jiwa, akhlaq
yang mensucikan jiwa, pemahaman yang
menjernihkan persepsi, nilai-nilai yang
mengangkat martabat manusia, dan adab yang
memperindah kehidupan
• Bacalah QS 2:229; QS 5: 38-40 terlihat bersatu
dengan tasyri terkandung dakwah, taujih,
tarbiyah,taghrib,tarhib(ancaman)
Hukum, terkait dengan dakwah, taujiat
(pemahaman), ta’lim tarbiyah
• Masyarakat tidak dibangun oleh pelaksanaan
hukum hudud saja, tetapi lebih didahulukan
dakwah (penyampaian risalah) pemahaman,
penggalian ilmu, dan pendidikan yang panjang
dan terprogram
• Perhatikan bagaimana hukum terhadap
perjinahan QS 24:2 dibarengi sejumlah ayat
pencegahan QS 24: 19,27,30-31,32 dan 58
Kewajiban Masyarakat Islam
Berhukum Terhadap Syariat Allah
• Saat ini hukum yang banyak digunakan di
berbagai negara yang mayoritas umatnya
beragama islam adalah hukum positip(buatan
manusia)
• Ada banyak hukum positip yang sepertinya
sejalan dengan hukum islam, tetapi tidak cukup
sekedar seperti sama, tetapi harus ada upaya
peninjauan pada falasafah islam, orientasi syariah
yang universal, landasan hukum alquran dan
sunnah yang dinyatakan secara eksplisit, diperlu
kan kajian dari para fuqoha
Landasan hukumnya
• QS 5:51 Sesungguhnya jawaban orang-orang
mukmin, bila deseru kepada Allah dan
Rasulnya agar rasul menghukum/mengadili
diantara mereka “kami mendengar, kami taat”
dan merekalah orang yang beruntung
• QS 5:49 Hendaklah kamu memutuskan
perkara diantara mereka menurut apa yang
diturunkan Allah
• QS 2:85
Sikap negara Islam terhadap hukum
Islam
• Ada yang komitmen pada syariat islam dari sisi
Mabda tetapi tidak ketat dalam pelaksanaan,
ketat dalam hal2 tertentu
• Ada negara yang tidak memberikan sanksi
terhadap perjinahan asal suka sama suka
• Ada negara yang mengambil sebagian dan
menolak sebagian
• Ada negara yang mengambil sebagian kecil
saja dari hukum syariat Islam
Tidak Bisa Menerapkan Syariat Islam
kecuali orang yang mengimaninya
• Diperlukan keimanan yang penuh untuk
melaksanakan syariat islam
• Syariat islam tidak akan berjalan jika
diaplikasikan oleh orang2 yang bukan ahalinya
• Risalah islam membutuhkan pemeliharaan
dan pendukung yang banyak dan kuat pula
tanpa dukungan yang kuat penerapan syariat
islam hanya terlihat lahirnya saja
Perekonomian Dan Harta Kekayaan
Dalam Islam
• Sistem Ekonomi tiap masyarakat terkait
dengan: a) falsafah/aqidah, agama/dunia
b) sistem nilai individu/masyarakat
terhadap harta dan fungsinya,
kekayaan (harta) dan kemiskinan
Dari ke duanya mempengaruhi produktivitas,
cara perolehan,cara pendistribusian, dan
penyimpanannya--- sistim perekonomian
Kaidah utama sistem perekonomian
Islam
• Harta dinilai sebagai kebaikan jika berada di tangan orang2
salih
• Harta adalah milik Allah yang dipinjamkan kepada manusia
• Upaya menumbuhkan etos kerja dan penataan sistem
ekonomi adalah jihad/ibadah
• Haram cara kerja yang kotor, dilarang ribba
• Diakui milik pribadi dan perlindungannya
• Dilarang pemilikan harta yang membahayakan orang lain
• Harta tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu
• Harta tidak tersimpan dalam uang yang non lquid
• Mewajibkan kemandirian(eksistensi)ummat
• Saling menanggung/takaful, mengecikan gap sosial
Harta menjadi kebaikan di tangan
orang2 yang amanah/baik
• Pandangan yang salah terhadap harta,
terpengaruh oleh agama budha, hindu, kristen
harta harus dijauhi jika seseorang pengikut
agama yang baik
• Kebalikannya faham materialis dan sosialis,
menjadikan pengembangan ekonomi/harta
menjadi tujuan hidupnya
• Bagaimana dengan Islam?
Pandangan Islam terhadap Harta
• Harta sebagai pilar penegak kehidupan QS 4:5 “janganlah
kamu serahkan kepada orang2 yang belum sempurna harta
yang ada dalam kekuasaan mu yang dijadikan Allah sebagai
pokok penegak kehidupan”. Perhatikan ayat: Al ‘Adiyaat:8
“Dan sesungguhnya manusia itu sangat bakhil dan cinta
kepada harta”
• Islam bukanlah agama yang melupakan dunia/ harta dalam
mengejar kebahagiaan akhirat, tetapi menempatkan harta
sebagai alat/pilar penegakkan syariat Allah
• Zakat/infak/shadaqoh-serta puasa ramadahan adalah rukun
iman yang terkait erat dengan pemberdayaan masyarakat
• Banyak ayat alqur’an yang memberikan arahan bagaimana
cara untuk memberdayakan harta agar barokah
Harta Itu Milik Allah Yang Dipinjamkan
Kepada Manusia
• Kaidah penting dalam perekonomian islam adalah
keyakinan bahwa harta sebenarnya milik Allah yang
sedang diamanahkan untuk dikelola oleh manusia
• “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan
nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah
meminjamkan kepadamu” (Al-Hadid:7)
• “Hai Syu’aib, apakah agamaMu yang menyuruh agar
kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak2
kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami
kehendaki tentang harta kami?” (Huud:87), baca juga
Huud:84-85
Seruan Untuk Berkreasi dan Bekerja
Dengan Baik
•
•
•
•
•
•
•
Harta dalam pandangan Islam merupakan sarana hidup, dan sarana untuk berbuat
kenaikan
“Dialah yang menjadikan bumi ini untuk berhikmat kepadamu,berjalanlah di segala
penjurunya dan makanlah dari sebagian rijki-Nya dan kepadaNyalah kamu akan
dibangkitkan …(Al-Mulk 15)
“Apabila shalat telah dikerjakan bertebaranlah kamu dipermukaan bumi dan carlah
karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu ber untung.(AlJumu’ah :10)
“Apabila seseorang keluar berusaha untuk anaknya maka itu fisabilillah,dan apabila
seorang keluar nerusaha untuk ke-2 orang tuanya itu fisabilillah, dan apabila
seseorang bekerja untuk dirinya sendiri sehingga terjaga kehormatannya maka itu
fisabilillah
( HR.Tabhrani)
Tidak seorangpun makan makanan yang lebih baik daripada makanan yang
diusahakannya sendiri
“Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu” (HR.Muslim)
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang diantara kamu apabila bekerja ia
lakuaknd engan cara yang itqan (baik)” (HR.Baihaqi)
Haramnya Pendapatan Dari Pekerjaan
yang Kotor
• Yang dimaksudkan dengan pekerjaan yang kotor:
• 1)Dilihat dari prosedur nya: mengurangi takaran, menipu,
mark-up,memo tong hak orang lain untuk kepentingan
pribadi/kelompok, mencuri,korupsi menimbun untuk
dikeluarkan pada saat paceklik
• 2)Harta yang diperoleh dari penjualan barang yang haram
seperti Hamr, lotre/undian,babi patung dll
• 3)Harta yang diperoleh dengan cara kerja yang tidak
dibenarkan menurut syariat seperti: Upah para dukun,
administrasi riba, upah pelayan bar diskotik/ tempat yang
diharamkan, upah penjaja sex
Perhatikan ayat/hadis berikut
• “Setiap tubuh yang berkembang dari yang haram,
maka neraka lebih utama baginya” (HR.Ahmad)
• Sesungguhnya Allah itu Thayyib (baik) tidak menerima
suatu amal kecuali yang baik (halal) (HR.Muslim)
• “Sesungguhnya yang kotor tidak bisa menghapus yang
kotor (juga) (HR: Ahmad)
• “Dan janganlah sebagian kamu memakan sebagian
harta yang lain dengan cara yang batil, dan janganlah
kamu membawa urusan harta itu kepada hakim,
supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harat
yang dimiliki oleh orang lain dengan cara berbuat dosa,
padahal kamu mengetahui” QS2:188)
Fiq’h Ramadhan
• Ramadhan tamu yang agung diambang pintu
• Kita perlu mengetahui kewajiban2 dibulan itu
• Perlu merenung sejenak untuk untuk bersiap
menyambutnya, berikut berbagai kebaikan yang
dikandungnya
• Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, barakah,
rahmat dan kebaikan, di bulan ini Allah menurunkan Al
Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
• Betapa perlunya kita menenangkan dan menyadarkan
jiwa tentang hak ramadhan sebelum kita
menjumpainya.
Perhatikan QS 2:183
• Yaa ayyuhalladziina aamanuu/kutiba
a’laikumusshiyaamu/kamaa kutiba a’lalladzii
na/mingqoblikum/la’allakum/tattaquun.
• Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum mu agar kamu bertaqwa
Allah menjadikan ramadhan sebagai
fase kehidupan yang paling berharga
• Ramadhan salah satu stasiun perjalanan di atas
jalan hidup yang lurus.
• Dibulan ini seorang muslim mencurahkan
sebagian besar perhatiannya kepada Allah,
akhirat, peningkatan ruhani sebelum materi
• Ramadhan bulan ruhani, bulan untuk
membersihkan jiwa,munajat menghadap kepada
Allah, memohon ampunan dan pertolongannya
• Bulan pengendalian diri (key-word)
• Menjalin hubungan dengan Al-mala’ul A’la
Perhatikan QS 2:186
• Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya
kepadamu tentang Aku, maka aku adalah
dekat. Aku mengabulkan permohonan orangorang yang berdo’a apabila ia memohon
kepada Ku, maka hendaklah mereka
memenuhi seruan-Ku, dan beriman kepada-Ku
agar mereka selalu berada dalam kebenaran
Tata-cara shaum dijelaskan di
QS2:184,185 dan 187
• QS2:185 Bulan Ramadhan bulan diturunkan nya
Al Qur’an ,sebagai petunjuk bagi manusia,dan
penjelas-penjelas bagi petunjuk itu,dan sebagai
pembeda
• Adalah rasulullah saw lebih pemurah dari semua
orang terlebih dibulan ramadhan, dimana ia
selalu didatangi Jibril hampir setiap malam Jibril
datang untuk tadarus Qur’an, dan rasulullah jika
bertemu Jibril lebih pemurah lagi melebihi dari
angin yang lepas (HR Buchari,Muslim)
Ramadhan sahrul Qur’an
• Ramadhan adalah waktu untuk berinteraksi
dengan al qur’an (tilawah, tadhabur, tafakur,
mengamalkan)
• Bulan untuk menurunkan Al Qur’an kedalam hati,
sehingga hati siap untuk tunduk, dan patuh
terhadap ayat-2 Allah.
• Bukan untuk dilagukan, dicepat-cepatkan agar
hatam, dipertandingkan, diperdebatkan,
dikaligrafikan, sehingga puas, tetapi untuk
dilaksanakan, diterapkan isinya dalam kehidupan
Hadist yang perlu diperhatikan
Banyak orang yang melaksanakan shaum, namun
idak mendapatkan apa-apa dari ibadah
shaumnya, melainkan lapar dan dahaga. Hadist
ni
Tujuan shaum: menjadi orang yang bertakwa,
orang yang bersyukur, orang yang selalu berada
dalam petunjuk, orang yang membesarkan Allah.
ika tidak diperoleh, dalam shaum kita ada yang
error, frekuensinya tidak tunning?
Penyebab perbedaan frequensi
• Shaum mendahulukan aspek materi (kolak,
baju lebaran, mudik, merecon dll --- barang
naik, beban ekonomi naik,---- Allah
menghendaki kemudahan.
• Kemusyrikan yang berada didalam hati, apa
artinya shaum jika kita masih meninggalkan
shalat, masih mengambil hukum taghut,
masih menjadikan banyak tandingan dalam
kehidupan (urutan QS 9:105)
Bagaimana supaya satu frekuensi?
• Mau mengkaji ilmu-nya dari sumber yang
benar, dan dengan cara yang benar
• Menghilangkan kemusyrikan---memurnikan
shadatain
• Melaksanakannya dalam kehidupan
• Berjihad, berkorban- menegakkan dienul islam
Hadist shaum dengan iman dan penuh
perhitungan
• Man shoma ramadhana imaanan wahtishaban
gofirulahu maa taqoddamat min zanbihi
(HR:Ahmad, Bukhari, Muslim dll)
• Barangsiapa berpuasa bulan ramadhan
dengan dilandasi keimanan dan perhitungan,
maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu
• Key word: imaan, wahtisaban
Amalan Apa yang harus dilakukan
selama bulan Ramadhan
• Shalat tarawih qiyamulail-tahajud dibulan
biasa dan shalat witir
• Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan
saur
• Membaca al qur’an
• I’tikaf
• Bershadaqah dan memperbanyak infak
• Menunaikan zakat fitrah dan zakat maal
Khotimah
• Mudah-mudahan kita dapat menjadikan bulan ini
sebagai bulan ibadah untuk mendekatkan diri
kepada Allah, menyempurnakan yang wajib dan
meningakatkan yang sunnah
• Kita memohon bimbingan dan kekuatan agar
dapat melaksanakan shaum dengan benar sesuai
dengan petunjuk rasulullah SAW
• Semoga Allah berkenan mengampuni kesalahan,
kealpaan kita, memberikan balasan berupa
ketakwaan dari ibadah shaum yang akan kita
laksanakan, amiiin.
PENGANTAR KAJIAN ISLAM
di Jurusan Fisika
LATAR BELAKANG
• Interaraksi sosial diantara civitas akademika terasa miskin dari
nilai-nilai kemanusiaan yang utuh formalisme keilmuan
yang kering
• Proses pendidikan terlalu menitik beratkan terhadap
keberhasilan akademis, melupakan bahwa mahasiswa
memerlukan kematangan dalam emosi, spiritual dan sosial
• Ada pergeseran paradigma, ukuran keberhasilan diukur nilainilai formalistik (IPK, gelar, capaian materi) melupakan nilai-2
nilai kejujuran, keteguhan pada prinsip, pembinaan, ketaatan
kepada aturan Allah.
Akibat Negatip
Akibat Negatip Yang dikhawatirkan Terjadi:
 Timbulnya egoisme diantara staf akademis yang berakibatnya
menurunnya kebersamaan
 Kontra produktip terhadap output lulusan yang seharusnya
matang dari segi ilmu, intelektual, sosial, emosi dan spiritual
 Tidak berjalannya saling menasihati dalam kesabaran,
maupun dalam kebenaran
 Menurunya rasa persaudaraan yang hakiki, ingin saling
meringankan beban, saling memajukan, saling memberi untuk
kebaikan bersama
Apa yang perlu diperbuat
• Seberapa parah problem yang kita hadapi? Tidak terlalu berat,
tetapi jika tidak segera disadarkan akan adanya persoalan ini,
kita akan kehilangan nilai-2 yang berharga
• Ada sumber nilai yang sangat berharga yang kita miliki AlQuran dan Sunnah Rosul, Sumber nilai ini akan:
1. me-reorientasikan pada arah yang benar
2. menjadi sumber rujukkan yang berisi asas
maupun landasan operasional untuk di tera
rapkan
3. memberikan manfaat yang besar
• Masalahnya bersediakah kita untuk untuk melakukan kajian
bersama disela-sela kesibukkan yang kita hadapi?
Program
• Melakukan kajian secara rutin setiap minggu dalam
bentuk pemilihan tema2 aktual yang diperlukan untuk
dikaji bersama
• Bentuknya adanya tema yang disepakati untuk dibahas,
ada yang bertanggung jawab untuk
mempersiapkan/menyajikan lalu ada sharing pendapat
terhadap tema ybs
• Kajian ini terbuka untuk seluruh civitas akademika
dilingkungan fisika/MIPA
• Program akan diselenggarakan setiap hari Kamis mulai
pukul 13.00-14.00