Pengantar Ilmu Ekonomi Pertemuan 11

Download Report

Transcript Pengantar Ilmu Ekonomi Pertemuan 11

KEBIJAKAN MONETER DAN
KEBIJAKAN FISKAL
Pengantar Ilmu Ekonomi
MENU
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Uang
Peranan Dan Fungsi Uang
Proses Perubahan Jumlah Uang Beredar.
Pasar Uang Dan Tingkat Bunga
Fungsi Bank Sentral
Teori Moneter Klasik
Kebijakan Moneter, Pasar Terbuka
Sistem Perbankan
Kebijakan Fiskal
Peranan Kebijakan Fiskal
Komponen APBN
APBN Dan Kebijakan Fiskal
Uang
- Adalah persediaan aset yang dapat dengan
segera digunakan untuk melakukan transaksi
- Adalah sesuatu yang diterima masyarakat
sebagai alat pembayaran yang sah
Fungsi Uang
• Penyimpan nilai
• Unit hitung
– Untuk mengukur transaksi ekonomi
• Media pertukaran
– Likuiditas uang
• Standar pembayaran di masa y.a.d
– gaji
Jenis Uang…
• Uang fiat
– Nilai nominal > nilai komoditas itu sendiri
• Uang komoditas
– Nilai nominalnya = nilai komoditas itu sendiri
– Uang perak, emas dll
• Near money
– Syarat likuiditas
– cheque
Teori permintaan uang
•
•
•
•
Real money balance (klasik)
Motivasi transaksi
Motivasi berjaga-jaga
Motivasi mendapatkan keuntungan
Uang Beredar
Jumlah Uang Beredar (JUB) tidak seluruhnya ditentukan
oleh Pemerintah. Perilaku bank-bank dan masyarakat
umum ikut menentukan pula proses timbulnya uang
beredar, meskipun pemerintah masih tetap merupakan
pelaku yang paling menentukan.
Dua pengertian tentang uang beredar;
 Narrow money (M1): uang kartal dan uang giral
 Broad money (M2): narrow money ditambah uang quasi
Quasi money mencakup saldo deposito berjangka dan simpanan
tabungan di bank.
UANG BEREDAR = M 1 + M 2
Uang Inti (Reserve Money)
Proses penciptaan uang beredar berawal dari timbulnya uang inti (reserve
money), uang inti adalah seluruh uang yang dikeluarkan oleh pemerintah
(bank sentral) ditambah saldo rekening koran milik bank-bank (atau
masyarakat) pada bank sentral. Uang inti bisa pula dilihat sebagai
penjumlahan antara uang kartal dengan cadangan bank (bank reserve).
Jumlah uang inti di masyarakat meningkat karena tiga sebab:
 Surplus neraca pembayaran,
 Defisit APBN yang dibiayai dengan pencetakan uang baru,
 Kenaikan kredit bank sentral kepada bank-bank dan kepada lembagalembaga lain. Keadaan sebaliknya menyebabkan kondisi jumlah uang
inti berkurang.
Dalam proses penciptaan uang, bagian dari uang inti yang dipegang oleh
masyarakat umum langsung menjadi uang kartal, sedangkan sisanya yang
dipegang oleh bank-bank umum sebagai cadangan bank kemudian
“melipatkan diri” menjadi uang giral.
Uang Inti (reserve money)
Uang yang dikeluarkan oleh
Bank Sentral (Pemerintah)
Di Masyarakat Umum
+
Saldo Rekening Koran (Giro)
Pada Bank Sentral
Di Bank Umum
Uang Kartal
+
Milik Bank-Bank
Cadangan Bank
Sebagai Jaminan
Rekening Giro pada Bank
Milik Masyarakat
Jumlah Uang Beredar (JUB)
Cara Untuk Mempengaruhi Jumlah
Uang Yang Beredar
•
•
•
•
Kebijakan diskonto (discount rate policy)
Operasi pasar terbuka
Merubah cash ratio
Pengwasan kredit secara selektif
Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah
Uang Yang Disimpan Masyarakat
• The quantity of money that people plan to
hold depends on four main factors:
■ The price level
■ The nominal interest rate
■ Real GDP
■ Financial innovation
Permintaan terhadap uang
Lembaga Keuangan
• Lembaga yang kegiatan utamanya
menghimpun dan menyalurkan dana dengan
motif mendapatkan keuntungan
• Lembaga yang meningkatkan efisiensi pasar
uang-modal
• Titik equilibrium supply & demand akan uang
Lembaga Keuangan Perbankan
• BU yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau
bentuk lainnya.
• Bank ada 2 jenis:
– Bank Umum
– BPR/Bank Perkreditan Rakyat
Bank Umum
• Kegiatan usaha memberi jasa dalam lalu lintas
pembayaran
– Menghimpun dana (tabungan dll)
– Memberikan kredit
– Menerbitkan surat pengakuan utang
– Membeli, menjual, menjamin untuk kepentingan
dan atas perintah nasabahnya
Bank Umum
• Bank umum tidak boleh melakukan:
– Penyertaan modal
– Melakukan usaha perasuransian
BPR
• Lembaga yang tidak memberikan jasa dalam
lalu lintas pembayarannya (prinsip syariah
atau konvensional)
• Bank yang menerima simpanan dalam bentuk
deposito berjangka, tabungan dll
Yang boleh vs yang tidak (BPR)
• Menghimpun dana dari
masyarakat (simpanan)
• Memberikan kredit
• Menyediakan
pembiayaan (bagi hasil)
• Menempatkan dananya
(obligasi,SBI)
• Menerima simpanan
(giro)
• Melakukan penyertaan
modal
• Melakukan usaha
perasuransian
Bank Sentral Bank Indonesia
• Mengatur jumlah uang beredar dalam
perekonomian
• Fungsi:
–
–
–
–
–
–
Agen fiskal pemerintah
Banknya bank
Menentukan kebijakan moneter
Pengawasan, evaluasi dan pembinaan perbankan
Penanganan transaksi giro
Riset-riset ekonomi
Independensi BI
• Kepemimpinan & kewenangan BI
– Presiden tidak punya kemampuan intervensi
terhadap kepemimpinan dan kewenangan BI (UU
No.23/1999 pasal 41)
• Hubungan keuangan dengan pemerintah
– Tidak boleh meminjam
– BI wajib membagi hasil usahanya kepada
pemerintah (pasal 62)
Lembaga Keuangan Non Bank
Mengeluarkan kertas berharga dan
menyalurkannya untuk membiayai
investasi/konsumsi individu/perusahaan
– Perusahaan Asuransi
– Lembaga Dana Pensiun
– Perusahaan Investasi
– Perusahaan Pembiayaan (leasing)
– Pegadaian
Lembaga Keuangan Informal
•
•
•
•
Tidak berlandasan kekuatan hukum
Prosedur sederhana dan cepat
Bunga tinggi
Menolong masyarakat
Suku Bunga
a. Interest: pembayaran yang dilakukan atas
penggunaan sejumlah uang.
b. Interest rate : jumlah interest yang dibayarkan
per unit waktu atau orang harus membayar
untuk kesempatan meminjam uang.
c. Karakteristik pinjaman dari tingkat suku bunga
d. Suku bunga diskonto adalah tingkat suku bunga
yang dibayar oleh bank umum apabila
meminjam uang dari Bank Sentral.
Suku Bunga
• Tipe-tipe Suku Bunga
Ada 2 tipe suku bunga, yaitu :
1. Real interest rate
Koreksi atas tingkat inflasi dan didefinisikan
sebagai nominal interest rate dikurangi dengan
tingkat inflasi.
Real rate = Nominal rate – Rate of inflation
2. Nominal interest rate.
Tingkat suku bunga yang biasanya tertera di
rekening koran dimana mereka memberikan
tingkat pengembalian untuk setiap investasi yang
dilakukan.
Kebijakan Moneter
• Upaya mengendalikan/mengarahkan
perekonomian makro ke kondisi yang
diinginkan (better) dengan mengatur jumlah
uang beredar
• Better:
– Meningkatnya output keseimbangan
– Terpeliharanya stabilitas harga
Kebijakan Moneter
• Jenisnya:
– Monetary expansive (menambah jumlah uang
beredar)
– Monetary contractive (jumlah uang beredar
dikurangi)  tight money policy
Instrumen Kebijakan Moneter
•
•
•
•
Ada 3 instrumen kuantitatif untuk mengatur
jumlah uang yang beredar:
Open market operation
Discount rate
Reserve requirement ratio
Moral persuasion (Kualitatif)
Open market operation
• Pemerintah mengendalikan jumlah uang
beredar dengan menjual/membeli surat2
berharga milik pemerintah (SBI, SBPU)
– Jika mengurangi  OM selling, uang akan lari ke
otoritas moneter
– Jika menambah  OM buying
Discount Rate
• Yaitu tingkat bunga yang ditetapkan
pemerintah atas bank-bank umum yang
meminjam ke bank sentral
– Jika menambah  DR diturunkan
– Jika mengurangi  DR ….?
Rasio cadangan wajib (RRR)
• Jika RRR diperbesar  kemampuan bank
memberikan kredit akan < dari sebelumnya.
– RRR= 10%  bank dapat mengalirkan pinjaman
sebesar 90%
Moral persuation (kualitatif)
• BI sebagai otoritas moneter
mengarahkan/mengendalikan jumlah uang
dengan
– Memberi saran agar perbankan hati-hati dengan
kreditnya
– Membatasi keinginannya meminjam uang dari
bank sentral
Kebijakan Fiskal
Kebijakan ekonomi yang digunakan
pemerintah untuk mengelola/mengarahkan
perekonomian ke kondisi yang lebih
baik/diinginkan dengan cara mengubah-ubah
penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Perbedaan Moneter dan Fiskal
• Kebijakan moneter
– Pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar
• Kebijakan fiskal
– Pemerintah mengendalikan penerimaan dan
pengeluarannya
Penerimaan & Pengeluaran
Pemerintah
• Pajak (Tax)  T
• Government Expenditure  G
Pajak
• Untuk memperdalam pemahaman tentang
kebijakan fiskal dan pengaruhnya terhadap
keseimbangan perekonomian
• Besarnya pajak yang diterima tergantung
pendapatan.
• Pajak dapat mempengaruhi perilaku produksi
dan konsumsi
Pajak
• Iuran wajib kepada pemerintah yang bersifat
memaksa dan legal, sehingga pemerintah
mempunyai kekuatan hukum untuk menindak wajib
pajak yang tidak memenuhi kewajibannya (hukum)
• Tidak ada balas jasa pemerintah atas ini
• Dipungut untuk menjalankan roda perekonomian
Pajak
• Pemindahan sumber daya yang ada di sektor
RT dan perusahaan (dunia usaha) ke sektor
pemerintah melalui mekanisme pemungutan
tanpa wajib memberi balas jasa langsung
(ekonomi)
Klasifikasi Pajak
• Pajak objektif
– Pajak yang dikenakan berdasarkan aktivitas ekonomi para Wajib
Pajak (PPN)
• Pajak subjektif
– Dipungut dengan melihat kemampuan WP (PPh)
• Pajak langsung
– Pajak yang beban pajaknya tidak dapat digeser kepada WP yang
lain (no tax incidence). (PBB,PPh)
• Pajak tidak langsung
– Dapat digeser (tax incidence). (PPn)
Tarif Pajak
• Pajak Nominal
– Pengenaannya berdasarkan sejumlah nilai nominal
tertentu
• Pajak Persentase
– Proporsional (tarif % tetap)
– Progresif (tarif makin tinggi)
– Regresif (tarif makin turun)
Politik Anggaran
• Anggaran tidak berimbang
– Anggaran defisit (kebijakan fiskal ekspansif)
• G direncanakan > dari T
– Anggaran surplus (kebijakan fiskal kontraktif)
• Pemerintah mengerem pengeluarannya untuk
menurunkan tekanan permintaan atau mengurangi
daya beli dengan menaikan pajak
• Anggaran berimbang
– Bila G=T
– Peningkatan disiplin dan kepastian anggaran
Komponen APBN
APBN mempunyai dua komponen besar yaitu :
1. Anggaran pendapatan Negara terdiri dari :
a. Pajak
b. Retribusi
c.
Royalti
d. Bagian laba BUMN
e. Dan berbagai pendapatan non-pajak
lainnya.
2. Anggaran pengeluaran pemerintah
Pusat terdiri dari :
a.
Pengeluaran pemerintah pusat
b. Pengeluaran pemerintah daerah
Kebijakan Fiskal dan APBN
• Di Indonesia, kebijakan fiskal mempunyai dua prioritas.
• Prioritas pertama adalah mengatasi APBN, dan masalah – masalah APBN
lainnya.Defisit APBN terjadi apabila penerimaan pemerintah lebih kecil
daripada pengeluarannya.
• Prioritas kedua adalah mengatasi masalah stabilitas ekonomi makro,
yang terkait dengan antara lain laju pertumbuhan ekonomi, tingkat atau
laju pertumbuhan inflasi, jumlah kesempatan kerja/ penggangguran dan
saldo neraca pembayaran.
• Apabila APBN defisit, pemerintah hanya mempunyai dua pilihan untuk
membiayai saldo negatif tersebut, yaitu didanai oleh Bank Indoneisa lewat
printing money yang berarti jumlah uang yang beredar di masyarakat
meningkat, atau melebihi pinjaman, baik dari dalam negeri, misalnya
dengan menerbitkan obligasi, atau dari luar negeri ( cara yang kedua ini
berarti ekonomi tidak lagi tertutup ).
• Karena opsi pertama tersebut sangat berisiko terhadap peningkatan laju
inflasi, maka biasanya opsi kedua yang dipilih.
Untuk Dipelajari
• Batasan-batasan jumlah uang yang dapat
diciptakan oleh bank
• Peran suku bunga bagi perekonomian dan dunia
bisnis
• Peran BI dalam mengatasi inflasi
• Taylor Rule
• Penyusunan APBN
• Jenis Kebijakan Fiskal dan Stimulus Fiskal
• Kurva Laffer