Legal Aspek Produk TIK 02 - HAKI
Download
Report
Transcript Legal Aspek Produk TIK 02 - HAKI
Legal Aspek Produk TIK
Hak Kekayaan Intelektual
- Aurelio Rahmadian Materi dikutip dari beberapa sumber
Objektif
Subjek dan Objek Hukum
Arti & Peranan Hak Kekayaan Intelektual
Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual
Subjek dan Objek Hukum
Subjek Hukum adalah segala sesuatu yang
menurut hukum dapat menjadi pendukung
(dapat memiliki) hak dan kewajiban
Yang dapat dikategorikan sebagai subjek
hukum adalah manusia dan badan hukum
Subjek dan Objek Hukum
Objek Hukum adalah segala sesuatu yang
bermanfaat bagi subjek hukum dan dapat
menjadi objek dalam suatu hubungan
hukum
Objek hukum berupa benda atau barang
ataupun hak yang dapat dimiliki dan
bernilai ekonomis
Dapat dibedakan antara lain:
◦ Benda berwujud dan tidak berwujud
◦ Benda bergerak dan tidak bergerak
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Hak Kekayaan Intelektual (H.K.I.) merupakan
terjemahan dari Intellectual Property Rights
(IPR)
Organisasi Internasional yang mewadahi
bidang H.K.I. yaitu WIPO (World Intellectual
Property Organization)
Istilah yang sering digunakan dalam berbagai
literatur untuk Hak Kekayaan Intelektual:
◦
◦
◦
◦
Hak Kekayaan Intelektual (H.K.I.)
Intellectual Property Rights (IPR)
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Hak Milik Intelektual
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Istilah HAKI terdiri dari tiga kata kunci, yaitu Hak,
Kekayaan, dan Intelektual. Kekayaan merupakan
abstraksi yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli,
maupun dijual
Adapun kekayaan intelektual merupakan kekayaan
atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir
seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra,
gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain
yang berguna untuk manusia
Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya
yang timbul atau lahir karena kemampuan
intelektual manusia
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
HAKI merupakan hak yang berasal dari
hasil kegiatan kreatif suatu kemampuan
daya pikir manusia yang diekspresikan
kepada khalayak umum dalam berbagai
bentuknya, yang memiliki manfaat serta
berguna dalam menunjang kehidupan
manusia, juga mempunyai nilai ekonomis
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Hak eklusif yang diberikan negara kepada individu pelaku
HAKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) tiada lain
dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya
(kreativitas) nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat
lebih lanjut mengembangkannya lagi
Sistem HAKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi
yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga
kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang
sama dapat dihindari atau dicegah
Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut,
diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan
maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya
lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi
lagi
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Perlindungan hukum akan HAKI diberikan oleh
negara kepada seseorang dan atau sekelompok
orang ataupun badan apabila suatu temuan
(inovasi) tersebut didaftarkan sesuai dengan
persyaratan yang ada
Contoh karya cipta yang berwujud dalam cakupan
kekayaan intelektual yang dapat didaftarkan untuk
perlindungan hukum yaitu seperti karya
kesusastraan, artistik, ilmu pengetahuan (scientific),
pertunjukan, kaset, penyiaran audio visual,
penemuan ilmiah, desain industri, merek dagang,
nama usaha, dll.
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Hukum yang mengatur kekayaan intelektual
biasanya bersifat teritorial; pendaftaran ataupun
penegakan hak kekayaan intelektual harus
dilakukan secara terpisah di masing-masing
yurisdiksi bersangkutan
Namun, hukum yang berbeda-beda tersebut
semakin diselaraskan dengan diberlakukannya
perjanjian-perjanjian internasional seperti
Persetujuan tentang Aspek-aspek Dagang Hak
Kekayaan Intelektual Organisasi Perdagangan
Dunia (WTO), sementara perjanjian-perjanjian
lain memungkinkan pendaftaran kekayaan
intelektual pada lebih dari satu yurisdiksi sekaligus
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Sifat-sifat Hak Kekayaan Intelektual
◦ Mempunyai Jangka Waktu Tertentu atau Terbatas
Apabila telah habis masa perlindungannya ciptaan atau
penemuan tersebut akan menjadi milik umum, tetapi ada
pula yang setelah habis masa perlindungannya dapat
diperpanjang lagi, misalnya hak merek
◦ Bersifat Eksklusif dan Mutlak
HKI yang bersifat eksklusif dan mutlak ini maksudnya hak
tersebut dapat dipertahankan terhadap siapapun. Pemilik
hak dapat menuntut terhadap pelanggaran yang dilakukan
oleh siapapun.
Pemilik atau pemegang HaKI mempunyai suatu hak
monopoli, yaitu pemilik atau pemegang hak dapat
mempergunakan haknya dengan melarang siapapun tanpa
persetujuannya untuk membuat ciptaan atau temuan
ataupun menggunakannya
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Dikutip dari artikel populer Ilmu Komputer.com
(Asep Herman Suyanto) :
◦ Seperti kutipan, di The Washington Post edisi 28 April
2001 yang berbunyi : “. . . . if there is one lesson in the past
half century of economic development, it is that natural
resources do not power economies, human resources do”
◦ (jika ada pelajaran selama setengah abad yang lalu
mengenai perkembangan ekonomi adalah bahwa sumber
daya alam tidak menggerakkan ekonomi; sumber daya
manusia yang melakukan itu)
Maka dari itu pengembangan SDM mutlak perlu,
agar dapat memanfaatkan SDA yang ada dan tidak
hanya tergantung pada keahlian atau pengetahuan
SDM asing
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Modal intellectual capital akan menjadi
lebih penting dan strategis fungsinya, bila
dibandingkan dengan physical capital, yang
sebelumnya menjadi sumber utama proses
produk barang-barang konsumsi untuk
kesejahteraan umat manusia
Intellectual capital dapat bergerak dan
bersirkulasi dengan tingkat sangat tinggi
dalam arus perputaran modal dunia,
khususnya di negara- negara maju
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Ketika kemajuan teknologi begitu pesat dan
pasar terus bertransformasi dalam tataran
global dalam bentuk "transnational",
diperlukanlah perangkat hukum untuk
meningkatkan dan melindungi kepentingan
investasi industri, budaya dan pasar
Dari sanalah, pada pertengahan tahun 1980an, negara-negara yang tergabung dalam
GATT/WTO bersepakat tentang aturan main
IPR atau HAKI
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Kesepakatan Indonesia untuk merealisasikan
gagasan mengenai ASEAN Free Trade Area (AFTA)
serta keikutsertaan Indonesia sebagai anggota
World Trade Organization (WTO) dan Asia
Pacific Economic Cooperation (APEC), telah
menunjukan keseriusan Pemerintah dalam
mendukung sistem perekonomian yang
bebas/terbuka, dan secara tidak langsung memacu
perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk lebih
meningkatkan daya saingnya
Pemerintah sangat menyadari bahwa implementasi
sistem hak kekayaan intelektual merupakan suatu
tugas besar
Arti & Peranan Hak Kekayaan
Intelektual
Terlebih lagi dengan keikutsertaan Indonesia sebagai
anggotaWTO dengan konsekuensi melaksanakan
ketentuan Agreement on Trade Related Aspects of
Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPS), sesuai
dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 1994 tentang
Pengesahan Agreement Establishing the World Trade
Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi
Perdagangan Dunia)
Berdasarkan pengalaman selama ini, peran serta
berbagai instansi dan lembaga, baik dari bidang
pemerintahan maupun dari bidang swasta, serta
koordinasi yang baik di antara senua pihak merupakan
hal yang mutlak diperlukan guna mencapai hasil
pelaksanaan sistem hak kekayaan intelektual yang
efektif
Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual
Jenis-jenis HAKI:
◦ Hak Cipta (Copyrights)
◦ Hak Kekayaan Industry:
Paten (Patent)
Merek (Trademark)
Rahasia Dagang (Trade Secrets)
Desain Industri (Industrial Design)
Tata Letak Sirkuit Terpadu (Circuit Layout)
Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety)
Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual
Pengaturan tentang jenis-jenis HAKI di Indonesia:
◦ Hak Cipta (Copyrights)
UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta
◦ Hak Paten (Patent)
UU No. 14 tahun 2001 tentang Paten
◦ Hak Merek (Trademark)
UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek
◦ Rahasia Dagang (Trade Secrets)
UU No. 30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
◦ Desain Industri (Industrial Design)
UU No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri
◦ Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Circuit Layout)
UU No. 32 tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
◦ Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety)
UU No. 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman
Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual
Beberapa konvensi Internasional yang telah
diratifikasi Indonesia:
◦ TRIP’S (Trade Related Aspecs of Intelectual Property
Rights) (UU No. 7 Tahun 1994)
◦ Paris Convention for Protection of Industrial
Property (KEPPRES No. 15 TAHUN 1997)
◦ PCT (Patent Cooperation Treaty) and Regulation
Under the PCT (KEPPRES No. 16 TAHUN 1997)
◦ Trademark Law Treaty (KEPPRES No. 16 TAHUN
1997)
◦ Berne Convention for the Protection of Literary and
Artistic Works (KEPPRES No. 18 TAHUN 1997)
◦ WIPO Copyrigths Treaty (KEPPRES No. 19 TAHUN
1997)
Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual
Cina merupakan salah satu negara yang sangat
terkenal akan pembajakannya. Barang-barang
buatan Cina, relatif murah harganya karena tidak
membayar royalti. Negara ini tidak ikut konvensi
Internasional khusus HAKI, karena itu negaranegara lain tidak bisa menuntut/menghukum Cina.
Dalam konvensi Internasional, tidak boleh
bertentangan dengan tujuan negara.
Salah satu tujuan negara Indonesia: mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Oleh karena itu, men-download artikel; software
(dan meng-copy atau menggandakan atau
memperbanyak); foto copy buku-buku; dsb untuk
tujuan pendidikan, tidak melanggar HAKI
Referensi
Tinjauan Tentang HAKI - Henny Medyawati, Universitas Gunadarma
Hak Atas Kekayaan Intelektual – R. Ardiansyah Natakusumah
Hak Kekayaan Intelektual: Jenis-jenis dan Pengaturannya – Aprilia
Gayatri, Universitas Padjadjaran
Kekayaan Intelektual - WIKIPEDIA