Pph 24 - WordPress.com

Download Report

Transcript Pph 24 - WordPress.com

Assalamu`alaikum Wr.Wb
We are Group 5 :
1. Nofera Tri Utami 56423
2. Septin Suryani 16211
3. Tri Putri Yuliana 16213
Pajak Penghasilan Pasal 24
A. Pajak Penghasilan Pasal 24
- Merupakan besarnya pajak atas penghasilan
dari luar negeri yang dapat dikreditkan
terhadap penghasilan WPDN
- Pajak terhutang WPDN bersumber dari
seluruh penghasilan ( penghasilan DN dan
LN)
Pajak Penghasilan Pasal 24
•
-
-
Penggabungan Penghasilan luar negeri.
Penghasilan usaha : diakui pada saat diperolehnya
penghasilan tersebut (acrrual basis)
Penghasilan diluar usaha : diakui pada saat
diterimanya penghasilan tersebut (Cash Basis)
Penghasilan dividen yang diperjualbelikan di Bursa
Efek diakui pada saat ditetapkannya oleh Keputusan
Menteri Keuangan
Kerugian yang diderita di luar negeri tidak boleh
digabungkan dalam menghitung Penghasilan
Kena Pajak di Indonesia.
Pajak Penghasilan Pasal 24
PT.Serba Usaha menerima dan memperoleh penghasilan neto dari
luar negeri dalam tahun 2009 sebagai berikut :
1.
Hasil usaha di negeri Inggris dalam tahun 2009 sebesar Rp.700.000.000 
sebagai penghasilan tahun 2009 (accrual basis)
2.
Dividen dari Hungaria untuk kepemilikan saham di”FYT Corp” sebesar
Rp.500.000.000 yaitu berasal dari keuntungan tahun 2007 yang
ditetetapkan RUPS tahun 2008 dan dibayarkan tahun 2009 sebagai
penghasilan tahun 2009 (cash basis)
3.
Penghasilan Bunga semester II tahun 2009 sebesar Rp.350.000.000 dari
American Bank di Amerika, bunga tersebut baru akan dibayar awal Januari
2010 sebagai penghasilan tahun 2010 (cash basis)
Pajak Penghasilan Pasal 24
B. Batas Maksimum Kredit Pajak
Batas Maksimum Kredit Pajak adalah nilai yang terendah dari unsur 3
perhitungan berikut :
1.
Jumlah pajak yang terhutang/dibayar diluar negeri
2.
Jumlah pajak yang terhutang untuk seluruh penghasilan
3.
Kredit Pajak Maksimum
= Penghasilan Luar Negeri x PPh menurut peraturan Indonesia
Penghasilan Kena Pajak
Pajak Penghasilan Pasal 24
Cara melaksanakan kredit pajak luar negeri
adalah WP menyampaikan permohonan kepada
Direktur Jendral Pajak bersamaan dengan
penyampaian SPT tahunan PPh dengan
melampirkan :
1. Laporan keuangan dari penghasilan yang
berasal dari luar negeri
2. Foto copy Surat Pemberitahuan Pajak yang
disampaikan diluar negeri
3. Dokumen pembayaran pajak diluar negeri
Pajak Penghasilan Pasal 24
Soal :
1. Penghitungan Kredit Pajak Luar Negeri Wajib Pajak Badan
PT.Cemara memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2011 sebagai
berikut :
1.
Penghasilan luar negeri Rp.500.000.000 dengan tarif pajak 40%
2.
Penghasilan usaha di Indonesia Rp.750.000.000,Besarnya Penghasilan Kena Pajak adalah Rp.1.250.000.000,--
Pajak Penghasilan Pasal 24
Penghitungan Kredit Pajak Yang Diperbolehkan (PPh Pasal 24 )
1.
2.
3.
PPh dibayar diluar negeri :
40% X Rp.500.000.000
= Rp.200.000.000,PPh terhutang sesuai tarif psl 17 :
25% X Rp.1.250.000.000
= Rp.312.500.000,PPh berdasarkan perbandingan :
500.000.000 : 1.250.000.000 X Rp.312.500.000,= Rp.125.000.000
Besarnya kredit pajak (psl 24) adalah Rp.125.000.000,--
Pajak Penghasilan Pasal 24
2. Penghasilan luar negeri berasal dari beberapa negara, maka
besarnya batas maksimum kredit pajak dihitung untuk masingmasing negara (per country limitation).
PT.Dianawati memperoleh penghasilan dalam tahun 2011sbb :
1. Negara A, memperoleh penghasilan Rp.400.000.000,-- dengan tarif pajak
20%.
2. Negara B, memperoleh penghasilan Rp.500.000.000,-- dengan tarif pajak
15%
3. Penghasilan usaha di Indonesia Rp.350.000.000,-Penghitungan Kredit Pajak Yang Diperbolehkan (PPh Pasal 24 ) :
a.
b.
Penghasilan kena pajakRp.1.250.000.000,-PPh terhutang (sesuai tarif pasal 17)
25% X Rp.1.250.000.000
Rp.312.500.000,--
Pajak Penghasilan Pasal 24
Batas maksimum kredit pajak (pph psal 24) masing-masing negara :
- Negara A :
- PPh terhutang di negara A : 20% X Rp.400.000.000 = Rp. 80.000.000,- (400.000.000/1.250.000.000 X Rp.312.500.000)
= Rp.100.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara A adalah Rp.80.000.000,--
- Negara B :
- PPh terhutang di negara B : 15% X Rp.500.000.000 = Rp. 75.000.000,- (500.000.000/1.250.000.000 X Rp.312.500.000)
= Rp.125.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara B adalah Rp.75.000.000,-Total PPh pasal 24 adalah sebesar Rp.155.000.000,-
Pajak Penghasilan Pasal 24
3. Usaha di luar negeri menderita kerugian , maka kerugian
tersebut tidak dapat diperhitungkan dalam menghitung
besarnya Penghasilan Kena Pajak.
PT.Faisal memperoleh penghasilan dalam tahun 2011 sbb :
1. Negara A, memperoleh penghasilan Rp.400.000.000,-- dengan tarif
pajak 20%
2. Negara B, memperoleh penghasilan Rp.500.000.000,-- dengan tarif
pajak 15%
3. Negara C, merugi sebesar Rp.150.000.000,4. Penghasilan usaha di Indonesia Rp.350.000.000,Penghitungan Kredit Pajak Yang Diperbolehkan (PPh Pasal 24 ) :
a. Penghasilan kena pajakRp.1.250.000.000,-b. PPh terhutang (sesuai tarif pasal 17)
25% X Rp.1.250.000.000
Rp.312.500.000,--
Pajak Penghasilan Pasal 24
Batas maksimum kredit pajak (pph psal 24) masing-masing negara :
- Negara A :
- PPh terhutang di negara A : 20% X Rp.400.000.000 = Rp. 80.000.000,- (400.000.000/1.250.000.000 X Rp.312.500.000)
= Rp.100.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara A adalah Rp.80.000.000,--
- Negara B :
- PPh terhutang di negara B : 15% X Rp.500.000.000 = Rp. 75.000.000,- (500.000.000/1.250.000.000 X Rp.312.500.000)
= Rp.125.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara B adalah Rp.75.000.000,-- Negara C : Nihil
Total PPh pasal 24 adalah sebesar Rp.155.000.000,-
Pajak Penghasilan Pasal 24
4. Usaha Didalam Negeri Merugi , Maka Kerugian Dapat
Diperhitungkan Dalam Menghitung Besarnya Penghasilan
Kena Pajak.
PT.Findia memperoleh penghasilan dalam tahun 2011 sbb :
1. Negara A, memperoleh penghasilan Rp.800.000.000,-- dengan tarif
pajak 30%
2. Negara B, memperoleh penghasilan Rp.600.000.000,-- dengan tarif
pajak 30%
3. Negara C, merugi sebesar Rp.150.000.000,- tarif pajak 25%
4. Kerugian usaha di Indonesia Rp.150.000.000,Penghitungan Kredit Pajak Yang Diperbolehkan (PPh Pasal 24 ) :
a. Penghasilan kena pajakRp.1.250.000.000,-b. PPh terhutang (sesuai tarif pasal 17)
25% X Rp.1.250.000.000
Rp.312.500.000,--
Pajak Penghasilan Pasal 24
Batas maksimum kredit pajak (pph psal 24) masing-masing negara :
- Negara A :
- PPh terhutang di negara A : 30% X Rp.800.000.000 = Rp.240.000.000,- (800.000.000/1.250.000.000 X Rp.312.500.000)
= Rp.200.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara A adalah Rp.200.000.000,--
- Negara B :
- PPh terhutang di negara B : 30% X Rp.600.000.000 = Rp.180.000.000,- (600.000.000/1.250.000.000 X Rp.312.500.000)
= Rp.150.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara B adalah Rp.150.000.000,-- Negara C : Nihil
Total PPh pasal 24 adalah sebesar Rp.350.000.000,-
Pajak Penghasilan Pasal 24
5.
Dalam Hal Penghasilan Dalam Negeri Merupakan Pendapatan
Yang Pajaknya Bersifat Final, Maka Penghasilan Tersebut Tidak
Dapat Diperhitungkan Dalam Menghitung Besarnya
Penghasilan Kena Pajak.
PT.Findia memperoleh penghasilan dalam tahun 2011 sbb :
1. Negara A, memperoleh penghasilan Rp.800.000.000,-- dengan tarif
pajak 30%
2. Negara B, memperoleh penghasilan Rp.600.000.000,-- dengan tarif
pajak 30%
3. Negara C, merugi sebesar Rp.150.000.000,- tarif pajak 25%
4. Keuntungan usaha di Indonesia Rp.250.000.000,-(termasuk pendapatan
bunga deposito Rp.100.000.000)
Penghitungan Kredit Pajak Yang Diperbolehkan (PPh Pasal 24 ) :
a. Penghasilan kena pajakRp.1.550.000.000,-b. PPh terhutang (sesuai tarif pasal 17)
25% X Rp.1.550.000.000
Rp.387.500.000,--
Pajak Penghasilan Pasal 24
Batas maksimum kredit pajak (pph psal 24) masing-masing negara :
- Negara A :
- PPh terhutang di negara A : 30% X Rp.800.000.000 = Rp.240.000.000,- (800.000.000/1.550.000.000 X Rp.387.500.000)
= Rp.200.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara A adalah Rp.200.000.000,--
- Negara B :
- PPh terhutang di negara B : 30% X Rp.600.000.000 = Rp.180.000.000,- (600.000.000/1.550.000.000 X Rp.387.500.000)
= Rp.150.000.000,Besarnya PPh pasal 24 di negara B adalah Rp.150.000.000,-- Negara C : Nihil
Total PPh pasal 24 adalah sebesar Rp.350.000.000,-
Pajak Penghasilan Pasal 24
• Thank you....
• Salam