Transcript 8.tambang bawah tanah
PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH
• • Tujuan : Untuk hasilkan ruangan, gudang, jalan saluran, terowongan pipa dan lain sebagainya.
Untuk mengambil material (operasi penambangan).
• • Perbedaan peledakan tambang bawah tanah dengan peledakan di permukaan: Peledakan tambang bawah tanah dilakukan ke arah satu bidang bebas Tempat peledakan atau ruangan pada tambang bawah tanah lebih terbatas.
Oleh karena itu perlu dibuat tambahan bidang bebas kedua, yang merupakan arah peledakan selanjutnya →
Cut
.
Pola Pemboran Tambang Bawah Tanah
Macam Cut : 1. Center cut disebut juga pyramid atau diamond cut
Empat atau enam lubang dengan diameter yang sama dibor ke arah satu titik, sehingga berbentuk piramid. Pada bagian puncak piramid terkonsentrasi bahan peledak kuat.
Center cut
sangat efektif untuk batuan kuat, tetapi konsumsi bahan peledak banyak dan mempunyai efek getaran tinggi yang disertai oleh lemparan batu-batu kecil.
2. Wedge Cut
/
V-Cut
,
angled cut
Setiap pasang dibor ke arah satu titik → lubang bor antar pasangan sejajar, sehingga membentuk baji kurang efektif untuk meledakkan batuan yang keras.
3.
Drag cut
atau pola kipas Mirip dengan
wedge cut, posisi bajinya terletak pada bagian lantai atau dinding bukaan.
lubang dibor miring untuk membentuk rongga di lantai atau dinding.
Burn cut
beku disebut juga dengan
cylinder cut
→ cocok untuk batu yang keras dan regas seperti batupasir (
sandstone
) atau batuan Ciri-ciri pola
burn cut
: – Lubang bor dibuat sejajar, sehingga dapat mengebor lebih dalam – Lubang tertentu dikosongkan → bebas mini → bidang pelepasan tegangan gelombang kompresi jadi tarik berlangsung efektif. – lubang kosong sebagai ruang terbuka tempat fragmentasi batuan terlempar dari lubang yang bermuatan bahan peledak.
Jenis lubang terowongan ledak untuk peledakan
Posisi cut : 1.
Cut
dekat dengan dinding dapat pengaruhi jumlah lubang ledak dalam
round
, arah lemparan ke pojok, sulit dalam pemuatan karena letak materialnya.
2. C
ut
diletakkan di tengah-tengah penampang dan agak ke bawah → arah peledakan ke depan dan tumpukan tengah,lemparan yang dekat dan konsumsi bahan peledak lebih sedikit karena semua
stoping
ke arah bawah.
3. Posisi
cut
di atas terowongan yang tinggi → memberikan kemudahan pemuatan hasil peledakan, konsumsi bahan peledak lebih tinggi karena banyak
stoping
ke arah atas.
parameter-parameter yang harus diperhatikan adalah : 1. Diameter lubang besar (Kosong).
2. Burden.
3. Charge Concentration.
Lubang kontur (
roof holes
,
wall holes,floor holes
) dibuat agak serong keluar dari kontur →
look out
, agar terowongan mempunyai bentuk seperti yang direncanakan.
(10 cm + 3 cm/m x kedalaman lubang tembak) kira-kira berkisar 20 cm
Makin besar diameter lubang kosong → makin dalam
round
dapat dibor → kemajuan >.
Penyebab paling umum dari kemajuan yang kecil → diameter lubang kosong < → kedalaman lubang ledak pendek.
Smooth blasting / controlled blasting
Cara peledakan untuk mengurangi kerusakan pada atap dan dinding akibat peledakan
.
Lubang tembak perimeter diledakkan terakhir sebagai lubang tembak → manfaatkan bidang batas yang dihasilkan dari peledakan
round
sebelumnya.
• Tabel
Smooth Blasting
Untuk berbagai diameter lubang ledak
Parameter Diameter lubang mm
25 - 32 25 - 48 51 - 64 51 - 64
Konsentrasi muatan Kg/m
0,11 0,23 0,42 0,45
Tipe muatan
11 mm
Gurit
17 mm
Gurit
22 mm
Gurit
22 mm
emulite
Burden
Spasi m
0,3 - 0,5 0,7 - 0,9 1,0 - 1,1 1,1 -1,2
m
0,25 - 0,35 0,50 - 0,70 0,80 - 0,90 0,80 - 0,90
• • • •
Presplitting
→
digunakan untuk membuat lubang lubang pada dinding, yaitu sebaris lubang-lubang parallel yang sangat berdekatan sepanjang batas penggalian.
Presplitting
→ kontrol peledakan yang termasuk dalam
precutting
. Semua lubang tembak diledakkan bersamaan. Jika hal ini tidak mungkin, digunakan
micro delays.
Lubang-lubang
presplit
diledakkan sebelum lubang tembak produksi.