kuliah rm iv
Download
Report
Transcript kuliah rm iv
MODALITAS PENGOBATAN
1. Thermotherapy
2. Terapi Ultra Violet
3. Terapi Latihan
4. Stimulasi Listrik
5. Dll
Orang yang terlibat dalam tim Rehabilitasi
harus cakap dalam melakukan tindakan terapi
fisik dan psikologis guna mencegah cacat
sekunder dan memelihara kemampuan yang
ada, dan memperbaiki kemampuan pasien
yang cacat agar pasien dapat mandiri.
• Harus paham indikasi dan kontra indikasi
• Juga efek Psikologis dan Fisiologis
Latihan, panas, dingin, Ultra Violet,
Elektroterapi, Traksi, Massase dapat diresepkan
tersendiri, tapi lebih efektif bila diberikan secara
komprehensif
Contoh :
• Pemanasan (Terapi
Panas) sebelum latihan
akan meningkatkan hasil,
dengan mengurangi nyeri
dan kaku sendi.
• Selanjutnya latihan akan
mempesiapkan pasien
untuk transfer dan latihan
jalan
Perhatian dalam meresepkan modalitas panas
1.
2.
3.
4.
5.
Pilih modalitas yang paling sederhana
Pilih modalitas yang aman dipakai dirumah bila
diperlukan
Pakai tempat tidur atau meja dari kayu
Buka pakaian dan tutup untuk privasi dan
hindarkan metal dari daerah yang diobat
Selalu tempatkan elemen panas pada pasien,
jangan sebaliknya yang akan merobah persepsi
pasien terhadap panas dan akan meningkatkan
aliran darah lokal dimana peningkatan temperatur
lokal sangat cepat.
6.
7.
Ikuti termoterapi dengan massase atau latihan
Jangan gunakan panas pada area yang
insuffisiensi arteri
8. Jangan gunakan panas pada daerah yang
anastetik atau hyperstetik karena kesadar-an
pasien terhadap perobahan temperatur perlu
diperhatikan
9. Jangan gunakan panas pada ekstremitas yang
tergantung dan ikuti aplikasi panas dengan
meninggikannya dan latihan untuk mencegah
oedema
10. Jangan resepkan terapi panas pada bayi dan orang
tua, toleransi mereka terhadap perobahan suhu
kurang baik
Efek fisiologis termoterapi termasuk :
- Peningkatan temperatur
- Peningkatan kecepatan metabolik lokal
- Peningkatan aliran darah kapiler
- Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler
Aliran darah meningkat ke daerah
yang dipanaskan
Menolong mencegah terbakar kec. pada pasien yang
tgg respon vaskularnya, spt pada arteriosklerosis berat
• Reflek vasodilatasi dan keringat meningkat
• Cardiac Output meningkat
Usaha menjaga suhu secara homeostasis
Oksigen meningkat
Bahan nutrien meningkat
Antibodi meningkat
Lekosit yang ada meningkatkan fagositosis
Perobahan fisiologis ini, mempunyai efek terapi yang
subjektif dan objektif
Objektif
• Panas mengurangi spasme otot
• Meningkatkan aliran darah dan ekstenbilitas jaringan
kolagen
• Memudahkan resolusi infiltrat, oedema, dan eksudat
Subjektif
• Efek sedasi dan relaksasi
• Mengurangi nyeri
• Mengurangi kekakuan sendi
4 Faktor utama yang menentukan reaksi
fisiologi dari panas
• Tingkat temperature
jaringan berkisar antara 40
– 45,50 C
• Lama pemanasan 3 – 35
menit
• Kecepatan peningkatan
temperatur
• Ukuran daerah yang
dipanaskan
Efek terapi dari panas tidak hanya tergantung
dari efek fisiologis secara umum tapi juga
kedalaman panasnya
Superfisial
• Kantong panas
• Bak Parafin
• Hydrocolator pack
• Infra red
• Hydroterapi
• Moist air cabinet
Profunda (dalam)
• Short Wave Diathermi
• Microwaves
• Ultra Sound
Alat Superfisial
Konduktif
• Contoh, Parafin, Kantong panas, Hydrocolator pack
Radiasi
• Contoh, Infra red
Konfektif
• Contoh, hydroterapi
Alat Deep Heating
SWD
• Konduktif, terbesar melalui jaringan yang megandung kadar
air tinggi
• Dosis tergantung terhadap rasa panas subjektif yang dirasa
pasien
• Lama terapi lebih kurang 20 menit
Microwave
• Elektromagnetik yang dapat direfleksikan, refraksikan atau
diserab jaringan
• Suhu tertinggi terdapat diantara tulang dan otot
• Tidak efektif utk bahu dan panggul
• Dosis bisa diukur, jarak ke objek dan lama terapi lk 20 menit
Ultra Sound
• Penggunaan sangat luas
• Sendi yang ditutupi massa yang tebal
• Kerugian cenderung berpotensiasi untuk
terbentuk kavitasi gas dalam jaringan
• Dosis berkisar 0,5 – 2,75 Watt / cm2 selama
5-10 menit melalui bagian anterior, posterior
dan lateral sendi
TERAPI DINGIN
( Cryotherapy )
• Mengurangi oedema
• Mengurangi ekstravasasi sel-sel darah dan substansi
melalui membran pembuluh darah
• Memperlambat reaksi enzimatik didaerah yang
didinginkan
• Mengurangi kecepatan hantaran saraf
Temperatur kulit menurun dengan cepat, sementara
temperatur otot memerlukan waktu 10 menit pada
orang kurus dan 30 menit orang gemuk
Reaksi fisiologis menimbulkan efek terapeutik
1. Mengurangi spasme otot dan spastisitas
2. Mengurangi bengkak, perdarahan, dan oedema yang
timbul akibat trauma mekanis seperti sprain.
3. Mengurangi kerusakan jaringan akibat luka bakar bila
digunakan segera setelah trauma panas
4. Langsung menghilangkan nyeri atau beraksi sebagai
counterirritant, meningkatkan ambang nyeri.
5. Mengurangi oedema dan merusak aktivitas enzim pada
radang sendi.
6. Mengurangi aktifitas metabolik lokal, menjaga anggota
gerak dari aliran arteri yang terganggu
Penggunaan :
• Pendinginan dan kompresi yang
simultan dilakukan 4 – 6 jam,
segera setelah trauma, untuk
mencegah pembengkakan dan
perdarahan substansial.
• Sebaliknya penggunaan
biasanya sekitar 20 menit untuk
2 – 3 kali sehari.
• Hindarkan pendinginan yang
berlebihan yang akan
meningkatkan kekakuan sendi
dan menghambat penyembuhan
Metode penggunaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kantong es
Cold packs
Bak es
Handuk dingin / es
Massase pakai es
Ethylchloride spray
No. 1 – 5 dapat
digunakan dengan
mudah di rumah
Perbandingan efek terapi panas dan dingin
KONDISI
PANAS
DINGIN
Spasme Otot
Berkurang
Berkurang
Nyeri
Berkurang
Berkurang
Perdarahan
Bertambah
Berkurang
Oedema (Trauma)
Bertambah
Berkurang
Pembengkakan
Bertambah
Berkurang
Kerusakan jar.
(Luka bakar)
Bertambah
Berkurang
Kekakuan sendi
Berkurang
Bertambah
ULTRA VIOLET
Efek terapeutik gelombang pendek tms.
• Produksi vitamin D
• Sterilisasi kulit
• Pigmentasi & eritema kulit
• Eksfoliasi kulit
Efek ini menolong menyembuhkan :
Jerawat, Psoriasis, Ulkus dekubitus,
Herpes Zoster, Lupus Vulgaris, dan
Karbunkel
Terapi UV lebih efektif bila digunakan dengan
modalitas terapi lain.
Tehnik Goeckerman (contoh)
• Dengan mengoleskan ter malam sebelum
terapi Psoriasis kulit
• Cara lain pemberian obat yang fotosensitif
seperti methoxsalen
Dosis
• Diukur dalam MED (Dosis
minimum efektif).
• Eritema ringan pada kulit
orang kulit putih.
•
• Tapi usia lampu juga
menentukan dosis.
• Lampu kuarsa baru MED
15 detik, jarak 75 cm.
• Dosis bervariasi tgt
•
kelainan kulit.
Untuk menghindari kerusakan jaringan dan epitel dosis
yang lebih tinggi hanya digunakan pada daerah lesi dan
daerah sekitarnya dilindungi.
Pasien dan petugas memakai
kacamata pelindung untuk
menghindari radiasi UV,
karena bahaya fotoopthalmia
TERAPI LATIHAN
• Tujuan :
1. Memperbaiki koordinasi
2. Meningkatkan LGS, fleksibilitas dan
ketahanan
3. Memperkuat otot yang lemah yang
disebabkan oleh penyakit, trauma atau
disuse
4. Memelihara fungsi muskuloskeletal
5. Memfasilitasi relaksasi
Untuk itu dalam meresepkan latihan :
Perlu sebelumnya dilakukan pemeriksaan
•
•
•
•
MMT
LGS
Keadaan tulang dan sendi
Dan masalah koordinasi
Instruksi terapi yang
jelas & terperinci
Jenis
Definisi
Tujuan & Indikasi
Kontraindikasi
Pasif LGS
Bagian tubuh disupport
semua, secara manual
atau mekanik, dan
dilakukan pada sendi yang
ada
Menjaga mobilitas
sendi, pada pasien
yang tidak sadar atau
yang tidak berespon
Tromboplebitis,
fraktur yang tidak
difiksasi, gangguan
sensasi sendi
Latihan aktif
Pasien menggerakan
bagian tubuh tanpa
bantuan atau tahanan
Memelihara LGS dan
kekuatan minimal bila
aktivitas terbatas dan
menstimulasi sistem
Kardiopulmunal
Istirahat total
Latihan aktif
dibantu
Bagian tubuh digerakkan
dengan LGS yang ada
dengan bantuan mekanis
atau manual
Memelihara mobilitas
sendi dan kekuatan bila
pasien kurang kuat utk
melakukan LGS penuh
atau bila bagian tubuh
yang dilatih tidak kuat
walau sudah merobah
posisi
Istirahat total, mem
butuhkan untuk tidak
menggerakan sendi
Jenis
Latihan resistif
Latihan
Isometrik
Neurofisiologi
Definisi
Tujuan & Indikasi
Kontraindikasi
Tahanan manual atau
mekanis diberikan waktu
menggerakkan sendi atau
pada ujung sendi
Membangun kekuatan Nyeri atau bengkak
secara cepat dlm mem setelah latihan
persiapka jalan pakai
crutch, pindah sendiri,
atau jalan dengan kursi
roda,atau menstabilkan sendi setelah
fraktur sembuh
Kontraksi maksimal otot
atau kelompok otot dilakukan tanpa menggerakkan
sendi
Memelihara batas
kekuatan dan besar
otot bila bagian tubuh
diistirahatkan misal
dlm gips
Pola motorik yang diinginkan dilakukan ber ulangulang dengan usaha terbatas, aktifitas diturunkan
sampai ke komponen
sederhana
Mengajarkan untuk
mengontrol atau menghambat otot tertentu
atau koordinasi bebe
rapa otot untuk memperoleh aktifitas gerak
an yang diinginkan,
membangun koordinasi sesegeranya
Nyeri atau bengkak
setelah latihan
Istirahat total
STIMULASI LISTRIK
• TENS (Transcutaneous Electrical Nerve
Stimulation)
• FES (Functional Electrical Stimulation)
Pemeriksaan MMT & sensory, harus dilakukan
•
Kemudian baru pilih modalitas yang
digunakan untuk tujuan :
- menghilangkan nyeri
- merelaksasikan otot
- re edukasi otot
- menggerakkan otot yang tidak berfungsi
TENS
• Elektroda ditempatkan pada permukaan kulit
diatas jalur serat afferen untuk menghilangkan
nyeri
• Dapat dilakukan 2 – 3 kali sehari dirumah
• Waktunya dari 20 – 60 menit
• Kontra indikasi pada pasien yang memakai pacu
jantung, dan sekitar uterus wanita hamil
• Pakai jelly, dan pasang uni lateral untuk keamanan jantung
FES
• Kontraksi otot yang lemah dapat dikontrol dengan
FES yang bertujuan untuk memperoleh gerakan
yang bermanfaat
• Sering digunakan untuk latihan jalan pada
gangguan UMN, tapi dapat dipakai untuk melatih
kembali jari mengenggam benda
• Tidak efektif pada hemiplegia, paraparese, CP,
multiple sklerosis
• Kontra indikasi spastik equinovalgus yang kuat,
panggul yang sangat lemah,
TRAKSI
• Digunakan untuk menghilangkan tekanan sendi, atau tegangan otot,
tendon dan diskus
• Bisa kontinu atau intermitten dengan alat atau manual
• Disertai dengan program pemanasan, massage, dan latihan
• Beban traksi dan waktunya sesuai dengan berat dan sifat kondisi
pasien, dan juga toleransinya.
• Sesuaikan dengan alignment tubuh
• Indikasi pada nyeri akibat irritasi atau kompresi radik saraf karena
trauma atau degeneratif
• Mencegah mual dan muntah mulai traksi dengan beban 3 kg dan
dinaikkan secara progresif beban dan waktunya.
• Reaksi terbaik pada beban 10-15 kg, 15-20 menit sehari selama 7-10
hari, dan tapering off 3 x seminggu, sampai total 3-4 minggu dan
harus dihentikan bila tak ada perbaikan pada akhir periode.
MASSAGE
Tdd 4 tehnik terapi yaitu
1. Kompresi, untuk mobilisasi deposit jaringan
dan melepaskan perlengketan
2. Stroking, untuk melepaskan deposit
jaringan dan cairan oedema
3. Friksi, untuk mengobati area yang sangat
terbatas khususnya nodul-nodul
4. Perkusi, untuk efek psikologis dan sedasi
pada akhir tindakan.
Melalui tehnik ini :
• Menghilangkan nyeri
• Mengurangi bengkak
• Memobilisasi jaringan yang kontraktur
Indikasi :
• Sequele fraktur
• Dislokasi, trauma sendi
• Sprain, strain, trauma tendon dan saraf
• Neuritis
Kontra indikasi :
- Tumor
- Infeksi
- Penyakit kulit
- Thromboplebitis