Transcript Materi 2 - ESA233-Pendidikan Agama Islam
KETUHANAN DAN ALAM SEMESTA
KECENDERUNGAN BERAGAMA
Binatang dalam memenuhi kebutuhannya tidak yang buruk, halal dan haram, sah dan tidak sah, mengenal aturan-aturan dan norma-norma Tanpa adanya aturan dan norma-norma maka kehidupan manusia seperti binatang yang menggunakan hukum alam, yaitu siapa yang tersingkir dan mati oleh yang lebih kuat.
KECENDERUNGAN BERAGAMA
naluri manusia memerlukan agama karena moral yang mengatur kehidupan makhluk hidup dan bersifat absolut Agama dapat menjadi sumber dan pegangan makhluk lian secara teratur, tertib, harmonis
AGAMA PRIMITIF
Dinamisme berpengaruh mempercayai pada benda-benda kehidupan manusia sehari-hari.
Kekuatan gaib tersebut disebut mana, tuah atau sakti. Bertambahnya mana akan bertambah sakti, bertambah keselamatannya, dan semakin jauh dari bahaya.
Agar mana benda menjadi tetap bahkan bertambah, benda tersebut harus diberi Bentuk, macam dan waktu pemberian sesajen diatur oleh dukun yang dianggap
AGAMA PRIMITIF
Animisme percaya bahwa tiap benda mempunyai roh. Roh dianggap mempunyai rupa, dan butuh makanan. Roh-roh tersebut ditakuti dan dihormati bangsa primitif, maka perlu dibuat senang, dengan memberikan sesajen, sesuai petunjuk dukun. Roh tidak boleh dibuat marah, sebab kalau marah akan menimbulkan malapetaka.
AGAMA PRIMITIF
Pantheisme mengakui Tuhan terdapat pada semua benda.
Henoteisme mengakui satu Tuhan untuk satu bangsa, bangsa lain mempunyai Tuhan sendiri.
Tuhan mereka disebut Tuhan nasional, seperti agama Yahudi yang mengakui Yahweh sebagai Tuhan nasional mereka.
Politeisme mempercayai dewa-dewa. Tiap manusia memberi persembahan dan sesajen, jugaberdoa untuk menjauhkan amarah dewa.
AGAMA MODERN
Monoteisme mempercayai Tuhan Tunggal, Tuhan Yang Maha Esa. Monoteisme mempercayai Tuhan internasional yang dipatuhi, ditaati, dan disembah oleh manusia. Monoteisme kebalikan dari politeisme yang mempercayai Tuhan Nasional. Tuhan politeisme dibujuk, dan disuap dengan persembahan dan sesajen, supaya mengikuti kemauan manusia.
AGAMA MODERN
Dalam Islam Tuhan disebut ilaahun ( هلا ) penggerak, motivator, yang dipatuhi dan ditaati. Tuhan adalah Allah Yang Maha Esa (satu)dan tiada sekutu. Allah tempat bergantung segala sesuatu, tiada berputera dan tidak diperanakkan, dan tiada sesuatupun yang menyamainya. Allah disebut Al Khalik atau Pencipta. Manusia dan alam adalah makhluk atau yang diciptakan. Al Khalik wajib disembah dan dipatuhi perintah-Nya, makhluk wajib menyembah, perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
AGAMA MODERN
Konsep Ketuhanan dalam Islam adalah memerankan ajaran Islam (Al Quran) dalam kehidupan sehari-hari. Seorang muslim adalah mematuhi dan melaksanakan perintah Allah.
Seorang mukmin adalah orang yang yakin dan percaya adanya Allah sebagai Zat dengan sifat dan perbuatan-Nya., Al Quran sebagai ajaran Nya serta Rasul sebagai utusan-Nya. Bagi mukmin, Rasul Allah adalah uswatun hasanah atau contoh suri tauladan yang baik.
ALAM SEMESTA
Menurut faham liberalis, individualis atau kapitalis, alam dapat dimiliki dan dikuasai secara bebas oleh individu tanpa terbatas. Alam adalah kapital.
Menurut faham komunis, alam adalah milik Negara (komune), untuk digunakan bersama oleh seluruh rakyat negara.
Tidak ada kepemilikan pribadi.
ALAM SEMESTA
Menurut UUD 1945 pasal 33 : (1) Perekonomian sebagai berdasar asas kekeluargaan.
bersama (2) Cabang dikuasai Negara.
produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak (3) Bumi, air, serta kekayaan alam dikuasai Negara untuk kesejahteraan rakyat.
ALAM MENURUT ISLAM
Alam diciptakan untuk manusia (Al-Baqarah 2:29) “Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit lalu menjadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” Alam harus dimanfaatkan untuk manusia (Ad Dukhan 38:39) “Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungjawaban”
ALAM MENURUT ISLAM
Pemilik alam adalah Allah, manusia hanya pemilik “relatif” (Ali Imran 3:109). “Kepunyaan Allah segala yang ada di langnit dan di bumi dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan” Manusia mengolah alam sesuai aturan Allah, bukan menurut keinginan manusia.
Eksplorasi alam dilakukan secara halalan thayyiban bukan dengan riba (berlebihan). Pendistribusian alam berdasarkan prestasi kerja, maka harus berlomba untuk berprestasi
(fastabiqul khairat).