penulisan karya ilmiah program studi magister
Download
Report
Transcript penulisan karya ilmiah program studi magister
Metode Penelitian
.
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Latar belakang permasalahan berisi
uraian tentang informasi sehubungan
dengan timbulnya masalah penelitian,
alasan mengapa masalah itu penting
dan perlu diteliti. Masalah tersebut
harus didukung oleh faktor empiris
(pemikiran induktif) sehingga jelas,
memang ada masalah yang perlu
diteliti. Juga harus ditunjukkan letak
masalah yang akan diteliti dalam
konteks teori (pemikiran deduktif)
dengan permasalahan lebih luas, serta
1.2. Perumusan
Masalah
Perumusan masalah
adalah rumusan secara
konkrit masalah yang ada,
dalam bentuk pertanyaan
(pernyataan) penelitian
yang dilandasi pemilihan
teoritis yang
kebenarannya perlu
dibuktikan.
1.3. Tujuan Penelitian
Mengemukakan tujuan yang ingin
dicapai melalui proses penelitian.
Tujuan penelitian harus jelas dan tegas.
Tujuan penelitian merupakan
penjelasan/pernyataan secara eksplisit
yang diarahkan untuk menjawab
perumusan masalah.
1.4. Manfaat Penelitian
Bagian ini berisi uraian
tentang manfaat yang
diperoleh dari hasil penelitian
untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan, dan penelitian
lanjutan, lembaga maupun
masyarakat.
1.5. Kerangka Pemikira
Kerangka pemikiran disintesis,
diabstraksi, dan diekstrapolasi dari
berbagai teori dan pemikiran ilmiah,
yang mencerminkan paradigma
sekaligus tuntutan untuk
memecahkan masalah penelitian
dan merumuskan hipotesis.
Kerangka pemikiran dapat
berbentuk bagan, model matematik,
atau persamaan fungsional, yang
dijelaskan secara naratif.
1.6.
Hipotesis (jika ada)
Hipotesis merupakan
proposisi keilmuan yang
dilandasi oleh kerangka
konseptual penelitian dan
merupakan jawaban
sementara terhadap
permasalahan yang dihadapi,
yang dapat diuji
kebenarannya berdasarkan
fakta empiris.
1.7. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian secara rinci memuat hal
berikut :
1.7.1.Rancangan penelitian (research design
)
1.7.2.Populasi, sampel, besar sampel (sample
size ), dan teknik pengambilan sampel
1.7.3.Variabel penelitian, meliputi klasifikasi
variabel dan
batasan operasional
variabel yang akan diteliti
1.7.4.Instrumen Penelitian
Bagian ini berisi uraian tentang macam
( Cotd.)
1.7.5.Lokasi dan Waktu Penelitian
1.7.6.Prosedur Pengumpulan Data
Bagian ini memuat uraian tentang cara
dan prosedur pengumpulan data
secara rinci.
1.7.7.Teknik Analisis Data
Bagian ini berisi uraian tentang cara
pendekatan model yang digunakan
dalam analisis data disertai alasan
penggunaan cara analisis tersebut,
termasuk penggunaan stastistik.
BAB II. TINJAUAN
PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
Bagian ini memuat uraian yang sistematik
tentang teori dasar yang relevan, yang
berasal dari pustaka mutakhir yang
memuat teori, proposisi, konsep, atau
pendekatan terbaru yang ada
hubungannya dengan penelitian yang
dilakukan.
2.2. Penelitian Terdahulu
Bagian ini memuat uraian yang sistematik
tentang penelitian yang sudah dilakukan
sebelumnya , yang berkaitan dengan teori
BAB III.GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN ( OBYEK
PENELITIAN )
Bagian
ini memuat data penelitian
yang relevan dengan tujuan dan
hipotesis disesuaikan dengan jenis
dan tema penelitian itu sendiri, misal :
gambaran umum perusahaan (
sejarah singkat perusahaan, struktur
organisasi, lain-lain sesuai dengan
topik skripsi ) gambaran umum obyek
yang diteliti, dan seterusnya.
Penyajian hasil penelitian dapat
BAB IV.
PEMBAHASAN
Bagian ini menunjukkan tingkat penguasaan
peneliti terhadap perkembangan ilmu,
paradigma, konsep, dan teori, yang dipadukan
dengan hasil penelitian. Analisis dan
pembahasan sekurang-kurangnya mencakup hal
sebagai berikut :
Penalaran hasil penelitian baik secara
teoritis, empiris maupun non empiris,
sehingga dapat menjawab dengan
menjelaskan rumusan masalah dan
hipotesis yang diajukan.
Perpaduan temuan penelitian dengan hasil
penelitian sebelumnya dan konsekuensi
BAB V.
SARAN
SIMPULAN DAN
Simpulan
Simpulan merupakan sintesis dari pembahasan,
yang sekurang-kurangnya terdiri dari: (1) jawaban
terhadap perumusan masalah dan tujuan
penelitian serta hipotesis; (2) hal baru yang
ditemukan dan prospek temuan;(3) pemaknaan
teoritik dari hal baru yang ditemukan.
Saran
Saran merupakan implikasi hasil penelitian
terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan
penggunaan praktis. Sekurang-kurangnya
memberi saran bagi perusahaan (obyek
penelitian) dan penelitian selanjutnya, sebagai
hasil pemikiran penelitian atas keterbatasan
BAGIAN
AKHIR
Bagian akhir meliputi :
Daftar Pustaka (lihat cara penulisan kepustakaan )
Lampiran
- Lampiran merupakan bagian yang memuat keterangan
atau data tambahan . di dalamnya dapat dihimpun cara
penelitian, contoh perhitungan statistik, dan seuatu
yang dianggap dapat melengkapi penulisan karya
akhir. Selain itu, lampiran juga memuat data asli atau
kutipan yang terlalu panjang untuk dicantumkan dalam
isi tulisan. Surat bukti telah melaksanakan penelitian
dari tempat perusahaan / instansi penelitian, dan jika
penelitian dilakukan dengan metode survei, wajib
melampirkan lembar identitas responden ( nama,
alamat & tanda tangan).
- Lampiran terpisah dari bagian lain, dan setiap lampiran
bertuliskan "Lampiran" di sudut kanan atas kertas.
Lampiran tidak dihitung sebagai jumlah halaman karya
akhir.
Strategi Pemasaran Usaha Kecil ( Suatu Studi
tentang Pengembangan Pemasaran Hasil Produksi
Sektor Industri Pengolahan di Bandarlampung
Latar Belakang dan Masalah
Atas dasar kondisi di atas maka pemerintah sejak tahun 1999
mengambil kebijakan untuk menata kembali perekonomian
dengan mengacu pada ekonomi kerakyatan. Dalam sistem
ekonomi kerakyatan ini koperasi, usaha kecil dan menengah
merupakan prioritas utama untuk ditumbuhkembangkan dan
diharapkan akan menjadi tulang punggung perekonomian
nasional. Namun demikian permasalahan dan tantangan yang
dihadapi usaha kecil tetap kompleks. Perusahaan-perusahaan
kecil memiliki kelemahan yang sangat mendasar seperti, masih
lemahnya kemampuan manajemen dan organisasi, penguasaan
teknologi yang masih terbatas, kekurangmampuan dalam
pengendalian mutu, kekurangan modal, terbatasnya akses
terhadap pasar dan kekurangmampuan dalam pengembangan
usaha merupakan kendala besar dalam pengembangan
kemampuan usaha kecil disamping hambatan eksternal yang
sering muncul seperti iklim usaha yang kurang kondusif.
Latar Belakang dan Masalah…
Kelemahan usaha kecil juga terletak pada peluang
usaha, pangsa pasar dan akses usaha yang sempit.
Dalam menghadapi situasi ini, perusahaan kecil
harus mampu meningkatkan kemampuannya baik
dibidang manajerial maupun dibidang
kewirausahaan. Dengan kemampuan ini perusahaan
kecil makin meningkatkan profil diri (sebagai bagian
dari corporate culture ), yang dapat bersaing dengan
pelaku ekonomi lainnya. Kemampuan untuk
menciptakan keunggulan komparatif (comparative
advantages ) sebagai bagian dari corporate culture
akan memudahkan perusahaan kecil masuk ke pasar
dan bersaing dengan perusahaan besar
Latar Belakang dan Masalah
Jumlah usaha kecil di Bandarlampung pada tahun
2000 sejumlah 45.657 unit usaha dan penyerapan
tenaga kerja 211.588 orang. Dalam pertumbuhannya,
sebagian besar (63%) dari usaha kecil di
Bandarlampung
mengalami kendala dalam hal
pemasaran. Diantara usaha kecil yang menghadapi
tantangan tersebut yaitu pemasaran produk sektor
industri pengolahan, karena menghadapi persaingan
yang sangat tidak terbatas terutama persaingan dari
pemasaran produk industri besar dan produk impor
Hermansyah (2001).
Melalui pengembangan strategi pemasaran usaha
kecil sektor industri pengolahan, diharapkan akan
memperkokoh kinerja usaha kecil dengan keterkaitan
usaha sebagai fungsi pemasok, fungsi produksi,
fungsi penyalur dan fungsi pemasar.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada Latar Belakang dan
Masalah, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai
berikut:
1. Sejauh mana informasi pemasaran lingkungan makro
(ekonomi,teknologi,sosialbudaya,kebijakan
pemerintah,peraturan, dan demografi) mempengaruhi
pertimbangan manajemen dalam merumuskan
strategi pemasaran usaha kecil sektor industri
pengolahan .
2. Sejauh mana informasi pemasaran lingkungan mikro
(pemasok, pesaing, publik, perantara dan
pelanggan)mempengaruhi pertimbangan manajemen
dalam merumuskan strategi pemasaran usaha kecil
sektor industri pengolahan
Tujuan Penelitian & Kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian :
Penelitian ini bertujuan untuk :
1.
Menganalisis pengaruh tingkat pertimbangan
manajemen dalam merespon informasi pemasaran
lingkungan makro meliputi: ekonomi, teknologi,
sosial budaya, kebijakan pemerintah, peraturan
(hukum) dan demografi, terhadap strategi
pemasaran usaha kecil sektor industri pengolahan.
2.
Menganalisis pengaruh tingkat pertimbangan
manajemen dalam merespon informasi pemasaran
lingkungan mikro meliputi: pemasok, pesaing, publik,
perantara dan pelanggan terhadap strategi
pemasaran usaha kecil sektor industri pengolahan.
Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk :
a. Pengembangan ilmu pengetahuan khususnya
pemasaran usaha kecil.
b. Sebagai bahan informasi tambahan tentang faktorfaktor yang mempengaruhi perkembangan
pemasaran usaha kecil hasil produksi industri
pengolahan .
c. Sebagai bahan umpan balik bagi para pengusaha
industri pengolahan dalam mengembangkan strategi
pemasaran hasil produksi industri mereka.
d. Sebagai bahan masukan bagi lembaga atau instansi
yang terkait dalam mengambil kebijakan untuk
membina/ mengembangkan usaha kecil.
e. Sebagai bahan informasi untuk peneliti selanjutnya,
khususnya tentang manajemen pemasaran usaha
kecil.
Kerangka Pemikiran
Menurut Cravens (2000:31) Marketing strategy
consists of the analysis, strategy development, and
implementation activities in : “ Developing a vision
about the market(s) of interest to the organization,
selecting market target strategies, setting objectives,
and developing, implementing, and managing the
marketing program positioning strategies designed to
meet the value requirements of the customers in
each market target.”
……kerangka pemikiran
Dalam hal informasi pemasaran, banyak para ahli yang
sejalan dengan konsep Kotler (2000:126) yang
menekankan bahwa sistem informasi pemasaran ialah
suatu proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian
data menjadi informasi yang dilakukan secara
sistematik untuk dijadikan masukan dalam
pengambilan pemasaran. Untuk memperoleh informasi
pemasaran, produsen dituntut untuk menganalisis :
lingkungan pemasaran makro (ekonomi, teknologi,
sosial budaya, peraturan/kebijakan pemerintah, politik,
dan demografi) dan lingkungan pemasaran mikro
(pemasok, pesaing, pasar/pelanggan, perantara, dan
publik ). Informasi tentang lingkungan pemasaran
(makro dan mikro) mempunyai ciri cepat berubah
sejalan dengan perkembangan dunia bisnis. Karena itu
produsen yang menginginkan strategi pemasaran yang
terarah dapat mempertimbangkan perubahan faktorfaktor lingkungan pemasaran tersebut.
Makro
Ekonomi
Teknologi
Sosial Budaya
Kebijakan Pemerintah
Peraturan / Hukum
Kependudukan
Mikro
Strategi Pemasaran
Pemasok
Pesaing
Perantara
Pelanggan
Publik
Gambar : Kerangka Pemikiran
Hipotesis
1.
2.
Strategi pemasaran usaha kecil sektor industri
pengolahan dipengaruhi oleh keputusan
manajemen dalam mempertimbangkan informasi
pemasaran lingkungan makro (ekonomi, teknologi,
sosial budaya, kebijakan pemerintah, peraturan dan
kependudukan).
Strategi pemasaran usaha kecil sektor industri
pengolahan dipengaruhi oleh keputusan
manajemen dalam mempertimbangkan informasi
pemasaran lingkungan mikro (pemasok, pesaing,
pedagang perantara, publik dan pelanggan).
Metode Penelitian
Penelitian deskriptif dan penelitian verifikatif.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan
untuk memperoleh deskripsi tentang ciri-ciri variabel
informasi pemasaran, strategi pemasaran dan
penjualan). Penelitian verifikatif merupakan jenis
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
hubungan antar variabel melalui suatu pengujian
hipotesis. Mengingat jenis penelitian terdiri dari
deskriptif dan verifikatif dilaksanakan melalui
pengumpulan data di lapangan, maka metode
penelitian yang digunakan adalah dua metode survey
yaitu :descriptive survey dan explanatory survey.
Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel/
Subvariabel
Konsep
Variabel/ Subvariabel
Informasi Pemasaran
Informasi tentang peluang dan
ancaman lingkungan
pemasaran
Akurasi informasi
Tingkat
ngan
Strategi Pemasaran
Serangkaian rencana
pemasaran yang
komprehensif untuk mencapai
tujuan pemasaran/ sasaran
penjualan mencakup : strategi
pasar-produk dan bauran
pemasaran
Tingkat kesesuaian
rencana
dengan
tujuan
yang
ditetapkan pertahun
Peringkat
kesesuaian
rencana
ordinal
Strategi bauran
produk
Rencana tentang bauran
produk yang ditawarkan ke
pasar sasaran
Kesesuaian bauran
produk dengan
kebutuhan pasar
sasaran
Tingkat
kesesuaian
bauran produk
ordinal
Strategi bauran
harga
Penentuan bauran harga
produk untuk suatu pasar
sasaran
Kesesuaian harga
jual dengan
kemampuan pasar
sasaran
Tingkat
kesesuaian
bauran harga
jual
ordinal
Strategi bauran
distribusi
Pemilihan bauran saluran
distribusi dan bauran
distribusi fisik untuk
melayani pasar sasaran
Kesesuaian bauran
saluran pemasaran
dan distribusi fisik
Tingkat
kesesuaian
bauran saluran
dan distribusi
fisik
ordinal
Strategi bauran
promosi
Penentuan baurn alat
promosi yang digunakan
untuk mencapai pasar
sasaran
Kesesuaian bauran
promosi dengan
karakteristik pasar
sasaran
Tingkat
kesesuaian
bauran promosi
ordinal
Indikator
Ukuran
pertimba-
Skala
ordinal
Metode Penarikan Sampel
Populasi sasaran (unit observasi) dalam penelitian ini
adalah usaha kecil sektor industri pengolahan.
Sedangkan unit analisisnya adalah strategi
pemasaran usaha kecil di sektor industri pengolahan
di Bandarlampung.
Dalam penelitian ini ukuran sampel ditentukan oleh
bentuk uji statistika yang akan digunakan. Uji
statistika yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path
Analysis ) yang dasarnya adalah uji korelasi. Secara
iteratif (perhitungan berulang-ulang) rumus yang
digunakan adalah :
'
1
1
Ln
2 1 2 n - 1
Metode Penarikan Sampel…..
Z Z
n
3
U '
2
1 1
' Ln
2 1 2(n 1)
Keterangan :
n
= ukuran sampel
= koefisien korelasi terkecil yang diharapkan
= taraf kemaknaan ( level of significance )
= kuasa uji ( power of the test )
Zα dan Z diperoleh dari tabel distribusi normal
Untuk ukuran sampel usaha kecil industri pengolahan,
diambil = 0,10; = 0,95 ; dan = 0,30, maka diperoleh ukuran
sampel minimal 116 responden.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kandep
Kopperindag Bandarlampung, jumlah usaha kecil sektor industri
pengolahan yang terdaftar adalah 119 usaha yang terdiri dari 42
industri makanan, 61 industri kayu, 15 industri barang dan
logam, 14 industri kertas dan percetakan, dan 59 industri tekstil
dan pakaian.
Untuk menentukan unit sampel penelitian digunakan
“Stratified Random Sampling “ berdasarkan subsektor industri
pengolahan. Besarnya unit sampel setiap strata ditentukan
secara proporsional berdasarkan banyaknya usaha kecil di
masing-masing
subsektor
industri
pengolahan
di
Bandarlampung, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Ni
ni
n
N
Keterangan :
ni = ukuran sampel strata ke – i
Ni = ukuran populasi strata ke - i
N = ukuran populasi
n = ukuran sampel keseluruhan
Ukuran sampel untuk masing-masing subsektor industri
pengolahan di Bandarlampung dapat dilihat pada Tabel berikut :
No
1
2
Ukuran sampel berdasarkan subsektor industri pengolahan di
Bandarlampung
Jenis Usaha / Komoditas
Subsektor Industri Makanan /
Minuman
Subsektor Industri Kayu
42
116 26
1 191
61
n
116 37
2 191
n
3
Subsektor Industri barang dan
Logam
4
Subsektor Industri Kertas dan
Percetakan
15
n
116 9
3 191
14
n
116 8
4 191
Subsektor Industri Tekstil dan
Pakaian
59
n
116 36
5 191
5
Metode Analisis Data
X1
X2E1
X3
Y
X4
X5
X6
Struktur Hubungan dan Pengaruh Variabel X1,X2, X3, X4, X5, X6 terhadap Y
Keterangan :
X1
X2
X3
X4
X5
X6
E1
adalah faktor ekonomi
adalah faktor teknologi
adalah faktor sosial budaya
adalah faktor kebijakan pemerintah
adalah faktor hukum/ peraturan
adalah faktor kependudukan (demografi)
adalah variabel penyebab lain
X7
E2
X8
X9
Y
X10
X11
Struktur Hubungan dan Pengaruh Variabel X7, X8, X9, X10, X11 terhadap Y
Keterangan :
X7
X8
X9
X10
X11
Y
E2
adalah faktor lingkungan pemasok
adalah faktor lingkungan pesaing
adalah faktor lingkungan pedagang perantara
adalah faktor lingkungan publik
adalah faktor lingkungan pelanggan
adalah strategi pemasaran
adalah variabel penyebab lain
Besarnya pengaruh variabel penyebab terhadap variabel akibat dihitung dengan
rumus, Sitepu (1994 ) :
X 2h
PYjXi bYjXi
Y 2h
Untuk menguji signifikansi pengaruh Xi terhadap Yi digunakan rumus t sebagai berikut :
ti
PYjXi
(1 R 2YjXi )Cij
n k 1
rXiXj Pengaruh variabel penyebab lain ( t ) dihitung dengan rumus sebagai berikut :
PEyj 1 R 2YjXi
Dimana adalah kuadrat korelasi berganda dari variabel akibat ( Yj ) dengan seluruh variabel ( baik
penyebab maupun akibat ) yang mengakibatkannya, korelasi Xi dan Yj dinotasikan dengan ,
besarnya korelasi akan dihitung dengan rumus :
rX X
i
j
n X ih X jh X ih X jh
n X
2
ih
X ih n X 2jh X jh
2
2
Untuk menguji signifikansi korelasi Xi dengan Xj digunakan rumus sebagai berikut :
ti
r XiXj
1 r 2 Xixj
n 2
Keterangan :
PYjXiadalah parameter struktur yang menunjukkan besaran
koefisien jalur antara Xi terhadap Yi.
bYjXi
adalah besaran koefisien regresi Xi terhadap Yi
adalah besaran koefisien pengaruh antara variabel lain (yang tidak
dianalisis) terhadap Yi.
PEyj
R 2YiXi
adalah besaran determinan total Xi terhadap Yi
rXiXj
adalah besaran koefisien korelasi antara Xi dan Xj
ti
adalah nilai t test, mengikuti distribusi t student derajat
bebas n – ke – 1
h
adalah banyaknya variabel penyebab dalam struktur yang sedang diuji
n
adalah ukuran sampel
Cij
i
j
adalah matrik invers pada baris ke- i kolom ke – j
sama dengan 1,2, …..n
sama dengan 1,2, …..n