SBD 10 - Mengenal Teknologi Sistem Informasi Komputer

Download Report

Transcript SBD 10 - Mengenal Teknologi Sistem Informasi Komputer

Administrasi Database
STMIK-AMIK JAYANUSA
PADANG
1
Definisi
 Administrasi Data: Fungsi manajerial
yang bertanggung jawab atas pengelolaan
sumber daya data organisasi secara
keseluruhan, termasuk mengelola standarstandar dan definisi data organisasi.
 Administrasi Database: Fungsi teknis
yang bertanggung jawab atas rancangan
fisik database dan masalah teknis seperti
pengamanan data, kinerja database, dan
backup & recovery.
© MKOM – UBL
2
Fungsi Administrator Data
 Menentukan/merumuskan kebijakan
masalah data, prosedur-prosedur
pengelolaan dan penggunaan data, serta
standar-standar.
 Melakukan perencanaan pengembangan
basis data.
 Menyelesaikan konflik tentang data
(kepemilikan, kewenangan, dsb.)
 Mengelola repositori (kamus) definisi data.
© MKOM – UBL
3
Fungsi Administrator Database
Pemilihan hardware dan software.
Instalasi dan upgrading DBMS.
Optimasi kinerja database.
Maksimasi kinerja pemrosesan query.
Administrasi dan pengawasan
keamanan, kerahasiaan, dan integritas
data.
 Melakukan backup & recovery data.





© MKOM – UBL
4
Daur Hidup Sistem Database
Perencanaan
Database
Analisa
Kebutuhan
Database
Pertumbuhan &
Perubahan
Operasi &
Pemeliharaan
Perancangan
Database
Implementasi
Database
© MKOM – UBL
5
Perencanaan Database
 Penyusunan rencana strategis untuk
pengembangan database yang
mendukung rencana kerja/bisnis
organisasi secara menyeluruh.
 Menghasilkan arsitektur informasi
perusahaan yang mengidentifikasi
elemen-elemen data yang dibutuhkan
dalam aktivitas-aktivitas organisasi.
© MKOM – UBL
6
Analisa Database
 Proses identifikasi dan perumusan
entitas-entitas data yang relevan
bagi perusahaan serta hubungan
diantaranya.
 Juga mengidentifikasi ketentuanketentuan/aturan yang berhubungan
dengan data.
 Hasil dari tahapan ini adalah Model
Data Konseptual - bisanya dalam
bentuk diagram ER.
© MKOM – UBL
7
Perancangan Database
 Bertujuan untuk mengembangkan
rancangan logis database yang dapat
memenuhi kebutuhan organisasi dan
rancangan fisik untuk
mengimplementasikannya.
 Dengan DBMS relasional, hasilnya
adalah relasi-relasi ternormalisasi, dan
definisi data dalam bahasa DBMS yang
digunakan (termasuk indeks-indeks,
dsb.)
8
Perancangan Fisik Database
 Pengembangan rancangan fisik
database
 format-format dan tipe-tipe data.
 penentuan indeks-indeks, dsb.
 Membangun dan menguji-coba prototipe
database.
 Menetapkan dan memberlakukan aturan
pengamanan, kerahasiaan dan akses
data.
 Menetapkan dan memberlakukan aturan
integritas data.
9
Implementasi Database
 Mengisi rancangan database dengan data.
 Memuat data kedalam struktur database.
 Konversi set-set data dari aplikasi-aplikasi
lama agar dapat menggunakan database
baru
 Mungkin membutuhkan program dan alat
bantu untuk melakukan konversi format
data.
 Hasilnya adalah sebuah database lengkap
dengan datanya.
10
Operasi & Pemeliharaan
 Tugas Administrator DB:
 Memonitor kinerja database.
 Menyempurnakan dan merestrukturisasi
database (normalisasi atau
denormalisasi).
 Memberlakukan standar/konvensi dan
prosedur-prosedur.
 Memberikan dukungan teknis bagi
pengguna.
© MKOM – UBL
11
Pertumbuhan & Perubahan
 “Perubahan adalah kenyataan yang tak
terhindarkan …”
 Aplikasi, kebutuhan data, laporan, dsb.
akan selalu berubah sesuai dengan situasi
perusahaan.
 Database dan aplikasinya harus selalu
disesuaikan mengikuti perkembangan
dengan situasi organisasi dan
linkungannya.
 Kinerja database harus senantiasa
dimonitor dan disempurnakan selama
mengalami perubahan.
© MKOM – UBL
12
Optimasi Kinerja Database
 Instalasi DBMS
 Pengaturan parameter-parameter instalasi.
 Penggunaan Memory
 Pengaturan cache level.
 Pemilihan/penentuan background processes.
 Kemacetan Input/Output
 Penggunaan fasilitas disk dengan striping
 Distribusi duplikat file yang sangat sering diakses
 Optimasi (tuning) Aplikasi
 Modifikasi/restrukturisasi perintah SQL dalam
aplikasi-aplikasi.
© MKOM – UBL
13
Pengamanan Database
 Keamanan Database: Melindungi
data terhadap kehilangan, kerusakan,
ataupun penyalahgunaan data, baik
karena insiden maupun kesengajaan.
 Tantangannya semakin berat dengan
adanya akses melalui Internet dan
teknologi client/server.
© MKOM – UBL
14
Sumber-sumber Ancaman
© MKOM – UBL
15
Ancaman Keamanan Data
 Kerusakan/kehilangan data akibat:
 Kesalahan manusia (pengguna,
administrator, dsb.)
 Gangguan software.
 Gangguan hardware.
 Pencurian dan manipulasi ilegal data.
 Kebocoran data, yang melanggar
 Kerahasiaan data pribadi.
 Kerahasiaan data organisasi.
 Gangguan integritas data
 Gangguan ketersediaan layanan (misalnya
karena dibanjiri permintaan akses).
© MKOM – UBL
16
Recovery Database
 Mekanisme untuk memulihkan
database dengan cepat dan akurat
setelah terjadinya kerusakan data.
 Fasilitas pemulihan (recovery):
•
•
•
•
Fasilitas backup
Fasilitas penulisan jurnal (log)
Fasilitas checkpoint
Prosedur pemulihan (recovery)
© MKOM – UBL
17
Fasilitas Backup
 Fasilitas dumping (duplikasi) otomatis
yang menghasilkan kopi dari seluruh
database sebagai backup.
 Membuat backup ke media off-line secara
periodik, misalnya dengan metoda childparent-grandparent:
 7 backup harian, 4 backup mingguan,
12 backup bulanan, dan 1 backup
tahunan.
 Backup disimpan di lokasi lain yang
aman (tahan api, air, pencurian, dst.)
© MKOM – UBL
18
Fasilitas Penulisan Jurnal
Macam-macamnya:
 Catatan audit semua perubahan pada
database (change log).
 Log transaksi: catatan tentang perubahan
data dalam setiap transaksi yang
menggunakan database (transaction log).
© MKOM – UBL
19
Catatan Audit Database
Dari backup dan log,
database dapat
dikembalikan ke status
sebelumnya jika ada
gangguan atau kerusakan
© MKOM – UBL
20
Fasilitas Checkpoint
 Secara periodik dalam quiet state (tidak
sibuk) DBMS memblokir transaksi-transaksi
baru yang masuk.
 Ini digunakan untuk melakukan sinkronisasi
antara database dan log-log transaksi.
 Perubahan database tidak selalu terjadi
bersamaan dengan proses transaksi.
 Posisi database yang telah tersinkronisasi
adalah posisi checkpoint (titik aman).
 Rekaman database saat checkpoint dapat
digunakan sebagai titik recovery yang
efisien.
© MKOM – UBL
21
Fasilitas Keamanan Data
•
•
•
•
View atau sub-skema.
Pengawasan integritas data.
Ketentuan otorisasi.
Prosedur-prosedur pengamanan (dengan
mekanisme trigger).
• Enkripsi data.
• Metoda otentikasi pengguna.
• Backup, penulisan jurnal, dan manajemen
checkpoint.
© MKOM – UBL
22
Aturan Otorisasi Pemakaian
 Umumnya DBMS memiliki fasilitas bagi
administrator untuk menentukan ijin
akses per tabel dengan perintah
GRANT dan REVOKE.
 Beberapa DBMS memungkinkan
otorisasi pada tingkat record atau
bahkan field (umumnya dengan
perintah GRANT dan REVOKE pada
view).
© MKOM – UBL
23
Ketentuan Otorisasi Akses Data
 Otorisasi merupakan bagian dari sistem
manajemen data (DBMS)
 Pembatasan/restriksi:
 Akses ke data
 Operasi-oprasi yang dapat dilakukan oleh
pengguna pada data
 Matriks otorisasi untuk:




Subyek
Obyek
Aksi/operasi
Konstrain
© MKOM – UBL
24
Matriks Otorisasi
Subyek
Obyek
Aksi
© MKOM – UBL
Konstrain
25
Tabel Otorisasi
(a) Tabel otorisasi untuk tiap subyek (user)
Beberapa DBMS
menyediakan fasilitas
penulisan prosedur untuk
kustomisasi proses otorisasi.
(b) Tabel otorisasi untuk suatu obyek (entitas data)
© MKOM – UBL
26
Metoda Otentikasi Pengguna
 Tujuan: untuk mendapatkan identifikasi
positif (terbukti) pengguna
 Password sering tidak efektif:
 Banyak pengguna berbagi password.
 Password sering ditulis (tidak diingat),
memungkinkan kebocoran.
 Program (misal: browser) yang logon secara
otomatis tanpa harus mengetikkan
password.
 Password yang tidak di-enkripsi dapat
disadap dalam perjalanan melalui Internet.
© MKOM – UBL
27
Selesai
Terima Kasih
© MKOM – UBL
28