PTD – Prinsip Teknik
Download
Report
Transcript PTD – Prinsip Teknik
summary
PTD – PRINSIP TEKNIK
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
Definisi
sistem persambungan yang berfungsi
memindahkan gerak dari satu peralatan
kepada peralatan lain dibantu dengan
penghubung
Terdapat 2 macam gigi: Gigi Penggerak dan
Gigi Pengikut
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
persambungan roda gigi secara tak langsung.
antara roda gigi depan dan roda belakang
terdapat rantai yang menghubungkan kedua roda
gigi tersebut. apa bila mengayuhkan pedal akan
membawa gerakan putar pada roda belakang
melalui rantai seperti ditunjukan pada gambar
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
persambungan roda gigi secara langsung.
antara roda gigi besar dan roda kecil langsung
terhubung yang fungsinya memindah
pergerakan dari satu roda gigi ke roda gigi lain
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
persambungan langsung : antara satu roda
gigi dengan roda gigi yang lainnya terhubung
langsung,
sedangkan persambungan tak langsung
:menggunakan rantai penghubung untuk
memindahkan gerak
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
Tenaga VS
Laju
dengan mengatur posisi roda gigi sepeda,
tenaga yang akan dikeluarkan akan lebih
ringan.
Roda gigi penggerak …..
Roda gigi pengikut …..
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
perbedaan sistem persambungan roda gigi
pada sepeda dan pada motor
pada sepeda motor roda penggeraknya selalu
lebih kecil dibanding roda pengikut dan
digerakkan oleh mesin
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
AWAS HATI-HATI !
GUNAKAN PERSENELENG 2
Roda penggerak
Roda pengikut
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
pemercepat/
pemerlambat
(tergantung
ukuran roda
penggeraknya)
Pembalik arah
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
A berlawanan B searah
A searah B berlawanan
mana yang kedua roda pengikutnya berputar
berlawanan dengan roda penggerak ?
SISTEM PERSAMBUNGAN GERAK
Gears are generally used for one of four
different reasons:
To reverse the direction of rotation
To increase or decrease the speed of rotation
To move rotational motion to a different axis
To keep the rotation of two axes synchronized
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
In the case above, the purple gear turns at
a rate twice that of the blue gear. The green
gear turns at twice the rate of the purple
gear. The red gear turns at twice the rate as
the green gear. The gear train shown next
slide has a higher gear ratio:
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
In this train, the smaller gears
are one-fifth the size of the
larger gears. That means that if
you connect the purple gear to
a motor spinning at 100
revolutions per minute (rpm),
the green gear will turn at a
rate of 500 rpm and the red
gear will turn at a rate of 2,500
rpm. In the same way, you
could attach a 2,500-rpm
motor to the red gear to get
100 rpm on the purple gear.
Increasing
speed
Reducing
speed
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
TORQUE / TORSI
Torsi adalah gaya tekan putar pada bagian yang
berotasi. Sepeda motor digerakkan oleh torsi yang
dihasilkan kruk as. Torsi dapat dihitung melalui
rumus
T = Gaya x Jarak
Jika gaya F (kg) dikerjakan untuk memutar benda
sepanjang r (m) , untuk mengencangkan baut
misalnya, maka torsi yang digunakan adalah F.r
(Kg m)
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
TORQUE / TORSI
Konsep torsi dalam fisika, juga disebut
momen. Gaya yang bekerja pada lever,
dikalikan dengan jarak dari titik tengah
lever, adalah torsi. Contohnya, gaya dari
tiga newton bekerja sepanjang dua
meter dari titik tengah mengeluarkan
torsi yang sama dengan satu newton
bekerja sepanjang enam meter dari titik
tengah.
T
=rxF
di mana
r adalah vektor dari axis putaran ke titik
di mana gaya bekerja
F adalah vektor gaya.
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
TORSI and SPEED dalam mesin
Panjang langkah piston adalah dua kali jarak
pusat crankshaft ke big end (crank pin), Ledakan
menghasilkan gaya tekan piston untuk mendorong
piston kebawah hingga kemudian memutar kruk
as. Oleh karenanya Torsi pada mesin akan
berubah sesuai dengan besarnya gaya yang
dihasilkan (F) selama jarak tetap. Besaran gaya F
akan berubah sesuai kecepatan mesin, ini berarti
dipengaruhi oleh efisiensi pembakaran, hal ini
turut merubah besaran Torsi.
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
TORSI and SPEED dalam mesin
Kenyataannya kinerja mesin pun memiliki titik
jenuh, pada kecepatan spesifik, torsi
memuncak (Torsi Maximum). Tapi kenanikan
kecepatan mesin selanjutnya tidak akan
menaikkan torsi.
Ketika motor bekerja pada putaran Torsi
maksimum maka gaya gerak roda belakang
juga berputar maksimum.
PRINSIP KERJA PERALATAN
TEKNIK DAN PNEUMATIK
T/L
L
TL
C/TL
C/L
C/L
C/L
L
PENGUNGKIT
PENGUNGKIT
Pengungkit terdiri dari tiga bagian,yaitu:
Titik Tumpu disebut juga dengan titik fulkrum,
yaitu titik tempat batang ditumpu atau diputar.
Titik Beban yaitu bekerjanya beban.
Titik Kuasa yaitu bekerjanya gaya
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Pengungkit Jenis Pertama
Pengungkit jenis pertama yaitu letak titik tumpu
berada diantara beban dan kuasa.
Salah satu contoh dari jenis pertama ini adalah
jungkat-jungkit.
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Bagaimana jika …..
Kamu
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Oleh sebab itu, letak jarak titik kuasa, titik
tumpu dan titik bebannya harus disesuaikan.
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
In a Type 1 Lever, the pivot (fulcrum) is between the effort and the
load. In an off-center type one lever (like a pliers), the load is larger
than the effort, but is moved through a smaller distance.
Item
Number of
Class 1 Levers
Used
see-saw
a single class 1
lever
hammer's
claws
a single class 1
lever
scissors
2 class 1 levers
pliers
2 class 1 levers
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Pengungkit Jenis Kedua
Pengungkit jenis kedua yaitu letak titik bebannya
berada diantara titik tumpu dan titik kuasa. Salah
satu contoh dari jenis kedua ini adalah gerobak
dorong satu roda yang digunakan pada bangunan.
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Bagaimana jika …..
Pada waktu kamu
mengangkat batu bata
dengan menggunakan
gerobak dorong satu
roda, kamu pasti
merasa berat jika
gagang pendorongnya
terlalu pendek. Itu
dikarenakan jarak titik
kuasa dan titik beban
terlalu dekat.
Kamu
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Bagaimana jika …..
Jika gagang
pegangannya panjang,
kamu pasti akan
merasa ringan
mengangkut batu. Itu
dikarenakan jarak titik
kuasa dan titik beban
terletak sangat jauh.
Tetapi jika terlalu terlalu
jauh juga dapat
menyulitkan dalam
penggunaannya.
Kamu
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Oleh sebab itu, disesuaikan jarak antara titik
kuasa, beban dan tumpu di letakkan.
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
In a Type 2 Lever, the load is between the pivot (fulcrum) and
the effort.
Item
Number of Class 2
Levers Used
stapler
a single class 2
lever
bottle opener
a single class 2
lever
wheelbarrow
a single class 2
lever
nail clippers
Two class 2 levers
nut cracker
Two class 2 levers
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Pengungkit Jenis Ketiga
Pengungkit jenis ketiga yaitu letak titik kuasa berada
diantara titik tumpu dan titik beban.
Salah satu contoh dari jenis tiga ini adalah orang yang
sedang mengangkat pasir dengan menggunakan sekop.
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Bagaimana jika …..
Pada waktu kamu
mengangkat pasir dengan
menggunakan skop dengan
gagang pegangan yang
pendek, kamu pasti
merasa ringan dan kamu
akan mengeluarkan tenaga
yang lebih kecil. Karena
pada gagang sekop yang
pendek, jarak titik tumpu
dan titik kuasa terlalu
dekat.
Kamu
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Bagaimana jika …..
Berbeda dengan sekop
yang memiliki gagang yang
panjang. Kamu akan
merasa berat dan tenaga
yang kamu keluarkan juga
besar. Hal ini dikarenakan
pada gagang sekop yang
panjang, jarak titik tumpu
dan titik kuasa terletak
jauh. Tetapi jika terlalu
panjang juga dapat
menyulitkan dalam
penggunaannya.
Kamu
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
Oleh sebab itu, disesuaikan jarak antara titik
tumpu, kuasa dan beban diletakkan.
PENGUNGKIT – JENIS-JENISNYA
In a Type 3 Lever, the effort is between the pivot (fulcrum)
and the load.
Item
Number of Class 3
Levers Used
fishing rod
a single class 3
lever
tweezers
Two class 3 levers
tongs
Two class 3 levers
?
Terima kasih