SPM - 352 - HOME Ship Study

Download Report

Transcript SPM - 352 - HOME Ship Study

CONTAINER
CONTAINER SHIP PROCEDURES
PROSEDUR KAPAL KONTAINER
1
DAFTAR ISI
Section 1
Section 2
Section 3
Section 4
Section 5
Section 6
Section 7
- General
- Standard Operating Procedures
- Dangerous Goods
- Refrigerated Cargo
- Awkward and Break Bulk Cargo
- Container Securing
- Machinery and Fittings
2
Section 1- General
1.01
1.02
1.03
1.04
Introduction
Standard Operating Procedures
Principal’s Instruction
Officer in Charge
3
1.01 - Introduction
• Prosedur ini digunakan untuk kapal yang di
design khusus mengangkut Container Cargo
• Dan merupakan Supplement dari “General
Cargo Procedures”. Bila ada conflict antara
persyaratan manual ini dengan General Cargo
Procedures, maka persyaratan manual ini lebih
diutamakan.
4
1.02 - Operational safety
• Manual ini merupakan bagian tak terpisahkan dari :
– The ship’s “Cargo Securing Manual”
– IMO Publication “International Convention for
Save Containers”
5
1.03 - Principal’s Instructions
• Principals diartikan sebagai Owner, Charterer atau
Shipper / Pengirim Cargo.
• Kadang kala Principle mengeluarkan Instruksi ke
Kapal untuk membawa Container Cargo umumnya
dan beberapa Refrigerated Cargo. Bila timbul conflict
antara intruksi tsb dengan Standard Prosedur
Perusahaan atau dalam manual ini, maka Master harus
segera melaporkannya ke perusahaan.
6
1.04 - Officer in Charge
• Officer in Charge adalah Chief Officer
• Yang bertanggung jawab kepada Master untuk
seluruh operasi yang meliputi
– Operasi Cargo
– Operasi Ballast
– Operasi pendukung lainnya
7
Section 2 - Standard Operating Procedures
2.01
2.02
2.03
2.04
2.05
2.06
2.07
2.08
General
Prior to Arrival
At the Berth
Prior to Departure
On Passage
Storing
Cargo Security
Hold Cleaning
8
2.01 - General / Umum
• Prosedur ini secara umum meliputi kegiatan
Loading, Carriage dan Discharge Container
Cargo dan harus disesuaikan dengan indivual
kapal serta daerah pelayarannya.
9
2.02 - Prior to Arrival / Sebelum Tiba
C/O harus:
1. Menyiapkan Discharge Plan yang menujukkan jumlah
containers yang akan dibongkar di port dan jika perlu
termasuk detil isinya tentang Reefer / Dangerous goods
dan Awkward/Break muatan curah.
2. Menghitung kondisi kapal pada saat setelah selesai
muat dengan Cargo Loading Computer (bila ada).
10
2.03 - At the Berth / Dipelabuhan
• C/O harus :
– Berhubungan dengan Terminal Supervisor untuk persetujuan Discharge
Plan setelah melakukan penyesuaian sesuai dengan perubahan detil
tujuan yang dibuat oleh Central Planner. Copy perencanaan yang telah
disetujui harus diberikan kepada Duty Deck Officer.
– Memperoleh preliminary loading plan dari Supervisor Terminal
termasuk dangerous cargoes dan muatan curah
– Check loading plan dan kemudian memasukkan ke Loading Computer
untuk verify stability dan stress. Dan juga persiapan ballast yang
diperlukan.
• Duty Officer harus menjamin bahwa pembongkaran dan
pemuatan dilakukan sesuai dengan loading plan.
11
2.04 - Prior Departure / Sebelum Keberangkatan
• C/O harus memperoleh final stowage plan dari Supervisor
Teminal, mencatat segala perubahan dan mengecek di loading
computer tentang stability dan stress kapal. Dan melaporkan
kondisi tersebut kepada Master sebelum kapal berangkat.
• Master harus selalu ingat bahwa berat muatan yang disajikan
oler Supervisor Terminal di beberapa pelabuhan tidak tepat.
Sehingga bila perhitungan stabilitas dan stress kapal yang
dilakukan sebelum, pada saat dan setelah selesai muat
menghasilkan angka yang mendekati kritis maka pemuatan di
atas dek akan menjadi permasalahan.
• Bila Master yakin bahwa stabilitas kapal tidak mencukupi, maka
kapal tidak boleh dilayarkan dan segera melapor ke perusahaan.
12
2.05 - Selama Pelayaran
• Paling lama setiap 2 hari, C/O harus selalu meng-update
Loading Computer dengan kondisi terakhir tangki dan menjamin
bahwa stability dan stress kapal selalu dalam keadaan baik.
13
2.06 - Storing
• Jika akan melakukan storing dengan menggunakan alat angkat
kapal, maka harus dilakukan persetujuan dengan Supervisor
Terminal. Selama operasi storing, harus selalu dijaga agar tidak
terjadi kontak antara alat angkut kapal dengan gantry darat. Dan
C/O harus menyaksikan operasi storing tersebut.
14
2.07 - Cargo Security
• Personil kapal harus selalu manjaga terhadap pencurian muatan.
• Jika container seal hilang atau terbuka selama operasi pemuatan,
harus segera dilaporkan kepada Supervisor Terminal untuk
dilakukan penggantian seal. Dan dicatat di dalam Dek Log
Book.
• Jika container seal hilang atau terbuka pada saat di kapal, agar
segera melapor kepada Master. Dan Master memberikan
instruksi kepada C/O agar melakukan penggantian. Dan dicatat
di dalam Dek Log Book. Dan juga segera melapor kepada
Pemilik atau Charterer
– Setiap kapal harus membawa seal cadangan dan disimpan dengan baik.
15
2.08 - Hold Cleaning / Kebersihan Ruang Muat
• Sampah stevedor, patahan alat pengunci dll tidak boleh
dikumpulkan di atas tank top yang dapat menyebabkan
macetnya isapan bilga.
• Tank top harus selalu dibersihkan, paling lama selama 3 bulan.
• Pekerjaan ini agar dilakukan berbarengan dengan pekerjaan
testing lainnya.
16
Section 3 - Dangerous Good / Barang Berbahaya
3.01
3.02
3.03
3.04
General
Pemuatan Barang Berbahaya / Dangerous Good
Hazard Labels / Label Bahaya
Hazardous Material Training
17
3.01 - General / Umum
• Muatan berbahaya harus dibawa sesuai dengan International
Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code
• Bila menerima manifest Muatan Berbahaya dari Supervisor
Terminal, maka C/O harus mengetahui property dari muatan dan
cara penanganannya dan dicheck di IMDG Code. Harus di check
pula di fitness certificate kapal tentang lokasi pemuatan.
18
3.02 - Pemuatan Barang Berbahaya
Pada saat pemuatan Duty Deck Officer harus menjamin bahwa :
1. Container dalam keadaan baik tanpa kerusakan atau cacat.
2. Hazard label ditempelkan di 4 sisi
3. Container seal terkunci dengan baik
4. Container ditempatkan sesuai dengan perencanaan.
19
3.03 - Hazard Label / Label Bahaya
1. Sebelum tiba di pelabuhan, Container Dangerous Cargo harus
dicheck untuk menjamin bahwa hazard label masih terpampang
dengan baik.
2. Setap harus membawa spare hazard label yang akan digunakan
untuk mengganti label yang rusak.
3. Stok hazard label agar diminta langsung ke owner atau charterer.
20
3.04 - Hazardous Material Training
1. Master dan semua Deck Officers harus familiar dengan prosedur
pemuatan Barang Berbahaya dan diberikan “Hazardous Material
Training Certificates”
2. Certificate harus diterbitkan kepada Officer yang telah
mendapatkan pelatihan dan belajar tentang IMDG Code.
3. Cara pembuatan agar mengacu kepada Company Forms
21
Section 4 - Refrigerated Cargo / Muatan Dingin
4.01
4.02
4.03
4.04
4.05
4.06
4.07
General / Umum
Tanggungjawab
Reefer Stowage Arrangement
Pemuatan Reefer Container
Completion Records
Reefer Repair
Reefer Manual and Spares
22
4.01 - General / Umum
• Agar selalu diingat bahwa reefer container selalu memuat barang
yang bernilai tinggi.
23
4.02 - Tanggungjawab
• Membawa refer container membutuhkan kerja sama antara Deck
dan Engine Department.
• C/O bertanggung jawab terhadap pemuatan/pembongkaran refer
container.
• C/E bertanggung jawab terhadap perawatan selama pelayaran.
– C/E boleh mendelegasikan monitoring rutin kepada officer lainnya
dengan catatan bahwa setiap ada kerusakan harus segera dilaporkan
kepada C/E.
24
4.03 - Refer Stowage Arrangement
• C/O harus menyiapkan arrangement pemuatan reefer dari
builder plan yang menyangkut lokasi reefer dan voltase
socketnya setiap bay-nya. Copy dari plan tersebut harus
disiapkan untuk Terminal Supervisor dan Duty Deck Officer.
25
4.04 - Pemuatan Reefer Container
• Setibanya di pelabuhan, C/O harus segera mendapatkan daftar
reefer yang akan dimuat (jumlah, lokasi, commodity,
temperature) dari Terminal Supervisior.
• Setiap reefer yang dimuat harus dicheck :
– sealnya
– socketnay telah dipasang dan mesinnya berjalan dengan baik
– Ventilasi dan temperaturenya sesuaide dengan informasi dari Terminal
Supervisior. Jika ada perbedaan agar segera diklarifikasi dengan
Supervisor Terminal.
– Jika ditemukan terdapat mesin reefer yang rusak maka agar segera
dilaporkan kepada C/E dan C/E agar konsultasi dengan Terminal
Supervisor untuk perbaikan.
• Sebelum berlayar, C/O harus menerima reefer manifest dari
Supervisor Terminal sesuai dengan reefer list.
26
4.05 - Completion Record
• C/O harus mengisi Inspection Records of Temperature
Controlled Container at Loading
– Bila refer diketemukan “Hot Loaded” atau “ Out of Range) padahal mesin
refer berfungsi, maka agar OP51 ditandatangi juga oleh shipper
representative.
• Setiap pagi dan siang Reefer harus dimonitor dan dicatat di
“Daily Monitoring Record of Temperature Controlled
Containers”
• Cara pengisian agar mengacu pada Company Forms.
• Jika charterer/shipper menyediakan form serupa maka agar
menggunakan form dari charterer/shipper
27
4.06 - Perbaikan Reefer
• Short voyage -----> tidak perlu membawa spare atau melakukan
perbaikan refer
• Long voyage------>kapal harus membawa spare dan C/E
melakukan perbaikan seperlunya.
– Bila dilakukan perbaikan terhadap kerusakan reefer diatas kapal, maka
segala aktivitas agar dicatat dalam form yang diterbitkan oleh charterer.
– Bila kerusakan tidak dapat diperbaiki dengan cepat dan menyebabkan
muatan rusak, atau perbaikan hanya dapat dilakukan dari darat saja, maka
Master harus membuat Reefer Failure Report dan dikirimkan ke charterer.
• Container No, commodity, stowage location, port of loading & discharge, set
temperature, present temperature, sifat kerusakannya, dan tindakan yang telah
dilakukan oleh crew kapal.
– Kapal menyimpan satu kembar copy laporan untuk file.
28
4.07 - Reefer Manual dan Spare
• Jika C/E bertanggung jawab terhadap perbaikan refeer, maka ia
harus mempunyai Maker Maintenance Manual untuk setiap
reefer yang ada di atas kapal. Master agar minta kepada charterer
untuk buku tersebut.
• C/E harus menjamin terdapat spare part / gas yang cukup tersedia
di aatas kapal. Dan melaporkan ke Master bila membutuhkan
spare / gas.
29
Section 5 - Akward and Break Bulk Cargo
5.01
5.02
5.03
Sebelum Muat
Penanganan Akward Cargo
Selama Pelayaran
30
5.01 - Sebelum Muat
• Terminal Supervisor harus memberikan list akward cargo kepada
C/O. Daftar tersebut menyangkut ukuran dan beratnya.
• Sebelum menerima akward cargo, C/O harus menjamin bahwa
flat rack unti telah disiapkan untuk flooring dibawah muatan.
• Sebelum menerima muatan untuk Under Deck Stowage, C/O
harus menjamin bahwa ukuran “over weight” dan “overheight”
tidak melebihi maximum permissible cargo hold. Dan juga total
berat muatan dan flat rack tidak akan melebihi maximum
permissible tank top stack weight.
• Sebelum muat cargo On Deck Stowage, C/O harus menjamin
bahwa cargo digantung disisi kapal dan total berat muatan dan
flat rack melebihi permissible hatch cover stack weight.
31
5.02 - Penanganan Akward Cargo
• C/O dan Officer Jaga harus hadir pada saat pembongkaran dan
pemuatan akward cargo untuk menjamin prosedur pemuatan
dilakukan dengan benar.
• Stevedore bertangung jawab terhadap kerusakan muatan pada
saat operasi mautan. Bila hal itu terjadi, maka agar segera
membuat Stevedore Damage Report dan dikirimkan kepada
charterer.
• C/O dan Officer Jagaharus menjamin bahwa akward cargo dibuat
sesuai dengan perencanaan.
• Lashing terhadap akward cargo harus sesuai dengan C/O. Namun
bila Cargo Surveyor ditunjuk untuk menangani lashing maka
C/O melakukan inspeksi bila pelashingan telah selesai
dilaksanakan.
32
5.03 - Selama Pelayaran
• Lashing akward dan bulk cargo harus dicheck oleh C/O setiap
hari selama pelayaran. Check tambahan harus dilakukan bila
terdapat cuaca buruk. Hasil pengecekan dicatat dalam Deck Log
Book.
33
Section 6 - Container Securing
6.01
6.02
6.03
6.04
6.05
6.06
General
Securing Procedures
Selama Pelayaran
Perawatan Lashing Material
Perbaikan Lashing Material
Precautions / Pencegahan
34
6.01 - Unum
• Securing container harus sesuai dengan Cargi Securing Manual.
35
6.02 - Securing Procedures
• Securing Plan harus terpampang di ship office. Copynya agar
disiapkan untuk digunakan oleh Officer Jaga atau Foreman.
• Officer Jaga harus mengecheck lashing arrangment dan container
telah dilashing dengan benar.
• Sebelum operasi muatan selesai, Officer Jaga harus menjamin
bahwa semua twist lock dan lashing lainnya telahdikembalikan
ke kapal dari darat.
36
6.03 - Selama Pelayaran
• Pada saat akan berlayar, semua lashing yang tidak digunakan
agar disimpan dengan baik.
• Container lashing harus dicheck dan dikuatkan setiap hari.
Tambahan check dilakukan bila terjadi cuaca buruk. Hasil
pengecekan agar dicatat di Deck Log Book.
37
6.04 - Perawatan Lashing Material
• Lashing Material harus dirawat secara rutin dan dicatat dalam
Monthly Maintenance Report TD -02
• Daftar inventaris lashuing material agar dicatat dan dilaporkan
setiap March, June, Sept dan December menggunakan form
perusahaan atay form dari charterer.
38
6.05 - Perbaikan Lashing Material
• C/O bertanggungjawab bahwa kapal dilengkapi dengan fitting
yang cukup untuk pemuatan dan kondisinya selalu baik.
• Fitting yang rusak agar segera disingkirkan dari penggunaan dan
disimpan ditenpat terpisah.
• Bila ada memungkinan agar fitting diperbaiki oleh crew kapal.
Umumnya perbaikan fitting tidak dpaat dilakukan bagi kapal
yang mempunyai short voyage.
• Owner/charter bertanggung jawab untuk mensupply fitting
secukupnya ke kapal.
39
6.06 - Precaution / Pencegahan
• Lashing material harganya sangat mahal, sehingga personnil
kapal harus menjaga terhadap pencurian.
• Fitting dapat dengan mudah ruask dan tidak aman untuk
digunakan karena kecerobohan stevedores dengan cara
menjatuhkan twist lock dari ketinggian. Jika terjadi maka agar
menegur stevedore dan bila terjadi kerusakan agar mencatatnya
di dalam Stevedore Damage Report (OP 033)
• Jika terdapat lashing asing agar disingkirkan dan tidak
digunakan.
• Lashing turnbuckles agar tidak digunakan berlebihan dan paling
tidak 50mm masih tersisas dispindle turnbuckle body.
40
Section 7 - Machinery dan Fittings
7.01
7.02
7.03
7.04
Reefer Container
Auto Heeling System
Cell Guides
Hatch Cover Fittings
41
7.01 - Reefer Connection
• Semua reefer socket, plug, kable harus selalu dijaga agar
berfungsi dengan baik, dan stock cukup ada di atas kapal.
• Reefer socket box agar dirawat selalu dalam keadaan baik untuk
mencegah gangguan dari luar.
42
7.01 - Auto Heeling System
• Jika system tersebut terpasang di kapal, maka agar selalu dirawat
supaya berfungsi dengan baik dan digunakan pada saat operasi
muatan.
• Tangki-tangki dan systemnya harus dicheck kondisinya sesuai
dengan prosedur
43
7.03 - Cell Guide
• Cell guide harus selalu dicheck secara rutin oleh Duty Deck
Officer pada saat operasi muatan.
• Bila ditemukan kertusakan yang berat agar segera dilaporka
kepada C/O dan perusahaan untuk dilakukan perbaikan
secepatnya.
44
7.04 - Hatch Cover Fittings
• Semua lashing points, dudukan twist lock dan hatch lid lifting
socket agar selalu dicheck oleh Duty Deck Officer dan C/O pada
saat operasi muatan sebagai bagian dari pengecekan hatch cover.
• Fittings yang rusak tidak boleh dipakai sampai telah dilakukan
perbaikan.
• C/O harus menjamin bahwa hatch cover telah diberi tanda
tentang nomor hatch, bobotnya, nomor bay dan titik socket,
dudukan twist lock dan lashing point-nya.
45