Penggunaan Kompos
Download
Report
Transcript Penggunaan Kompos
Oleh :
Amin Nugroho
Sistem pertanian terpadu yang dilaksanakan
dengan prinsip :
1. Pemuliaan bibit secara bertahap (evolutip)
2. Penggunaan kompos untuk konservasi lahan
3. Pengurangan penggunaan pupuk anorganik
4. Penggunaan pupuk daun untuk produktivitas
5. Pengendalian hama berwawasan lingkungan
6. Pemberdayaan petani
1. pH tanah asam akibat kelebihan urea yg tdk terserap
2. Tanah menjadi liat (kedap air) akibat kelebihan TSP
yang membentuk ikatan kompleks dengan tanah liat
3. Perkembangan gulma air yang berlebihan
4. Bakteri dan mikroba penyubur tanah mati
5. Residu pestisida yang tinggi
Phomadelab bersumber dari minyak nabati, merupakan bahan
yang mengandung vitamin E (, Tocopherol Methyl Phosphoric
dan , Caroteen Methyl Phosphoric) yang berfungsi untuk
pemuliaan bibit melalui :
1. Rekonstruksi genetik (penyusun kromosom)
2. Mengadaptasi tanaman dengan lingkungannya
1.
2.
3.
4.
5.
Menyediakan unsur makro hara
Memperbaiki struktur tanah (tanah menjadi porous)
Udara dapat terserap tanah dengan baik
Fiksasi nitrogen dapat bekerja dengan baik
Mempercepat pertukaran ion tanah & tanaman
Peningkatan produksi melalui :
1. Menyediakan unsur mikro hara
2. Perbaikan proses pembungaan
3. Perbaikan proses pembuahan
1. Mempercepat pembuatan kompos
yang diperkaya
2. Menggemburkan tanah
3. Menghidupkan mikroba tanah
4. Mengembalikan unsur hara phosphat dan
kalium yang ada dalam tanah
Demplob merupakan pestisida sistemik alifatis yang
mudah terurai dengan adanya sinar ultraviolet yang
berfungsi insektisida dan fungisida. Setelah terurai
akan menjadi pupuk, sehingga tidak meninggalkan
residu pestisida
PENCEGAHAN PENURUNAN
KESUBURAN TANAH, HAMA, &
KEANEKARAGAMAN HAYATI
PELATIHAN DAN DEMONSTRATION
PLOTTING (DEMPLOT)
PERTANIAN YG RAMAH LINGKUNGAN,
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN
PENDAPATAN PETANI
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK
HASIL DAUR ULANG
PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK
SECARA TERBATAS
PROSES BUDIDAYA PERTANIAN YG SEIMBANG
DENGAN LINGKUNGAN, SEHINGGA TERJADI
KESINAMBUNGAN
Konservasi Tanah &
Keanekaragaman Hayati :
Penggunaan Kompos &
Mikroba, Pengurangan
Pupuk Anorganik &
Pengembangan Varietas
Tanaman dgn Rekonstruksi
Genetik
Pengendalian Hama
Berwawasan Lingkungan :
Penggunaan Pestisida Alifatis
Yang Ramah Lingkungan
karena mudah terdegradasi
KONSEP / PRINSIP SPOR
Daur Ulang Limbah :
Daur Ulang Limbah Agro
Melalui Pertanian Terpadu
(Pertanian dan Peternakan)
Yg Menghasilkan Kompos
dan Pakan
Pemberdayaan dan
Peningkatan Pendapatan
Petani :
Peningkatan SDM melalui
Pelatihan dan Demplot
sehingga dapat Meningkatkan
Pendapatan Petani
Penggunaan N-P-K Bacter
(NOPKOR) :
Nitrogen Fixation Phosphate
And Kalium Microorganism
Recovery (NOPKOR)
Penggunaan Kompos :
Tanah menjadi porous
kembali, sehingga fiksasi
nitogen dapat bekerja dgn
baik
KONSERVASI TANAH
Pengembangan kembali
Cacing dan Mikroba
Tanah :
Tanah akan gembur kembali,
sehingga fiksasi nitrogen
dapat bekerja dengan baik
Pengembalian Fungsi Tanah
: Upaya pengelolaan tanah
melalui upaya pengurangan
pupuk anorganik, penanganan
residu pupuk anorganik dan
pestisida siklis yang tidak ramah
lingkungan
Pencegahan Kemusnahan
Keanekaragaman Hayati
Pengembangan Varietas
Keanekaragaman Hayati
KONSERVASI KEANEKARAGAMAN
HAYATI
, Tocopherol Methyl Phosphoric dan
, Caroteen Methyl Phosphoric
Penggunaan Pestisida Alifatis
(rantai terbuka) yg mudah
terdegradasi) & ramah
lingkungan
Pemotongan rantai siklus
pertumbuhan hama menjadi
sumber protein hewani
PENGENDALIAN HAMA BERWAWASAN
LINGKUNGAN
Limbah Pertanian diolah
menjadi kompos
Kotoran Hewan diolah
menjadi kompos
DAUR ULANG LIMBAH SISTEM AGRO
Limbah Organik Rumah
Makan diolah menjadi
kompos
Limbah Organik Rumah
Makan diolah menjadi pakan
Bebas memilih
komoditas yang layak
iMengurangi
Ketergantungan Sarana
Produksi Anorganik
PEMBERDAYAAN & PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI
Penggunaan S P O R
Penyuluhan, Bimbingan,
Pelatihan melalui Demplot
Penggunaan
Cara Pemakaian Produk
Jenis Produk/Harga
Mikroba NOPKOR (pdt)
Rp.350.000/ons
Pembuat kompos,
penggembur tanah,
menghidupkan bakteri
tanah
Ditebar dalam pembuatan kompos atau ditebar
dalam tanah pada usia tanam dalam bentuk
NOPKOR Aplikasi (biakan cair)
Lipotril padat Rp.50.000/kg
Perbaikan proses
pembungaan dan
pembuahan
Diencerkan (600-900 kali), dosis 0,4 kg - 0,8
kg/ha. Untuk tanaman semusim 2 minggu
sekali, tanaman keras 1 bulan sekali. Alat
semprot menggunakan sprayer, dikenakan daun,
dan dilakukan pada pagi hari.
Phomadelab (cair)
Rp.200.000/liter bahan
mengandung vitamin E
(, Tocopherol dan ,
Caroteen Methyl
Phosphoric)
Rekonstruksi genetik
(penyusun kromosom)
dan mengadaptasi
tanaman dengan
lingkungannya
Diencerkan (500 - 1000 kali) Disemprotkan
pada pagi hari ke media daun dengan dosis 0,3
l/ha untuk tanaman semusim tiap bulan 3 kali,
untuk tanaman keras 1 tahun 5 kali.
DEMPLOP 50 (cair)
Rp.100.000/liter
Insektisida dan
fungisida
Ditebar pada sore hari dengan media pasir. Bila
ada gejala penyerangan hama, maka diberikan
dalam bentuk tebar dan semprot.
Jenis Bahan
Umur Tanaman, Dosis/Ha
Total
Minggu ke
0
2
4
6
8
10
Lipotril
-
0,5 kg
0,5 kg
0,5 kg
0,75kg
0,75kg
-
3,0 kg
Phomadelab
-
100 cc
125 cc
125 cc
150 cc
-
-
0,5 liter
25 ltr
-
-
-
-
-
-
25 liter
-
200 cc
500 cc
600 cc
600 cc
600 cc
-
2,5 liter
NOPKOR
Demplop 50
12
Kompos
5 m3
-
-
-
-
-
-
5 m3
Abu
1,5 m3
-
-
-
-
-
-
1,5 m3
Belerang
10 kg
-
-
-
-
-
-
10 kg
100 kg
-
-
-
-
-
100 kg
Urea
-
Umur Tanaman, Dosis/Ha
Total
Jenis Bahan
Minggu ke
0
2
4
6
8
10
12
Urea
-
300 kg
150 kg
-
-
-
-
450 kg
SP-36 / TSP
-
100 kg
50 kg
-
-
-
-
150 kg
Pestisida
-
0,1 ltr
0,4 ltr
0,3 ltr
0,35ltr
0,35ltr
-
1,5 liter
Jenis Bahan
Umur Tanaman, Dosis/Ha
Total
Minggu ke
0
2
4
6
8
10
12
Lipotril
-
0,5 kg
0,5 kg
0,5 kg
0,75kg
0,75kg
-
3 kg
Demplop 50
-
0,1 ltr
0,4 ltr
0,3 ltr
0,35ltr
0,35ltr
-
3 liter
Urea
-
50 kg
-
-
-
-
-
50 kg
Jenis Bahan
Umur Tanaman, Dosis/Ha
Total
Minggu ke
0
2
4
6
8
10
12
Pupuk daun
-
0,4 kg
0,50kg
0,60kg
0,70kg
0,80kg
-
3 kg
Pestisida
-
0,1 ltr
0,4 ltr
0,3 ltr
0,35ltr
0,35ltr
-
1,5 liter
Urea
-
50 kg
-
-
-
-
-
50 kg
Jenis Sarana Produksi
Padi - 1
1. Urea
2. SP-36 / TSP
3. Pestisida
Padi - 2
1. Urea
2. SP-36 / TSP
3. Pestisida
Kacang Ijo
1.Pestisida
2.Pupuk daun
3.Urea
Bibit
Tenaga kerja
-Garu – Ngluku
-Tanam
-Ndaud
- Panen
Iuran air
Total Biaya 1 tahun
Hasil
-Padi-1 (6,5 ton gbh)
-Padi–2 (4,5 ton gbh)
-Kacang Ijo (1,3 ton)
Total Hasil
Keuntungan
Penggunaan Bahan/Ha/Tahun
450 kg
150 kg
1,5 liter
450 kg
150 kg
1,5 liter
3 liter
1,5 kg
50 kg
Biaya
450 x Rp. 1.500 = Rp. 675.000,150 x Rp. 2.250 = Rp. 375.000,1,5 x Rp. 160.000 = Rp. 240.000,Rp. 1.240.000,450 x Rp. 1.500 = Rp. 675.000,150 x Rp. 2.250 = Rp. 375.000,1,5 x Rp. 160.000 = Rp. 240.000,Rp. 1.240.000,3 x Rp. 160.000 = Rp. 480.000,1,5 x Rp. 50.000 = Rp. 75.000,50 x Rp. 1.500 = Rp. 75.000,Rp. 630.000,Rp. 520.000,Rp. 1.600.000,Rp. 1.800.000,Rp. 400.000,Rp. 2.000.000,Rp. 600.000,Rp. 10.030.000,6.5xRp.2.000.000 = Rp. 13.000.000,4,5xRp.2.500.000 = Rp. 11.250.000,1,3xRp. 6.000.000 = Rp. 7.800.000,Rp. 32.050.000,Rp. 22.020.000,-
Jenis Sarana Produksi
Padi - 1
1. Lipotril
2. NOPKOR Aplikasi
3. Phomadelab
4. Demplop 50
5. Abu
6. Belerang
7. Kompos
8. Urea
Padi - 2
1. Lipotril
2. NOPKOR Aplikasi
3. Phomadelab
4. Demplop 50
5. Belerang
6. Urea
Kacang Ijo
1. Lipotril
2. Demplop 50
3. Urea
Bibit
Tenaga kerja
- Garu – Ngluku
- Tanam
- Ndaud
- Panen
Iuran air
Total Biaya 1 tahun
Hasil
- Padi-1 ( 9 ton gbh)
- Padi–2 (7 ton gbh)
- Kacang Ijo (2 ton)
Total Hasil
Keuntungan
Penggunaan Bahan/Ha/Tahun
3 kg
50 liter
0,5 liter
3 liter
1,5 m3
10 kg
1 truk ( 5 m3)
100 kg
3 kg
50 liter
0,5 liter
3 liter
10 kg
100 kg
3 kg
3 liter
50kg
Biaya
3 x Rp. 50.000 = Rp. 150.000,25 x Rp. 4.000 = Rp. 100.000,0,5 x Rp. 200.000 = Rp. 100.000,3 x Rp. 100.000 = Rp. 300.000,1,5 x Rp. 200.000 = Rp. 300.000,10 x 3.000
= Rp. 30.000,1 x Rp. 750.000 = Rp. 750.000,100 x Rp. 1.500 = Rp. 150.000,Rp. 2.080.000,3 x Rp. 50.000 = Rp. 150.000,25 x Rp. 4.000 = Rp. 100.000,0,5 x Rp. 200.000 = Rp. 100.000,3 x Rp. 100.000 = Rp. 300.000,10 x 3.000
= Rp. 30.000,100 x Rp. 1.500 = Rp. 150.000,Rp. 830.000,3 x Rp. 50.000 = Rp. 150.000,3 x Rp. 100.000,- = Rp. 300.000,50x Rp. 1.500,- = Rp. 75.000,Rp. 525.000,Rp. 520.000,Rp. 1.600.000,Rp. 1.800.000,Rp. 400.000,Rp. 2.000.000,Rp. 600.000,Rp. 10.355.000,-
9 x Rp. 2.000.000 = Rp. 18.000.000,7 x Rp. 2.500.000 = Rp. 17.500.000,2 x Rp. 6.000.000 = Rp. 12.000.000,Rp. 47.500.000,Rp. 37.135.000,-