Transcript Pertemuan 9

Protokol HDLC
Protokol HDLC (High-Level data-link control) adalah
protokol untuk digunakan dengan WAN (Wide Area
network), bekerja secara Full duplex (meskipun dapat
juga digunakan dalam mode half duplex) yang berarti
sambungan menggunakan dua kanal yang tidak saling
bergantung dan pengirim sinkron.
Pada sistim penghantaran data, data dibagi menjadi
blok-blok, tiap-tiap blok diberi nomer. Jadi apabila terjadi
kesalahan dari blok tersebut berdasarkan
acknowledgment dari penerima, maka blok yang telah
diberi nomer terdapat kesalahan akan dikirim kembali
berdasarkan nomer blok tersebut.
Struktur Bingkai (Frame HDLC)
FLAG
01111110
FCS
8 -16
BIT
INFORMASI
8 - 512 BIT
CTR ADDRS
8 BIT
8 -16
BIT
FLAG
01111110
1. Bendera (Field Flag)
adalah awal dan akhir dari sebuah blok data , selain itu
juga digunakan untuk menentukan sinkronisasi detak si
pengirim
Komunikasi Data
9/1-7
2. Bit Stuffing
Adalah data transparansi berupa bit 0 yang digunakan
untuk menghindari muculnya bit-bit yang menyerupai bit
flag di tempat lain.
Mekanismenya adalah apabila menemukan bit 1 berturutturut 5 buah maka disisipkan bit “0” setelah bit 1 yang ke
lima. Gunanya untuk mencegah timbulnya pola bit FLAG
di tempat lain dalam pengiriman data.
Contoh
Apabila data yang dikirimkan oleh Tx adalah
01010111110101, terlihat bahwa data yang dikirim
terdapat bit 1 berurutan sejumlah 5 buah maka disisipkan
bit 0 kedalam data tersebut sehingga data tersebut pada
sisi pengirim adalah
010100111110101
Sisipan bit 0
Pada sisi penerima (Rx), apabila terdapat bit 0 setelah
urutan 5 bit “1” maka bit 0 itu dihilangkan, sehingga
datanya adalah 01010111110101
Komunikasi Data
9/2-7
3. Medan alamat
Medan lamat 8 bit (kadang-kadang 16 bit)
menunjukan setasiun ke dua yang dituju, hal ini tidak
diperlukan untuk smbungan titik ke titik, meskipun
sering juga ditambahkan. Pada saat setasiun primer
mengirim kejaringan medan alamat akan
mengindetifikasikan stasiun primer yang diinginkan
4. Medan kendali
Medan kendalai 8 bit (kadang-kadang 16 bit), yang
menunjukan fungsi bingkai, barada pada salah satu
bingkai format, yaitu:
a. Bingkai supervisor digunakan untuk mengaali dan
mengendalikan pengiriman informasi
b. bingkai informasi adalah bingkai informasi yang akan
dikirimkan
c. Bingkai tak bernomer digunakan untuk mengatur
mode operasi dan menginisialisasi semua setasiun.
Pada ketiga jenis bingkai ini bit P/F (Pool/ Final)
digunakan untuk mengindetifikasikan, apabila P/F = 1
maka bingkai berasal dari primer ke skunder, P/F = 0
maka bingkai berasal dari sekunder ke primer, tetapi
P/F akan selalu diset 0 untuk tanggapan yang terakhir.
Komunikasi Data
9/3-7
Informasi
Frame
Supervisor
Frame
Supervisor
Frame
1
2 3
0
N (S)
1
2
1
0
1
2
1
1
3
4
P/F
4
S
3
5
4
M
5
P/F
5
P/F
6
7 8
N (R)
6
7 8
N (R)
6
7 8
M
Dimana :
N(S) = Jumlah urutan pengirim
N(R) = Jumlah Urutan diterim
S
= Supervisor fungsi bit
M = Modifikasi Fungsi bit
P/F = Poll / Final Bit
Komunikasi Data
9/4-7
1
2
1
0
3
4
5
6
7
8
P/F
Supervisor
N (R) Number receive Receive
sequence count 0 - 7
Command response
type 00 : RR = Receive ready
type 01 : REJ = reject = req. retrans off all
type 10 : RNR = receive Not Ready
type 11 : SREJ = selective reject /only
error untuk spesifikasi block
5. Medan Informasi
Pada HDLC medan informasi dapat mempunyai
panjang sembarang, tetapi pada SDLC (syncrounus data
link control) harus mempunyai panjang yang merupakan
kelipatan 8. pada setiap byte, bit signifikan terkecil
dikrimkan terlebih dahulu. Isi medan informasi akan
diperlakukan sebagai data biner meskipun mungkin berisi
karakter ASCII
6. Bingkai pemeriksaan (FCS)
Bingkai pemeriksaan urutan sepanjang 16 bit akan
memeriksa data yang diterima untuk mencari kesalahan
dengan menggunakan CRC (Cylic Redudancy Check ) 16
bit berdasarkan rekomendasi ITU-T V41. CRC yang
digunakan X16 + X12 + 1
Komunikasi Data
9/5-7
PROTOKOL BISYNCH (BSC)
Protokol Biner Syncronous memungkinkan data serim
untuk dikrimkan dalam blok-blok, tiap blok diawali dengan
sederetan bit penyesuaian yang berupa karakter ASCII
SYN . Bekerja pada operasi syn secara half-duplex untuk
rangkaian point to poin dan multi-drop menggunakan 2
kawat atau 4 kawat, jalur sereing menggunakan 4 kawat
sehingg a mengurangi waktu tuda sehingga diperoleh
througput yang lebih besar.
B
C
C
E
T
B
Pesan
E
T
X
E
O
H
Header
S S
O y
H N
S
y
N
Gambar Format Protokol Bisynch
Dimana:
SOH = Strat of Header
EOH = End of Header
STX = Start of Text
transmision block
text
ETB = end of
ETX = end of
Data yang dikrimkan oleh transmisi akan di
kembalikan oleh penerima dengan acknowledgment
(ACK) atau NACK dimana ACK memuat DLE (data
link character) sistem ini disebut dengan ARQ
(automatic repeat request
Komunikasi Data
9/6-7
Data yang dikrimkan oleh transmisi akan di
kembalikan oleh penerima dengan acknowledgment
(ACK) atau NACK dimana ACK memuat DLE (data
link character) sistem ini disebut dengan ARQ
(automatic repeat request)
Karakter Stuffing dan Bit Stuffing
B E
C T DLE
C X
BLOCK
D
L
E
D
L
E
DATA
S
T
X
DLE
S
Y
N
S
Y
N
Sisipan
Protokol BSC (BiSynch) digunakan oleh IBM, protokol ini
mempunyai dua kerugian yang mendasar:
1. Adanya keharusan bagi setiap blok untuk
acknowledgment sebelum blok berikutnya dikirim
berarti protokol ini bekerja secara half-duplex
sehingga mengurangi Troughput sistem
2. Karakter DLE harus digunakan untuk memberikan
tingkat transparansi pesan yang dinginkan.
Komunikasi Data
9/7-7