Rumus Kependudukan
Download
Report
Transcript Rumus Kependudukan
Beberapa Indikator Kesehatan
yang Dapat Dihasilkan dari SUSENAS
Blok V.A. Keterangan Kesehatan
(Untuk Semua Umur)
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan
Presentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan diantaranya panas,
batuk, pilek, asma/sesak nafas, diare, sakit kepala berulang, sakit gigi atau
keluhan lainnya juga termasuk orang yang memiliki penyakit akut atau penyakit
kronis (meskipun selama sebulan terakhir tidak mempunyai keluhan).
Rumus penghitungan:
PKK = (JPKK/JP) x 100%
PKK : Persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan.
JPKK : Jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan
JP
: Jumlah penduduk.
Persentase Penduduk yang Menderita Sakit
(Angka Morbiditas/Kesakitan).
Merupakan presentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan dan
menyebabkan terganggunya kegiatan sehari-hari (sakit).
Rumus penghitungan:
AM = (JPS/JP) x 100%
AM
JPS
JP
: Angka morbiditas/kesakitan.
: Jumlah penduduk sakit.
: Jumlah penduduk.
Rata-Rata Lama Sakit.
Menunjukkan rata-rata lama hari sakit yang dialami penduduk. Rata-rata lama
sakit dimaksud selama satu bulan terakhir (maksimal per individu 30 hari).
Rumus penghitungan:
RRLS = THLS / JPS
RRLS
THLS
JPS
: Rata-rata lama sakit.
: Total hari lama sakit.
: Jumlah penduduk yang sakit.
Persentase Penduduk Dengan Keluhan Kesehatan
atau Sakit yang Mengobati Sendiri.
Menunjukkan persentase penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
mengobati sendiri.
Rumus penghitungan:
PPSO = (PSO/JPS) x 100%
PPSO : Persentase penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
mengobati sendiri.
PSO : Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
mengobati sendiri.
JPS : Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit .
Persentase Penduduk Dengan Keluhan Kesehatan
atau Sakit yang Mengobati Sendiri Dengan Jenis
Obat/Cara Pengobatan Tertentu.
Indikator ini menggambarkan jenis obat/cara pengobatan yang digunakan oleh
penduduk untuk mengobati sendiri keluhan kesehatan atau sakit yang dialami.
Rumus penghitungan:
PPSOX = (PSOX/JPS) x 100%
PPSOX : Persentase penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
mengobati sendiri menggunakan jenis obat/cara pengobatan
tertentu.
PSOX : Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
mengobati sendiri menggunakan jenis obat/cara pengobatan
tertentu.
JPS
: Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit .
Persentase Penduduk Dengan Keluhan
Kesehatan atau Sakit yang Berobat Jalan.
Menunjukkan banyaknya penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.
Rumus penghitungan:
PPSJ = (PSJ/JPS) x 100%
PPSJ
PSJ
JPS
: Persentase penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.
: Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang berobat
dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.
: Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit.
Persentase Penduduk Dengan Keluhan
Kesehatan atau Sakit yang Berobat Jalan ke
Fasilitas Kesehatan Tertentu.
Menunjukkan banyaknya penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan tertentu.
Rumus penghitungan:
PPSJX = (PSJX/JPS) x 100%
PPSJX : Persentase penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang
berobat dengan mengunjungi fasilitas kesehatan tertentu.
PSJX : Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit yang berobat
dengan mengunjungi fasilitas kesehatan tertentu.
JPS
: Jumlah penduduk dengan keluhan kesehatan atau sakit.
Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Dalam
6 (enam) Bulan Terakhir.
Menunjukkan banyaknya penduduk yang berobat dengan mengunjungi fasilitas
kesehatan dalam 6 (enam) bulan terakhir.
Rumus penghitungan:
PPBJ6 = (PBJ6/JP) x 100%
PPBJ6 : Persentase penduduk yang berobat dengan mengunjungi fasilitas
kesehatan, dalam 6 (enam) bulan terakhir.
PBJ6 : Jumlah penduduk yang berobat dengan mengunjungi fasilitas
kesehatan, dalam 6 (enam) bulan terakhir.
JP
: Jumlah penduduk.
Persentase Penduduk yang Rawat Inap Dalam 1
(satu) Tahun Terakhir.
Menunjukkan banyaknya penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun
terakhir.
Rumus penghitungan:
PPRI = (PRI/JP) x 100%
PPRI
PRI
JP
: Persentase penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.
: Jumlah penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.
: Jumlah penduduk.
Persentase Penduduk yang Rawat Inap Dalam 1
(satu) Tahun Terakhir ke Fasilitas Kesehatan
Tertentu.
Indikator ini menggambarkan jenis fasilitas kesehatan yang digunakan oleh
penduduk untuk rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.
Rumus penghitungan:
PPRIX = (PRIX/PRI) x 100%
PPRIX : Persentase penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir
ke fasilitas kesehatan tertentu.
PRIX : Jumlah penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir ke
fasilitas kesehatan tertentu.
PRI
: Jumlah penduduk yang rawat inap dalam 1 (satu) tahun terakhir.
Beberapa Indikator Kesehatan
yang Dapat Dihasilkan dari SUSENAS
Blok V.B. Kesehatan BALITA
(Untuk Angota Rumah Tangga
Umur 0-59 Bulan)
Persentase Balita.
Menunjukkan banyaknya jumlah penduduk usia 0 – 4 tahun atau dibawah
lima tahun (balita) dibandingkan dengan jumlah penduduk seluruhnya.
Rumus penghitungan:
PPB = (PB/JP) x 100%
PPB
PB
JP
: Persentase penduduk balita.
: Jumlah penduduk balita.
: Jumlah penduduk.
Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Pertama.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita menurut siapa yang menolong proses kelahiran
pertama.
Rumus penghitungan:
PBPX = (BPX/JB) x 100%
PBPX : Persentase balita dengan penolong kelahiran pertama tertentu.
BPX
: Jumlah balita dengan penolong kelahiran pertama tertentu.
JB
: Jumlah balita.
Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Pertama
Tenaga Kesehatan.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita dengan proses kelahiran pertama ditolong oleh dokter
atau bidan atau tenaga paramedis lain (tenaga kesehatan).
Rumus penghitungan:
PBPNakes = (BPNakes/JB) x 100%
PBPNakes : Persentase balita dengan proses kelahiran pertama ditolong oleh tenaga
kesehatan.
BP Nakes : Jumlah balita dengan proses kelahiran pertama ditolong oleh tenaga kesehatan.
JB
: Jumlah balita.
Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran
Terakhir.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita menurut siapa yang menolong proses kelahiran
terakhir.
Rumus penghitungan:
PBTX = (BTX/JB) x 100%
PBTX : Persentase balita dengan penolong kelahiran terakhir tertentu.
BTX : Jumlah balita dengan penolong kelahiran terakhir tertentu.
JB
: Jumlah balita.
Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran
TerakhirTenaga Kesehatan.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita dengan proses kelahiran terakhir ditolong oleh dokter
atau bidan atau tenaga paramedis lain (tenaga kesehatan).
Rumus penghitungan:
PBTNakes = (BTNakes/JB) x 100%
PBTNakes : Persentase balita dengan proses kelahiran terakhir ditolong oleh tenaga
kesehatan.
BTNakes : Jumlah balita dengan proses kelahiran terakhir ditolong oleh tenaga kesehatan.
JB
: Jumlah balita.
Persentase Balita Pernah Imunisasi Tertentu.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang pernah mendapatkan imunisasi tertentu.
Rumus penghitungan:
PBIX = (BIX/JB) x 100%
PBIX
BIX
JB
: Persentase balita yang pernah mendapatkan imunisasi tertentu.
: Jumlah balita yang pernah mendapatkan imunisasi tertentu.
: Jumlah balita.
Persentase Balita Imunisasi Lengkap.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang mendapatkan imunisasi lengkap
(lebih dari 1 (satu) kali imunisasi BCG dan lebih dari 3 (tiga) kali imunisasi DPT dan lebih
dari 3 (tiga) kali imunisasi Polio dan lebih dari 1 (satu) imunisasi campak dan lebih dari 3
(tiga) kali imunisasi Hepatitis B) dibandingkan jumlah balita keseluruhan.
Usia balita yang diperhitungkan pada imunisasi lengkap ini adalah 1-4 tahun, Hal ini
mempertimbangkan bahwa usia pemberian imunisasi campak pada balita adalah usia 9
(sembilan) bulan. Sehingga untuk balita usia dibawah 1 (satu) tahun memiliki kemungkinan
belum diberikan imunisasi lengkap, karena sedang dalam proses pemberian imunisasi lengkap.
Rumus penghitungan:
PBIL = (BIL/JB(1-4)) x 100%
PBIL : Persentase balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan imunisasi lengkap.
BIL
: Jumlah balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan imunisasi lengkap.
JB(1-4) : Jumlah balita usia 1-4 tahun.
Rata-Rata Lama Pemberian ASI Pada Balita (2-4
Tahun).
Menunjukkan rata-rata lama pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan ASI didampingi
makanan pendamping ASI (MP ASI), dalam bulan, pada balita usia 2-4 tahun.
Usia balita yang diperhitungkan pada rata-rata lama pemberian ASI adalah 2-4 tahun. Hal ini
mempertimbangkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan harus diteruskan dengan
ASI ditambah MP ASI sampai usia 2 (dua) tahun.
Jika balita usia kurang dari 2 (dua) tahun disertakan dalam perhitungan ini maka akan
mengakibatkan estimasi rata-rata lama pemberian ASI yang diperoleh menjadi lebih rendah,
padahal terdapat kemungkinan bahwa balita tersebut akan diberikan ASI sampai usianya
mencapai 2 (dua) tahun.
Rumus penghitungan:
RL_ASI+MP ASI(2-4) = TL_ ASI+MP ASI(2-4) / JB(2-4)
RL_ ASI+MP ASI :
Rata-rata lama pemberian ASI saja dan ASI+MP ASI (dalam
bulan)
pada balita usia 2-4 tahun.
TL_ ASI+MP ASI :
Total lama pemberian ASI saja dan ASI+MP ASI (dalam bulan)
pada balita usia 2-4 tahun.
JB(2-4)
: Jumlah balita usia 2-4 tahun.
Rata-Rata Lama Pemberian ASI Saja Pada Balita (2-4
Tahun).
Menunjukkan rata-rata lama pemberian ASI saja (tanpa susu formula maupun makanan atau
minuman pendamping ASI ataupun makanan tambahan lainnya) pada balita usia 2-4 tahun.
Rumus penghitungan:
RL_ASI(2-4) = TL_ASI(2-4) / JB(2-4)
RL_ASI(2-4) :Rata-rata lama pemberian ASI saja pada balita usia 2-4 tahun (dalam bulan).
TL_ASI
: Total lama pemberian ASI saja pada balita usia 2-4 tahun (dalam bulan).
JB(2-4)
: Jumlah balita usia 2-4 tahun.
Rata-Rata Lama Pemberian ASI Didampingi MP ASI Pada
Balita (2-4 Tahun).
Menunjukkan rata-rata lama pemberian ASI yang didampingi dengan MP ASI pada balita usia
2-4 tahun.
Rumus penghitungan:
RL_MP ASI (2-4) = TL_+MP ASI / JB(2-4)
RL_MP ASI : Rata-rata lama pemberian ASI didampingi MP ASI pada balita usia 2-4 tahun
(dalam bulan).
TL_MP ASI : Total lama pemberian ASI didampingi MP ASI pada balita usia 2-4 tahun
(dalam bulan).
JB(2-4)
: Jumlah balita usia 2-4 tahun.
Persentase Balita yang Pernah Diberi ASI.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang pernah mendapatkan ASI.
Rumus penghitungan:
PB_ASI = (B_ASI/JB) x 100%
PB_ASI : Persentase balita yang pernah mendapatkan ASI.
B_ASI : Jumlah balita yang pernah mendapatkan ASI.
JB
: Jumlah balita.
Persentase Balita yang Pernah Mendapat ASI Eksklusif.
Menunjukkan banyaknya jumlah balita yang mendapatkan ASI eksklusif/ ASI saja selama 6
(enam) bulan.
Usia balita yang diperhitungkan pada ASI eksklusif ini adalah 1-4 tahun,
Hal ini mempertimbangkan bahwa untuk balita usia dibawah 1 (satu) tahun, khususnya 0-6
bulan belum dapat diketahui status pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan.
Terdapat kemungkinan bahwa balita tersebut sedang dalam proses pemberian ASI eksklusif
sampai 6 (enam) bulan, atau ada juga kemungkinan nantinya balita tersebut tidak mendapat
ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan.
Rumus penghitungan:
PB_ASI_ex = (B_ASI_ex/JB(1-4)) x 100%
PB_ASI_ex
PB_ASI_ex
JB(1-4)
: Persentase balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan ASI eksklusif selama
6 (enam) bulan.
: Jumlah balita (usia 1-4 tahun) yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6
(enam) bulan.
: Jumlah balita usia 1-4 tahun.
Beberapa Indikator Kesehatan
yang Dapat Dihasilkan dari SUSENAS
Blok V.E. Fertilitas dan Keluarga Berencana
(Untuk Wanita Berumur 10 Tahun ke Atas
Berstatus Kawin, Cerai Hidup atau
Cerai Mati)
Singulate Mean Age at Marriage (SMAM).
Singulate Mean Age at Marriage (SMAM) adalah perkiraan (estimasi) rata-rata umur kawin
pertama berdasarkan jumlah penduduk yang tetap lajang (belum kawin)
Kegunaan:
Tersedianya indikator rata-rata umur kawin pertama dengan metode SMAM akan
memudahkan para penentu kebijakan dan perencana pembangunan untuk mengembangkan
program pemberdayaan orang muda agar meneruskan sekolah, dan bagi yang terpaksa putus
sekolah diberikan pendidikan ketrampilan agar tidak segera memasuki jenjang pernikahan.
Program untuk pendewasaan usia perkawinan bagi perempuan juga dapat dikembangkan
sesuai dengan keadaan daerah.
Bagi pelaksanaan program KB diketahuinya rata rata SMAM akan memudahkan para
perencana program untuk mengembangkan kegiatan penyuluhan penundaan kehamilan anak
pertama dan persiapan menjadi orangtua yang bertanggung jawab.
Bagi perencana program peningkatan kesehatan reproduksi (kespro), rata-rata SMAM akan
memberikan gambaran mengenai berapa besar permintaan akan pelayanan kespro di suatu
daerah pada suatu waktu tertentu. Indikator SMAM juga berguna untuk pengembangan kespro
untuk remaja.
Indikator yang dapat diestimasi secara tidak langsung menggunakan
software Mortpack
(The United Nations Software Package for Mortality Measurement) :
1. Jumlah Kelahiran.
Banyaknya kelahiran hidup yang terjadi pada waktu tertentu di wilayah
tertentu.
2. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR).
Banyaknya kelahiran pada tahun tertentu per 1000 penduduk pada pertengahan
tahun yang sama.
3. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR).
Banyaknya kelahiran per 1000 perempuan pada kelompok umur tertentu antara
15-49 tahun. Untuk memperoleh data ASFR dan jumlah kelahiran yang akurat,
diperlukan penggabungan informasi dari beberapa Susenas yang digabung dan
hasilnya dirata-ratakan.
4. Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate/TFR).
Rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa usia suburnya.
Anak Lahir Hidup (ALH).
Menunjukkan banyaknya kelahiran hidup dari sekelompok atau beberapa kelompok wanita
sesuai kelompok umur selama masa reproduksinya atau suburnya (15-49 tahun).
Rumus penghitungan:
R_ALHi
R_ALHi
:
= ALHi / JPi
Rata-rata anak lahir hidup pada kelompok umur wanita (i).
ALHi
: Jumlah anak lahir hidup pada kelompok umur wanita (i).
JPi
: Jumlah wanita pada kelompok umur (i).
Anak Masih Hidup (AMH).
Menunjukkan banyaknya Jumlah anak yang masih hidup yang dimiliki seorang wanita sampai
saat wawancara dilakukan, sesuai kelompok umur (15-49 tahun).
Rumus penghitungan:
R_AMHi
= AMHi / Jpi
R_AMHi : Rata-rata anak masih hidup pada kelompok umur wanita (i).
AMHi
: Jumlah anak masih hidup pada kelompok umur wanita (i).
JPi
: Jumlah wanita pada kelompok umur (i).
Rasio Anak – Wanita / Children -Woman Ratio (CWR).
Menunjukkan perbandingan jumlah anak usia dibawah lima tahun (0-4 tahun) atau dibawah 10
tahun (0-9) dibagi dengan jumlah wanita usia subur (yang termasuk kelompok umur 15-49
tahun).
Rumus penghitungan:
CWR
= JA(0-4) / JP(15-49) x 100
AMHi
: Jumlah anak USIA 0-4 tahun.
JPi
: Jumlah wanita pada kelompok umur (i).
Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi / Contraceptive
Prevalence Rate (CPR).
Menunjukkan perbandingan banyaknya Pasangan (wanita berstatus kawin) pada Usia Subur
15-49 tahun (PUS) yang sedang memakai kontrasepsi pada saat pencacahan dibandingkan
dengan jumlah seluruh PUS, dalam persen.
Rumus penghitungan:
CPR
= JPUS_SKB / JPUS x 100%
JPUS_KB : Jumlah PUS yang sedang menggunakan alat/cara KB.
JPUS
: Jumlah PUS.
Presentase PUS Pernah KB/ Ever User.
Menunjukkan perbandingan banyaknya PUS yang pernah memakai kontrasepsi pada saat
pencacahan dibandingkan dengan jumlah seluruh PUS, dalam persen.
Rumus penghitungan:
Persentase Pernah KB
JPUS_PKB
JPUS
:
= JPUS_PKB / JPUS x 100%
Jumlah PUS yang pernah menggunakan alat/cara KB.
: Jumlah PUS.
Presentase PUS Pemakai KB Tertentu/Contraceptive Mix.
Menunjukkan perbandingan banyaknya PUS yang sedang memakai alat/cara KB tertentu pada
saat pencacahan dibandingkan dengan jumlah seluruh PUS yang sedang memakai alat/cara
KB, dalam persen.
Rumus penghitungan:
Persentase PUS KB Tertentu
JPUS_SKBX :
JPUS_SKB :
=(JPUS_SKBX / JPUS_SKB) x 100%
Jumlah PUS yang sedang menggunakan alat/cara KB tertentu.
Jumlah PUS yang sedang menggunakan alat/cara KB.
Presentase PUS Pemakai KB Tertentu/Contraceptive Mix.
Menunjukkan perbandingan banyaknya PUS yang sedang memakai alat/cara KB tertentu pada
saat pencacahan dibandingkan dengan jumlah seluruh PUS yang sedang memakai alat/cara
KB, dalam persen.
Rumus penghitungan:
Persentase PUS KB Tertentu
JPUS_SKBX :
JPUS_SKB :
=(JPUS_SKBX / JPUS_SKB) x 100%
Jumlah PUS yang sedang menggunakan alat/cara KB tertentu.
Jumlah PUS yang sedang menggunakan alat/cara KB.
Beberapa Indikator Komposit
Perumahan
yang Dapat Dihasilkan dari SUSENAS
Blok VI. Keterangan Perumahan
1. Proporsi penduduk terhadap sumber air
minum yang terlindungi (air bersih)
Sumber air minum yang terlindungi (air bersih) adalah berasal dari air
kemasan, leding, pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung
Khusus pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung harus berjarak
10 meter atau lebih dari penampungan tinja/kotoran
Air Minum Bersih
=
Banyaknya rumah tangga dengan akses terhadap
sumber air minum terlindung
Jumlah rumah tangga
X 100 %
2. Persentase rumah tangga yang menggunakan
biomassa untuk memasak
Rumah tangga yang menggunakan biomassa untuk
memasak adalah rumah tangga yang menggunakan
kayu bakar, briket, arang, batubara dan lainnya
Ruta pengguna
Biomassa
Banyaknya rumah tangga yg menggunakan biomassa
untuk memasak
=
X 100 %
Jumlah rumah tangga
3. Persentase rumah tangga dengan akses terhadap
fasilitas sanitasi yang layak
• Fasilitas sanitasi layak menurut indikator MDGs
adalah rumah tangga yang menggunakan jamban
sendiri/bersama, kloset leher angsa dan tempat
pembuangan akhir tinja menggunakan tangki septik
Sanitasi Layak
=
Banyaknya rumah tangga yang menggunakan
sanitasi layak
Jumlah rumah tangga
X 100 %
4. Persentase rumah tangga dengan status tempat
tinggal tetap dan terjamin
• Gambaran mengenai masyarakat yang mempunyai tempat
tinggal tetap dan terjamin.
• Rumah tinggal tetap dan terjamin adalah rumah dengan status
milik sendiri, sewa dan kontrak.
Tmpt tinggal tetap
=
dan terjamin
Banyaknya rumah tangga dengan status
tempat tinggal tetap & terjamin
Jumlah rumah tangga
X 100 %
6. Persentase rumah tangga dengan luas lantai per
kapita kurang dari 7,2 m2
• Gambaran mengenai masyarakat yang mempunyai tempat
tinggal dengan lantai hunian yg sempit atau padat.
• Luas lantai per kapita adalah perbandingan total luas lantai
dengan jumlah ART.
Kepadatan luas
lantai ruta
Banyaknya rumah tangga dengan luas
lantai per kapita 7,2 m2
=
Jumlah rumah tangga
X 100 %