Transcript Document
Muhtar Mahmud •4/8/2015 •1 DATA DASAR & PERTIMBANGAN DALAM PENYUSUNAN HPS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Analisa harga satuan pekerjaan yang bersangkutan Perkiraan perhitungan biaya oleh konsultan/ engineer’s estimate (EE) Harga Pasar setempat pada waktu penyusunan HPS. Harga Kontrak/ Surat Perintah Kerja (SPK) untuk barang/ pekerjaan sejenis setempat yang pernah dilaksanakan Informasi Harga satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Badan/Instansi lainnya dan Media cetak yang datnya dapat dipertanggungjawabkan. Harga/tarif barang/jasa yang dikeluarkan oleh Pabrikan/ Agen Tunggal atau Lembaga Independen. Daftar Harga Standar / Tarif biaya yang dikeluarkan oleh Instansi yang berwenang. Informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. •2 HPS telah memperhitungkan : Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) = 10 % 2. Biaya umum dan keuntungan ( overhead cost and profit ) yang wajar bagi Penyedia Barang/ Jasa. ( + 10 %) 3. Kurs yang berlaku pada saat penyusunan HPS HPS tidak boleh memperhitungkan biaya tak terduga, biaya lain-lain dan Pajak Penghasilan ( PPh ) Penyedia Barang/ Jasa. 1. •3 Faktor yang dapat mempengaruhi dalam penyusunan HPS antara lain : Spesifikasi/Jenis/ Merk Barang ( lain spesifikasi lain harga ); Barang Persediaan /Stock Gudang dari pihak Penyedia Barang Spekulasi dari Penyedia Barang untuk mengorbankan keuntungan “agar mendapat pekerjaan” Cenderung HPS sangat rendah. Kemungkinan yang bisa terjadi, bahwa terhadap barang tersebut. Kualitasnya kurang dapat dipertanggungjawabkan. Dari survey lapangan ada beberapa pasar yang enggan memberikan data harga ( terhadap 1 atau beberapa jenis barang dapat diperoleh harga, tetapi cenderung berbeda-beda/tidak obyektif/harga spekulasi ), Panitia mengambil Harga Terendah diantaranya. •4 SARAN DARI KANWIL DIRJEN ANGGARAN Dalam penyusunan HPS jangan sampai melebihi Harga Standar Nasional yang ada. Harga Standar Nasional berlaku secara nasional, tetapi tidak dapat langsung diterapkan di beberapa daerah, oleh karena apabila mengacu pada HSN tersebut dinilai HPS terlalu tinggi untuk daerah tertentu, sehingga disarankan agar dalam menyusun HPS mengacu pada harga standar pasar umum di daerah setempat dan inipun tergantung pada Spesifikasi/Jenis/Merk -nya 2. Namun demikian tidak dapat disalahkan apabila HPS tetap mengacu pada Harga Standar Nasional yang ada ( tetapi hal ini akan menimbulkan kesan HPS terlalu •5 tinggi ). 1. Bagian Perlengkapan dalam hal menyusun HPS mendasarkan pada Harga Barang sesuai ketentuan ( Pasaran Umum, Pabrikan/Agen Tunggal, Harga Kontrak/SPK yang telah ada dll. , dengan memperhitungkan PPN dan Perkiraan Keuntungan yang wajar bagi Penyedia Barang. 4. Dan pada saat penyedia barang mengajukan penawaran, maka Panitia selalu melakukan Evaluasi dan Negosiasi Harga Penawaran tersebut. 5. Kenyataan di lapangan, pasar dapat memberikan data harga yang bervariasi /berbeda, dan ini dapat dibenarkan tergantung barang tersedia (ready stock ) atau harus didatangkan/ indent dari daerah / negara lain ( contoh : Komputer yang berMerk tertentu (Built Up) 3. •6 MENGAPA PENGADAAN PEMERINTAH MEMERLUKAN HPS? APA TIDAK CUKUP DENGAN INFORMASI DANA YANG TERCANTUM DALAM DOKUMEN ANGGARAN (DIPA/DPA) ? •7 PENGERTIAN HPS adalah perkiraan biaya atas pekerjaan barang/jasa sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, dikalkulasikan secara keahliaan dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan Perkiraan biaya menurut National Estimating Society-USA adalah seni memperkirakan (the art of approximating) kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan atas informasi yang tersedia pada waktu itu •8 APA GUNANYA HPS/O’E 1. 2. 3. Mengecek kecukupan dana dalam hubungannya dengan perubahan harga satuan barang/jasa Jika perhitungan HPS>Pagu Dana, maka - perubahan spesifikasi teknis, atau - dilakukan revisi dokumen anggaran Untuk menilai kewajaran harga penawaran yang disampaikan pihak penyedia (evaluasi harga) tetapi tidak dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran Sebagai dasar bagi penetapan nilai nominal jaminan penawaran (1-3% dari HPS) Contoh : Nilai HPS suatu pekerjaan misalkan sebesar Rp. 1.000.000.000,Panitia pengadaan, menetapkan besarnya jaminan penawaran pada nilai nominal tertentu yang merupakan persentase dari HPS, misalkan Rp.20.000.000 (2% dari HPS) Ini berarti penyedia barang/jasa harus menyampaikan jaminan penawaran senilai/sekurang-kurangnya Rp. 20.000.000,- (berapapun harga penawaran yang disampaikan untuk pekerjaan tersebut) •9 Lanjutan… 4. Untuk menetapkan tambahan nilai jaminan pelaksanaan, untuk penawaran kurang dari 80% dari HPS, dinaikan SEKURANGKURANGNYA prosentase jaminan pelaksanaan dikalikan dengan 80% HPS Nilai Penawaran Yang Menang (NPM) > 80% HPS < 80% HPS Jenis Pengadaan JK JP/B/JL 0 - 50 Jt > 50 jt 0 - 50 Jt > 50 jt TJ TJ TJ 5% x NPM TJ TJ TJ 5% x 80% x HPS JK : Jasa Konsultansi JP/B/JL : Jasa Pemborongan/Barang/Jasa Lainnya TJ : Tanpa Jaminan •10 CONTOH : Nilai HPS suatu pekerjaan misalkan sebesar Rp. 1.000.000.000,Penyedia barang/jasa menyampaikan penawaran harga (setelah terkoreksi) sebesar Rp. 700.000.000,- atau 70% dari HPS. Kalau tanpa tambahan jaminan pelaksanaan, jumlah jaminan pelaksanaan = 5% x harga penawaran yang telah disetujui = 5% x Rp. 700.000.000,- = Rp. 35.000.000,-. Karena harga penawaran kurang dari 80% maka untuk meningkatkan ‘rasa aman’ dari pengelola proyek maka jaminan pelaksanaannya ditambah SEKURANG-KURANGNYA sebesar : (5% x 80 % x HPS) – jaminan yang telah ditentukan = (5% x 80% x Rp. 1.000.000.000) – Rp. 35.000.000 = Rp. 5.000.000,JUMLAH JAMINAN = Rp. 35.000.000+Rp. 5.000.000 = Rp. 40.000.000 •11 Untuk Mencegah Banting Harga, Besaran Jaminan Pelaksanaan DAPAT dibuat Secara Berjenjang/Bertahap Contoh : HPS = Rp. 500.000.000,% NILAI PENAWARAN TERHADAP HPS % JAMINAN PELAKSANAAN NILAI JAMINAN PELAKSANAAN (Rp) 80 - 100% 5% X NPP 5% X NPP 75 - 79,9 % 5% x 80% x HPS 20.000.000 70 - 74,9 % 10% x 80% x HPS 40.000.000 65 - 69,9 % 15% x 80% x HPS 60.000.000 60 - 64,9 % 20% x 80% x HPS 80.000.000 55 - 59,9 % 25% x 80% x HPS 100.000.000 50 - 54,9 % 30% x 80% x HPS 120.000.000 45 - 49,9 % 35% x 80% x HPS 140.000.000 40 - 44,9 % 40% x 80% x HPS 160.000.000 35 - 39,9 % 45% x 80% x HPS 180.000.000 30 - 34,9 % 50% x 80% x HPS 200.000.000 25 - 29,9 % 55% x 80% x HPS 220.000.000 20 - 24,9 % 60% x 80% x HPS 240.000.000 15 - 19,9 % 65% x 80% x HPS 260.000.000 10 - 14,9 % 70% x 80% x HPS 280.000.000 •12 Lanjutan… 5. Sebagai acuan menetapkan harga satuan timpang yang nilainya lebih besar dari 110% dari HPS Contoh : Pengadaan Komputer No. Jenis Barang 1 2 3 4 Komputer Printer Scanner CD Writter Volume 10 4 2 5 Harga Jumlah HPS % Penawaran Penawaran Harga Jumlah terhadap HPS 4.800.000 48.000.000 5.000.000 50.000.000 96 4.700.000 18.800.000 4.000.000 16.000.000 118 1.450.000 2.900.000 1.500.000 3.000.000 97 2.500.000 12.500.000 3.250.000 16.250.000 77 82.200.000 85.250.000 96 klarifikasi tidak dimaksudkan untuk mencari/menawarkan/ mengijinkan perubahan harga/substansi penawaran •13 Lanjutan… 6. Sebagai patokan dalam hal seluruh penawaran di atas pagu anggaran Dalam hal terjadi seleksi gagal karena seluruh penawaran di atas pagu, maka HPS dapat dilakukan dua hal berkut : (i) perubahan spesifikasi teknis, atau (ii) dilakukan revisi PO/LK 7. Sebagai acuan bila ada indikasi kuat KKN 8. Sebagai bahan perhitungan penyesuaian harga/eskalasi 9. Sebagai acuan dalam negosiasi harga pada proses penunjukan/pemilihan langsung/pengadaan jasa konsultansi •14 PERLAKUAN TERHADAP HPS/OE 1. Setiap pengadaan harus dibuat HPS 2. HPS dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggung-jawabkan, disusun oleh panitia/pejabat pengadaan, disahkan pengguna barang/jasa 3. Nilai total HPS tidak bersifat rahasia (diumumkan pada saat acara penjelasan dokumen pengadaan) sebagai upaya transparansi dan menjadi bahan pertimbangan penyedia dalam memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh 4. Rincian HPS rahasia, sebagai alat negosiasi dan untuk mencegah keseragaman dalam metoda pelaksanaan pekerjaan dan •15 Lanjutan… 5. HPS sudah memperhitungkan PPN, overhead & profit, tetapi tidak boleh memperhitungkan PPh, biaya lain-lain, biaya tidak terduga. 6. Sistim koridor > 80% HPS dan < 100% HPS tidak dipakai lagi •16 PEDOMAN PENYUSUNAN HPS/OE 1. STRUKTUR dan NILAI dari HPS tergantung pada: jenis kegiatan pengadaan Ruang lingkup pekerjaan Untuk barang meliputi : jenis, jumlah, spesifikasi teknis barang, dan distribusi Untuk jasa konsultan meliputi : kuantitas, dan kualifikasi tenaga ahli dan pendukung yang dibutuhkan (pendidikan dan pengalaman), serta lama penugasan yang keseluruhannya dituangkan dalam TOR/KAK Untuk jasa pemborongan/jasa lainnya meliputi : kuantitas dan spesifikasi teknis •17 Lanjutan… Jenis kontrak, khususnya pada kontrak pagu anggaran dan prosentase Metode pelaksanaan (jumlah personil, kebutuhan bahan,dan peralatan alat yang akan digunakan) Metode kerja Sistem pelaporan •18 Lanjutan… 2. Untuk pengadaan jasa konsultan, HPS/OE terdiri dari dua komponen: a. Biaya Langsung Personil (remuneration): 1) Tenaga Ahli 2) Disiplin ilmu/tingkat pendidikan Pengalaman Komposisi dan jumlah Waktu Penugasan Tenaga Pendukung (Teknik dan Penunjang/Administrasi) Disiplin pekerja/tingkat pendidikan Pengalaman Jumlah Waktu Penugasan •19 Biaya Langsung Personil (BLP) berdasarkan SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 : SE-35/A/21/0298 UNDANGAN INTERNASIONAL SARJANA DENGAN PENGALAMAN PREOFESIONAL (TAHUN) •20 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 US$ (PER BULAN) 4.100 4.600 5.100 5.500 6.000 6.400 6.800 7.200 9.700 12.800 13.400 14.100 14.700 15.300 15.400 16.400 16.900 17.400 17.500 17.600 17.700 17.900 18.000 Biaya Langsung Personil (BLP) berdasarkan SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 : SE-35/A/21/0298 UNDANGAN NASIONAL PENDIDIKAN S1 TAHUN KELOMPOK PENGALAMA AHLI N RUPIAH (PER BULAN) PENDIDIKAN S2/S3 TAHUN KELOMPOK PENGALAMA AHLI N RUPIAH (PER BULAN) AHLI MUDA 1-4 4,400,000 - 5,200,000 AHLI 1-4 5,200,000 - 6,100,000 AHLI 5-8 5,500,000 - 7,100,000 AHLI UTAMA 5-8 6,500,000 - 7,800,000 AHLI UTAMA 9 - 12 7,500,000 - 9,000,000 9 - 12 8,200,000 - 9,800,000 13 - 16 9,500,000 - 11,100,000 13 - 16 10,400,000 - 13,100,000 17 - 20 11,700,000 - 12,900,000 17 - 20 14,300,000 - 18,600,000 AHLI KEPALA AHLI KEPALA •21 Biaya Langsung Personil (BLP) Tenaga Pendukung/Bulan berdasarkan SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 : SE-35/A/21/0298 NO PERSONIL HARGA SATUAN KETERANGAN Rp. 1.500 000 - Rp. 2.000.000 Digunakan untuk jumlah Tenaga Konsultan dan Pendukung minimal 10 orang 1. Office Manager 2. Sekretaris 3. Sekretaris Billingual 4. Juru Gambar 5. Operator Computer Rp. 750.000 6. Sopir Rp. 500.000 7. Pesuruh Rp. 400.000 8. Penjaga Rp. 400.000 9. Asisten Muda 10. Rp. 750.000 Rp. 1.500.000 Rp. 750.000 - Rp. 1.500.000 (S2/S3 : 1 - 2 tahun) Rp. 3.200.000 - Rp. 3.900.000 (S1 : 1 - 4 tahun) Rp. 2.800.000 - Rp. 3.400.000 Teknisi a. S0/D3 1) 1 - 3 tahun Rp. 2.200.000 - Rp. 2.550.000 2) 4 - 7 tahun Rp. 2.700.000 - Rp. 3.750.000 3) 8 - 11 tahun Rp. 3.800.000 - Rp. 4.800.000 4) 12 - 15 tahun Rp. 5.100.000 - Rp. 6.000.000 5) 16 - 20 tahun Rp. 6.600.000 - Rp, 7.500.000 b. STM/D1/D2 1) 3 - 7 tahun Rp. 1.600.000 - Rp. 2.600.000 2) 8 - 11 tahun Rp. 2.700.000 - Rp. 3.250.000 3) 12 - 15 tahun Rp. 3.600.000 - Rp. 4.400.000 4) 16 - 20 tahun Rp. 5.100.000 - Rp. 6.500.000 •22 Biaya Langsung Personil (BLP) berdasarkan SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No 1203/D.II/03/2000 : SE-38/A/2000 BLP = GD + BBS + BBU + TP + K Komponen BLP Undangan Nasional 1 x GD (0,3 s.d 0,4) x GD Internasional 1 x GD (0,3 s.d 0,6) x GD Beban Biaya Umum - BBU (Overhead Cost) (0,5 s.d 1,3) x GD (0,7 s.d 1,4) x GD Tunjangan Penugasan – TP (0,1 s.d 0,3) x GD (0,1 s.d 0,3) x GD 0,1 x (GD+BBS+BBU) 0,1 x (GD+BBS+BBU) (2,2 s.d 3,1) x GD (2,4 s.d 3,6) x GD Gaji Dasar – GD (Basic Salary ) Beban Biaya Sosial- BBS (Social Charge) Keuntungan TOTAL Biaya Langsung Personil •23 Lanjutan… b. Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost), seperti : 1) Biaya untuk mobilisasi 2) Biaya kantor a) Sewa kantor b) Perlengkapan kantor c) Komunikasi kantor d) ATK, dll 3) Biaya perumahan a) Sewa rumah b) Perlengkapan rumah 4) Biaya kendaraan a) Sewa kendaraan b) Biaya operasi dan pemeliharaan kendaraan 5) Biaya perjalanan a) Tenaga ahli/pendukung b) Jumlah perjalanan c) Jangka waktu (dari – tujuan) 6) Biaya Laboratorium 7) Biaya desiminasi/pertemuan a) Jumlah peserta b) Sewa tempat c) Jumlah waktu pertemuan 8) Biaya pelaporan a) Laporan pendahuluan b) Laporan antara c) Laporan draft akhir d) Laporan akhir e) Dokumentas •24 Lanjutan… Ketentuan HPS/OE pengadaan jasa konsultan: Biaya langsung non-personel max 40%, kecuali untuk pekerjaan bersifat khusus, seperti: pemetaan udara, survei lapangan, pengukuran, penyeledikan tanah, dan lain-lain. Untuk biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu menurut tingkat kehadiran: 1 bulan dihitung minimal 22 hari, dan 1 hari minimal 8 jam Apabila pengelola proyek mendapatkan informasi tentang gaji dasar yang telah diaudit, maka perhitungan untuk remunerasinya adalah sebesar max 3,2 kali untuk tenaga ahli tetap, dan max 1,5 kali tenaga ahli tidak tetap Biaya langsung personil konsultan perorangan TIDAK BOLEH dibebankan biaya overhead dan keuntungan •25 Lanjutan… Untuk perkerjaan swakelola oleh pengguna barang/jasa/instansi pemerintah lain/LSM penerima hibah, HPS ditentukan sebagai berikut : 1. Pekerjaan yang dikontrakkan kepada konsultan perorangan, dengan ketentuan tidak boleh melebihi 50% dari tenaga sendiri 2. Tidak mengandung unsur profit kecuali untuk pengadaan bahan dan peralatan 4. HPS disusun sebaiknya menjelang pengadaan agar harga dasarnya tidak terlampau berbeda dengan harga dasar hasil survey yang dilakukan penyedia barang/jasa yang nantinya untuk digunakan dalam perhitungan dokumen usulan biaya 3. •26 TEKNIK PEMBUATAN HPS 1. Tentukan secara jelas jenis pekerjaan yang akan dibuat OE/HPS 2. Baca dan pahami seluruh dokumen pemilihan penyedia (dokumen lelang) 3. Memeriksa dan mempelajari kondisi lapangan (lokasi base camp/quarry) 4. Menyusun uraian metoda kerja untuk masing-masing item pekerjaan dan metoda pelaksanaan untuk keseluruhan pekerjaan 5. Menghitung kebutuhan bahan/material sesuai spesifikasi teknis item pekerjaan 6. Menghitung output/produktivitas peralatan (asumsi jenis & kapasitas alat yang akan digunakan) 7. Menghitung produktivitas tenaga kerja 8. Menghitung biaya peralatan dan upah tenaga kerja •27 Lanjutan 9. 10. 11. 12. 13. Menghitung harga bahan/material di tempat pekerjaan Menghitung item analisa harga satuan item pekerjaan Menghitung total biaya per divisi pekerjaan Menghitung biaya tidak langsung (overhead) dan keuntungan Menyusun rekapitulasi biaya •28 Lanjutan 14. Kumpulkan data dan informasi termutakhir terkait dengan : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Daftar Isian Proyek (DIP)/Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) Analisis harga satuan (RAB) bersangkutan sewaktu pengajuan anggaran (DUP/DUK/RASK) Harga satuan dasar upah setempat Harga satuan dasar bahan dan sewa alat setempat Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh BPS, asosiasi terkait, pabrikan, dan dari instansi berwenang serta sumber data yang dapat dipertanggung-jawabkan Daftar biaya/tarif barang/jasa yang ditetapkan Pemerintah Survey kondisi lapangan Harga satuan paket kontrak sejenis sebelumnya yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya (kalau ada) Perkiraan perhitungan biaya oleh konsultan/Engineers Estimate (EE) Harga Satuan kontrak terdekat Daftar biaya standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang seperti : Harga Satuan Umum dan Harga Satuan Jasa Konsultansi yang dikeluarkan Departemen Keuangan, Harga Satuan Pokok Kegiatan di tingkat pusat yang diterbitkan Departemen/LPND Harga Satuan Pokok Kegiatan di tingkat propinsi/kabupaten/kota yang diterbitkan pemda propinsi/kabupaten/kota Harga Satuan Bangunan Gedung Negara oleh Pemerintah Kabupaten/Kota , •29 TEKNIS PERHITUNGAN HPS 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menetapkan harga satuan : analisa harga Dihitung jumlah biaya untuk setiap mata pembayaran/item barang, yaitu jumlah volume (pekerjaan/barang) x harga satuan Dijumlah semua biaya untuk seluruh mata pembayaran/item barang dari pekerjaan/barang yang akan dilaksanakan/dipasok Dihitung keuntungan x jumlah biaya untuk seluruh mata pembayaran/item barang Dihitung PPN yaitu 10% Besarnya HPS/OE (total harga pekerjaan) ialah jumlah biaya seluruh mata pembayaran/item barang + PPN 10% •30 TEKNIS (Lanjutan) Khusus untuk HPS/OE Jasa Konsultansi Dihitung jumlah biaya untuk setiap item pengeluaran untuk biaya langsung personil dan biaya langsung non personil Contoh : Biaya langsung personil (sesuai tingkat pendidikan dan pengalamannya x jumlah lama penugasan x imbalan jasa per satuan waktu Berdasarkan SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 : SE-35/A/21/0298 Untuk team leader yang membawahi : 5 – 10 tenaga ahli, tambahan imbalan 3%, > 10 tenaga ahli, tambahan imbalan 6% Biaya langsung non personil, dihitung berdasarkan jumlah volume pekerjaan x harga satuan Dijumlahkan semua biaya untuk seluruh item pengeluaran •31 TEKNIS (Lanjutan) Beberapa metode perkiraan biaya : 1. Metoda Parametrik y=ax atau y = ax + b •32 TEKNIS (Lanjutan) 2. Menggunakan Indeks Harga Indeks harga waktu A Harga di waktu A = Harga di waktu B x ------------------------------Indeks harga waktu B •33 PENYESUAIAN HARGA SATUAN UNTUK PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI PEKERJAAN JASA KONSULTANSI NO URAIAN Tahun 1998 I. HARGA SATUAN (Rp) perubahan indeks Tahun 2004 2004/1998 BIAYA LANGSUNG PERSONIL A.TENAGA AHLI 1. Ahli Adm Negara, S3, 10 tahun 2. Ahli Ekonomi, S2, 10 tahun 3. Ahli Kelembagaan, (S2, 10 tahun B. TENAGA PENDUKUNG Operator Komputer 12.000.000 8.000.000 8.000.000 300/200 300/200 300/200 18.000.000 12.000.000 12.000.000 1.000.000 300/200 1.500.000 •34 TEKNIS (Lanjutan) 3. Memakai harga satuan, digunakan bila volume total pekerjaan belum dapat ditentukan dengan pasti, tetapi biaya per unitnya (per meter persegi, per meter kubik) telah dapat dihitung Pekerjaan Memasang pipa Komponen Kegiatan 1 2 3 Perkiraan Harga Satuan Total Harga Volume (Proposal) (Proposal) (Rp) (Rp Ribu) Menggali tanah tempat pipa - material - jam -orang Meletakkan pipa dan memasang isolasi - material - jam -orang Menimbun kembali - material - jam -orang JUMLAH 25.000 m3 2,000 50,000 5.000 m3 20,000 100,000 20.000 m3 2,500 50,000 200,000 Dari tabel tersebut, harga satuan pekerjaan memasang pipa per satuan panjang (m) = (Rp. 200 juta) (1/5.000) = Rp. 40.000.Misalkan pekerjaan sesungguhnya adalah 10.000 m maka biayanya 10.000 x Rp. 40.000 = Rp. 40 juta •35 •36