Transcript Document

Muhtar Mahmud
•4/8/2015
•1
DATA DASAR & PERTIMBANGAN
DALAM PENYUSUNAN HPS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Analisa harga satuan pekerjaan yang bersangkutan
Perkiraan perhitungan biaya oleh konsultan/ engineer’s
estimate (EE)
Harga Pasar setempat pada waktu penyusunan HPS.
Harga Kontrak/ Surat Perintah Kerja (SPK) untuk barang/
pekerjaan sejenis setempat yang pernah dilaksanakan
Informasi Harga satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh
Badan Pusat Statistik (BPS), Badan/Instansi lainnya dan Media
cetak yang datnya dapat dipertanggungjawabkan.
Harga/tarif barang/jasa yang dikeluarkan oleh Pabrikan/ Agen
Tunggal atau Lembaga Independen.
Daftar Harga Standar / Tarif biaya yang dikeluarkan oleh
Instansi yang berwenang.
Informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
•2
HPS telah memperhitungkan :
Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) = 10 %
2. Biaya umum dan keuntungan ( overhead cost and
profit ) yang wajar bagi Penyedia Barang/ Jasa. ( + 10
%)
3. Kurs yang berlaku pada saat penyusunan HPS
 HPS tidak boleh memperhitungkan biaya tak
terduga, biaya lain-lain dan Pajak Penghasilan (
PPh ) Penyedia Barang/ Jasa.
1.
•3
Faktor yang dapat mempengaruhi dalam
penyusunan HPS antara lain :
 Spesifikasi/Jenis/ Merk Barang ( lain spesifikasi lain harga );
 Barang Persediaan /Stock Gudang dari pihak Penyedia Barang
 Spekulasi dari Penyedia Barang untuk mengorbankan
keuntungan
“agar mendapat pekerjaan” Cenderung HPS sangat rendah.
Kemungkinan yang bisa terjadi, bahwa terhadap barang
tersebut. Kualitasnya kurang dapat dipertanggungjawabkan.
 Dari survey lapangan ada beberapa pasar yang enggan
memberikan data harga ( terhadap 1 atau beberapa jenis barang
dapat diperoleh harga, tetapi cenderung berbeda-beda/tidak
obyektif/harga spekulasi ), Panitia mengambil Harga Terendah
diantaranya.
•4
SARAN DARI KANWIL DIRJEN
ANGGARAN
Dalam penyusunan HPS jangan sampai melebihi Harga
Standar Nasional yang ada.
Harga Standar Nasional berlaku secara nasional, tetapi
tidak dapat langsung diterapkan di beberapa daerah, oleh
karena apabila mengacu pada HSN tersebut dinilai HPS
terlalu tinggi untuk daerah tertentu, sehingga disarankan
agar dalam menyusun HPS mengacu pada harga standar
pasar umum di daerah setempat dan inipun tergantung
pada Spesifikasi/Jenis/Merk -nya
2. Namun demikian tidak dapat disalahkan apabila HPS
tetap mengacu pada Harga Standar Nasional yang ada
( tetapi hal ini akan menimbulkan kesan HPS terlalu
•5
tinggi ).
1.
Bagian Perlengkapan dalam hal menyusun HPS
mendasarkan pada Harga Barang sesuai ketentuan (
Pasaran Umum, Pabrikan/Agen Tunggal, Harga
Kontrak/SPK yang telah ada dll. , dengan
memperhitungkan PPN dan Perkiraan Keuntungan yang
wajar bagi Penyedia Barang.
4. Dan pada saat penyedia barang mengajukan penawaran,
maka Panitia selalu melakukan Evaluasi dan Negosiasi
Harga Penawaran tersebut.
5. Kenyataan di lapangan, pasar dapat memberikan data
harga yang bervariasi /berbeda, dan ini dapat dibenarkan
tergantung barang tersedia (ready stock ) atau harus
didatangkan/ indent dari daerah / negara lain
( contoh : Komputer yang berMerk tertentu (Built Up)
3.
•6
MENGAPA PENGADAAN
PEMERINTAH MEMERLUKAN
HPS?
APA TIDAK CUKUP DENGAN
INFORMASI DANA YANG
TERCANTUM DALAM DOKUMEN
ANGGARAN (DIPA/DPA) ?
•7
PENGERTIAN
HPS adalah perkiraan biaya atas pekerjaan barang/jasa sesuai
dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen
pemilihan penyedia barang/jasa, dikalkulasikan secara
keahliaan dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan
Perkiraan biaya menurut National Estimating Society-USA
adalah seni memperkirakan (the art of approximating)
kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu
kegiatan yang didasarkan atas informasi yang tersedia
pada waktu itu
•8
APA GUNANYA HPS/O’E
1.
2.
3.
Mengecek kecukupan dana dalam hubungannya dengan perubahan
harga satuan barang/jasa
Jika perhitungan HPS>Pagu Dana, maka
- perubahan spesifikasi teknis, atau
- dilakukan revisi dokumen anggaran
Untuk menilai kewajaran harga penawaran yang disampaikan pihak
penyedia (evaluasi harga) tetapi tidak dapat dijadikan dasar untuk
menggugurkan penawaran
Sebagai dasar bagi penetapan nilai nominal jaminan penawaran (1-3%
dari HPS)
Contoh :
Nilai HPS suatu pekerjaan misalkan sebesar Rp. 1.000.000.000,Panitia pengadaan, menetapkan besarnya jaminan penawaran pada nilai
nominal tertentu yang merupakan persentase dari HPS, misalkan
Rp.20.000.000 (2% dari HPS)
Ini berarti penyedia barang/jasa harus menyampaikan jaminan
penawaran senilai/sekurang-kurangnya Rp. 20.000.000,- (berapapun
harga penawaran yang disampaikan untuk pekerjaan tersebut)
•9
Lanjutan…
4. Untuk menetapkan tambahan nilai jaminan
pelaksanaan, untuk penawaran kurang dari
80% dari HPS, dinaikan SEKURANGKURANGNYA prosentase jaminan
pelaksanaan dikalikan dengan 80% HPS
Nilai Penawaran
Yang Menang
(NPM)
> 80% HPS
< 80% HPS
Jenis Pengadaan
JK
JP/B/JL
0 - 50 Jt
> 50 jt
0 - 50 Jt
> 50 jt
TJ
TJ
TJ
5% x NPM
TJ
TJ
TJ
5% x 80% x HPS
JK : Jasa Konsultansi
JP/B/JL : Jasa Pemborongan/Barang/Jasa Lainnya
TJ : Tanpa Jaminan
•10
CONTOH :
Nilai HPS suatu pekerjaan misalkan sebesar Rp. 1.000.000.000,Penyedia barang/jasa menyampaikan penawaran harga (setelah
terkoreksi) sebesar Rp. 700.000.000,- atau 70% dari HPS.
Kalau tanpa tambahan jaminan pelaksanaan, jumlah jaminan
pelaksanaan = 5% x harga penawaran yang telah disetujui =
5% x Rp. 700.000.000,- = Rp. 35.000.000,-.
Karena harga penawaran kurang dari 80% maka untuk meningkatkan
‘rasa aman’ dari pengelola proyek maka jaminan pelaksanaannya
ditambah SEKURANG-KURANGNYA sebesar :
(5% x 80 % x HPS) – jaminan yang telah ditentukan =
(5% x 80% x Rp. 1.000.000.000) – Rp. 35.000.000 = Rp. 5.000.000,JUMLAH JAMINAN = Rp. 35.000.000+Rp. 5.000.000
= Rp. 40.000.000
•11
Untuk Mencegah Banting Harga, Besaran Jaminan Pelaksanaan DAPAT
dibuat Secara Berjenjang/Bertahap
Contoh : HPS = Rp. 500.000.000,% NILAI PENAWARAN
TERHADAP HPS
% JAMINAN
PELAKSANAAN
NILAI JAMINAN
PELAKSANAAN (Rp)
80 - 100%
5% X NPP
5% X NPP
75 - 79,9 %
5% x 80% x HPS
20.000.000
70 - 74,9 %
10% x 80% x HPS
40.000.000
65 - 69,9 %
15% x 80% x HPS
60.000.000
60 - 64,9 %
20% x 80% x HPS
80.000.000
55 - 59,9 %
25% x 80% x HPS
100.000.000
50 - 54,9 %
30% x 80% x HPS
120.000.000
45 - 49,9 %
35% x 80% x HPS
140.000.000
40 - 44,9 %
40% x 80% x HPS
160.000.000
35 - 39,9 %
45% x 80% x HPS
180.000.000
30 - 34,9 %
50% x 80% x HPS
200.000.000
25 - 29,9 %
55% x 80% x HPS
220.000.000
20 - 24,9 %
60% x 80% x HPS
240.000.000
15 - 19,9 %
65% x 80% x HPS
260.000.000
10 - 14,9 %
70% x 80% x HPS
280.000.000
•12
Lanjutan…
5. Sebagai acuan menetapkan harga satuan
timpang yang nilainya lebih besar dari 110%
dari HPS
Contoh : Pengadaan Komputer
No.
Jenis Barang
1
2
3
4
Komputer
Printer
Scanner
CD Writter
Volume
10
4
2
5
Harga
Jumlah
HPS
% Penawaran
Penawaran
Harga
Jumlah
terhadap HPS
4.800.000 48.000.000 5.000.000 50.000.000
96
4.700.000 18.800.000 4.000.000 16.000.000
118
1.450.000
2.900.000 1.500.000
3.000.000
97
2.500.000 12.500.000 3.250.000 16.250.000
77
82.200.000
85.250.000
96
klarifikasi tidak dimaksudkan untuk
mencari/menawarkan/ mengijinkan perubahan
harga/substansi penawaran
•13
Lanjutan…
6. Sebagai patokan dalam hal seluruh penawaran
di atas pagu anggaran
Dalam hal terjadi seleksi gagal karena seluruh penawaran di
atas pagu, maka HPS dapat dilakukan dua hal berkut :
(i) perubahan spesifikasi teknis, atau (ii) dilakukan revisi PO/LK
7. Sebagai acuan bila ada indikasi kuat KKN
8. Sebagai bahan perhitungan penyesuaian
harga/eskalasi
9. Sebagai acuan dalam negosiasi harga pada proses
penunjukan/pemilihan langsung/pengadaan jasa
konsultansi
•14
PERLAKUAN TERHADAP HPS/OE
1.
Setiap pengadaan harus dibuat HPS
2.
HPS dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data
yang dapat dipertanggung-jawabkan, disusun oleh
panitia/pejabat pengadaan, disahkan pengguna
barang/jasa
3.
Nilai total HPS tidak bersifat rahasia (diumumkan pada
saat acara penjelasan dokumen pengadaan) sebagai
upaya transparansi dan menjadi bahan pertimbangan
penyedia dalam memperkirakan keuntungan yang akan
diperoleh
4.
Rincian HPS rahasia, sebagai alat negosiasi dan untuk
mencegah keseragaman dalam metoda pelaksanaan
pekerjaan dan
•15
Lanjutan…
5. HPS sudah memperhitungkan PPN, overhead
& profit, tetapi tidak boleh memperhitungkan
PPh, biaya lain-lain, biaya tidak terduga.
6. Sistim koridor > 80% HPS dan < 100% HPS
tidak dipakai lagi
•16
PEDOMAN PENYUSUNAN HPS/OE
1.
STRUKTUR dan NILAI dari HPS tergantung pada:
 jenis kegiatan pengadaan
 Ruang lingkup pekerjaan



Untuk barang meliputi : jenis, jumlah, spesifikasi
teknis barang, dan distribusi
Untuk jasa konsultan meliputi : kuantitas, dan
kualifikasi tenaga ahli dan pendukung yang
dibutuhkan (pendidikan dan pengalaman), serta
lama penugasan yang keseluruhannya dituangkan
dalam TOR/KAK
Untuk jasa pemborongan/jasa lainnya meliputi :
kuantitas dan spesifikasi teknis
•17
Lanjutan…
 Jenis kontrak, khususnya pada kontrak pagu
anggaran dan prosentase
 Metode pelaksanaan (jumlah personil, kebutuhan
bahan,dan peralatan alat yang akan digunakan)
 Metode kerja
 Sistem pelaporan
•18
Lanjutan…
2.
Untuk pengadaan jasa konsultan, HPS/OE terdiri dari dua
komponen:
a. Biaya Langsung Personil (remuneration):
1)
Tenaga Ahli




2)
Disiplin ilmu/tingkat pendidikan
Pengalaman
Komposisi dan jumlah
Waktu Penugasan
Tenaga Pendukung (Teknik dan Penunjang/Administrasi)




Disiplin pekerja/tingkat pendidikan
Pengalaman
Jumlah
Waktu Penugasan
•19
Biaya Langsung Personil (BLP) berdasarkan SEB Bappenas dan
Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 :
SE-35/A/21/0298
UNDANGAN INTERNASIONAL
SARJANA
DENGAN PENGALAMAN
PREOFESIONAL
(TAHUN)
•20
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
US$
(PER BULAN)
4.100
4.600
5.100
5.500
6.000
6.400
6.800
7.200
9.700
12.800
13.400
14.100
14.700
15.300
15.400
16.400
16.900
17.400
17.500
17.600
17.700
17.900
18.000
Biaya Langsung Personil (BLP) berdasarkan SEB Bappenas dan
Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 :
SE-35/A/21/0298
UNDANGAN NASIONAL
PENDIDIKAN S1
TAHUN
KELOMPOK
PENGALAMA
AHLI
N
RUPIAH
(PER BULAN)
PENDIDIKAN S2/S3
TAHUN
KELOMPOK
PENGALAMA
AHLI
N
RUPIAH
(PER BULAN)
AHLI MUDA
1-4
4,400,000 - 5,200,000
AHLI
1-4
5,200,000 - 6,100,000
AHLI
5-8
5,500,000 - 7,100,000
AHLI UTAMA
5-8
6,500,000 - 7,800,000
AHLI UTAMA
9 - 12
7,500,000 - 9,000,000
9 - 12
8,200,000 - 9,800,000
13 - 16
9,500,000 - 11,100,000
13 - 16
10,400,000 - 13,100,000
17 - 20
11,700,000 - 12,900,000
17 - 20
14,300,000 - 18,600,000
AHLI KEPALA
AHLI KEPALA
•21
Biaya Langsung Personil (BLP) Tenaga Pendukung/Bulan berdasarkan
SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No 604/D.VI/02/1998 :
SE-35/A/21/0298
NO
PERSONIL
HARGA SATUAN
KETERANGAN
Rp. 1.500 000 - Rp. 2.000.000
Digunakan untuk jumlah Tenaga Konsultan dan
Pendukung minimal 10 orang
1.
Office Manager
2.
Sekretaris
3.
Sekretaris Billingual
4.
Juru Gambar
5.
Operator Computer
Rp. 750.000
6.
Sopir
Rp. 500.000
7.
Pesuruh
Rp. 400.000
8.
Penjaga
Rp. 400.000
9.
Asisten Muda
10.
Rp. 750.000
Rp. 1.500.000
Rp. 750.000 - Rp. 1.500.000
(S2/S3 : 1 - 2 tahun)
Rp. 3.200.000 - Rp. 3.900.000
(S1 : 1 - 4 tahun)
Rp. 2.800.000 - Rp. 3.400.000
Teknisi
a. S0/D3
1) 1 - 3 tahun
Rp. 2.200.000 - Rp. 2.550.000
2) 4 - 7 tahun
Rp. 2.700.000 - Rp. 3.750.000
3) 8 - 11 tahun
Rp. 3.800.000 - Rp. 4.800.000
4) 12 - 15 tahun
Rp. 5.100.000 - Rp. 6.000.000
5) 16 - 20 tahun
Rp. 6.600.000 - Rp, 7.500.000
b. STM/D1/D2
1) 3 - 7 tahun
Rp. 1.600.000 - Rp. 2.600.000
2) 8 - 11 tahun
Rp. 2.700.000 - Rp. 3.250.000
3) 12 - 15 tahun
Rp. 3.600.000 - Rp. 4.400.000
4) 16 - 20 tahun
Rp. 5.100.000 - Rp. 6.500.000
•22
Biaya Langsung Personil (BLP) berdasarkan SEB Bappenas dan
Departemen Keuangan No 1203/D.II/03/2000 :
SE-38/A/2000
BLP = GD + BBS + BBU + TP + K
Komponen BLP
Undangan
Nasional
1 x GD
(0,3 s.d 0,4) x GD
Internasional
1 x GD
(0,3 s.d 0,6) x GD
Beban Biaya Umum - BBU
(Overhead Cost)
(0,5 s.d 1,3) x GD
(0,7 s.d 1,4) x GD
Tunjangan Penugasan – TP
(0,1 s.d 0,3) x GD
(0,1 s.d 0,3) x GD
0,1 x (GD+BBS+BBU)
0,1 x (GD+BBS+BBU)
(2,2 s.d 3,1) x GD
(2,4 s.d 3,6) x GD
Gaji Dasar – GD (Basic Salary )
Beban Biaya Sosial- BBS (Social
Charge)
Keuntungan
TOTAL Biaya Langsung Personil
•23
Lanjutan…
b.
Biaya Langsung Non Personil (direct reimbursable cost), seperti :
1)
Biaya untuk mobilisasi
2)
Biaya kantor
a)
Sewa kantor
b)
Perlengkapan kantor
c)
Komunikasi kantor
d)
ATK, dll
3)
Biaya perumahan
a)
Sewa rumah
b)
Perlengkapan rumah
4)
Biaya kendaraan
a)
Sewa kendaraan
b)
Biaya operasi dan pemeliharaan kendaraan
5)
Biaya perjalanan
a)
Tenaga ahli/pendukung
b)
Jumlah perjalanan
c)
Jangka waktu (dari – tujuan)
6)
Biaya Laboratorium
7)
Biaya desiminasi/pertemuan
a)
Jumlah peserta
b)
Sewa tempat
c)
Jumlah waktu pertemuan
8)
Biaya pelaporan
a)
Laporan pendahuluan
b)
Laporan antara
c)
Laporan draft akhir
d)
Laporan akhir
e)
Dokumentas
•24
Lanjutan…

Ketentuan HPS/OE pengadaan jasa konsultan:

Biaya langsung non-personel max 40%, kecuali untuk pekerjaan
bersifat khusus, seperti: pemetaan udara, survei lapangan,
pengukuran, penyeledikan tanah, dan lain-lain.

Untuk biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu menurut
tingkat kehadiran: 1 bulan dihitung minimal 22 hari, dan 1 hari
minimal 8 jam

Apabila pengelola proyek mendapatkan informasi tentang gaji
dasar yang telah diaudit, maka perhitungan untuk remunerasinya
adalah sebesar max 3,2 kali untuk tenaga ahli tetap, dan max 1,5
kali tenaga ahli tidak tetap

Biaya langsung personil konsultan perorangan TIDAK BOLEH
dibebankan biaya overhead dan keuntungan
•25
Lanjutan…
Untuk perkerjaan swakelola oleh pengguna
barang/jasa/instansi pemerintah lain/LSM penerima
hibah, HPS ditentukan sebagai berikut :
1. Pekerjaan yang dikontrakkan kepada konsultan
perorangan, dengan ketentuan tidak boleh
melebihi 50% dari tenaga sendiri
2. Tidak mengandung unsur profit kecuali untuk
pengadaan bahan dan peralatan
4. HPS disusun sebaiknya menjelang pengadaan agar
harga dasarnya tidak terlampau berbeda dengan
harga dasar hasil survey yang dilakukan penyedia
barang/jasa yang nantinya untuk digunakan dalam
perhitungan dokumen usulan biaya
3.
•26
TEKNIK PEMBUATAN HPS
1.
Tentukan secara jelas jenis pekerjaan yang akan dibuat OE/HPS
2.
Baca dan pahami seluruh dokumen pemilihan penyedia (dokumen
lelang)
3.
Memeriksa dan mempelajari kondisi lapangan (lokasi base
camp/quarry)
4.
Menyusun uraian metoda kerja untuk masing-masing item pekerjaan
dan metoda pelaksanaan untuk keseluruhan pekerjaan
5.
Menghitung kebutuhan bahan/material sesuai spesifikasi teknis
item pekerjaan
6.
Menghitung output/produktivitas peralatan (asumsi jenis &
kapasitas alat yang akan digunakan)
7.
Menghitung produktivitas tenaga kerja
8.
Menghitung biaya peralatan dan upah tenaga kerja
•27
Lanjutan
9.
10.
11.
12.
13.
Menghitung harga bahan/material di tempat pekerjaan
Menghitung item analisa harga satuan item pekerjaan
Menghitung total biaya per divisi pekerjaan
Menghitung biaya tidak langsung (overhead) dan keuntungan
Menyusun rekapitulasi biaya
•28
Lanjutan
14.
Kumpulkan data dan informasi termutakhir terkait dengan :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
Daftar Isian Proyek (DIP)/Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK)
Analisis harga satuan (RAB) bersangkutan sewaktu pengajuan anggaran
(DUP/DUK/RASK)
Harga satuan dasar upah setempat
Harga satuan dasar bahan dan sewa alat setempat
Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh BPS,
asosiasi terkait, pabrikan, dan dari instansi berwenang serta sumber data
yang dapat dipertanggung-jawabkan
Daftar biaya/tarif barang/jasa yang ditetapkan Pemerintah
Survey kondisi lapangan
Harga satuan paket kontrak sejenis sebelumnya yang sedang berjalan
dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya (kalau ada)
Perkiraan perhitungan biaya oleh konsultan/Engineers Estimate (EE)
Harga Satuan kontrak terdekat
Daftar biaya standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang
seperti :

Harga Satuan Umum dan Harga Satuan Jasa Konsultansi yang
dikeluarkan Departemen Keuangan,

Harga Satuan Pokok Kegiatan di tingkat pusat yang diterbitkan
Departemen/LPND

Harga Satuan Pokok Kegiatan di tingkat propinsi/kabupaten/kota
yang diterbitkan pemda propinsi/kabupaten/kota

Harga Satuan Bangunan Gedung Negara oleh Pemerintah
Kabupaten/Kota ,
•29
TEKNIS PERHITUNGAN HPS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Menetapkan harga satuan : analisa harga
Dihitung jumlah biaya untuk setiap mata
pembayaran/item barang, yaitu jumlah volume
(pekerjaan/barang) x harga satuan
Dijumlah semua biaya untuk seluruh mata
pembayaran/item barang dari pekerjaan/barang yang
akan dilaksanakan/dipasok
Dihitung keuntungan x jumlah biaya untuk seluruh mata
pembayaran/item barang
Dihitung PPN yaitu 10%
Besarnya HPS/OE (total harga pekerjaan) ialah jumlah
biaya seluruh mata pembayaran/item barang + PPN 10%
•30
TEKNIS (Lanjutan)

Khusus untuk HPS/OE Jasa Konsultansi

Dihitung jumlah biaya untuk setiap item pengeluaran untuk
biaya langsung personil dan biaya langsung non personil
Contoh :
Biaya langsung personil (sesuai tingkat pendidikan dan
pengalamannya x jumlah lama penugasan x imbalan jasa per
satuan waktu
Berdasarkan SEB Bappenas dan Departemen Keuangan No
604/D.VI/02/1998 :
SE-35/A/21/0298
Untuk team leader yang membawahi :
5 – 10 tenaga ahli, tambahan imbalan 3%,
> 10 tenaga ahli, tambahan imbalan 6%
Biaya langsung non personil, dihitung berdasarkan jumlah
volume pekerjaan x harga satuan

Dijumlahkan semua biaya untuk seluruh item pengeluaran
•31
TEKNIS (Lanjutan)
Beberapa metode perkiraan biaya :
1. Metoda Parametrik
y=ax
atau y = ax + b
•32
TEKNIS (Lanjutan)
2. Menggunakan Indeks Harga
Indeks harga waktu A
Harga di waktu A = Harga di waktu B x ------------------------------Indeks harga waktu B
•33
PENYESUAIAN HARGA SATUAN UNTUK PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI
PEKERJAAN JASA KONSULTANSI
NO
URAIAN
Tahun 1998
I.
HARGA SATUAN
(Rp)
perubahan indeks
Tahun 2004
2004/1998
BIAYA LANGSUNG PERSONIL
A.TENAGA AHLI
1. Ahli Adm Negara, S3, 10 tahun
2. Ahli Ekonomi, S2, 10 tahun
3. Ahli Kelembagaan, (S2, 10 tahun
B. TENAGA PENDUKUNG
Operator Komputer
12.000.000
8.000.000
8.000.000
300/200
300/200
300/200
18.000.000
12.000.000
12.000.000
1.000.000
300/200
1.500.000
•34
TEKNIS (Lanjutan)
3. Memakai harga satuan, digunakan bila
volume total pekerjaan belum dapat ditentukan dengan pasti,
tetapi biaya per unitnya (per meter persegi, per meter kubik) telah
dapat dihitung
Pekerjaan Memasang pipa
Komponen Kegiatan
1
2
3
Perkiraan
Harga Satuan
Total Harga
Volume
(Proposal)
(Proposal)
(Rp)
(Rp Ribu)
Menggali tanah tempat pipa
-
material
-
jam -orang
Meletakkan pipa dan memasang isolasi
-
material
-
jam -orang
Menimbun kembali
-
material
-
jam -orang
JUMLAH
25.000 m3
2,000
50,000
5.000 m3
20,000
100,000
20.000 m3
2,500
50,000
200,000
Dari tabel tersebut, harga satuan pekerjaan memasang pipa per satuan panjang (m) = (Rp.
200 juta) (1/5.000) = Rp. 40.000.Misalkan pekerjaan sesungguhnya adalah 10.000 m maka
biayanya 10.000 x Rp. 40.000 = Rp. 40 juta
•35
•36